NovelToon NovelToon
Heir To Immortality

Heir To Immortality

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Fantasi / Wuxia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Pria Terbuang, Topeng Hitam, dan Kekuatan Kuno yang Mengguncang Alam Kultivasi!

​Dibuang oleh keluarga sendiri karena dianggap sampah tanpa masa depan, Lu Mingseng bangkit bersama warisan tiga pembimbing kuno. Dengan topeng hitam separuh wajah dan anomali struktur energi di tubuhnya, ia siap menuntaskan dendam masa lalu dan membakar jalurnya menuju puncak keabadian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terobosan Meridian Ketiga

​BOOOOM!

​Tubuh Lu Mingseng menghantam permukaan air hitam di kedalaman jurang bawah tanah.

​Rasa dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang seketika menyelimuti seluruh tubuhnya. Mingseng tenggelam beberapa meter di bawah air sebelum berhasil mengayunkan tangannya, berenang menuju tepian batu.

​BYUR!

​Ia terbatuk-batuk hebat, menarik napas panjang, lalu menyandarkan tubuhnya yang terluka parah di atas bebatuan dingin.

​"Tempat apa ini...?" gumamnya serak.

​Di atas kepalanya, terbentang langit-langit gua batu yang teramat tinggi. Kristal-kristal spiritual berwarna biru pucat tertanam di dinding batu, memancarkan pendar redup yang menerangi sebuah danau bawah tanah yang sangat luas.

​Di kejauhan, berdiri puluhan pilar batu hitam raksasa. Di antara pilar-pilar tersebut, tampak sebuah komplek istana kuno yang sebagian besarnya telah diselimuti debu ribuan tahun dan balutan akar tua.

​Namun yang paling menyita perhatian Mingseng adalah sebuah istana batu kecil di ujung danau. Gerbang istana itu terbuat dari logam hitam, dengan tiga titik merah terukir jelas di bagian tengahnya.

​Piktogram yang sama persis dengan cakram kelabu miliknya!

​Mingseng segera meneliti kondisi fisiknya. Beberapa tulang rusuknya retak, luka tebasan di dadanya kembali berdarah, dan jubah hitamnya hampir koyak seluruhnya. Beruntung, ketahanan Teknik Tubuh Naga Darah telah menyelamatkan organ dalamnya dari kehancuran total.

​Ia merogoh kantong penyimpanannya, meminum cairan pemulihan yang dibelinya di Kota Awan Agung. Rasa hangat menyebar perlahan di perutnya, menekan rasa sakit yang menusuk.

​"Setidaknya aku masih bernapas," bisiknya.

​Saat ia hendak berdiri, sebuah suara serak dan berat mendadak bergema dari balik bayangan pilar di belakangnya:

​"Jangan melangkah sembarangan, Anak Muda."

​Mingseng seketika berbalik, merendahkan kuda-kudanya dengan insting tempur siaga.

​Sosok prajurit berzirah kuno yang tadi mencengkeram pergelangan tangannya di atas lantai runtuh kini berdiri beberapa langkah darinya. Namun, zirahnya tampak sangat usang dan tembus pandang—sosok ini murni sebuah proyeksi jiwa yang tersisa.

​"Kalau kau berniat membunuhku, lakukan sekarang. Aku tidak punya waktu meladeni teka-teki," tantang Mingseng dingin di balik topengnya.

​Sosok berzirah tua itu terkekeh serak. "Mulutmu terlampau tajam untuk ukuran orang yang baru saja hampir kehilangan nyawa."

​"Dan wujudmu tidak membuatku merasa lebih aman," balas Mingseng datar.

​"Bagus. Kewaspadaan adalah modal utama untuk bertahan hidup di dunia kultivasi," puji sosok itu pelan. Ia lalu menunjuk ke arah istana di ujung danau. "Namaku telah terkikis zaman. Kau bisa memanggilku Penjaga Makam. Aku adalah sisa kesadaran yang ditinggalkan untuk menjaga situs terlarang ini."

​"Makam siapa?" pangkas Mingseng.

​"Makam bagi mereka yang dahulu bertaruh nyawa untuk mengunci keberadaan terlarang di balik Gerbang Sunyi."

​Mata Mingseng menyipit tajam. "Apakah keberadaan terlarang itu adalah pemilik mata merah raksasa tadi?"

​Penjaga Makam terdiam sejenak sebelum menjawab lirih, "Mata merah itu hanyalah bagian kecil dari sesuatu yang jauh lebih mengerikan... Bahkan aku sendiri tidak tahu keseluruhan kebenaran masa lalu di balik tempat ini."

​Mingseng tertegun. Jika sisa kesadaran dari zaman kuno saja tak paham sepenuhnya, berarti misteri yang menyelimuti tubuhnya dan Pewaris Keabadian jauh lebih luas dari perkiraannya.

​"Lalu kenapa kau menarikku ke jurang ini?" tanya Mingseng.

