NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pusing

"Callie, katanya mau ke sekolahnya Kak Arthur. Kok ini malah belum bangun sih," seru Rachel dengan omelan khas Ibu-Ibu yang kesal karena anaknya susah dibangunkan.

Rachel merasa aneh dengan Callie yang sangat susah dibangunkan saat ada suatu hal yang penting begini. Padahal jika paginya ada hal penting, Callie akan semangat bangun dan paling pertama menyiapkan sesuatu. Rachel sudah menggoyangkan tangan Callie sampai mencium pipi gembul anak itu berulangkali. Namun Callie sama sekali tidak membuka matanya. Callie hanya bergumam tak jelas kemudian tidur lagi dengan mencari posisi yang nyaman. Arthur yang tadi sudah selesai sarapan, akhirnya segera ke kamar adiknya. Pasalnya dia harus segera berangkat bersama Rachel. Nanti kalau ditinggal, pasti Callie akan mengomel dan merasa seperti orang yang tersakiti.

"Callie, Kak Arthur tinggal ya kalau nggak bangun. Nggak usah jadi demo di sekolah. Nanti biar Kak Arthur yang tampar balik itu gurunya," seru Arthur membuat Callie langsung menegakkan badannya. Namun matanya masih tertutup rapat dengan rambut acak-acakan. Hal itu membuat Rachel begitu terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Callie.

"Callie masih ngantuk. Semalam habis membasmi nyamuk-nyamuk nakal. Lasanya kepala Callie masih belputal-putal, pusing." ucap Callie dengan pelan. Rambutnya yang acak-acakan dengan mata terpejam itu membuat Callie terlihat sangat menggemaskan di mata Rachel dan Arthur. Bahkan masih bisa-bisanya mengomel di saat kepalanya pusing.

"Nggak ada nyamuk di rumah ini. Nyamuknya bakalan pada..."

"Kelapalan kalena ndak bisa hisap dalah Callie yang ketulunan kolongmeja ini," sela Callie sebelum Arthur menyelesaikan ucapannya.

Daripada ucapan anaknya semakin melantur, Rachel segera menggendong Callie dan membantunya mandi serta bersiap. Tak masalah Arthur berangkat terlambat ke sekolah. Pasalnya hari ini Arthur memang tidak akan masuk ke kelas. Dia hanya akan menemui guru yang kemarin menamparnya. Dia juga akan membuat pihak sekolah tegas menghukum Dani dan Faro. Arthur pun keluar dari kamar Callie kemudian menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada Lucky yang matanya sedikit memerah. Lucky memang kurang tidur semalam, bahkan terlihat sekali kantung matanya sedikit menghitam.

"Papa juga masih mengantuk?" tanya Arthur yang melihat Lucky mengetik sesuatu pada laptop tapi kepalanya berulangkali hendak terkantuk.

"Iya, semalam banyak nyamuk. Jadi Papa harus membereskannya agar tidak membuat penyakit," ucap Lucky membuat Arthur tampak bingung.

"Tadi Callie bilang membasmi nyamuk. Papa juga. Ini bukan nyamuk biasa berarti? Atau hanya kiasan saja untuk menyebut sesuatu?" gumam Arthur yang merasa curiga dengan Lucky dan Callie. Sepertinya Lucky dan Callie mempunyai rahasia yang tidak dirinya ketahui.

"Siapa yang Papa maksud dengan nyamuk? Bukan nyamuk hewan kan?" tanyanya dengan tatapan menyelidik.

Lucky yang mendengar pertanyaan dari anaknya pun langsung mengalihkan perhatiannya dari laptop. Lucky menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Namun Arthur sepertinya belum puas dengan jawaban Lucky. Arthur ingin Lucky menjelaskan apa yang terjadi. Bagi Lucky, tak masalah jika Arthur mengetahui tentang dia yang berkecimpung di dunia bawah. Pasalnya suatu saat nanti, Arthur pasti juga akan bersentuhan dengan dunia itu.

"Markas dunia bawah. Organisasi yang dulu dibangun Opa sama teman-temannya. Ada pengkhianat," ucap Lucky sambil menghela nafasnya kasar. Entah dia harus bersyukur atau tidak dengan fakta ini. Arven ini termasuk anggota yang sudah lumayan lama bergabung, tapi malah menjadi pengkhianat. Padahal di sana, mereka takkan kekurangan uang. Lebih dari cukup untuk bertahan hidup dengan keluarganya.

