NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Jalan di Bawah Jurang

"Kalau ingin mengetahui apa yang terjadi padaku, sepertinya aku harus masuk."

Lin Yuan menggenggam pedang besinya, lalu melangkah menuruni jalan batu yang tersembunyi di balik dinding gua.

Udara di dalam lorong terasa jauh lebih dingin, sementara kelembapan dari sungai perlahan menghilang di belakangnya.

Cahaya biru dari lumut hanya mampu menerangi beberapa langkah, membuat bagian depan tetap tenggelam dalam kegelapan.

Lin Yuan tidak bergerak terlalu cepat karena kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih setelah terjatuh dari jurang.

Rumput Pemulih Nadi memang memperbaiki sebagian luka, tetapi setiap tarikan napas masih menimbulkan rasa nyeri pada rusuknya.

Semakin jauh turun, semakin banyak simbol kuno terlihat pada dinding batu di kanan dan kirinya.

Bentuk simbol-simbol itu berbeda, tetapi beberapa memiliki kemiripan dengan lambang yang membuka pintu sebelumnya.

Ketika Lin Yuan melewati simbol ketiga, cahaya hitam di dalam tubuhnya tiba-tiba bergetar dengan sangat pelan.

DUM!

Ia langsung berhenti.

"Sistem, analisis energi ini."

Beberapa detik kemudian, suara dingin terdengar di dalam pikirannya.

【Analisis sedang dilakukan.】

【Jejak energi memiliki kesamaan dengan energi yang membangunkan Sistem Pemakan Takdir.】

Tatapan Lin Yuan langsung berubah serius.

Berarti tempat ini memang memiliki hubungan dengan cahaya hitam yang keluar dari pecahan Bola Roh.

Namun hubungan seperti apa, bahkan sistem belum mampu memberinya jawaban yang pasti.

Lin Yuan kembali bergerak sambil memperhatikan lantai dan dinding dengan jauh lebih hati-hati.

Tidak lama kemudian, Naluri Tempur tiba-tiba memberikan peringatan sebelum kakinya menyentuh satu lempengan batu.

【Ancaman terdeteksi.】

Lin Yuan segera menarik kaki.

Ia mengambil batu kecil dari lantai, kemudian melemparkannya menuju bagian lorong beberapa langkah di depan.

Batu itu baru menyentuh lantai ketika suara mekanisme kuno langsung terdengar dari dalam dinding.

SWISH!

Puluhan jarum batu melesat melintasi lorong dan menghantam dinding sebelah dengan kecepatan yang mengerikan.

Lin Yuan mengernyit sambil memperhatikan pola serangan yang muncul secara bergantian dari sisi kiri dan kanan.

"Kalau tadi aku melangkah..."

"...mungkin sudah mati."

Naluri Tempur mulai membaca jeda di antara setiap serangan dan menunjukkan beberapa kemungkinan jalur aman.

Lin Yuan tidak langsung bergerak, melainkan menunggu satu putaran penuh untuk memastikan pola tersebut benar.

Setelah itu, ia melangkah mengikuti celah yang ditunjukkan sistem sambil menjaga tubuh tetap serendah mungkin.

Satu langkah.

Dua langkah.

Empat langkah.

Semuanya berjalan sesuai perkiraan sampai salah satu dinding tiba-tiba mengeluarkan suara retakan yang berbeda.

KRAAAK!

Sebuah jarum batu melesat dari sudut yang tidak muncul dalam analisis sebelumnya.

Lin Yuan segera memutar tubuh.

Jarum itu menggores lengan kirinya sebelum menancap pada lantai beberapa langkah di belakang.

Lin Yuan berhenti sesaat sambil menatap luka tipis yang baru muncul.

"Naluri Tempur juga bisa gagal."

Ia tidak menyalahkan sistem karena lorong ini sudah berusia sangat lama dan sebagian mekanismenya jelas berubah.

Lin Yuan justru menjadi semakin berhati-hati sampai akhirnya berhasil melewati seluruh jebakan tanpa luka tambahan.

Di ujung lorong terdapat ruangan batu kecil dengan sebuah kerangka duduk bersandar pada dinding.

Pakaian di tubuh kerangka sudah hampir menjadi debu, sedangkan pedang di sampingnya patah menjadi dua bagian.

Lin Yuan mendekat perlahan dan menemukan sebuah keping batu hitam tergenggam di tangan kerangka tersebut.