​Penjaga Makam menatap lurus ke arah dada Mingseng. "Karena cakram kelabu yang kau bawa telah membangkitkan pilar otoritas. Dan karena kau adalah satu-satunya manusia yang sanggup bertahan hidup setelah bertatap muka dengan mata merah itu tanpa jiwamu hancur."

​WUUUM!

​Penjaga Makam mengangkat tangan kanannya. Permukaan danau hitam bergetar hebat.

​Pilar-pilar batu hitam menyala satu per satu, membentuk alur jalan batu melayang menuju pintu istana kecil di ujung danau. Pintu logam hitam itu perlahan terdorong terbuka, memuntahkan pendar cahaya keemasan yang menyilaukan mata!

​Mingseng melangkah melintasi jalan batu tersebut.

​Begitu menginjakkan kaki di dalam istana, Mingseng menahan napasnya. Di dalam aula yang mahaluas itu, berjejer puluhan rak batu. Di atasnya tersimpan botol-botol giok, kotak kayu kuno, gulungan teknik terlarang, serta tumpukan batu spiritual kualitas tinggi yang memancarkan energi pekat!

​Di pusat aula, berdiri sebuah peti hitam dengan ukiran tiga piktogram kuno: PERBENDAHARAAN GERBANG SUNYI.

​"Semua ini..." gumam Mingseng takjub.

​"Sebagian adalah peninggalan para ksatria yang gugur, sebagian lagi milik para penyusup yang tewas," terang Penjaga Makam. "Namun berhati-hatilah, sebagian besar barang di rak telah lapuk dimakan waktu. Hanya barang yang dilindungi segel yang masih utuh."

​Mingseng menyusuri rak-rak batu dengan sangat cermat. Setelah menyaring barang-barang yang telah hancur menjadi debu, Mingseng menemukan tiga harta utama yang segelnya masih utuh dan memancarkan fluktuasi energi luar biasa:

​Botol Giok berisi Sembilan Tetes Sari Darah Naga Kuno: Dikenal sebagai ekstrak cairan spiritual murni peninggalan era lampau yang sanggup menempa ulang tulang dan otot secara drastis.

​Batu Inti Keheningan: Kristal hitam pekat yang berfungsi menekan gejolak Qi internal serta menyamarkan fluktuasi aura kultivasi dari pindaian musuh.

​Gulungan Teknik Penempaan Naga Darah — Jilid Kedua: Tingkat lanjutan dari teknik fisiknya, yang mengajarkan metode memadatkan darah dan tulang menjadi daya ledak serang mutlak!

​Di dalam jiwa Mingseng, sang penjaga Balai Penempaan Darah berteriak gembira: 'Gulungan Jilid Kedua! Mingseng, ambillah gulungan itu! Dengan Jilid Kedua, fondasi fisikmu akan melompati batas normal!'

​Mingseng membuka gulungan tersebut sekilas. Tercatat di sana bahwa Jilid Kedua berfokus pada pengubahan tenaga fisik menjadi gelombang ledakan internal. Namun, teknik ini mensyaratkan kepadatan otot dan ketahanan pembuluh darah yang sangat ekstrem.

​

**

​Tanpa membuang waktu, Mingseng memutuskan untuk memperkuat fisiknya terlebih dahulu. Ia mengambil botol giok berisi Sari Darah Naga Kuno.

​"Berapa tetes yang sanggup ditahan oleh kultivator biasa?" tanya Mingseng.

​"Satu tetes cukup untuk meremukkan otot kultivator biasa jika tidak kuat," jawab Penjaga Makam. "Sembilan tetes sekaligus akan membakar pembuluh darahmu hingga hangus."

​Mingseng menatap botol itu tegas. "Aku akan meminum tiga tetes sekaligus."

​Mingseng duduk bersila di tengah aula perbendaharaan, membuka sumbat botol giok, lalu meneteskan tiga tetes cairan merah keemasan lurus ke dalam tenggorokannya!

​BOOOOM!

​Seketika itu juga, bagaikan ada tiga gunung api yang meletus bersamaan di dalam perutnya!

​Darah di dalam tubuh Mingseng mendidih hebat! Pori-pori kulitnya memuntahkan uap merah panas, pakaiannya robek hancur, dan tulang-tulangnya berderak kencang menahan tekanan masif!

​"GHHHAAAH...!" Mingseng menggeram menahan rasa sakit luar biasa yang merobek jaringan tubuhnya.

​Ia segera mengedarkan Teknik Tubuh Naga Darah, memandu pusaran energi panas tersebut menyusuri rantai nadinya.

​Namun, energi Sari Darah Naga Kuno terlampau ganas. Gelombang energi itu menerobos liar ke bagian terdalam tubuhnya, menghantam paksa salah satu titik segel meridian yang terkunci!

​DUG! DUG!

​Di dalam jiwa Mingseng, Kaisar Abadi dan dua guru lainnya tersentak panik saat mencoba memindai aliran energi Mingseng.

​'Apa yang terjadi?!' seru Kaisar Abadi. Ia menyalurkan persepsi batinnya untuk menstabilkan Mingseng, namun begitu kesadarannya menyentuh lapisan terdalam tersebut, kesadaran sang Kaisar seketika terlempar keluar!

