NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RANTAI YANG TERPUTUS

Pintu kerangkeng besi berderit terbuka lebar di tengah kekacauan Ngarai Gagak. Bau asam terbakar dan darah amis langsung menusuk hidung saat Lin Yuan melangkah keluar dari gerobak.

Tahanan lain yang tadinya histeris saling pandang sejenak sebelum akhirnya berlarian keluar, merangkak di antara batu-batu ngarai untuk menyelamatkan diri.

"Serang dari bawah! Lindungi kuda!" Teriak Komandan Pengawal yang bahunya terkoyak, mencoba menahan serangan dengan pedang yang sudah bengkok.

Di atas tebing, belasan Burung Bangkai Beracun kembali memutar, bersiap menukik tajam ke arah sisa-sisa pengawal yang tersudut di jalur sempit. Cairan asam hijau menetes dari paruh-paruh mereka, membakar batu jalanan hingga mengeluarkan asap tipis yang menyengat.

Lin Yuan tidak melarikan diri bersama para kriminal lain. Ia melangkah tenang mendekati bangkai pengawal di dekat roda gerobak, mengambil sebilah pedang pendek berbahan besi tempa dan sepasang pasak besi yang tergeletak di tanah.

"Hei, Budak! Kau gila?!" Teriak pria bertato kekar dari balik batu besar di pinggir ngarai. "Monster-monster itu punya racun pembusuk! Mumpung pintu terbuka, lari ke hutan!"

Lin Yuan tidak menoleh. "Hutan di utara dipenuhi kawanan serigala. Lari tanpa senjata dan tanpa formasi sama saja dengan menyerahkan lehermu."

Pria bertato itu tertegun, lidahnya kaku tak bisa membalas.

KLANG!

Lin Yuan menyelipkan pasak besi ke celah gembok rantai yang mengikat kedua kakinya, lalu menghantamkan bagian tumpul pedang pendek ke pasak tersebut dengan dorongan *qi* murni yang terpusat.

PRAK!

Belenggu kaki itu hancur terbelah dua. Gerakan Lin Yuan mendadak menjadi jauh lebih ringan. Ia memutar panggulnya, melonggarkan otot-otot kakinya yang selama ini terkunci besi berat.

GAK!

Seekor Burung Bangkai Beracun dengan rentang sayap tiga meter menukik lurus ke arah Lin Yuan. Paruh bengkoknya terbuka lebar, menyemburkan gumpalan cairan asam hijau ke arah wajahnya.

Lin Yuan tidak melompat ke belakang. Ia menghentakkan tumit kakinya ke tanah, meluncur miring sejauh dua jengkal ke samping. Cairan asam itu menghantam tanah tepat di bekas pijakannya, membakar tanah basah hingga berlubang.

SREK!

Saat badan monster itu melintas rendah di sampingnya, Lin Yuan memutar pedang pendek di tangannya, memotong urat utama pada sayap kiri sang burung.

BLES!

Darah hitam menyembur keras. Burung raksasa itu kehilangan keseimbangan di udara, menghantam dinding batu ngarai dengan keras sebelum berguling-guling di tanah.

Lin Yuan mengejarnya tanpa memberi ruang. Ia melompat ke atas dada monster itu, menancapkan pedang pendek tepat ke tenggorokannya hingga tembus ke tanah di bawahnya.

ROAAR!

Di dalam dadanya, lautan jiwa Kera Putih menyerap energi vital yang menguap dari bangkai monster itu. Aliran *qi* hangat mengalir deras menyusuri meridian di tangannya, menghapus rasa pegal akibat belenggu rantai.

"Gunakan perisai besi pengawal yang gugur!" Teriak Lin Yuan pada empat tahanan yang masih ragu-ranuk di tepi jalan. "Bentuk barikade melingkar! Monster udara tidak bisa menyerang jika kalian menutup celah atas dengan perisai!"

Komandan Pengawal yang terluka menatap Lin Yuan dengan mata terbelalak dari kejauhan. "Bocah itu... dia memimpin para tahanan?"

Pria bertato kekar dan tiga tahanan lain yang menyadari kebenaran kata-kata Lin Yuan segera bergerak. Mereka menyambar perisai-perisai kayu berlapis besi yang tergeletak, membentuk dinding lingkaran rapat seperti yang diperintahkan.

