NovelToon NovelToon
BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 5
Nama Author: JE270608

Dianjurkan untuk membaca novel BUKAN CINDERELLA BIASA season pertama agar mengerti alur cerita dan pengenalan tokoh, serta rentetan peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Deanda Federer, seorang gadis cantik dari kalangan rakyat biasa akhirnya menikah dengan Alvero Adalvino, seorang raja tampan dan sekaligus seorang pengusaha hebat dari Kerajaan Gracetian. Negara dengan sistem pemerintahan monarki absolut, di mana ucapan Raja adalah hukum mutlak.

Pada awalnya Alvero dikenal tampan, cerdas, sekaligus sosok pengusaha hebat, namun juga dikenal keras, arogan, dingin, sekaligus dikenal playboy karena tidak pernah bersama dengan gadis yang sama lebih dari satu bulan karena menderita alergi saat bersentuhan dengan wanita. Namun sejak kehadiran Deanda yang tidak menimbulkan alergi padanya, banyak hal berubah dalam kehidupan Alvero.

Satu persatu misteri di masa lalu dan kejahatan orang-orang di sekitar Alvero dan Deanda mulai terungkap sejak Alvero dan Deanda menikah. Sosok cantik sekaligus pemberani Deanda sebagai permasuri banyak membantu Alvero dalam memimpin kerajaannya dan menumpas musuh-musuhnya.

Bagaimanakah perjalanan cinta mereka selanjutnya? Apakah cinta mereka akan bertahan sampai akhir? Ikuti perjalanan cinta mereka yang penuh perjuangan sekaligus romantis.

Cerita ini cuma fiksi maaf jika ada kesamaan nama, tokoh, dan kejadian. Kali ini Author hanya ingin menulis cerita fiksi, drama, romantis. Semoga suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JE270608, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTAMU MEMBUAT HATIKU MELAYANG

Peringatan....!!! Episode ini adalah area 21+++. Mohon bijak memilih bacaan, untuk pembaca yang masih di bawah umur, harap skip episode ini.

 

 

Dengan lembut tangan Alvero kembali mengelus leher Deanda. Dan kali ini elusan itu turun sampai ke dada Deanda yang sudah tidak tertutup oleh kain dari pakaiannya walaupun masih ada satu lagi penghalang di sana, bra bewarna putih yang masih dikenakannya, namun tetap tidak bisa menyembunyikan dengan sempurna benda yang terbentuk indah di dalamnya, apalagi belahan yang ada di kedua benda kembar itu terlihat begitu jelas tanpa pelindung. Tanpa memperdulikan satu penghalang yang masih tersisa, Alvero mulai mencumbu Deanda dengan menciumi telinga dan leher Deanda, membuat tubuh Deanda seperti tersengat listrik, sesekali tersentak kaget. Namun juga merasa begitu menikmati cumbuan Alvero.

Alvero sengaja mencumbu Deanda untuk menggiring hati dan pikiran Deanda, agar hasrat Deanda ikut bangkit seperti yang sedang terjadi padanya. Sebuah lenguhan pelan yang keluar dari bibir Deanda membuat Alvero langsung menyungingkan senyum tanda kemenangan. Dan tanpa disadari oleh Deanda, tangan Alvero langsung bergerak pelan namun pasti ke bagian belakang tubuh Deanda, membuka pengait yang ada di belakang sana sehingga beberapa detik selanjutnya bagian dada Deanda terekspos dengan sempurna di depannya tanpa adanya penghalang lagi.

Dengan cumbuannya yang tiada henti dan gerakan tangannya yang pelan namun pasti, pada akhirnya Alvero berhasil membuat tidak ada lagi satupun kain yang menjadi penghalang di antara mereka berdua. Bahkan Alvero bisa melihat bagaimana setiap gerakan lembut yang dilakukannya kepada tubuh istrinya, baik elusan, pijatan, remasan maupun kecupan dan jepitan bibirnya di tubuh seksi itu membuat Deanda beberapa kali terlihat menegang maupun menggeliat memberikan reaksi atas tindakan Alvero yang benar-benar memanjakan tubuhnya namun dalam waktu bersamaan juga membuat dadanya bergetar hebat karena hasrat dan gairahnya yang ikut terpancing.

Deanda tidak tahu apa yang sedang dirasakannya saat ini, tapi bibirnya terasa tidak tahan untuk tidak mengeluarkan suara lenguhan ataupun desahan, membuatnya tanpa sadar menutup bibirnya dengan telapak tangannya karena merasa malu dan takut jika suara yang keluar dari bibirnya mengganggu Alvero. Melihat tindakan Deanda, tangan Alvero dengan gerakan lembut tapi bertenaga langsung menyingkirkan telapak tangan Deanda dari bibirnya.