Saat jemarinya menyentuh keping itu, Mata Takdir tiba-tiba bereaksi tanpa diperintah.

WUUUNG!

Sebuah bayangan samar muncul di hadapannya.

Seorang pria berlumuran darah berdiri di lorong yang sama sambil memegang pedang patah.

"Aku gagal..."

Suara itu terdengar sangat lemah.

Bayangan pria tersebut mengangkat wajah sebelum sosoknya mulai retak seperti kabut tertiup angin.

"Kalau kau sampai di Menara..."

"...jangan biarkan Menara memilihmu."

Bayangan itu menghilang.

Lin Yuan terdiam sambil menatap keping batu yang kini terasa dingin di tangannya.

"Menara?"

Suara sistem segera terdengar.

【Jejak Takdir terdeteksi.】

【Fragmen Jejak Takdir diperoleh.】

Lin Yuan menggenggam benda tersebut lebih erat.

Tempat ini ternyata menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar jalan keluar dari jurang.

Lin Yuan menyimpan Fragmen Jejak Takdir ke dalam pakaiannya sebelum mengamati ruangan batu tersebut sekali lagi.

Selain pedang patah dan kerangka tanpa nama, tidak ada benda lain yang tampak memiliki nilai ataupun kegunaan.

Ia tidak berniat membuang waktu mencari harta yang mungkin tidak pernah ada sejak awal.

Tujuan terpentingnya sekarang adalah memahami tempat ini dan menemukan jalan keluar sebelum tujuh hari berlalu.

Lin Yuan melewati kerangka tersebut dan menemukan lorong lain yang tersembunyi pada bagian belakang ruangan.

Berbeda dari jalan sebelumnya, lorong kali ini semakin lebar hingga tiga orang dapat berjalan berdampingan dengan mudah.

Simbol-simbol kuno juga semakin banyak, sementara cahaya hitam dalam tubuhnya bergetar lebih kuat setiap beberapa langkah.

Setelah berjalan cukup jauh, sebuah pintu batu raksasa akhirnya muncul dan menutup seluruh ujung lorong.

Permukaan pintu dipenuhi ukiran yang hampir terkikis, tetapi simbol di bagian tengah masih terlihat sangat jelas.

Lin Yuan mengenalinya.

Simbol itu sama dengan lambang pada dinding batu yang membuka jalan dari gua sebelumnya.

Ia belum sempat menyentuhnya ketika cahaya hitam di dalam tubuhnya tiba-tiba bergerak dengan sendirinya.

DUM!

Pada saat bersamaan, rasa sakit tajam menjalar dari pusat kultivasinya hingga membuat Lin Yuan terhuyung mundur.

Segel yang sebelumnya ditemukan sistem pada Akar Rohnya sedang bereaksi terhadap sesuatu di balik pintu tersebut.

【Segel Akar Roh mengalami resonansi.】

【Sumber resonansi terdeteksi dari wilayah di depan.】

Lin Yuan menahan rasa sakit sambil menatap pintu raksasa dengan ekspresi yang semakin serius.

"Cahaya hitam, Sistem Pemakan Takdir, dan sekarang segel Akar Rohku..."

Terlalu banyak kebetulan berkumpul di tempat yang sama untuk dianggap sebagai kejadian tanpa hubungan.

Lin Yuan hendak mendekati pintu ketika suara gesekan batu tiba-tiba terdengar dari kedua sisi lorong.

Dua bagian dinding terbuka perlahan, lalu sebuah sosok setinggi hampir dua meter melangkah keluar dari dalamnya.

Tubuh sosok tersebut terbuat dari batu hitam, sementara cahaya merah menyala dari bagian tengah dadanya.

【Ancaman terdeteksi.】

Penjaga batu itu langsung mengayunkan lengannya tanpa memberikan kesempatan kepada Lin Yuan untuk mundur lebih jauh.

【Naluri Tempur aktif.】

Lin Yuan melihat lintasan serangan dan segera bergeser sebelum tinju batu menghantam tempatnya berdiri.

Ledakan keras terdengar ketika lantai retak, memperlihatkan betapa besar kekuatan yang tersimpan dalam tubuh penjaga tersebut.

Lin Yuan membalas dengan menebaskan pedangnya pada lengan lawan, tetapi hanya menghasilkan percikan kecil tanpa meninggalkan kerusakan berarti.

"Tubuhnya terlalu keras."

