Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jumat Berkah Indah ...
Sambil menonton tivi sambil menghitung hasil jualan hari ini, masih banyak banget sisah bakso yang ada di dandang yang belum terjual.
"Dapet berapa, Bu uangnya hari ini?" tanya ayah yang sedang menikmati kopi sambil nonton tivi.
"Alhamdulilah, Yah dapet seratus ribu rupiah masih banyak sih ya baksonya, hari ini sedikit yang belinya, Yah?" kata ibu balik bertanya.
Sebenarnya ibu merasa sedih dengan hasil yang di dapat tapi ibu menutupinya dengan senyuman, tentu saja itu kurang buat modal besok akhirnya terpaksa pake uang celengan yang ibu siapkan buat kebutuhan sekolah anak-anak.
"Maafin, Ayah ya, Bu! hari ini sedikit pembelinya jadi waktu mangkal di madrasah aja dari jam dua, Ayah berangkat sampai pulang cuma dapet dua puluh ribu, itu sangkingnya, Ayah keliling kalo enggak keliling boro-boro dapet segitu ...," jawab ayah sedih.
"Loh kenapa Ayah minta maaf! khan bukan salah Ayah, semua udah takdirnya kita dapet rejeki segini, lagian Ayah juga khan sudah berusaha jadi ga perlu minta maaf," kata ibu menghibur.
"Ayah mau makan sekarang? bentar ya ibu ambilin di dapur nasinya," kata ibu mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Boleh deh, Ayah juga sudah laper," ujar ayah sudah mulai senang.
Ibu pun bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan buat suami dan juga anak-anaknya, hati ibu sebenarnya menanggis binggung memikirkan harus berbuat apa lagi dengan uang segitu mau buat modal pun masih kurang.
"Ya Allah, sampai kapan engkau akan terus mengguji kesabaran keluarga hamba? sampai kapan semua khan berakhir hamba ingin sekali melihat kedua putri hamba bahagia, sukses mencapai cita-cita, menjadi anak yang berhasil, tapi kalo begini terus jualan suami hamba! bagaimana cara hamba bisa membayar sekolah, dan memenuhi kebutuhan mereka, Ya Allah hamba mohon berikanlah hamba kesabaran untuk menghadapi semua ini." Doa ibu dalam hati.
*****
Setelah menyiapkan makan untuk ayah dan kedua putri dan juga dirinya ibu kembali ke luar ke ruang keluarga untuk makan malam bersama.
"Makanan sudah siap! ayo semua cuci tangan kita makan bersama," ujar ibu penuh semangat seakan hatinya tak bermasalah.
"Asyik!! ayok kita cuci tangan semuanya!" seru ayah semangat.
Mereka bertiga pun bangun dan segera pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan, dengan cepat mereka kembali ke ruang tamu dan makan bersama-sama, menu lauk malam itu begitu sederhana hanya ada goreng telor dan kecap kesukaan anak-anak tapi terasa begitu mewah karena kebersamaan keluarga.
Semua anggota keluarga makan dengan lahapnya Nadia, dan Kasih saling berbagi telor, begitu juga dengan ayah dan ibu mereka juga berbagi telor hanya ada dua telor goreng yang di potong jadi empat bagian.
Setelah selesai makan ibu merapikan piring dan mereka mencuci tangan dan kembali duduk nonton tivi, sambil bersantai untung besok libur sekolahnya jadi bisa tidur sampai malam.
"Ayah, besok kan hari Jumat, gimana! kita mau tetep berbagi atau mau biarin aja kita jual lagi baksonya?" tanya ibu saat santai bersama.
"Terserah, Ibu, Ayah ikut apa kata Ibu aja deh! gimana baiknya," jawab ayah singkat.
"Ya jangan terserah Ibu dong! khan Ayah yang mutusin, kalo Ibu mah cuma bisa dukung, Ayah." Ujar ibu minta jawaban pasti.
"Kalo misalnya, di bagi-bagi kita adain Jumat berkah lagi! kira-kira buat giling lagi ada gak?" tanya ayah ingin tau.
"Ya ... kalo mau ngandelin uang hasil dagang aja sih emang ga cukup masih kurang, ini di tangan ibu ada duit RP, 250.000,- sedangkan modal butuh duit sekitar tiga ratus lebih, tapi Ibu masih punya simpenan kok! niatnya sih buat kebutuhan anak-anak, tapi ga apa-apa deh pake dulu kalo rejeki ya bisa nabung lagi kok," jawab ibu yakin dan percaya kalo akan dapet gantinya.
"Oh gitu, tapi apa Ibu ga sayang sama uangnya! kan Ibu sudah susah payah menabung masah mau di ambil," kata ayah ragu.
"Ga apa-apa, Yah yang penting Ayah tetep bisa usaha biar ada pemasukan setiap harinya," ujar ibu meyakinkan ayah.