"Jangan menahannya sweety, keluarkan saja suaramu. Biarkan aku merasa menjadi laki-laki yang hebat dengan mendengar suara desahanmu yang merdu itu...." Alvero berbisik lembut sambil sekilas menjilat telinga Deanda.

"Ahh...!" Tanpa sadar bibir Deanda langsung mendesah dengan tubuhnya yang  langsung menegang mendapat perlakuan dari Alvero yang rasanya baru kali ini dia rasakan. Dan dalam keadaan benar-benar sadar....

Mendengar suara desahan dari Deanda yang akhirnya tidak bisa lagi ditahannya membuat Alvero langsung tersenyum puas sekaligus bahagia. Alvero sadar bahwa walaupun dia tidak pernah belajar dan memiliki pengalaman dalam melakukan hal seperti itu sebelumnya bersama wanita, tapi dia tahu nalurinya sebagai pria normal secara alami mengajarkan padanya tentang apa yang harus dilakukannya untuk dapat memanjakan wanita kesayangannya.

“Apa…. Kamu masih merasakan sakit di bawah sana?” Alvero berkata lirih dengan nada ragu sambil menyentuh bagian tubuh Deanda di bawah sana menggunakan miliknya yang sudah begitu menegang.

Alvero sadar dia begitu menginginkan Deanda saat ini, tapi di sisi lain, dia tidak ingin menyakiti wanita tercintanya. Bagi Alvero, cintanya kepada Deanda, jauh lebih besar daripada nafsu yang ada dalam dirinya.

"Ti... tidak... terlalu..." Deanda menjawab dengan suara pelan dan bergetar.

Semua tindakan mesra dan lembut dari Alvero tanpa sadar membuat Deanda tidak perduli lagi tentang rasa perih yang dia rasakan tadi pagi saat mandi. Bahkan saat ini dia ingin kembali merasakan sensasi penyatuan tubuh mereka dalam keadaan sadar sepenuhnya seperti saat ini. Dengan sadar Deanda ingin merasakan, sekaligus memberikan yang terbaik bagi Alvero, bisa menjadi istri yang sempurna bagi suami yang dicintainya tanpa ragu.

Tadi pagi saat terbangun dan teringat tentang bayangan-bayangan apa yang terjadi pada malam sebelumnya, sedikit banyak Deanda bisa merasakan indah dan nikmatnya apa yang mereka lakukan saat itu. Namun baginya, semuanya hanya terasa sedikit samar, antara nyata dan tidak karena dia dalam pengaruh alkohol. Dan saat ini tanpa sadar, dengan gairahnya yang sedang membuncah, Deanda begitu ingin Alvero kembali menjadikan dirinya miliknya sekali lagi tanpa perduli lagi dengan rasa perih atau sakit yang mungkin akan kembali dia alami.

Mendengar jawaban Deanda, Alvero merasa sedikit ragu, namun sentuhan tangan kiri Deanda yang mengelus lembut dadanya dan lengan kanan Deanda yang tiba-tiba saja melingkar di lehernya dan membawa wajahnya mendekat ke arah wajahnya, mencium bibir Alvero dengan dalam-dalam sambil tangan kanannya bergerak mengelus lembut punggung Alvero, sudah cukup bagi Alvero untuk tahu apa yang sedang diinginkan Deanda saat ini, membuat kaki Alvero bergerak, menggeser kedua kaki Deanda, berusaha memposisikan kakinya sendiri agar berganti posisi, berada di antara kedua kaki Deanda.

Elusan lembut tangan Deanda baik di dada dan punggungnya berhasil membuat Alvero tidak lagi bisa mengendalikan dirinya, apalagi dia merasakan di bawah sana milik istrinya sudah terasa mulai basah, menunjukkan bahwa saat ini Deanda juga begitu menginginkan dirinya.

"Alvero...." Suara bisikan lembut dari Deanda yang memanggil namanya dengan suara bergetar sukses membuat gairah dalam diri Alvero semakin menggila.

"Katakan lagi sweety... panggil namaku sekali lagi..." Alvero berbisik pelan dengan bibirnya mengecup dan memberikan tanda kepemilikannya di dada Deanda dengan kedua tangannya meremasnya lembut.

"Ah... Alvero...." Tindakan Alvero berhasil membuat Deanda kembali membisikkan nama Alvero dengan mendesah sambil tangannya tanpa sadar menjambak rambut Alvero.

Deanda sedikit menggeliat ketika Alvero menjepit dadanya dengan kedua bibirnya sambil menciuminya dengan hidung mancung milik Alvero. Deanda melenguh pendek karena tindakan Alvero sukses membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat dan tanpa sadar tangannya justru bergerak, menarik tubuh Alvero untuk lebih merapat kepadanya, seolah meminta Alvero melakukan sesuatu yang lebih padanya.

Tindakan Deanda membuat Alvero tanpa ragu kembali melakukan penyatuan diri mereka setelah berhasil menuntun Deanda bersama-sama dengannya untuk mencapai puncaknya.

Begitu mereka selesai dengan penyatuan tubuh mereka, Alvero langsung membaringkan tubuhnya di samping Deanda dengan bibirnya yang tersenyum, merasa puas sekaligus bangga dengan apa yang sudah dia lakukan barusan, membiarkan Deanda yang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Gila! Bagaimana bisa tubuhku bereaksi sedemikian rupa akibat sentuhan yang mulia. Aku benar-benar kehilangan kendali barusan. Bahkan bagaimana bisa dengan mudahnya aku melupakan rasa perih tadi pagi... Tapi… untung saja… tidak adalagi rasa sakit seperti kemarin malam…

Deanda sedikit mengomeli dirinya sendiri dalam hati saat menyadari bahwa saat gairah dan hasrat menguasainya, dia tidak lagi merasa malu di hadapan Alvero, sesuatu yang ternyata bisa terjadi pada dirinya walaupun tanpa dipengaruhi oleh alkohol. Bahkan Deanda begitu ingat bagaimana saat gairahnya memuncak tadi, dia tidak mengijinkan Alvero menjauhkan tubuhnya dari dirinya sedetikpun. Dengan berani Deanda menarik tubuh Alvero ke arahnya, membuat penyatuan mereka tadi terasa semakin dalam.

Dan Deanda harus mengakui bahwa barusan dia begitu menikmati kenikmatan yang diberikan Alvero untuknya, membuatnya sadar bahwa itu tidak lagi menyakitkan baginya, justru begitu membuatnya tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata rasa nikmat dan indah yang dia rasakan karena hal itu, membuatnya dapat merasakan cintanya kepada laki-laki tampan dan hebat yang saat ini merupakan suaminya itu semakin besar dan dalam.

Dear para pembaca, semoga episode ini bisa memuaskan keinginan pembaca yang pengen lihat kebucinan antara Alvero dan Deanda. Author sudah ikutan panas dingin waktu menulis episode ini, semoga para pembaca suka. Terimakasih sudah setia mengikuti kisah cinta pasangan polos yang sudah tidak polos lagi ini, he he he.

1
Alexa Juliana
Tulang rusukmu begitu dekat denganmu Ernest, tp kau tidak peka 🤭😁😁
JE270608: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Alexa Juliana
Waah..ga tambah shock nih abang2 Cleosa saat tau Alvero, Raja mereka datang juga utk menemani Erich melamar?
JE270608: shock bangettttt
total 1 replies
Alexa Juliana
Baru lihat mobil dan sosoknya yg ganteng, tegap langsung melongo...Apalagi klo saat pernikahan nanti yg datangnya Alvero hmmmmm apa ga shock tuh para abangnya Cleosa? 🤭😁😁
JE270608: bentar lagi juga shock😁
total 1 replies
Alexa Juliana
Isshhh jgn berprasangka dulu kakak, Abang, kakang yg melamar Cleosa bukan pria sembarangan, klo kalian menentangnya kalian bakalan menyesal loohhh...Seorang Erich, pengawal dan pelindung Raja masa ditolak?🤭
JE270608: belum tahu merekaaaa
total 1 replies
Alexa Juliana
Dikira up nya iklan novel Kak Otor yg baru ternyata melanjutkan kisah Enzo dan Melva..Cusss lah bacaaa..😊😊
JE270608: wkwkwkwkkwkwkwk. nyantai aja kak
total 3 replies
nyit nyit
cerita nya suangaatttttt buagussssss bangetttttt
Tie Rumyati
author..mudah2 an suami tante seperti alvero yah..😁
JE270608: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Tie Rumyati
susah duh namanya hampir sama.danwlla .deanda aliya
JE270608: 😁😁😁maaffff
total 1 replies
anita
jln cerita alot bnget ya
erni anah
Kisah eric di lanjut ya thor
JE270608: ernest yang akan dilanjut di novel lainnya kakak
total 2 replies
Yosefina Kemba
ceritanya bagus...sya suka😁😁
Anonymous
Keren thor
hilman
thor semangat terus
ayuza
bagus ceritanya❤️❤️❤️
ria aja
kena kan ahirx diam heheh
JE270608: 😁😁😁😁😁😁
total 1 replies
ria aja
bkin tmbah kesal sja denada.yg ad alvero ga pkus dong klw ad denada
JE270608: sabar ya kak😊
total 1 replies
ria aja
wah keren thor
JE270608: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
ria aja
wah eliana licik emang ya.biar sktu d bunuh
JE270608: bener
total 1 replies
ria aja
hampir sj.jdi selama in avitus mata2 ya eliana
ria aja
😁😁😁Erik bgt crax kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!