Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 31
Hanya beberapa menit, ferro sudah mengetahui obat itu.
"Bos itu adalah obat Kontrasepsi" Pesan dari ferro melalui aplikasi whatsaap.
"Obat untuk penyakit apa itu?" Balas kenath melalui pesan whatsapp.
"Bukan untuk penyakit apapun bos, melainkan untuk mencegah kehamilan" Balas ferro melalui pesan whatsaap.
Rahang kenath mengeras saat mengetahui obat yang berada di kamar anin adalah obat pencegah kehamilan.
"Seperti nya obat ini di minum rutin oleh nya" Kenath meremas obat itu.
"Berani nya kau mempermainkan ku anin" Kenath mengepal tangan nya.
❤❤❤
Anin yang berada di kamar langsung bangun.
"Aaawww" Anin bangkit dan memegang kepala nya yang sedikit pusing.
Dengan sekuat tenaga anin bangkit dari kamar tidur dan membersihkan diri nya. selesai membersihkan diri, anin menuju ke meja rias dan betapa kaget nya saat anin melihat obat itu tidak ada di meja rias.
"Obat itu? kemana? kemana obat itu? Anin membuka laci demi laci yang berada di meja hias nya.
"Apa aku salah meletak kan obat itu?" Anin bertanya pada diri sendiri dan melihat beberapa tempat yang berada di kamar nya.
"Aku tidak mungkin lupa, aku ingat meletakan obat itu tepat di sini" Anin mulai panik.
"Iyaa...aku meletakan obat itu di atas meja ini..apa bibi yang membuang obat itu?" Anin berpikir.
"Tapi tidak mungkin...apa...???" Pikiran anin tertuju pada sosok pria yang menemani nya tidur tadi.
"Kenath..."Gumam anin.
"Apa obat itu di ambil oleh kenath...ya ampun betapa ceroboh nya aku" Anin memegang dahi nya.
"Apa yang akan di lakukan kenath terhadap ku jika dia menemukan obat itu" Anin panik.
"Oke anin...kamu harus bersikap biasa saja" Anin menenangkan dirinya sendiri.
Setelah selesai membersihkan diri nya, anin melangkah untuk keluar dan saat bersamaan kenath masuk kedalam pintu.
"Mas..." Anin tersenyum raut wajah nya terlihat biasa saja.
Kenath mencekram tangan anin dan menghempas anin ke tempat tidur saat itu juga anin langsung bangkit dan duduk.
"OBAT APA INI???" Kenath melempar obat yang di temukan nya.
"KATAKAN!!!" Suara kenath menggelegar.
"Kenapa diam, kau bisu haaaaa" Kenath mencekram pipi anin dengan jari jemari nya sangat kuat sampai anin meringis kesakitan.
"Mas...." Anin memegang tangan kenath yang mencekram pipi nya.
"Mas lepasin dulu biar anin jelasin" Anin ketakutan.
Kenath melepaskan cengkraman di pipi anin.
"Mas sebelum nya anin minta maaf" Anin menunduk.
"Itu obat pencegah kehamilan mas" Anin menunduk ketakutan saat mengucapkan kata itu.
"Kau tau..aku ingin sekali mempunyai anak dan kau...kau menyimpan rahasia di balik ku dengan minum obat itu" Kenath mencekram bahu anin.
"Kenapa...kenapa kau hadir di hidup ku???" Kenath menggoyangkan tubuh anin.
"Kau memang tak berguna" Prrraakkkk tamparan keras di pipi anin sampai anin sampai tersungkur kelantai.
Kenath menarik baju anin "BERDIRI" Suara kenath menggelegar.
Karna tarikan kenath anin akhir nya bediri. kenath melihat sudut bibir anin yang berdarah karna tamparan nya.
"Darah" Kenath melihat sudut bibir anin
"Bersihkan luka mu..aku jijik melihat nya" Kenath mendorong anin.
Anin melihat kenath pergi meninggal dirinya tanpa bersalah sedikit pun. air mata anin lagi lagi keluar, kenath tak henti henti nya menyiksa anin. hati, jiwa dan fisik semua sudah terluka.
Lalu apa yang tersisa? Tidak ada, hanya luka dan luka lah yang slalu di torehkan oleh kenath.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal