NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:113.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 14

Angkasa memalingkan wajahnya kembali menatap Senja. Tatapannya menelisik, seolah mencari sisa-sisa kesedihan di raut wajah stafnya itu. Namun yang ia temukan hanyalah ketegatan hati yang membatu.

"Jodoh pilihan orang tua memang terkadang menjadi jebakan manis," kata Angkasa tiba-tiba, nadanya agak mengendur, menyisakan sedikit ruang untuk percakapan yang lebih manusiawi.

Senja mengernyit tipis. "Maksud Pak Angkasa... Mbak Lyra?"

Angkasa mengulas senyum sinis yang amat tipis. "Ibu saya menyukai ketenangannya, keanggunannya, dan citra wanita terpelajar yang selalu ia tampilkan di setiap makan malam keluarga. Saya menerima perjodohan itu murni untuk memenuhi tuntutan keluarga. Tapi membayangkan harus menghabiskan sisa hidup saya dengan wanita yang sibuk membagikan tubuhnya pada suami orang..." Angkasa terkekeh dingin.

"Ternyata pengkhianatan ini adalah hadiah terbesar untuk kebebasan saya."

Senja terpana mendengar pengakuan jujur itu. Ada kelelahan yang sama di mata Angkasa, kelelahan dari orang yang terikat oleh ekspektasi dan kebohongan. Senja tak mengira jika orang-orang seperti Angkasa memiliki masalah pelik dalam soal kehidupan pribadi. Ternyata tak semua dari mereka bisa bebas memilih masa depan dan rumah tangganya sendiri. Selalu ada campuran bisnis di dalamnya, Senja merasa kasihan kepada Angkasa untuk pertama kalinya.

"Jadi... Bapak tidak merasa patah hati?" tanya Senja berani.

"Bagaimana saya mau patah hati? Jatuh cinta pada dia saja tidak," jawab Angkasa datar.

"Saya hanya merasa jijik dan murka karena harga diri saya diinjak-injak oleh dua orang yang merasa sangat cerdik."

Mobil SUV hitam itu perlahan memasuki pelataran Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Pak Mamat memarkirkan kendaraan dengan mulus tepat di depan gedung utama.

"Kita sudah sampai, Pak Angkasa," lapor Pak Mamat dari balik kemudi.

Senja meremas amplop cokelatnya, hendak memutar gagang pintu mobil. "Saya akan bergerak cepat, Pak. Saya usahakan dalam dua puluh menit sudah kembali ke mobil."

"Rian sudah mengurus antreanmu secara daring sepuluh menit lalu," sela Angkasa seraya mengecek ponselnya.

"Kamu langsung menuju Loket Pendaftaran Tiga. Petugas di sana sudah menunggu berkasmu."

Senja membelalakkan mata, tak percaya dengan efisiensi kerja pria di sampingnya ini.

"Bapak... bahkan menyuruh Pak Rian mengurus antrean saya?"

"Saya sudah bilang, saya tidak suka membuang waktu," tegas Angkasa, meski sorot matanya tak selaknat ucapannya.

"Pergilah. Selesaikan tugasmu sebagai wanita bebas, lalu kembali ke mobil ini sebagai staf analisis keuangan saya yang profesional."

Senja mengangguk dalam, mengulas senyum leganya yang paling tulus hari itu. "Baik, Pak Angkasa. Terima kasih."

Dengan langkah mantap dan kepala terangkat tinggi, Senja keluar dari mobil mewah itu, melangkah masuk ke dalam gedung pengadilan untuk meruntuhkan ikatan masa lalunya, tanpa menyadari bahwa dari balik kaca gelap mobil, Angkasa mengawasi setiap langkahnya dengan tatapan yang perlahan mulai berubah hangat.

Mobil SUV hitam itu masih terparkir tenang di pelataran Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Di dalam gedung, Senja dikejutkan oleh alur pendaftaran yang berjalan teramat mulus. Tak sampai sepuluh menit, seorang pria bertubuh tegap berjas rapi yang sudah menunggunya di dekat Loket Pendaftaran Tiga langsung menyapa dan mendampinginya.