"Jadi yang Papa maksud nyamuk itu pengkhianat?" tanya Arthur mencoba memahami maksud dari Lucky. Papanya itu langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Berarti apa si Callie juga semalam ikut membasmi pengkhianat ini? Makanya dia susah dibangunkan pagi ini," gumam Arthur sambil melirik sekilas pada Lucky yang sudah kembali fokus pada laptopnya.

"Callie sudah sejauh ini?" Arthur rasanya tidak percaya dengan ini. Jika apa yang dipikirkannya kali ini benar, sungguh Arthur merasa tertinggal dari Callie. Setahunya Callie hanya tahu asal tembak bukan mengurus dunia bawah.

"Mungkin hanya kebetulan saja. Tidak mungkin..."

***

Tung... Tung...

Dong... Dong... Dong...

Kami lagi bemo,

Siapa yang kemalin nampal cicit tampannya kelualga lobelto?

Callie dengan hebohnya memukulkan spatula dengan wajan yang dibawanya. Rachel pun begitu dengan membawa galon kosong masuk ke dalam area sekolah. Sedangkan Lucky dan Arthur tidak mau keluar dari mobil. Mereka sedikit malu dengan tingkah absurd Rachel dan Callie. Walaupun tujuannya baik, membela Arthur. Keduanya juga memakai panci di atas kepala sebagai topi. Hal itu membuat perhatian siswa dan wali yang kebetulan sudah ada di sekolah, benar-benar teralihkan.

"Kok ngomongnya pakai cicit keluarga Roberto sih?" tanya Rachel yang memang Arthur tidak dikenal sebagai cicit keluarga Roberto. Bahkan nama belakangnya saja tidak ada "Roberto".

"Bialin. Bial semua olang tahu kalau ada cicit kelualga lobelto yang dianiaya. Ndak usah sok-sokan menyembunyikan nama kelualga kaya si plastik Mika. Buat apa? Kita bangga jadi anggota kelualga lobelto yang kolongmeja itu," celoteh Callie sambil mengedikkan bahunya.

"Konglomerat, bukan kolongmeja." Rachel sangat heran dengan Callie. Jika berbicara panjang lebar pasti belibet dan tidak pernah benar ucapannya.

"Ayo teluskan bemonya. Sampai gulu itu kelual," seru Callie menyadarkan Rachel agar melanjutkan demo.

Harus tanggungjawab guru Arthur yang kemarin menamparnya,

Apa?

Saat Callie yang berbicara, sebenarnya mereka tak paham dengan kalimatnya. Namun saat Rachel yang bicara, semua paham. Ternyata ada seorang oknum guru yang menampar salah satu siswa. Walaupun demo dengan cara aneh, tapi ini untuk mencari perhatian wali siswa dan guru. Jika tidak begini, mereka yakin tak akan ada yang menggubris. Apalagi mereka tidak dikenal sebagai anggota keluarga konglomerat. Rachel terus memukul galon yang dibawanya hingga guru-guru keluar. Arthur pun dengan cepat keluar dari mobil saat melihat sosok Ibu Mara. Di sana juga ada Dani dan Faro.

"Keluar kamu guru yang kemarin menampar anakku. Kamu harus tanggungjawab, mau aku balas tampar bolak-balik. Anak-anakmu yang suka jahil itu juga," teriak Rachel dengan menggebu-gebu.

"Jadi anak kok nakal. Diajalin sopan santun ndak sama olangtuanya? Kalau ndak, sini Callie ajalin." seru Callie membantu Rachel.

Dong...

Tang... Tang...

"Ayo, Ibu-Ibu. Bantu kami. Jangan diam aja dong di situ. Ada olang yang anaknya ditampal lho, malah dilihatin aja." serunya mengomeli wali siswa yang hanya berdiri dan mengamati.

Tampaknya Callie sangat kesal dengan orang-orang di sana. Bisa-bisanya dia dan Rachel sudah berteriak sampai membunyikan alat yang dibawa. Malah mereka hanya melihat dan merekam saja. Tidak membantu sama sekali. Callie yang kesal pun langsung mengomeli mereka hingga beberapa wali siswa ikut bergabung.

"Itu guru yang kemarin menamparku, Mama." teriak Arthur sambil menunjuk ke arah Ibu Mara.

Eng...

Selang...

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!