NovelToon NovelToon
SANG UTUSAN

SANG UTUSAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alenda

Selepas Kematian kedua orangnya, kehidupan yang lebih kejam harus dihadapinya. Namun tanpa disangka, Wira yang tak memiliki ilmu kanuragan sedikitpun, nyatanya dipilih oleh Dewata untuk melawan bangsa Iblis yang hendak menguasai Bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alenda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cakar Singa Api

Serentak semua anggota perguruan Singa Merah mengarahkan pandangannya ke atas panggung.

"Itu orang yang sudah menghajar kalian dan mempermalukan perguruan kita?" tanya seorang anggota yang memiliki tubuh kekar.

"Benar, Reksa... dia orangnya. Aku tidak menyangka jika dia juga ikut dalam turnamen kali ini."

"Semoga saja dia bertemu denganku di atas panggung. Akan aku buat dia menderita hingga meminta maaf karena telah mempermalukan perguruan kita!" sahut Reksa. Dia yakin kemampuan yang dimilikinya akan bisa membuat Wira bertekuk lutut di depannya.

"Benar! Kau harus membalas kelakuan pemuda itu. Dia harus diberi pelajaran!" sahut beberapa anggota yang lain.

Seperti sudah ditakdirkan, setelah Wira berada di atas panggung, pembawa acara menyebutkan nama Reksa sebagai lawannya.

Sontak saja semua anggota perguruan Singa Merah berseru gembira. Kesempatan untuk membalas dendam kepada Wira yang telah menghajar lima temannya, dan juga mempermalukan perguruannya, kini sudah tiba. Teriakan menyebut nama Reksa berulang kali mereka teriakkan dengan begitu semangat.

Teriakan pendukung Reksa tersebut sampai membuat Wira mengalihkan pandangannya ke arah mereka. "Bukankah itu mereka yang aku hajar kemarin?" ucapnya dalam hati. Dia tidak menyangka jika 5 orang yang dihajarnya akan kembali datang dan membawa lebih banyak orang.

Reksa berjalan dengan penuh percaya diri. Begitu sampai di pinggir panggung, dia langsung menunjukkan kemampuannya. Tubuhnya melenting tinggi dan mendarat ringan di atas panggung.

Apa yang dilakukan Reksa langsung membuat saudara seperguruannya bertepuk tangan dan bersorak meriah, "Hajar pemuda itu Reksa. Dia sudah berani mencari masalah dengan perguruan kita!"

Teriakan pendukung Reksa yang begitu keras dan bersahutan tanpa henti, langsung membuat para gadis pendukung Wira meradang. Seketika puluhan gadis yang berkumpul di sisi lain berteriak menyebut nama Wira sekeras mungkin.

Suara lengkingan tinggi puluhan gadis itu sukses membuat saudara seperguruan Reksa mati kutu. Mereka tidak pernah menyangka jika pemuda itu mempunyai pendukung yang lebih banyak dan solid.

Setelah pembawa acara menuruni panggung, Reksa mengepalkan tangannya ke arah Wira. "Kau sudah mencari masalah dengan perguruan Singa Merah. Saat ini juga aku akan membuatmu bertekuk lutut dan meminta maaf atas kesalahan besarmu yang telah memperlakukan perguruan Singa Merah kemarin!"

Wira mengernyitkan dahinya sambil menggaruk kepalanya. Dia menduga kelima orang anggota perguruan Singa Merah yang kemarin sudah dihajarnya itu, memberi laporan palsu kepada teman-temannya.

"Kau salah sangka, Kisanak. Aku tidak pernah mempermalukan perguruanmu. Aku hanya memberi pelajaran kepada..."

Belum sempat Wira menyelesaikan ucapannya, Reksa langsung berteriak memotongnya. "Bohong! Mana mungkin ada maling yang mau mengaku. Aku tidak peduli apapun alasanmu, kau harus tetap aku beri hukuman! Atau jangan-jangan kau takut dengan kepalan tanganku yang besar dan kuat ini?"

"Terserahlah kalau kau tidak percaya! Bagiku, yang salah harus diberi hukuman. Dan kelima temanmu itu telah melakukan kesalahan besar."

"Jangan banyak bicara! Terima seranganku!"

Reksa berteriak sambil melesatkan serangannya dengan cepat dan kuat ke arah kepala pemuda tersebut.

Wira dengan tenang menarik tubuhnya menyamping menghindari serangan tersebut. Dia bisa merasakan desiran angin halus menerpa wajahnya saat pukulan Reksa melintas mulus di depan mukanya.

"Kuat sekali pukulannya!" gumamnya dalam hati.

Serangan awal yang gagal tidak membuat Reksa patah semangat. Dia langsung melepaskan pukulan tangan kirinya ke perut pemuda tersebut. Tapi lagi-lagi Wira dengan sigap berhasil menghindar. Begitu juga dengan tendangan beruntun susulan yang dilepaskan Reksa, semuanya berhasil dihindarinya.

