NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Wawan

"Kamu ndak usah dekat-dekat sama si Om bakwan, nanti minyakan telus jadi licin tangannya." ucap Arka sambil menarik tangan Azura agar duduk di sampingnya. Itu hanya lah kiasan untuk menyindir Wawan.

"Alka, Azula lagi tagih oleh-oleh ini. Sebental dulu," rengek Azura yang tak ingin kegiatannya terganggu karena Arka.

"Halah... Paling Om bakwan lupa. Dia mah ingatnya Mama telus. Ndak ada ingat pesanan dali kamu," ucap Arka dengan ketus.

Arka tak suka jika Azura terlalu dekat dengan Dokter Wawan. Apalagi menurutnya Wawan itu suka cari perhatian pada Mamanya. Selain itu, dia sering lupa dengan apa yang sudah dijanjikan. Beberapa kali Azura tantrum karena oleh-olehnya dilupakan. Sehingga Arka menjadi sebal dan tak suka karena habis itu Azura selalu ngomel atau terus merengek. Wawan menggaruk tengkuknya yang tak gatal saat mendengar sindiran itu. Dia hari ini memang lupa lagi dengan janjinya membawakan oleh-oleh untuk Azura. Dalam pikirannya, yang penting pulang dan bertemu dengan Ariska.

Sedangkan Carlo langsung duduk di samping Wawan. Frans sendiri duduk si samping Ariska membuat Wawan menatapnya aneh. Kemudian Arka duduk di pangkuan Frans. Tampak sekali jika Wawan merasa bingung dengan Ariska dan Arka yang mau saja berdekatan dengan Frans. Pasalnya Arka dan Ariska ini tidak bisa dekat dengan laki-laki asing. Bahkan Wawan sendiri sangat susah dekat dengan Arka. Wawan melihat Arka dan Frans secara bergantian. Jantungnya berdetak sangat kencang melihat kemiripan di antara keduanya.

"Kok mirip sekali?" tanya Wawan tiba-tiba dengan tatapan menyelidik.

"Ya nggak papa dong mirip. Kan dia anak kandungku jadi wajar kalau mirip," ucap Frans dengan santainya.

"Apa? Anak kandung Tuan Frans?" seru Wawan dengan tatapan tak percayanya.

"Iya, kenapa? Sebentar lagi kami juga akan balikan. Jadi jangan dekat-dekat sama calon istri orang," ceplos Frans membuat Ariska dan Wawan memelototkan matanya.

"Apa, sayang? Lucu banget sih kalau melotot begini," Frans mengelus pipi Ariska dengan lembut saat perempuan itu memelototinya.

"Jangan sok akrab dan dekat," bisik Ariska sambil menepis pelan tangan Frans.

"Ariska dikelilingi cowok-cowok posesif," gumam Carlo saat melihat bagaimana Arka dan Frans begitu menjaga Ariska dari Wawan.

"Jangan bercanda," ucap Wawan sambil tertawa hambar.

Tentu saja Wawan tak percaya dengan ucapan Frans. Pasalnya selama mengenal Ariska dua tahun terakhir, dia sama sekali tidak pernah melihat sosok Frans. Walaupun tak dapat dipungkiri kalau wajah Frans mirip sekali dengan Arka. Calon istri atau apa itu, Ariska sama sekali tak pernah berkata tengah menjalin hubungan dengan seseorang. Sehingga dia berani untuk mendekatinya. Namun tak ada kemajuan untuk hubungan mereka karena Ariska masih membangun benteng tinggi.

Bahkan Nenek Yuli setiap dirinya tanya juga tidak pernah mengatakan bahwa Ariska tengah dekat dengan seseorang. Sedangkan Ariska tampak kesal dengan ucapan Frans. Tak disangka jika Frans akan mengenalkannya sebagai calon istrinya. Tampak Arka menikmati kegaduhan dari kedua orangtuanya. Dia membiarkan kedua orangtuanya seperti itu. Siapa tahu dengan seringnya berinteraksi membuat keduanya semakin dekat.

"Saya tidak bercanda, Dokter Wawan. Saya memang calon suaminya Ariska. Kami berpisah lama dan ingin kembali merajut kasih bersama demi Arka," ucap Frans dengan santainya tanpa peduli protes dari Ariska.

"Anda tahu sendiri kalau apa yang sudah saya klaim berarti itu akan menjadi milik saya selamanya," lanjutnya penuh penekanan. Bahkan raut wajahnya terlihat lebih tegas.

"Kenapa Om bakwan dan Papa tatap-tatapan? Wah... Kaya di sinetlon, habis ini pasti saling jatuh cinta." seru Azura tiba-tiba saat melihat interaksi antara Frans dan Wawan.