​'A-apa?! Kesadaranku ditolak?!' Kaisar Abadi terbelalak tak percaya.

​Sang penjaga balai juga mencoba menembus kabut batin Mingseng, namun hasilnya tetap sama—pindaian mereka tetap hanya mendeteksi SATU MERIDIAN yang terbuka secara normal, sementara proses penerobosan di dalam tubuh Mingseng tertutup tabir gaib yang tak tertembus!

​Wanita misterius berbisik dengan nada bergetar penuh rasa takjub: "Ada struktur terlarang yang sedang terbangun di dalam jiwanya... Sesuatu yang berada di luar jangkauan hukum alam..."

​KRAK!

​Di dalam tubuh Mingseng, segel meridian ketiga akhirnya hancur lebur dihantam leburan energi naga kuno!

​DUUUUM!

​Gelombang kekuatan baru yang sangat pekat menyapu seluruh pembuluh darahnya! Mingseng memuntahkan seteguk darah hitam kotor, namun rasa sakit yang menyiksa seketika sirna, digantikan oleh kehangatan dan tenaga masif yang meluap-luap!

​Di dalam kesadarannya, lempengan tablet hitam memancarkan pendar piktogram merah membara:

​PERUBAHAN TERDETEKSI.

SATU JALUR BARU TELAH TERBUKA.

KONFIRMASI STRUKTUR KESELURUHAN: GAGAL.

​Mingseng membuka matanya yang berkilat keemasan tajam.

​Ia telah berhasil menembus dan membuka Meridian Ketiga secara mutlak!

​Mingseng berdiri perlahan, mengepalkan tangan kanannya hingga udara di sekitarnya menderu kencang. Ia mengayunkan tinjunya ke arah pilar batu di dekatnya tanpa menggunakan Qi luar.

​BAM!

​Pilar batu hitam raksasa itu bergetar hebat, dan retakan dalam menganga lebar di permukaannya! Daya ledak fisiknya kini naik berkali-kali lipat!

​Mingseng lalu mengambil Batu Inti Keheningan, menyerap energi dinginnya untuk menekan fluktuasi Qi barunya. Seketika, aura di sekeliling tubuhnya kembali tenang dan tampak biasa saja—melindungi rahasia terobosannya dari mata dunia luar.

**

​Penjaga Makam menatap Mingseng dengan pandangan takjub sekaligus cemas. "Kau... benar-benar monster, Anak Muda."

​Namun sebelum Mingseng sempat merapikan sisa harta perbendaharaan, seluruh ruang bawah tanah mendadak bergetar hebat!

​KRAAAAK!

​Dinding-dinding batu perbendaharaan mulai meretak tajam, memuntahkan pendar benang-benang merah darah dari celahnya!

​Tablet hitam di dalam kesadaran Mingseng memancarkan pendar darurat:

​UJIAN KEDUA: AKTIF.

TUJUAN: KELUAR DARI GERBANG SUNYI.

BATAS WAKTU: SAAT LONCENG KETIGA BERBUNYI.

​DONG...!

​Gema dentang lonceng kuno pertama bergema memekakkan telinga dari kegelapan!

​Penjaga Makam menoleh ke atas dengan raut wajah sangat serius. "Perubahan formasi terjadi di permukaan! Terobosannya tadi memicu reaksi monster di atas! Pergi sekarang lewat lorong di belakang peti hitam itu!"

​DONG...!

​Lonceng kedua berdentang!

​Mingseng mengemas gulungan Jilid Kedua, enam tetes Sari Darah Naga Kuno tersisa, dan Batu Inti Keheningan ke dalam kantong penyimpanannya. Ia memandang Penjaga Makam sejenak.

​"Terima kasih atas petunjukmu, Senior," ujar Mingseng tulus.

​Penjaga Makam tertawa serak, wujud transparannya mulai memudar perlahan. "Pergilah! Jangan mati di pintu keluar!"

​Mingseng berbalik dan melesat masuk ke dalam lorong pelarian bawah tanah secepat kilat!

​DONG...!

​Lonceng ketiga berdentang hebat!

​Di ujung lorong pelarian yang menuju ke permukaan tanah, sesosok bayangan raksasa berzirah baja dengan pedang pendar merah darah telah berdiri menghadang jalan keluar.

​Mingseng menghentikan langkahnya, menatap musuh terakhirnya dengan sepasang mata keemasan yang membara di balik topeng hitamnya. Ia menarik napas dalam-dalam, mengepalkan kedua tangannya, dan mengaktifkan daya ledak Meridian Ketiga beserta Teknik Tubuh Naga Darah secara bersamaan.

1
Sri
😍😍😍
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
😎😎😎
kute
keren
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
😎😎😎
Sri
😍😍😍
Danzo28
Yuk Like komen vote nya Jangan lupa yahh ❤️❤️❤️🙏👍
Danzo28
pantau terus ya
Jan lupa vote nya 🥳🥳🥳
Uranenantios
langsung up 4 ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!