NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 tahun lalu...

...•••...

“Selama 2 tahun itu…” Sana mulai bercerita. “Aku tinggal di suatu tempat yang sangat jauh. Tempat yang… bahkan aku sendiri nggak tahu di mana.”

Ia menghela napas panjang, lalu mengalihkan pandangannya ke jendela. Langit siang itu tampak kelabu, awan-awan menutupi sebagian besar pemandangan di luar.

Kening Jay mengkerut. “Nggak tahu?”

Sana tersenyum tipis menatap Jay sambil mengangguk.

“Tunggu!” Jay menatap lekat perempuan itu. “Jangan bilang… Kak?”

Otak Jay benar-benar langsung konek. “Please jangan bilang apa yang gue pikirin bener?”

“Apa yang kamu pikirin soal kepergian aku selama itu?” Bukannya menjawab, Sana malah balik bertanya.

Jay tidak menjawab ia hanya diam. Sebenarnya ia juga bingung harus menjawab apa.

“Gue nggak mikir apa-apa. Cuma kenapa lo pergi gitu aja? Kenapa lo nggak pamit ke gue? Dan selama itu gue nggak mikir aneh-aneh selain gimana caranya bisa nemuin keberadaan lo,” jawab Jay akhirnya.

Yang ia katakan memang benar apa adanya. Tak pernah ada sedikitpun pikiran negatif.

“Bagus banget pikirannya,” Sana terkekeh kecil sembari mengusak kepala pemuda di hadapannya.

“Ya karena gue tahu lo orangnya gimana,” jawab Jay enteng.

Sana menghela napas panjang. Lalu berdiri dari duduknya mendekati jendela besar.

“Aku tuh bukannya nggak mau cerita. Cuma… kalau aku cerita, rasanya kayak ngebuka luka lama yang udah mati-matian aku tutup.”

“Kalau lo nggak siap, jangan cerita dulu aja,” sahut Jay yang kini ikut berdiri menghampiri Sana.

Ia berdiri di belakang tubuh perempuan itu. Tangannya perlahan melingkar di pinggang rampingnya, merengkuh tubuh itu kedalam pelukan eratnya.

Tak akan ada rasa puas di dalam diri Jay untuk memeluk perempuan itu selagi tak ada penolakan. Rasanya ia ingin menebus jarak yang memisahkan mereka selama 2 tahun itu.

“Kayaknya hobi banget meluk,” Sana menoleh kesamping menatap wajah pemuda itu, mengusap halus sisi pipinya yang kini dagunya bertumpu di pundaknya.

“Kangen,” jawab Jay apa adanya.

Sana hanya terkekeh mendengarnya. “Kangen mulu,” herannya.

“Ya emang.”

Sana tertawa kecil. Lalu melepaskan tangan Jay dari perutnya. Ia berbalik menatap pemuda itu.

“Kamu pasti mikir, kan, kalau aku bikin semuanya makin rumit buat diri kamu? Karena aku milih buat nggak cerita?” Ia mendongak menatap wajah Jay. Pemuda di hadapannya ini rasanya makin hari makin tinggi saja.

“Ya kan gue nggak tahu kebenarannya,” bela Jay. “Kalau gue tahu kebenarannya—”

“Ya makannya aku cerita, sayangku.”

Sana terkekeh gemas, lalu menguyel-nguyel pipi Jay seolah pemuda itu masih anak kecil.

“Sayangku?” ulang Jay dengan mata membola.

Tangannya spontan terangkat, hendak menangkup pipi perempuan di hadapannya. Namun, sebelum sempat menyentuhnya, Sana lebih dulu menghindar.

Perempuan itu lantas membuka pintu balkon dan melangkah keluar. Ia duduk di kursi kayu panjang yang menghadap ke luar, kemudian menepuk-nepuk bagian kosong di sebelahnya.

“Sini duduk.”

Jay segera menyusul dan mengambil tempat di sampingnya.

“Kamu percaya sama aku nggak?” tanya Sana sambil menoleh kepadanya.

“Ya percaya lah.” Jawab Jay cepat, seolah pertanyaan itu tak perlu dipikirkan lagi.

Sana terdiam sesaat. Tatapannya beralih ke langit yang masih diselimuti awan kelabu sebelum kembali menatap Jay.

“Kalau hantu doktrin?”

“Hantu doktrin? Maksudnya gimana?” Jay mengernyit, masih berusaha memahami pertanyaan perempuan di hadapannya.

Sana menunduk, memperhatikan jemarinya sendiri. “Misalnya, seseorang udah keluar dari tempat yang selama ini mengurung dia. Dia juga udah tahu kalau semua yang diajarkan di sana juga nggak benar. Tapi gimana kalau sebagian dari dirinya masih percaya?”

Jay tidak langsung menjawab.

“Bukan karena dia mau percaya,” lanjut Sana. “Dia cuma udah terlalu lama mendengar hal yang sama, sampai terkadang dia sendiri nggak tahu mana yang benar-benar dia yakini dan mana yang ditanamkan orang lain ke dalam pikirannya.”

Perempuan itu tersenyum tipis, seolah sedang membicarakan sesuatu yang tidak lagi menyakitinya.

“Ternyata keluar dari sana nggak selalu berarti semuanya ikut tertinggal, ya?”

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!