NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.

Tiga hari berikutnya menjadi penutup dari pemeriksaan Daneswara di Arkatama Industrial Components. Tidak ada lagi permintaan dokumen baru. Keira memutuskan semua data yang mereka butuhkan sudah cukup untuk menyusun laporan akhir.

Nadia menyatukan hasil pemeriksaan transaksi dengan riwayat akses sistem, sementara Elang dan Keira mencocokkan setiap dokumen fisik dengan persetujuan digital yang tersimpan di server.

Hasilnya justru membuat pekerjaan mereka semakin rumit. Semakin banyak data yang disatukan, semakin sering satu nama muncul.

Bram Mahesa.

Beberapa perubahan kontrak vendor menggunakan akses milik pria itu. Tanda tangan pun muncul pada dokumen biaya yang nilainya telah dinaikkan. Pengiriman yang tidak sesuai laporan melewati divisi Administrasi dan Logistik yang berada di bawah tanggung jawab Bram.

Dan yang paling memberatkan, ditemukan aliran dana dari perusahaan yang terafiliasi dengan Sentra Logistik menuju sebuah rekening yang menggunakan identitas Bram Mahesa.

Tidak satu pun bukti berdiri sendiri, namun jika semuanya diletakkan bersebelahan, arahnya terlalu jelas untuk diabaikan.

"Selesai." Keira menutup map terakhir ketika hari sudah mulai sore. "Besok kita serahkan ke kantor pusat. Setelah itu tugas kita di Arkatama selesai.”

Elang menatap map hitam yang baru saja Keira tutup. Sulit rasanya ia mengabaikan nama yang tercantum di sana. Ia menolak percaya jika ayahnya melakukan kecurangan, tetapi seluruh temuan menempatkannya sebagai orang yang paling layak diperiksa lebih jauh.

.

.

.

Keesokan paginya, ruang rapat utama Arkatama Group sudah dipenuhi beberapa petinggi perusahaan, bagian hukum, serta pengawasan internal.

Raksa duduk di ujung meja. Damar berada di sisi kanannya dengan kondisi yang sudah jauh lebih baik, sementara Ravian duduk beberapa kursi dari sang ayah.

Bram datang beberapa menit kemudian. Langkahnya melambat saat netranya melihat Elang berdiri di samping Keira.

Keira bangun dari duduknya, lalu berdiri di depan layar besar yang sudah menyala.

“Pemeriksaan kami menemukan kebocoran dana melalui manipulasi kontrak vendor, pembengkakan biaya distribusi, pengiriman yang tidak sesuai catatan, dan pembayaran tanpa dasar operasional yang jelas.”

Layar berganti.

Estimasi kerugian: Rp6.470.000.000

Suasana ruang rapat seketika berubah.

Keira melanjutkan. “Kerugian tidak terjadi sekaligus. Nilainya dipecah ke dalam banyak transaksi selama beberapa bulan sehingga terlihat seperti kenaikan biaya biasa.”

Dokumen demi dokumen muncul. Kode akses, tanda tangan, perubahan kontrak, riwayat persetujuan. Semuanya perlahan mengarah pada nama yang sama.

Bram Mahesa.

Wajah Bram kehilangan warna hampir seketika, refleksnya bahkan segera mengambil alih untuk berdiri. “Itu bukan aku.”

Kalimat itu keluar sebelum Keira menyelesaikan penjelasan, membuat beberapa orang langsung menoleh.

Bram menggeleng. “Aku tidak pernah menerima uang itu. Aku juga tidak pernah menyetujui perubahan sebanyak ini.”

Keira tetap tenang. “Kami tidak menyatakan Bapak sebagai pelaku.”

Bram menatap Keira tajam.

“Namun,” lanjut Keira, “bukti yang kami temukan paling banyak mengarah kepada Bapak.”

Halaman terakhir muncul. Sebuah transfer dari perusahaan yang memiliki hubungan dengan Sentra Logistik menuju rekening atas identitas Bram.

Bram menatap layar seolah tidak mengenali namanya sendiri. “Aku bahkan tidak tahu rekening itu.”

Tidak ada yang langsung menjawab. Damar justru menatap sahabat lamanya dalam diam.

“Damar,” pandangan Bram beralih pada sahabatnya. “Kamu mengenalku, aku tidak mungkin melakukan itu.”

Damar menahan tatapannya pada sahabatnya lebih lama. “Karena aku mengenalmu, aku tidak akan langsung menuduhmu.”

Baru saja setitik kelegaan Bram rasakan, kalimat Damar selanjutnya menghempaskan kelegaan itu dalam sekejap.

“Tapi aku juga tidak akan membuang laporan ini hanya karena kita sudah bersahabat puluhan tahun.”

Raksa menghentakkan telapak tangannya ke meja. Pelan, namun membuat suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

“Mulai hari ini, Bram Mahesa dinonaktifkan sementara dari seluruh tugas di Arkatama Industrial sampai pemeriksaan lanjutan selesai.”