"Bu Senja?" panggil pria itu sopan seraya menundukkan kepala sedikit.

Senja menoleh bingung. "Iya, betul. Maaf, Anda siapa ya?"

"Saya Raka dari tim kuasa hukum mitra perusahaan Pak Angkasa," jawab Raka dengan senyum ramah namun profesional.

"Pak Rian sudah memberikan seluruh salinan berkas dan bukti-bukti Anda kepada kami sepuluh menit lalu. Semua dokumen pendaftaran gugatan cerai Anda sudah diselaraskan dan diverifikasi oleh Panitera."

Senja membelalakkan matanya, napasnya tertahan. "Tunggu... Pak Angkasa menyewa pengacara untuk saya? Tapi saya baru saja masuk..."

"Pak Angkasa memprioritaskan efisiensi dan kepastian hukum Anda, Bu Senja," jelas Raka tenang seraya menyerahkan lembar bukti pendaftaran resmi dan kartu namanya.

"Kami juga sudah mengantisipasi jika ada pihak tergugat yang mencoba mengulur atau menjegal proses ini. Panggilan sidang pertama sudah dijadwalkan secara khusus minggu depan. Anda tidak perlu khawatir tentang apa pun, tim kami yang akan mengurus seluruh jalannya persidangan."

Senja memegang lembaran kertas itu dengan jemari yang bergetar. Kecepatan, ketepatan, dan perlindungan tanpa celah ini benar-benar di luar jangkauannya. Pria berdingin hati yang duduk di dalam mobil di luar sana telah menyiapkan benteng hukum kokoh untuknya bahkan sebelum Senja sempat meminta tolong.

Dengan perasaan campur aduk, antara takjub, terharu, dan makin berutang budi, Senja melangkah keluar gedung Pengadilan Agama. Begitu pintu SUV hitam dibuka, matanya langsung tertuju pada Angkasa yang masih fokus menatap tablet di tangannya.

"Sudah selesai?" tanya Angkasa tanpa menoleh.

Senja masuk dan menutup pintu mobil pelan. "Pak Angkasa..." panggilnya dengan suara bergetar halus.

Angkasa menurunkan tabletnya, menoleh menatap Senja. "Ada masalah di dalam?"

"Tidak, Pak. Sama sekali tidak ada masalah," Senja menggeleng cepat, menatap mata hitam Angkasa yang dalam.

"Justru... saya kaget sekali. Pak Raka dan timnya sudah menunggu saya di dalam. Mereka mengurus seluruh berkas pendaftaran saya sampai tuntas dalam waktu kurang dari lima belas menit."

Angkasa hanya menaikkan sebelah alisnya santai, seolah hal itu adalah prosedur standar yang tak perlu dibesar-besarkan. "Lalu?"

"Kenapa Bapak melakukan ini semua untuk saya?" tanya Senja tulus, matanya berkaca-kaca.

"Menyewa tim pengacara senior lewat Pak Raka, memastikan jadwal sidang saya dicepatkan... Ini terlalu banyak, Pak. Saya hanya staf biasa di kantor Bapak."

Angkasa menyandarkan punggungnya pada jok kulit, menyilangkan tangan di dada. Pandangannya menelisik wajah Senja yang penuh keheranan.

"Pertama, Bu Senja," ujar Angkasa dengan nada baritonnya yang tenang namun tegas,

"saya tidak suka pekerjaan staf saya terganggu oleh masalah pribadi yang berlarut-larut. Semakin cepat status hukummu selesai, semakin cepat fokusmu kembali 100% untuk analisis keuangan perusahaan."

"Tapi Pak Raka bilang..."

