NovelToon NovelToon
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku Tak Sanggup Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan rumah tangga Anjani dan Malik yang harus kandas dengan hadirnya sosok Dara, wanita yang merupakan sahabat baik Anjani yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Hinaan kasar dari mertuanya juga membuat Anjani menyerah dan memutuskan untuk berpisah hingga takdir mempertemukannya dengan bule tampan asal Inggris Oliver Jones yang mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Berita Mengejutkan Tiba

Kejatuhan Dara Mitha Dahayu seperti efek domino yang meruntuhkan menara kartu yang selama ini dibangun dengan tipu daya oleh keluarga Wiratama. Begitu Dara akhirnya mendekam di balik jeruji besi dengan pengawasan super ketat setelah serangkaian aksi terornya, penyidik kepolisian tidak membuang waktu. Dengan bukti-bukti baru yang ditemukan di markas persembunyian mereka—dokumen keuangan ilegal, rekaman perintah sabotase, dan aliran dana suap—semua jalan menuju Malik dan Bu Anne terbuka lebar.

​Pagi itu, kediaman megah keluarga Wiratama yang biasanya tenang, mendadak dipenuhi oleh sirine mobil polisi. Bu Anne, yang masih mengenakan jubah sutra mewahnya, terbelalak melihat pekarangan rumahnya kini dikepung oleh petugas berseragam.

"Apa-apaan ini?!" teriak Bu Anne dengan suara melengking saat pintu utama rumahnya didobrak paksa. "Kalian tidak tahu siapa saya? Saya adalah nyonya besar Wiratama!"

​Malik yang baru saja turun dari lantai atas dengan wajah lesu, langsung terdiam saat melihat beberapa penyidik membawa surat perintah penangkapan. "Ma... apa yang terjadi?" suaranya bergetar.

​"Malik Wiratama dan Anne Wiratama," suara kepala penyidik terdengar dingin dan lugas. "Kalian resmi ditahan atas dugaan persekongkolan dalam tindakan terorisme, sabotase medis, serta pencucian uang yang terkait dengan aksi kriminal Dara Mitha Dahayu. Semua aset kalian telah dibekukan berdasarkan instruksi pengadilan."

Dunia Bu Anne seolah berhenti berputar. Keangkuhannya yang selama ini menjadi tameng hancur dalam hitungan detik. Ia tidak lagi bisa memaki, tidak lagi bisa mengancam. Ia hanya bisa berdiri mematung saat tangan besi borgol mengunci pergelangan tangannya. Malik, di sisi lain, hanya menunduk pasrah. Ia menyadari bahwa ambisinya untuk mempertahankan kejayaan keluarga dengan cara-cara kotor justru menjadi batu nisan bagi masa depan mereka sendiri.

​Mereka digiring keluar menuju mobil tahanan di bawah tatapan tetangga dan sorotan kamera wartawan yang sudah menunggu. Tidak ada lagi kemewahan, tidak ada lagi kekuasaan. Yang tersisa hanyalah aib yang akan tercatat selamanya dalam sejarah hukum bisnis Jakarta.

****

Sementara itu, di rumah sakit, suasana jauh lebih hangat dan penuh syukur. Pak Santo, yang beberapa hari lalu berjuang melawan maut, kini tampak duduk bersandar di ranjangnya dengan wajah yang sudah jauh lebih segar. Meskipun ia masih harus berjalan dengan alat bantu, tatapan matanya sudah kembali jernih.

​Anjani duduk di sampingnya, memegang tangan sang ayah dengan erat. Ia baru saja menceritakan bahwa musuh-musuh mereka akhirnya telah ditangkap.

​"Ayah tidak menyangka semua ini bisa berakhir, Jani," ucap Pak Santo dengan suara serak namun penuh ketenangan. "Ayah hanya ingin hidup tenang, melihatmu bahagia. Tapi sepertinya, kita memang harus melewati badai besar untuk sampai di sini."

Seorang dokter masuk ke dalam ruangan dengan senyum lebar, membawa kabar yang sudah lama ditunggu-tunggu. "Pak Santo, hasil pemindaian terbaru menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa. Saraf-saraf bapak merespons dengan sangat baik. Anda sudah boleh pulang hari ini."

​Anjani hampir saja menangis karena bahagia. Ia menoleh ke arah Oliver Jones yang berdiri di dekat pintu. Oliver, yang telah menjadi tiang penopang bagi keluarga Anjani selama masa-masa tersulit, tampak tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya, Anjani melihat pria itu tampak benar-benar santai, seolah beban berat yang selama ini ia pikul atas keamanan Anjani juga telah terangkat.

"Terima kasih, Oliver," bisik Anjani saat mereka keluar dari rumah sakit sore itu. "Tanpa bantuanmu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ayah dan ibu."