Bram menoleh cepat. “Pak Raksa—”

“Kalau kau tidak melakukan apa pun, penyelidikan akan membersihkan namamu,” jawab Raksa sebelum Bram sempat menyelesaikan kalimat protesnya.

"Tapi," Raksa melanjutkan. “Kalau kau memang terlibat, kedekatanmu dengan keluarga ini tidak akan mengubah apa pun.”

Bram terdiam, tubuhnya terduduk lemas di kursi. Tatapannya kemudian berpindah pada Elang. Pemuda itu berdiri tanpa ekspresi. Tidak terlihat puas, juga tidak terlihat akan membelanya.

Keira menutup laptop. “Seluruh data akan kami serahkan kepada bagian hukum dan auditor forensik Arkatama hari ini. Dengan itu, tugas Daneswara secara resmi selesai.”

“Tidak ada lagi pemeriksaan lanjutan dari pihak kalian?” tanya Damar.

“Tidak dalam kontrak ini.” Keira merapikan map di depannya.

“Kami sudah menemukan sumber kebocoran, menghentikan jalurnya, dan menyerahkan pihak yang perlu diperiksa lebih jauh. Sisanya menjadi kewenangan Arkatama Group.”

Raksa mengangguk. Urusan profesional Daneswara dengan Arkatama berakhir di sana. Namun, masalah yang ditinggalkan laporan itu baru saja dimulai.

.

.

.

Di lantai berbeda gedung Arkatama Group, Gatra membaca pesan yang baru masuk ke ponselnya.

"Bram Mahesa dinonaktifkan. Daneswara menutup pemeriksaan."

Dua kalimat itu membuat senyum tipis muncul di bibir Gatra dan segera menghapus pesan itu.

Semua berjalan sesuai rencana.

Nama Bram sudah cukup kuat memenuhi laporan, dan mulai hari itu setiap orang yang mencari pengkhianat dari dalam akan lebih dahulu melihat ke arahnya.

Namun perlahan, senyum di bibirnya memudar saat ia teringat sosok pemuda yang sudah menyelamatkan Damar.

"Tak masalah." Gatra menggeleng pelan sembari meletakkan ponselnya ke meja. Tatapannya berubah dingin. "Dia hanya orang luar, dan Ravian terlalu mudah untuk kukendalikan."

. . .

. . .

To be continued...

1
Teteh Lia
Terimakasih untuk karya luar biasa na, kakak author.
〈⎳ FT. Zira: terima kasih sudah baca sampai akhir teteh🫰🫰🥰
total 1 replies
yul nadzuka
Ceritanya bagus, anti mainstream yang memikat/Good/
Teteh Lia
eh... dia ngaku, donk.
Teteh Lia
Ajarin dia terbang tinggi sepertimu, Elang. 🤭✌
Teteh Lia
Mau donkkk, aku jadi pewaris juga🤭
Juansaja
ada cerita baru aja.

thor itu beberapa cerita yg masih menggantung tidak ada rencana dilanjut kah, atau lupa alurnya makannya gak di lanjut dan tetap dibiarkan
〈⎳ FT. Zira: hatiku dipotekin kang Edi kak.. jadi tamat sampe sini deh🤭🤭...

cerita satunya alur masih melekat, tapi menuangkannya ini kak🤭🤭 karya itu juga hasil dibuat merana sama sistem ntoon.🤭
total 1 replies
Juansaja
penasaran heh sampai sekarang reaksi Damar terhadap Bram masih datar aja
tidak mempertanyakan kenapa
〈⎳ FT. Zira: sepertinya othor yg lupa nulis paragrafnya.. ya ampun..ada yg terlewat ini kak/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Juansaja
di real life ada gak sih pemuda yg cara pikirnya kaya Elang gini, ibunya sukses dalam mendidik anak
di jaman sekarang tau lah pergaulan anak muda, cuman ini fiksi ye
〈⎳ FT. Zira: kalo ada udh dibungkus kak🤭
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
telat... udah baca🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Zhu Yun💫
Ditunggu karya selanjutnya kak Zira... semangat 💪🥳
Zhu Yun💫
Tambah bonchap kak 😁
Zhu Yun💫
Mau ngelamar ya... 🤭
Zhu Yun💫
Mau jadi power rangers 😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
😍😍😍😍😍
〈⎳ FT. Zira: tengkyuu ibuuu/Kiss//Kiss/
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lahhh... kok gak sampai mereka menikah sih, gantung amat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: heh, maksud nya?
total 2 replies
Endah Puji Lestari
😍😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: terima kasih sudah setia menemani kaka🥰
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
eh... ciyus ini 😱😱😱🤔🤔🤔
〈⎳ FT. Zira: dari yg nanya🤣🤣🤣..kaborrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini sih kopernya🤭
〈⎳ FT. Zira: emang🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
affa affaan ini 🤦‍♀️🤦‍♀️
〈⎳ FT. Zira: kaborrrr🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
karakter si elang ini cool banget dah. bkn kyk karakter utama novel biasanya yang bucin abis ama pasangannya. cinta tapi ga lebay
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: hidung mana ini
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!