NovelToon NovelToon
SAJADAH Di Atas BARA

SAJADAH Di Atas BARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:482
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Sebuah proses perjalanan pulang seorang wanita yang tersesat jauh dari Agama.
karena,kehancurannya di masa lalu.
Perjalanan mencari makna hidup,keikhlasan,dan cinta yang tulus untuknya.

happy reading💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BADAI DI TENGAH PERJALANAN

Bagi seorang Rayn, mencari wanita pengganti Maira sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Dengan pesona manipulatif yang ia miliki, ia bisa dengan sangat gampang menggaet wanita lain yang lebih penurut, bahkan yang secara fisik dinilai lebih segalanya dari Maira. Namun, entah kutukan apa yang sedang berjalan, beberapa kali Rayn mencoba membuka hati, pikirannya tetap buntu. Bahkan saat ia sedang menghabiskan waktu bersama Naomi—wanita yang rela melakukan apa saja demi menyenangkannya—bayangan Maira yang kini tampil anggun dan menjaga jarak justru terus menghantui kepalanya.

Rasa penasaran itu kini telah berubah menjadi sebuah obsesi yang beracun.

“Gue harus dapetin Maira balik. Gak peduli gimana caranya,” batin Rayn bertekad di dalam kamarnya. Ego lelakinya terluka melihat Maira bisa hidup tenang tanpanya. Malam itu, ia bertekad menghalalkan segala cara untuk membuat Maira kembali bersimpuh di pelukannya.

Rayn langsung beranjak dari kasur, menyambar kunci mobil, dan melesat membelah malam menuju rumah kontrakan Maira. Sesampainya di sana, Rayn berulang kali mengetuk pintu kayu rumah tersebut dengan tidak sabaran. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Enggan pulang dengan tangan kosong, Rayn memutuskan untuk duduk di kursi teras, berniat menunggu Maira sampai kapan pun perempuan itu pulang.

Sementara itu, taksi online yang membawa Maira akhirnya berhenti tepat di depan rumah. Maira turun dengan sisa rasa perih di dadanya akibat kabar perjodohan Fatih dan Halwa. Namun, baru saja ia melangkahkan kakinya memasuki halaman, langkah berikutnya seketika terhenti total. Tubuh Maira menegang saat menangkap sosok Rayn yang sedang duduk menunggunya di teras.

Di sisi lain, Rayn yang menyadari kedatangan Maira langsung bangkit berdiri. Lelaki itu mendadak membeku sejenak di tempatnya. Pandangan matanya tak berkedip, menatap Maira dari ujung kaki hingga ujung kepala. Rayn bener-bener tidak menyangka bahwa dengan balutan gaun panjang dan hijab pashmina malam ini, Maira terlihat jauh lebih menawan, bersih, dan memancarkan kecantikan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

“Maira... kamu dari mana malam-malam begini?” ucap Rayn, yang entah mengapa nadanya mendadak melemput secara drastis.

Maira menatap mantan kekasihnya itu dengan pandangan yang teramat sinis. “Lo gak perlu tahu gue dari mana. Mau ngapain lagi Lo ke sini, Ray?”

Rayn maju selangkah, mencoba memotong jarak di antara mereka dengan raut wajah yang dibuat sebut bertekuk lutut. “Mai, gue mau minta maaf. Tolong kasih gue kesempatan satu kali lagi... Gue bener-bener baru sadar kalau gue cuma mau sama Lo, Mai.”

Maira mendengus miris, tawa hambar lolos dari bibirnya. “Ray, gue kenal Lo itu udah lama banget. Lo kayak gini sekarang, itu cuma karena Lo mau tubuh gue lagi, kan? Buat apa sih, Ray? Sekarang Lo udah punya Naomi yang mau ngelakuin apa aja buat kepuasan Lo. Lo puas-puasin deh sana sama Naomi, jangan bikin dia datang dan ngelabrak gue lagi kayak waktu itu!”

“Tapi Lo beda, Mai! Gue gak mau tubuh Lo doang sekarang. Gue mau Lo seutuhnya jadi milik gue!” bantah Rayn frustrasi. “Gue gak bisa sama Naomi. Gue sadar gue salah selama ini, gue minta maaf. Dan gue baru benar-benar sadar kalau gue sayang banget sama Lo dan gak bisa kehilangan Lo, Mai. Jadi tolong... kembali sama gue.”

Rayn bergerak maju, mencoba meraih pergelangan tangan Maira untuk memelas. Namun, dengan gerakan cepat dan tegas, Maira langsung menepis tangan kotor itu sebelum sempat menyentuh kulitnya.

“Ray, sebenarnya gue mau bilang makasih sih sama Lo,” ucap Maira dengan nada suara yang kini lebih tenang namun menghujam. “Kalau bukan karena Lo nyakitin gue dan selingkuh waktu itu, gue mungkin sampai detik ini masih tenggelam di dalam dunia neraka yang Lo buat seakan-akan itu surga. Berkat Lo selingkuh sama Naomi, itu bikin gue tersadar, dan mempertemukan gue sama seseorang yang bisa bikin tujuan hidup gue yang selama ini hilang arah kembali lagi.”

Maira menarik napas dalam-dalam, menatap Rayn dengan tatapan final. “Kalau Lo emang mau minta maaf, oke, gue maafin semua kesalahan Lo. Tapi tolong... pergi jauh-jauh dari hidup gue dan jangan pernah muncul lagi.”

Mendengar nama 'lelaki lain' yang disinggung oleh Maira, emosi Rayn langsung tersulut hebat. Wajahnya memerah padam, urat lehernya menegang seketika.

“Maira! Gue gak mau tahu ya, Mai! Lo kenapa sekarang susah banget sih diajak ngomong baik-baik?!” bentak Rayn kasar, nadanya naik satu oktaf membuat suasana malam yang sepi itu mendadak mencekam. “Oke, Mai. Lo lihat aja nanti. Kalau Lo gak mau balik sama gue, gue jamin gak bakal ada satu pun laki-laki yang mau sama Lo! Dan kalau gue gak bisa dapetin Lo, orang lain pun jangan harap bisa masuk ke hidup Lo!”

Sebelum Maira sempat mencerna ancaman itu, Rayn bergerak brutal. “Sekarang Lo harus ikut gue!”

“Ray! Lo mau bawa gue kemana?! Lepasin, Ray! Gue gamau... Tolong!! Tolong!!” teriak Maira histeris, berusaha memberontak dan memukul dada Rayn saat lengan kekarnya diseret paksa menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan.

“Gak bakal ada yang nolongin Lo malam-malam begini, Mai!” ucap Rayn gelap mata. Saat Maira terus berontak, tangan Rayn tanpa sengaja menarik jilbab pashmina yang Maira kenakan hingga kain itu terlepas dan berantakan, memperlihatkan rambut Maira yang tergerai.

“Ray, lepasin gue berengsek! Lo mau bawa gue kemana?!” jerit Maira dengan sisa-sisa tenaganya. Namun, sekuat apa pun Maira melawan, tubuh dan tenaga wanitanya kalah telak dari kekuatan brutal Rayn yang sudah dikuasai ambisi jahat. Dengan satu sentakan kasar, Rayn mendorong tubuh Maira ke dalam jok depan mobilnya, menutup pintu dengan keras, lalu langsung menguncinya dari dalam. Mobil itu pun melesat cepat membelah jalanan malam yang mulai lengang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!