NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:672.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikmat?

Claire terus terusan memukul lengan Jeremy dan mendorong dadanya agar pria itu terlepas darinya. Dia tidak menyangka sama sekali kalau rasanya akan sesakit ini.

"Ahh, sakit Jeremy! Nggak mau, keluarin cepetan aww..." ringis Claire sambil terus berusaha mendorong tubuh Jeremy.

Namun percuma saja. Badan Jeremy terlalu besar, kekar dan sangat berlatih. Sedangkan dia? Mungil, tak ada otot dan tentu saja jauh lebih lemah dibandingkan laki-laki di atasnya ini.

Tubuh mereka sudah menyatu tapi Jeremy tidak langsung bergerak karena Claire yang heboh dengan kesakitan yang dia rasakan.

"Ssttt ... Ini bahkan belum masuk semua. Baru setengah." bisik Jeremy parau dan penuh hasrat di telinga Claire. Claire melotot lebar.

Belum masuk semua? Kalau baru setengah saja sudah sesakit ini, bagaimana kalau masuk semuanya.

"Nggak! Aku nggak mau. Mau berhenti, ahh..."

Jleb!

Mulut Claire terbuka lebar sekali ketika Jeremy menusukkan keseluruhan batangnya sampai ke pangkal.

"Ahhhh... Hwaaa ..." Claire menangis keras seperti anak kecil.

Jeremy berhenti sebentar. Bukannya merasa bersalah dan kasihan, dia malah tertawa. Ia menggunakan kesempatan itu mencium kening, mata sang istri yang berair, hidung, dan berhenti di bibirnya.

"Diamlah, nanti orang-orang mengira aku memperkosamu." bisiknya halus lalu mengecup daun telinga Claire.

"Kan memang kamu lagi perkosa aku. Hiksss ..."

Jeremy kembali tertawa. Mencubit hidung Claire.

"Kau istriku. Tidak ada yang salah kalau aku ingin melakukan apapun padamu. Nikmati saja, setelah ini, kau tidak akan kesakitan lagi." katanya lalu mulai menggerakkan pinggulnya.

Shit.

Jeremy mengumpat dalam hati. Mendapatkan gadis yang masih perawan itu rasanya luar biasa sekali. Entah ini hanya nafsu semata atau sudah ada rasa di dalamnya, Jeremy tidak peduli lagi. Terlalu nikmat. Milik Claire menjepitnya dengan sangat kuat, membuatnya hampir kehilangan kendali.

Batangnya mulai bergerak keluar masuk. Dan Claire yang tadinya terus berteriak kesakitan, perlahan suaranya berubah menjadi desahan kenikmatan. Mulutnya terbuka dengan mata sayu. Jeremy tersenyum. Sepertinya gadis yang telah resmi menjadi wanita ini akhirnya mulai terbiasa.

Perlahan rasa perih itu hilang, berganti dengan sensasi penuh yang membuatnya melupakan segala penolakannya tadi. Tubuhnya yang tadi melawan kini perlahan ikut bergerak mengikuti irama pinggang Jeremy, seolah ada tarikan tak kasat mata yang menyatukan gerakan mereka.

"Ah ... Jeremy ..." rintihnya pelan, tangannya yang tadi mendorong kini beralih melingkar erat di leher pria itu, menariknya makin dekat. Matanya yang tadinya basah karena sakit kini berbinar samar, campuran antara rasa nikmat yang mendesak gairah yang begitu besar.

Jeremy merasakan perubahan itu, senyum tipis di bibirnya makin melebar penuh kemenangan. Ia memperlambat gerakannya sejenak, membiarkan Claire menikmati setiap detik kebersamaan itu, sebelum kembali mempercepatnya dengan irama yang makin dalam dan makin berirama.

"Rasanya bagaimana?" bisiknya parau tepat di bibir Claire, napasnya memburu sama hebatnya dengan istrinya.

"Masih mau bilang aku menyiksamu?"

Claire tidak menjawab. Hanya erangan dan rintihan kenikmatan yang terus keluar dari bibirnya.

"Mmhh... Ahh ..."

Mendengar itu, Jeremy makin bersemangat. Ia mencium bibir Claire dalam-dalam, menelan setiap desahan yang keluar dari mulut perempuan itu. Tangannya mengunci pinggang istrinya, mengatur setiap gerakan agar semakin mendekatkan mereka. Setiap sentuhan, setiap gerakan, seolah menjadi bukti nyata bahwa gadis ini adalah miliknya seutuhnya, dan dia adalah milik gadis ini.

Plok plok plok!

Bunyi khas percintaan mereka memenuhi kamar seiring dengan gerakan Jeremy yang semakin menjadi-jadi. Pria itu tidak ada lembut-lembutnya sama sekali sekarang. Tusukannya makin cepat dan dalam, membuat Claire merasa sangat penuh di dalam saja, sampai perutnya sedikit mengembung karena milik Jeremy menusuk sampai di titik yang paling dalam dan paling sensitif. Claire melengkungkan punggungnya hebat, mencengkeram pundak Jeremy hingga meninggalkan jejak merah di sana, napasnya tersengal-sengal tak beraturan.

"Ah... terlalu dalam... Jeremy... aahh!" serunya terputus, matanya terpejam rapat merasakan setiap tusukan yang seolah merobek kesadarannya, namun di saat yang sama mendatangkan rasa nikmat yang tak terhingga. Ia tak lagi bisa berpikir jernih, tak lagi bisa bicara, yang ada hanya tubuhnya yang merespons setiap gerakan suaminya dengan gerakan yang sama hebatnya.