"Kedua," potong Angkasa cepat, menatap Senja lebih lekat,

"Raka adalah pengacara terbaik yang saya miliki. Membiarkan Adam Surya atau siapa pun mengintimidasi staf saya di area publik adalah penghinaan bagi nama baik perusahaan saya. Saya hanya memastikan lawanmu sadar diri dengan siapa dia berhadapan."

Senja menggigit bibir bawahnya, menahan senyum haru. Di balik kata-kata dingin dan serba rasional itu, Senja bisa merasakan ketegasan perlindungan yang tak pernah ia dapatkan dari siapa pun sebelumnya.

"Terima kasih banyak, Pak Angkasa," bisik Senja penuh rasa hormat.

"Saya janji tidak akan mengecewakan Bapak, baik di persidangan maupun dalam pekerjaan saya."

Bibir Angkasa tertarik tipis membentuk senyuman samar yang hampir tak terlihat.

"Bagus. Simpan energimu untuk sidang minggu depan, Senja. Sekarang, mari kita kembali ke kantor dan selesaikan berkas yang sebenarnya. Dan kamu juga akan pindah ke apartemen yang sudah saya siapkan!"

"Pak Mamat, jalan," perintah Angkasa, seraya mobil SUV hitam itu kembali melaju membelah jalanan Jakarta.

'Apartemen' batin Senja bingung.

1
Uthie
bagusss Senjaaa 👍😡
YuWie
adam yg anehh..ehh apa kabar lyra..sdh gak ada yg jahat2 lagikah?
Yam_zhie: kak biar adem ayem dulu loh... nanti keluarga senja muncul 😭😭😭
total 1 replies
Erna Fkpg
lanjut thor tetap semangat
Yam_zhie: maksih kak😘
total 1 replies
Erna Fkpg
mau dong punya suami kayak senja udah tampan ,kaya plus suaaaayang bangett 😘😘😘
Yam_zhie: othor juga mau kak 😭😭😭
total 1 replies
YuWie
inget2 kejahatanmu dulu..sebelum mengucap masih mencintai muu senjaaa
nely_48
eh adam ngana sehat ❓ minum obat lah dulu kau adam, biar kau sadar skrg senja udh bahagia sm angkasa raya, lah ngapain ngana msh ngarepin senja ,, idiot skali cara pikir ngana adam
nely_48
dih ngapain jg s mmh maya msh ngarepin senja jd mantu nya lg, egois sekali anda sm senja, anak mu s ada. itu udh sekali nyakiti senja masa kau msh ngarepin senja d sakiti lg sm adam anak mu,,, big no ya senja, jgn mau
Fitria Syafei
semangat Adam 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Yam_zhie: mkasih kka 😘😘
total 1 replies
Ilfa Yarni
udah domg manja2 nya aku ngiri nih
Yam_zhie: sama kak 😭😭😭
total 1 replies
Erna Fkpg
emang ni Adam cari perkara udah tau ada suaminya masih bilang cinta 😔💪💪💪
Erna Fkpg
kok ada orang tua tega membuang anak kandungnya demi harta sungguh orang tua yang kejam
nely_48
dunia selebar daun kelor ya senja, tetiba ketemu sm mantang mertua n mantan suami pecundang mu d mall
nely_48
jgn sampe suatu saat tuh ortu senja bangkrut trs tau klau skrg senja istri dr angkasa raya lgsg nyari senja minta bantuan,, jgn d bantu
angkasa raya tugas km untuk menghancurkan kedua ortu senja, balaskan semua rasa sakit senja pd kedua ortu gila harta itu
Fitria Syafei
hadeh Adamsari begitu gamlang nya ngucap masih mencintaimu senja ...ga tau kalii ada macam di samping nya yg mau menerkam kau Adamsari 🤨 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Uthie
rasain 😝
Uthie
Bagussss 👍👍😡
Uthie
Bagussss Senja 👍👍👍👍😡
Uthie
Yesss.. Para pengkhianat akan dihancurkan Angkasa 👍👍😏
Uthie
memang seharusnya begitu, Senja 👍👍😡
Uthie
mereka samanya itu Senja 😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!