Akhirnya setelah bermusyawarah kesepakatan pun di dapat ayah ikut saran ibu dengan tetep berbagi walau dalam kondisi apa pun, jangan menyerah dengan keadaan itu prinsip yang di tanamkan dalam hati keluarga ayah.
Malam pun sudah semakin larut, mereka berempat pun pergi tidur, Nadia dan Kasih sekamar berdua, kalo ibu sama ayah ya ... jangan di tanya lagi mereka sudah pasti sekamar.
Keluarga ayah tidur di kamar masing-masing yang sudah di tentukan, terbuai dalam mimpi indah hari yang begitu lelah hari ini pun telah berakhir, mereka siap menyambut hari esok saat membuka mata menjalani hari dengan semangat baru, mereka percaya bahwa hari esok akan lebih baik lagi dari hari ini.
*****
Keesokan paginya seperti biasa suara azdan subuh berkumandang membangunkan keluarga ayah dari mimpi indahnya, menyuruhnya untuk ibadah.
Di mulai dari bangunya ibu yang sedang memasak air, di susul ayah terus kedua putrinya. Mereka manjalankan ibadah solat subuh berjamaah.
Setelah selesai solat, berzikir dan berdoa ayah, dan Anak-anak duduk di depan tivi sambil menoton acara Siraman kolbu. Yang di bawakan oleh Ustd, Danu dan Host Irfan Hakim. Sedang ibu membuat teh hangat, dan juga susu untuk menemani mereka pagi ini.
Saat waktu sudah mulai agak siang, sekitar jam tujuh pagi saat ibu sedang sibuk membuat sarapan, ayah mulai merapikan gerobaknya ke atas motor dan menata bakso-bakso yang tersisah kemarin, masih bagus kok baksonya, soalnya di simpan dalam freezer.
Bakso ayah murni dari bahan-bahan alami dan halal, tanpa tambahan bahan pengawet, jadi bakso ayah bisa bertahan empat hari jika di taroh di freezer, dan ibu juga rajin memanasi bakso nya agar tetep enak dan higienis.
Ayah tidak berani menaruh bahan tambahan, seperti Soda, pemutih dan pengenyal karena kedua putri ayah sangat suka baksonya jadi ayah hanya ingin putrinya tetep sehat, biasanya bakso yang di tambah tiga bahan itu bisa bertahan selama satu minggu dalam suhu dingin.
Makanya punya ayah tidak bertahan lama, jadi jika dalam waktu empat hari baksonya tidak juga habis terjual, ibu biasa mengolah bakso jadi lauk dengan tambahan bumbu pedas, atau buat tambahan sayur sop, agar tidak mubajir.
Ayah tidak mungkin berani menjual makanan yang sudah tidak layak jual kepada anak-anak di sekolah, jadi ayah lebih siap mengambil resiko rugi modal dari pada mengambil resiko kehilangan pelangannya.
*****
Setelah menata bakso dengan rapih di gerobak ayah, lalu menyiapkan air untuk kuah baksonya untuk di panasi dan di bawa ke sekolah SD hari ini tempat ayah biasa mangkal. Sambil menunggu air panas ayah menyiapkan bahan lainnya.
Seperti menyiapkan saus dalam botol, kecap juga masuk botol, terus seledri di potong-potong, dan juga sambel di blender kalo sedang males, biasanya ibu selalu mengulek manual dengan layah(cobek).
Lebih sedap katanya.
Tapi karena saat ini ibu sedang bikin sarapan jadi ayah memblendernya, setelah semua siap, sarapan pun juga sudah siap. Sambil menunggu air kuah bakso mateng ayah sarapan dulu.
Menu sarapan pagi ini ialah, goreng telor plus kecap untuk anak-anak, dan untuk ayah dan ibu lauknya, sambel tempe goreng, yaitu tempe di goreng biasa tanpa bumbu terus di ulek bersama bawang merah juga cabe lalu kasih bumbu penyedap di cobeknya. (Bawang sama cabenya jangan lupa di goreng dulu, lebih sedep).
Mereka sekeluarga sarapan dengan lahap, dengan lauk yang seadanya tapi terasa bagai makan mewah karena ada bumbu cinta dalam keluarga.
BERSAMBUNG ...
*****
Terima kasih sudah mampir jangan lupa like dan komennya yach, vote author nya biar semangat nulisnya.
❤Tambahkan faforit ya❤
Note: Ketiga bahan bakso yang di sebutin dalam cerita itu aman jadi jangan khawatir, kenapa saya bilang begini saya sendiri yang membuktikan, cerita ini sedikit saya ambil dari kisah nyata saya sebelumnya, suami saya penjual bakso ayam keliling, kalo mau tau resep dan carbut baksonya tinggalkan pesan dalam komen, saya kasih tau nanti ilmunya 😘.
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