Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Seorang pria bertanya, "Nona ini apa ?"
Pelayan itu tersenyum dan menjelaskan, "Ini produk baru kami buah kaleng Qingsie. Dibelakang ini ada waktu kadaluarsanya yang mana bisa tahan sampai 1 tahun jika tutup segelnya tidak dibuka, ini adalah buah segar dengan air gula murni tanpa adanya bahan pengawet lain."
Pelayan itu melanjutkan, "Setelah dibuka akan bertahan dua hari. Cocok untuk dijual lagi ataupun langsung dimakan, kami juga memberikan sempel silahkan dicoba ?"
Pria itu mencobanya dan rasanya diluar dugaan buahnya bukan hanya manis tapi sirup gulanya sangat enak. Juga setelah memakannya nafsu makannya meningkat pesat dan ini seperti obat mujarab.
"Bisa beli banyak ?" Tanya Pria itu dengan sopan.
"Tentu saja bisa." Pelayan itu menjawab dengan ramah dan mengarahkan ke tempat pesanan yang melebihi 200.
Seorang wanita berteriak dengan marah dan menunjuk kearah pelayan, "Apa maksudnya ini sialan.... Aku mau beli 50 kg beras kenapa tidak bisa ?"
"Maaf ya Ibu maksimal hanya 5 kg beras untuk satu hari. Pemilik sudah membuat aturan sekarang karena jalur logistik terhalang karena salju bahan pangan sangat penting, jika yang lain tidak dapat akibatnya akan ada banyak orang yang kelaparan dan itu gawat. Pemilik kami sangat mengerti jadi tidak boleh menimbun beras dan perharinya maksimal hanya 5 kg untuk setiap orang saja." Pelayan itu berusaha menjelaskan.
"Enyah kau wanita tua... Kau pikir siapa dirimu mau menimbun."
"Jika kau tidak taat aturan keluar saja jangan halangi kami. Pemilik sudah baik hati membantu orang jangan buat masalah disini." Teriak semua orang dibelakang yang menunggu giliran.
Shen Yu beberapa kali mengisi stok gudang sampai penuh dan untungnya dia sudah membuat persiapan. Ikan segar, ayam dan kelinci juga sangat laku keras. Omsetnya mungkin akan sangat tinggi dan manajemen yang dipegang Fei Sie juga berjalan dengan baik.
Hanya dalam sehari saja nama Pusat Belanja Qingsie menjadi sangat terkenal, banyak orang yang datang dan secara tidak langsung Shen Yu membuat kehebohan di Kota Kabupaten.
Jika bukan karena jalan yang tertutup salju dan membuat Pusat belanja miliknya menjadi satu-satunya yang beroperasi dia tidak akan mendapatkan perhatian secepat ini.
Pukul 4 sore semuanya terjual habis dan Shen Yu meminta pelayan untuk tutup lebih awal. Mereka menyiapkan untuk yang besok dan mengurus pelanggan juga sangat melelahkan.
Fei Sie menghitung semuanya dan terkejut, "Sehari dengan diskon 10 persen kita sudah meraup keuntungan 32 juta. Ditambah pesanan 4 ribu kaleng buah yang belum dibayar dari bagian beberapa orang total 6 juta. Kita kaya sekarang !"
"Besok mungkin akan lebih banyak lagi... Dua minggu kedepan kita menguasai jalurnya. Kita mungkin akan sedikit kerepotan jadi tambahkan bonus untuk pelayan perharinya 5 ribu, untuk para pekerja biasa kita berikan setengahnya." Shen Yu meregangkan lehernya.
"Aku akan menghitungnya." Fei Sie mengangguk dan segera mengurus pembukuan.
Shen Yu menelpon ke pabrik garmen dan Biao Cheng menjawab, "Halo Tuan Biao aku ingin tambah pesanan 4 ribu lagi."
"Baik Tuan Shen Yu besok segera saya kirim lagi Pusat belanja Qingsie sekarang menjadi sangat terkenal. Anda memang luar biasa memilih waktu dan pembukaan toko." Ucap Biao Cheng yang menyetujui permintaan Shen Yu.
Keesokan paginya pengunjung masih tetap ramai seperti biasa dan Shen Yu melihat dari lantai atas, bahkan pihak keamanan sampai ikut campur tangan menertibkan antrian dan Shen Yu meminum segelas kopinya.
Produksi sudah stabil tapi ini hanya berlaku sementara saja. Buah kalengan cukup populer dikalangan masyarakat dan harusnya tidak perlu dikhawatirkan, tapi pusat belanja bukan hanya sekedar menjual bahan pangan Shen Yu ingin semua barang juga ada karena itulah dia sengaja mengosongkan lantai dua terlebih dahulu.
Teleponnya berdering dan Shen Yu mengangkat, "Halo ?"
"Ini aku Yu Xiao.... Selamat ya kau sudah membuat gebrakan besar di Kota Kabupaten." Ucap Yu Xiao sambil minum coklat panas.
"Baru hari kedua tapi anda sudah mendengar kabarnya." Shen Yu terkejut karena Yu Xiao sudah tahu.
"Wajar saja... Kau membuat inovasi sederhana yang bagus. Jika bukan karena badai salju aku mungkin akan kesana langsung membicarakan kerjasama." Yu Xiao terlihat bersemangat.
"Nona Yu Xiao tidak menghubungiku hanya untuk bermimpi saja bukan. Katakan saja langsung apa yang Anda inginkan ?" Tanya Shen Yu dengan jelas.
"Jeruk, apel, anggur, kelengkeng dan nanas masing-masing jenis 10 ribu kaleng dalam waktu 2 minggu bisa ?" Tanya Yu Xiao dengan sungguh-sungguh.
"Itu terlalu banyak bukannya aku tidak mau masalahnya butuh waktu membuat wadah toples dan pekerja ku masih sedikit. Belum lagi biaya transportasinya terlalu besar di cuaca ekstrem seperti ini." Shen Yu berkata jujur.
"Langsung saja berapa banyak yang bisa kau sediakan aku butuh untuk menjamu orang penting dan barangmu memang bagus. Soal transportasi itu jadi urusanku akan aku gunakan jalur kereta api jadi tidak perlu khawatir, kau tidak akan membayar sama sekali." Yu Xiao terlihat tidak sabaran.
"5 ribu masing-masing tiap jenis.... Itu batas maksimal ku dengan waktu yang kau berikan." Shen Yu menjawab sesuai batas kemampuan.
"Baik tidak masalah... Orangku akan datang dua minggu lagi untuk ambil barangnya. Biar aku ingatkan satu dua hal, mereka yang menimbun pangan berhati-hatilah dengan mereka. Kadang ular lokal bertingkah seolah diri mereka adalah penguasanya." Yu Xiao memberikan nasihat.