NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

​BOOOM...!!!

​Tinju kiri Wu Tian dilepaskan tanpa ada sedikit pun keraguan. Pukulan itu sama sekali tidak disertai oleh fluktuasi energi spiritual (Qi) luar ataupun mantra elemen yang rumit. Itu adalah hantaman yang murni mengandalkan kecepatan, kepadatan massa, dan daya hancur fisik mutlak dari altar Shenzhou yang telah dikompresi hingga ke titik ekstrem. Udara di depan kepalan tangannya seketika terdistorsi hebat, menciptakan suara ledakan sonar yang memekakkan telinga seisi arena.

​Dalam keputusasaan yang mendalam, Wu Yan mencoba memeras sisa-sisa energi spiritual dari Pil Tirani Api di dalam meridiannya, memanggil lapisan perisai api instan di depan wajahnya. Namun, di hadapan tinju murni Wu Tian, perisai api tebal itu hancur berkeping-keping layaknya kaca tipis yang dihantam palu godam.

​DUUUM!!!

​Hantaman telak mendarat tepat di tengah wajah tampan Wu Yan. Suara mengerikan dari retakan tulang rahang dan hidung yang remuk terdengar menggema jelas di tengah keheningan Koloseum. Dampak dari pukulan gila tersebut seketika memutus kesadaran Wu Yan. Tubuhnya melesat horizontal dengan kecepatan luar biasa, membelah sisa kabut asap di atas panggung, sebelum akhirnya menghantam dinding pembatas batu luar arena hingga hancur berantakan.

​Wu Yan terkapar di dalam puing-puing batu dengan kondisi yang teramat mengenaskan. Wajah keangkuhannya kini telah hancur bersimbah darah, dan kobaran api spiritual di sekujur tubuhnya padam sepenuhnya. Tanpa adanya perlindungan energi spiritual, efek samping beracun dari Pil Tirani Api langsung menyerang balik dengan sangat ganas, merobek dan merusak jaringan meridian internalnya secara permanen. Sang jenius peringkat dua klan kini tidak lebih dari sekadar raga yang sekarat.

​Keheningan yang mencekam sempat melanda seluruh tribun penonton bawah, sebelum akhirnya meledak dalam kegemparan massal yang tak terkendali. Murid-murid luar berteriak histeris, sementara area murid dalam dilingkupi oleh kepanikan dan syok yang teramat mendalam.

​"Yan'er!!!"

​Sebuah raungan penuh kemurkaan memecah langit Koloseum. Sesosok pria tua dengan jubah merah pekat melompat turun dari panggung kehormatan tertinggi dengan kecepatan kilat. Dia adalah Tetua Faksi Murid Dalam—sosok yang secara rahasia memberikan pil terlarang kepada Wu Yan semalam. Wajah tuanya tampak terdistorsi oleh kemarahan yang meledak-ledak saat melihat murid kebanggaannya dihancurkan hingga cacat.

​BUM!

​Tetua tersebut mendarat di atas panggung batu dengan tekanan spiritual Ranah Fondasi Spiritual yang masif, langsung mengarahkan telapak tangan yang dialiri energi membunuh ke arah Wu Tian. "Bocah haram dari cabang terpencil! Di atas panggung turnamen klan, kamu dengan sengaja menggunakan cara kejam dan berniat membunuh sesama saudara seperguruan! Tindakanmu sudah menyimpang ke jalan iblis! Hari ini, aku sendiri yang akan mengeksekusimu di tempat demi menegakkan keadilan klan!"

​Penjaga arena yang bertugas memimpin pertandingan seketika ragu-rago. Secara hukum turnamen, Wu Tian menang secara legal karena Wu Yan tidak sempat mengangkat tangan atau mengucapkan kata menyerah. Namun, tekanan dari Tetua Faksi Dalam terlalu besar untuk ia lawan.

​Tepat ketika Tetua Faksi Dalam hendak melayangkan serangan mematikan ke arah Wu Tian yang masih berdiri diam, sebuah dengingan logam yang teramat jernih dan tajam mendadak membelah udara Koloseum.

​SHING...!!!

​Secercah hawa pedang berwarna putih keperakan melesat dari tribun barat, menghantam lantai batu tepat di depan kaki Tetua Faksi Dalam, menciptakan torehan garis dalam yang memancarkan hawa dingin yang tajam. Di tribun atas, Jian Chen memberikan kode mata yang tegas kepada tetua pendampingnya dari Sekte Pedang Langit.