​Oliver menggenggam tangan Anjani dengan lembut. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya. Tapi ingat, Anjani, ini bukan akhir dari segalanya. Ini adalah awal bagi kehidupan yang lebih tenang bagi kalian."

​Rumah mereka yang sempat rusak akibat ledakan, kini telah direnovasi total berkat bantuan Oliver. Rumah itu tidak lagi tampak seperti rumah petak sederhana, melainkan sebuah tempat tinggal yang aman, nyaman, dan penuh dengan kedamaian. Saat mereka tiba, Bu Purwati sudah menunggu di depan pintu dengan hidangan masakan rumah yang hangat. Aroma masakan ibu dan tawa kecil Pak Santo membuat suasana rumah kembali hidup.

****

​Di balik dinding rumah itu, Anjani merasa seolah-olah ia telah terlahir kembali. Ia telah belajar tentang pengkhianatan, tentang rasa sakit, tentang kebencian, namun yang terpenting, ia belajar tentang kekuatan cinta yang tidak pernah padam.

​Di balik jeruji besi, Dara, Malik, dan Bu Anne kini harus menghadapi realitas baru. Mereka yang dulu terbiasa dilayani dengan segala kemewahan, kini harus hidup dalam kesempitan dan kesunyian, merenungi setiap perbuatan lalim yang telah mereka lakukan. Kebencian yang dulu mereka agungkan, kini justru menjadi satu-satunya rekan setia mereka di dalam sel yang dingin.

​Anjani kini menatap masa depannya dengan penuh keyakinan. Ia bukan lagi wanita yang takut pada bayang-bayangnya sendiri. Ia adalah Anjani yang baru—yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih siap untuk menjalani hari-hari tanpa harus selalu menoleh ke belakang.

​Malam itu, di bawah langit Jakarta yang tenang, Anjani duduk di beranda rumahnya bersama Oliver, ditemani denting gelas teh hangat dan suara jangkrik yang menenangkan. Mereka tidak banyak bicara, namun kehadiran mereka bersama sudah cukup untuk meniadakan segala luka di masa lalu. Dendam telah berakhir, dan lembaran baru kehidupan keluarga Direja pun dimulai dengan penuh harapan yang tak terkira.

****

Berita itu menyambar Jakarta seperti petir di siang bolong, mengguncang jagat pemberitaan nasional hingga membuat media sosial meledak dalam perdebatan. Judul-judul tajam menghiasi setiap layar ponsel dan surat kabar: “Tragedi di Balik Jeruji: Malik dan Anne Wiratama Ditemukan Tak Bernyawa.”

​Di dalam sel tahanan yang dingin dan sempit, tekanan yang selama ini dipupuk oleh rasa malu, pengakuan yang terus mendesak dari pihak penyidik, dan kenyataan bahwa kekayaan mereka telah musnah, akhirnya meruntuhkan mental Malik dan Bu Anne. Mereka tidak sanggup menghadapi persidangan yang akan membuka aib mereka di depan publik secara permanen. Pilihan untuk mengakhiri hidup menjadi satu-satunya jalan keluar yang mereka lihat untuk menghindari hukuman seumur hidup yang membayangi.

​Anjani sedang berada di ruang kerjanya, menatap laptop yang menyala, saat notifikasi berita itu muncul di layar. Ia tertegun. Jemarinya yang sedari tadi lincah menari di atas keyboard untuk menyelesaikan pekerjaannya seketika terhenti. Ia merasa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Meskipun mereka adalah musuh yang telah menghancurkan hidup keluarganya, berita kematian yang tragis itu tetap meninggalkan rasa sesak yang tak terlukiskan.

​Oliver yang baru saja masuk ke ruangan dengan dua cangkir kopi, menyadari perubahan ekspresi di wajah Anjani. Ia meletakkan kopi tersebut, lalu mendekat untuk melihat apa yang sedang dibaca sang penulis. Tatapannya berubah serius, namun tetap tenang.

​"Mereka memilih jalan pintas," ujar Oliver lirih. Ia tidak terlihat terkejut. Sebagai seseorang yang terbiasa menangani dunia bisnis yang keras, ia tahu bahwa ada orang-orang yang memang tidak memiliki ketangguhan mental saat segalanya direnggut dari mereka.

​"Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini, Oliver," jawab Anjani dengan suara bergetar. "Aku menginginkan keadilan, bukan kematian mereka. Aku hanya ingin mereka bertanggung jawab."

1
Heriyani Lawi
ceritanya ky film India, meskipun ditangkap bbrp kali msh aja lolos. klo aku mungkin dah kutembak mati aja tuh si dara, ngapain diserahkn ke polisi klo ujung2nya lepas lg
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh menurutku thor. sdh tau dara melarikan diri dan bersifat licik, knp ayahnya Anjani tidak dikawal dan dibiarkan sendiri
Dew666
👍
Iffanaya 😽
dara tu gk bisa dimasukin penjara lg, orang mcm dara lbih baik dimusnahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!