"Tahan perisaimu di atas kepala! Jangan biarkan cairan racun menetes ke kulit!" Perintah Lin Yuan seraya melompati bangkai burung kedua.

Tiga ekor monster udara yang melihat rekannya tewas mendadak mengalihkan fokus serangan sepenuhnya kepada Lin Yuan. Mereka menukik bersamaan dari tiga sudut berbeda, mencoba mencabik tubuh Lin Yuan dengan cakar-cakar panjang mereka.

Lin Yuan bernapas teratur. Di matanya, gerakan kepakan sayap monster yang cepat itu mendadak terasa lebih lambat. Insting purba Kera Putih di dalam jiwanya membaca setiap sudut tebasan angin dan jarak jangkauan cakar musuh.

SREK! SREK!

Lin Yuan merendahkan tubuhnya, menekuk lutut hingga hampir menyentuh tanah, membiarkan cakar monster pertama menyapu udara di atas kepalanya. Tanpa menghentikan momentum, ia memutar badannya tiga ratus enam puluh derajat, mengayunkan pedang pendek dalam tebasan mendatar yang sangat presisi.

BLES!

Dua kaki belakang monster kedua terputus seketika. Monster itu melolong kesakitan sebelum roboh menghantam barikade perisai para tahanan.

"Pukul kepalanya sekarang!" Teriak Lin Yuan pada pria bertato.

Pria bertato yang melihat kesempatan itu langsung menghantamkan pasak besinya ke kepala monster yang tergeletak, meremukkan tengkoraknya dalam sekali pukul. "Mati kau, Burung Bangsat!"

Monster ketiga mencoba terbang kembali ke udara setelah menyadari ancaman Lin Yuan, namun Lin Yuan sudah lebih dulu melompat ke atas batu tebing di sampingnya. Using momentum dorongan *qi* di kakinya, Lin Yuan menerjang ke udara, meraih leher monster ketiga dari atas, dan mematahkan persendian sayapnya secara paksa dengan tumpuan berat badannya.

BOOM!

Mereka berdua jatuh menghantam tanah ngarai dengan keras. Lin Yuan bangkit dengan cepat dari atas bangkai monster yang kejang-kejang, mengusap darah hitam dari pipinya.

Keheningan perlahan kembali menguasai Ngarai Gagak. Sisa-sisa kawanan Burung Bangkai Beracun yang ada di atas tebing memilih terbang menjauh, ketakutan melihat belasan bangkai rekannya yang bergelimpangan di jalanan batu.

Para pengawal militer yang tersisa terduduk lemah di atas tanah, memegangi luka mereka sambil menatap Lin Yuan dengan rasa takjub yang tak tersembunyi. Tidak ada lagi pandangan merendahkan kepada seorang "tahanan buangan".

Pria bertato kekar melangkah mendekati Lin Yuan, menurunkan perisainya, lalu menyatukan kedua tangannya memberi penghormatan. "Nama saya Shi Tou. Kalau bukan karena komandomu tadi, kepala kami sudah jadi makanan burung-burung itu."

Lin Yuan menatap Shi Tou dan para tahanan lain yang kini berdiri di belakangnya. Tidak ada lagi tatapan liar atau berniat melarikan diri di mata mereka; yang tersisa hanyalah rasa hormat murni kepada seseorang yang telah menyelamatkan nyawa mereka di tengah bahaya maut.

"Simpan senjatamu, Shi Tou," Ucap Lin Yuan datar seraya menyarungkan pedang pendeknya di pinggang. "Perjalanan menuju Tembok Besi masih jauh. Kita butuh setiap tenaga yang ada untuk tetap bernapas."

Komandan Pengawal melangkah pincang mendekati Lin Yuan. Ia memandangi rantai kaki Lin Yuan yang sudah hancur, lalu menghela napas panjang.

"Aku tidak akan memasangkan belenggu itu kembali ke kakimu," Kata Komandan Pengawal dengan suara serak. "Mulai hari ini sampai kita tiba di benteng perbatasan, kau yang memimpin barisan tahanan ini."

Lin Yuan menatap Komandan Pengawal sejenak, lalu mengangguk pelan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia berbalik menatap jalur ngarai yang membentang ke utara, tempat bayangan raksasa Benteng Tembok Besi mulai terlihat samar di balik bukit-bukit batu.

1
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!