​Sesosok tetua berjubah putih dengan pedang panjang di punggungnya perlahan berdiri dari singgasana kehormatan faksi luar, menatap rendah ke arah panggung dengan senyum penuh cemoohan. "Hmph! Tetua Klan Wu, bukankah tindakanmu ini sudah terlampau memalukan? Seluruh penonton di Koloseum ini melihat dengan jelas bahwa muridmu kalah dalam duel satu lawan satu yang sah. Mencoba membunuh murid luar yang menang hanya karena egomu terluka... apakah ini yang disebut dengan nama besar keadilan Klan Wu?"

​Tidak ingin ketinggalan momentum untuk mempermalukan rival mereka, Tetua Agung dari Klan Li juga ikut bangkit dan mendengus dingin. "Benar-benar lelucon yang menggelikan. Lihatlah tubuh Wu Yan yang terkapar di sana. Sisa-sisa fluktuasi energi merah pekat dari Pil Tirani Api masih merembes keluar dari pori-pori kulitnya yang rusak. Klan Wu tidak hanya menggunakan obat terlarang secara curang di dalam turnamen internal, tetapi sekarang kalian juga mencoba membantai murid luar berbakat kalian sendiri demi menutupi rasa malu? Sungguh sebuah kepemimpinan yang bobrok!"

​Perang mulut di antara para master tingkat tinggi dari ketiga faksi besar seketika meledak di panggung kehormatan. Hawa pedang dan tekanan spiritual saling bergesekan di udara, mengubah atmosfer semifinal menjadi sebuah konfrontasi politik tingkat tinggi yang sangat menegangkan.

​Di singgasana tengah, Tetua Agung Wu Cang mengepalkan tangannya erat dengan wajah yang teramat kelam. Sebagai penguasa tertinggi klan, ia terpaksa menahan pergerakan Tetua Faksi Dalam menggunakan otoritasnya. Wu Cang sadar betul, jika mereka membiarkan eksekusi sepihak terhadap Wu Tian terjadi di depan umum di bawah tuduhan kecurangan Wu Yan yang sudah terbongkar, maka reputasi dan harga diri Klan Wu akan hancur lebur tanpa sisa di mata dua faksi rival Yunzhou.

​Di tengah-tengah panggung batu yang kini menjelma menjadi episentrum badai politik yang sangat panas, di mana para master tinggi sedang saling mengarahkan senjata dan energi mereka, Wu Tian justru menunjukkan sikap yang berada di luar batas kewajaran manusia.

​Ia sama sekali tidak mempedulikan kepanikan para tetua, tidak pula gentar terhadap niat membunuh yang diarahkan kepadanya. Dengan wajah datarnya yang kembali terlihat mengantuk dan bosan, Wu Tian melangkah santai, berjalan melewati Tetua Faksi Dalam yang sedang tertahan seolah-olah pria tua itu tidak lebih dari sekadar tiang kayu yang mati. Ia mengibaskan sisa-sisa debu abu dari jubah biru tuanya yang hangus dengan gerakan yang sangat rileks.

​Di saat yang sama, jauh di luar dinding Koloseum Raksasa, di atas sebuah atap menara tinggi yang diselimuti oleh kabut tipis, sesosok bayangan putih anggun tampak berdiri diam sejak awal pertarungan.

​Wu Xue—sang Bidadari Es—ternyata tidak sepenuhnya absen dari turnamen ini. Dari kejauhan, sepasang mata birunya yang sebersih kristal menyipit tajam, mengunci fokus pandangannya pada sisa-sisa kabut hitam tipis yang sempat mengalir di sekitar kulit tubuh Wu Tian. Insting spiritual es abadi di dalam tubuhnya bergetar hebat, merasakan riak ancaman yang sesungguhnya dari dalam diri pemuda jubah biru tua itu. Wu Xue menyadari bahwa esok hari, ia tidak akan lagi menghadapi seorang murid klan, melainkan seekor monster sejati yang keluar dari kegelapan.

​Di tengah arena yang masih dipenuhi ketegangan, pembawa acara turnamen yang tubuhnya gemetar hebat akhirnya melangkah ke depan juri, lalu meniupkan terompet spiritual dengan suara yang parau.

​"P-Pemenang babak semifinal partai pertama... Wu Tian dari cabang luar! Dengan ini, partai puncak Babak Final untuk esok hari resmi ditetapkan: Wu Tian melawan Wu Xue!"

1
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Bomb/
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Casual/🤩/Casual/
Mamat Stone
🤩/CoolGuy/🤩
LanzT0k3
lanjut thor
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Iskandar Muda
bagus cerita ny simple padat
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Skull/
Mamat Stone
😈👊👊
Mamat Stone
💪👊
Mamat Stone
/Ok//Good/
Agus Rose
kasih judul setiap bab nya biar lebih menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!