Astaga...

"Emang nggak tahu situasi ini bocah satu," gumam Carlo sambil menghela nafasnya pelan.

"Om calo tiket mau tatap-tatapan sama Nenek Yuli ndak? Bial sama kaya Om Wawan dan Papa," ucap Azura menawarkan Carlo.

Frans dan Wawan pun memalingkan wajahnya. Namun Frans masih melirik sinis pada Wawan yang sepertinya tidak mau mengalah untuk mendapatkan Ariska. Sedangkan Carlo yang ditawari oleh Azura hanya bisa menganga tak percaya. Yang benar saja dia disuruh tatap-tatapan dengan Nenek Yuli agar jatuh cinta. Bahkan usianya saja mungkin setengah dari Nenek Yuli. Ingin rasanya dia meraup wajah gembul itu dengan telapak tangannya nanti pasti diomeli oleh Arka. Suasana tegang itu seketika berubah oleh celotehan dari Azura.

"Azura, sini sama Nenek. Kamu ini ada-ada saja, masa Nenek tua begini disuruh tatap-tatapan sama anak muda." Nenek Yuli langsung memanggil Azura agar duduk di sampingnya saja. Lina hanya bisa menghela nafasnya pasrah melihat keponakannya begitu aktif.

"Ndak papa, Nenek Yuli. Bial semangat Nenek juga muda kaya lemaja lainnya," ucap Azura dengan santainya kemudian duduk di pangkuan Nenek Yuli.

"Lebih baik kalian bertiga pulang. Ini sudah mau malam," ucap Ariska mengusir Wawan, Frans, dan Carlo.

"Jika kalian datang dan lama berada di sini, tetangga bisa pada berpikiran macam-macam tentang saya." lanjutnya saat melihat Frans akan protes.

"Iya... Om bakwan pulang aja. Ndak ada guna lah di sini, bikin sempit tokonya Mama." ucap Arka mengusir dengan ucapan pedasnya.

"Baik, saya pulang dulu." jawab Wawan pada Ariska tanpa peduli ucapan Arka.

Kedua tangan Wawan mengepal dengan eratnya saat mendengar ucapan Arka. Namun dia masih bisa tersenyum di hadapan Ariska dan Nenek Yuli. Wawan tahu siapa Frans dan Carlo yang notabene adalah produsen obat. Perusahaan Frans bekerjasama dengan rumah sakit tempatnya bekerja. Obat-obat yang digunakan rumah sakit, semua mengambil dari perusahaan Frans. Beberapa kali Wawan melihat Carlo datang ke rumah sakit untuk memastikan bahwa obat yang dibutuhkan sesuai.

Dia tahu Frans adalah orang yang mempunyai ego dan obsesi tinggi. Dia sudah mengetahui tentang sosok Frans ini sejak lama, tapi tak mengenalnya lebih dalam. Frans belum menikah dan tidak diketahui siapa sosok kekasihnya sekarang. Yang muncul ke permukaan adalah prestasinya dalam penelitian berbagai zat kimia untuk obat dan vitamin. Hal itu membuat Wawan bingung dengan munculnya Frans sebagai calon suami Ariska dan Arka yang mirip laki-laki itu.

"Ini pasti ada yang salah. Arka sangat mirip dengan Tuan Frans. Aku yakin kalau ada yang terjadi di masa lalu dan luput dari pantauan media atau orang luar," gumam Wawan saat sudah berada di dalam mobil.

"Aku harus mencari tahu semua ini. Aku harus bisa mendapatkan Ariska. Jika perlu, menyingkirkan Arka. Biar saja jika Arka bersama Frans, malah aku senang. Yang penting, Ariska bisa aku dapatkan." lanjutnya dengan mata berkilat obsesi.

1
Sani Srimulyani
bagus Frans kamu harus tegas, kalo ngga kamu bisa habis sama arka dan Ariska.
Ita Xiaomi
Udah ada istri dan anaknya lg kecebur di selokan😁
Novita Sari
azula aya aya wae wkwkwk..
Ita Xiaomi
Jd keingat ama Susan dan selokan😁
Maria Lina
mantap certa nya thor lanjut🙏🙏
tia
hahahaha
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
selokan gk bisa buat renang gembroottt🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
ya ampun zula ga elit banget jatuhnya ke selokan....🤭
Novita Sari
biatin ompong dua maen maen diselokan alka... lanjut thor..
tia
hahahaha
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau berendam dulu mungkin🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
tenang aja kalian berdua akan diajak juga Lo, jadi ga bakalan terpisah.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gayanya
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
bnr👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
bawa aja mereka semua.....🫣🤭
Novita Sari
Alhamdulillah semoga lina memberi izin omong dua tinggal sama alka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!