Reksa semakin dibuat emosi. Harapannya untuk menjatuhkan Wira dalam waktu singkat ternyata jauh dari angan. Bahkan pemuda itu kini meladeni setiap serangan.

Benturan tangan dan kaki kedua peserta itu kerap terjadi dengan kuat. Reksa yang memiliki tubuh lebih kekar daripada Wira, menjadi sedikit kuatir. Sejauh ini pemuda yang menjadi lawannya itu bahkan tidak terlihat meringis sedikitpun, meski mereka sering beradu pukulan.

"Hajar dia, Reksa. Keluarkan jurus andalan perguruan kita!" teriak seorang temannya.

Reksa langsung bereaksi cepat setelah mendengar teriakan temannya. Kepalan tangannya yang tadi begitu erat dan kuat, langsung berubah membentuk cakar. Setelah itu dia melompat beberapa langkah ke belakang.

Dia menarik salah satu lututnya hingga menyentuh lantai panggung. Kedua tangannya yang membentuk cakar diarahkannya ke depan. Tubuhnya kini sudah membentuk posisi seperti singa yang siap mencengkeram mangsanya.

"Kau akan merasakan jurus terkuat perguruan Singa Merah... Cakar Singa Api!"

Wira terkekeh melihat kuda-kuda jurus yang ditunjukkan Reksa. Namun begitu merasakan energi yang cukup besar keluar dari tubuh lawannya tersebut, Wira langsung menarik dan mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuhnya. Sebagian besar tenaga dalam yang digunakannya dipusatkan di kedua tangannya.

"Bukan hanya kau saja yang memiliki jurus cakar, Kisanak. Mari kita adu lebih kuat mana, cakarku atau cakarmu?"

Perbedaan jurus yang digunakan kedua peserta itu hanya pada bentuk cakar mereka. Jika jari tangan Reksa keseluruhan membentuk cakar, berbeda dengan yang ditunjukkan Wira. Hanya jari jempol, telunjuk, dan jari tengahnya saja yang membentuk cakar.

"Mati kau!" Reksa langsung melesat dan mengarahkan salah satu cakarnya ke leher Wira. Tapi dengan sigap pemuda itu menangkisnya dengan tangan kirinya dan langsung menyambar dada Reksa dengan cakar kanannya secara cepat.

Reksa yang begitu diandalkan oleh perguruan Singa Merah dalam turnamen, sedikit terkejut dan langsung menarik tubuhnya ke belakang untuk menghindari sambaran yang mengincar dadanya. Meski sedikit terlambat, namun dia masih bisa menyelamatkan tubuhnya. Hanya pakaiannya saja yang langsung terkoyak lebar akibat sambaran tersebut.

Reksa tidak habis pikir dengan kecepatan yang dimiliki Wira. Di saat menangkis serangannya, pemuda itu bisa sekaligus memberi serangan. Beruntung dia mempunyai insting dan refleks yang lumayan kuat. Andai serangan itu terjadi pada teman-temannya, bisa dipastikan mereka akan langsung mengalami koyakan lebar di dadanya.

"Kau beruntung masih bisa menghindari seranganku," ucap Wira. Senyuman mencibir terlihat jelas di bibirnya.

Reksa menggeram keras. Ucapan dan senyuman pemuda tersebut terasa begitu merendahkannya. Dia menambahkan lagi tenaga dalamnya untuk menambah kecepatannya, dan langsung melakukan serangan berikutnya.

Sambaran demi sambaran dari kedua jari tangannya yang membentuk cakar, terus bergerak menelusup berusaha membuka celah pertahanan lawannya.

Wira dibuat terkejut dengan kecepatan Reksa yang terus bertambah. Tapi pemuda itu tetap terlihat tenang dan tidak terlihat sedikitpun kepanikan di wajahnya.

Breet!

Sambaran cakar yang dilepaskan Reksa berhasil merobek pakaian yang menutupi perut Wira. Kelengahan pemuda itu berhasil dimanfaatkan Reksa dengan cukup baik, meski Wira masih sempat menarik tubuhnya ke belakang dalam sepersekian detik terakhir.

"Kau beruntung masih bisa menghindari seranganku!" ejek Reksa menirukan ucapan Wira kepadanya. Senyum lelaki bertubuh kekar itu juga terlihat begitu menghina.

Wira tertawa mendengar ejekan Reksa yang dilontarkan kepadanya. Bagaimanapun juga dia harus bersiap dengan situasi apapun yang bisa saja akan membuat emosinya naik.

Bagi Wira, hinaan kepada dirinya tak akan pernah didengarnya dan tidak akan membuatnya naik darah, terkecuali hinaan buat orang tuanya dan orang terdekatnya.

 

1
Allian Author
alurnya bagus dan mengalir
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Gas🚬🗿
Vina Manis: belum🤣
total 3 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Bagus lagi kalau namanya BAHLILudin 👍🏻☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!