Ia segera mundur ketika penjaga kembali menyerang dengan gerakan yang lebih cepat daripada sebelumnya.

Naluri Tempur memperlihatkan pola serangannya, tetapi Lin Yuan tidak lagi sekadar mengikuti setiap lintasan yang diberikan sistem.

Ia mengamati sendiri bagaimana cahaya merah pada dada penjaga selalu berkedip sebelum tubuh batu tersebut bergerak.

"Jadi itu sumber kekuatannya."

Lin Yuan sengaja membiarkan penjaga mendesaknya menuju dinding, membuat jarak antara mereka semakin sempit.

Tinju batu kembali meluncur menuju kepalanya, tetapi kali ini Lin Yuan sudah menunggu kesempatan tersebut.

Ia menunduk pada saat terakhir, membuat pukulan penjaga menghantam dinding dan tertahan beberapa detik.

Lin Yuan langsung bergerak.

Pedang besinya menusuk tepat menuju cahaya merah yang berada di tengah dada penjaga.

KRAAAK!

Ujung pedang menembus lapisan tipis yang melindungi inti, kemudian menghancurkan kristal merah di dalamnya.

Penjaga batu membeku.

Cahaya pada matanya padam sebelum tubuh besarnya runtuh dan pecah menjadi beberapa bagian di lantai.

Lin Yuan menarik pedangnya sambil mengatur napas yang kembali memburu setelah pertarungan singkat tersebut.

Naluri Tempur memang memberinya keuntungan, tetapi kemenangan tadi datang setelah dirinya memahami kelemahan lawan.

Ia semakin yakin bahwa bergantung sepenuhnya kepada sistem hanya akan membuat kemampuan bertarungnya berhenti berkembang.

Suara gemuruh mendadak terdengar dari depan sebelum Lin Yuan sempat beristirahat lebih lama.

Pintu batu raksasa mulai terbuka.

Udara kuno menerpa wajahnya, membawa aroma tanah dan debu yang seolah telah terkurung selama ribuan tahun.

Lin Yuan melangkah melewati pintu, kemudian berhenti ketika melihat pemandangan yang terbentang di hadapannya.

Di balik lorong sempit ternyata terdapat ruang bawah tanah begitu luas hingga ujungnya hampir tidak terlihat.

Jalan batu membentang menuju kejauhan, dikelilingi bangunan-bangunan tua yang berdiri seperti sisa sebuah kota mati.

Tidak ada manusia maupun suara kehidupan, hanya kegelapan yang menyelimuti reruntuhan tersebut dalam keheningan panjang.

Lin Yuan kemudian melihat prasasti besar berdiri tidak jauh dari pintu yang baru saja dilewatinya.

Sebagian tulisannya telah hancur, sehingga ia tidak mampu mengenali karakter kuno yang masih tersisa.

Sistem tiba-tiba bereaksi.

【Tulisan kuno terdeteksi.】

【Identifikasi selesai.】

Dua kata kemudian muncul dalam pikiran Lin Yuan.

【MAKAM TAKDIR】

"Makam Takdir..."

Lin Yuan baru saja mengucapkan nama tersebut ketika Mata Takdir mendadak aktif dengan sendirinya.

WUUUNG!

Pemandangan di hadapannya langsung berubah.

Ratusan jejak Takdir tersebar di seluruh kota mati, jauh lebih banyak daripada semua yang pernah dilihatnya sebelumnya.

Ada yang redup, terputus, bahkan berubah gelap seperti sesuatu telah mencemari keberadaannya sejak waktu yang sangat lama.

Namun jauh di kedalaman Makam Takdir, satu jejak memancarkan tekanan yang membuat Lin Yuan tanpa sadar menggenggam pedangnya.

【Peluang Takdir khusus terdeteksi.】

【Peringatan: tingkat bahaya tidak dapat dianalisis.】

Lin Yuan menatap cahaya di kejauhan, lalu mengambil langkah pertama memasuki kota yang telah terkubur itu.

Ia datang hanya untuk mencari jawaban dan jalan keluar dari jurang.

Namun kini Lin Yuan mulai menyadari bahwa jurang tersebut mungkin telah membawanya menuju sesuatu yang jauh lebih besar.

...----------------...

Bersambung...

1
bang dul
cerita ini sebetulnya bagus tanpa sistim seperti di novel2 lainnya
Otna Forever: Mksih, aku lagi membuat revisinya 🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!