Jeremy seolah tak mendengar keluhan itu, justru semakin bersemangat mendengarnya. Ia menunduk kembali mencumbui leher jenjang Claire, meninggalkan jejak-jejak merah sebagai tanda bahwa tak ada bagian dari gadis ini yang bukan miliknya. Tangannya meremas pinggang istrinya erat, memastikan tak ada celah sedikit pun di antara mereka.

"Jeremy, aku mau ..." mulut Claire terbuka lebar sekali. Jeremy tentu tahu dia mau apa. Pria itu tersenyum dan makin mempercepat tumbukannya.

"Ahhhh ...!"

"Ohhh ...!"

Claire akhirnya menerima pelepasannya di ikuti oleh Jeremy. Tubuh Claire terangkat ke atas seketika saat gelombang rasa itu meledak hebat dari dalam dirinya, seluruh badannya menegang kaku sejenak sebelum akhirnya melemas sepenuhnya dalam pelukan suaminya. Jeremy ikut merasakannya, meledak bersamaan dengan desahan berat yang terpendam di leher Claire, seolah seluruh rasa yang ia tahan selama ini akhirnya tumpah sepenuhnya di dalam sana.

Keduanya terengah-engah hebat, keringat bercucuran membasahi kulit mereka yang saling menempel erat. Ini adalah pelepasan paling dahsyat yang Claire rasakan dibanding saat Jeremy menggodanya menggunakan mulut dan tangannya.

Belum sempat Claire meredakan sisa-sisa pelepasan yang dia rasakan itu, tubuhnya sudah dibalik dan Jeremy kembali memasukinya dari belakang.

"Masih lagi?" Ia menolehkan wajahnya ke belakang, menatap Jeremy tidak percaya. Pria itu menyeringai kecil.

"Tentu saja. Kau pikir akan berakhir hanya dengan satu ronde saja? Jangan harap. Kita akan melakukannya beronde-onde, sampai kau minta-minta ampun padaku." gumam Jeremy tepat di telinganya dan kembali menusuk.

"Ah...!" jeritnya tertahan, punggungnya melengkung seketika saat tusukan itu kembali masuk dalam sekali, menyentuh titik yang sama sensitifnya namun dengan sudut yang membuat sensasi itu terasa berkali-kali lipat lebih kuat. Tangan Claire mencengkeram seprai erat, wajahnya terbenam ke bantal saat desahan-desahan panjang kembali lolos tak terbendung.

Jeremy tak memberi jeda panjang. Gerakannya kembali berirama, kali ini lebih dalam dan lebih mendesak, meluapkan segala gairah yang selama ini ia tahan-tahan. Ia menunduk, mencumbui bahu dan punggung Claire yang halus, meremas pinggang gadis itu dengan erat seolah tak ingin memberi ruang sedikit pun untuk bernapas. Meremas payudaranya dari belakang.

"Nikmat bukan?" desisnya berulang di sela gerakan, napasnya memburu di leher Claire.

Claire tak sanggup lagi menjawab. Ia merasa orgasme berikutnya akan segera melandanya. Rasanya sudah meledak lagi di ujung sana, mendesak keluar begitu saja tanpa bisa ia tahan. Tubuhnya menegang hebat, jari-jarinya mencengkeram seprai hingga buku-buku jarinya memutih, napasnya tercekat sejenak sebelum akhirnya jeritan nama Jeremy lolos membelah keheningan malam.

"Jeremy...!"

Jeremy ikut terseret arus itu, gerakannya makin liar dan dalam sebelum akhirnya meledak bersamanya, menumpahkan segalanya di dalam rahim Claire dengan desahan berat yang bergetar di dadanya. Keduanya terkulai lemas, napas mereka menyatu terengah-engah, kulit mereka basah oleh keringat namun terasa begitu hangat dan lengket satu sama lain. Jeremy jatuh di atas tubuh Claire yang jauh lebih kecil darinya.

1
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘮𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯🤭
Riska Baelah
baru x ini ad orng ngaku serakah🤣😄🤣😄😄🤭🤭🤭 claeir2 ad2 aj tingkah bahasa mu yg buat ngakak🤣😄🤣😄😄👍👍👍
mister jem ayo dtng, kaya ny claeir cs dlm bhaya/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
......bunga
semangat thor ❤️
......bunga
mantap 🔥🔥🔥
Atik Marwati
lebih sadis dari talia
Atik Marwati
kapok...
Rita
jeremy ayo peka balik Claire butuh kamu
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥betul👍👍👍👍
Rita
pinjem alat doraemon senter pengecil😁
Bagus Rahmad
gila,,gila bisa ngamuk Jeremy kalau istrinya kenapa2
Hanima
oo 😡😡
rose🦋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
mister jem cepat temukan istri nakal mu,dan bantai Mentri edan itu
jeakawa loving❤️: ya apa ini ya yang di maksud nanti Claire di culik🤔
total 2 replies
Herman Lim
gila sadis bgt istri jem ne sampe putus tuh burung mn di ambil semua lagi harta nya 🤪🤪
ardiana dili
lanjut
Arin
Oah..... udah ikut seneng empat sekawan berhasil membobol harta korup si menteri. Malah sekarang terperangkap. Semoga mereka bisa selamat dan menyelamatkan para gadis-gadis yang berada di penjara rahasia
merry
gila mentari taik kebo ya,, selain korup uang emas dia juga culik para gadis trs ditahan ruang bawah dlm kandang kcil kcil,,, ud kyk kurung kucing ajj pak,,, selain disiksa psti para korban ud mengalami pelecehan dr mentari gila itu lah,, selamatin mrk cle dan laporkan perbuatan mentari gila itu,,, tp ketahuan gmn donk ap mis ter jem bklnn dtg tp mr jem lg di luar kota 🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Nuryanti
gawatttt........
DC
Ayo Bang Jem, selamatin istri nakalmu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!