NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 GELISAH!!

    Wajah Rajab berlahan mendekat, bibir nya begitu dekat di telinga Luna___

"Apa yang kamu inginkan? ". Berbisik Rajab dengan nada lembut

   Luna cukup terkejut hingga matanya terbuka lebar kaget.

   Senyum tipis Rajab seakan tahu apa yang di ingin kan Luna padanya.

Cup

  Berlahan Rajab mencium telinga dengan lembut lalu, " cup". cium wajah pipi Luna, berlahan ke arah bawah dagu, "cup" Rajab pun mencium bagian bawah dagu

   Wajah Luna berubah menjadi memerah, tampaknya Luna menikmati apa yang di lakukan Rajab. Luna hanya terdiam kaku tidak bergerak sama sekali seperti patung

Cup

   Rajab mencium samping kiri lehernya Luna dengan berlahan namun lembut, sambil tangan kanan sudah berada di leher Luna menyentuh,, tangan kiri Rajab pegang tangan kanan Luna mengarahkan pada tubuh badan bagian perut nya, agar Luna merasakan sentuh an otot-otot bagian perut.

"Aaaaah! eummmm! ". Luna gemeteran seluruh tubuh nya terasa tersengat listrik. Tangan kanan nya mulai bergerak meraba tubuh Rajab yang kekar hingga ke atas dada yang gagah.

   Rajab masih menikmati cium leher Luna dengan gairah

" eummm! Ra.... eummmhh! ". Seluruh tubuh Luna terasa tidak bisa berkutik seakan-akan tubuh nya menerima.

    Rajab berhenti lalu menatap mata Luna dengan rasa keinginan. Rajab angkat tubuh Luna melangkah sambil melihat Wajah Luna yang memerah. Rajab duduk di atas ranjang kasur

   kini Luna berada di pangkuan Rajab sambil saling menatap satu sama lain. kedua tangan sudah berada di bahu tubuh Rajab.

   Rajab tersenyum tipis, wajah Rajab mendekat

Cup

   Kini mereka berdua bercumbu berciuman dengan lembut.

   Rajab melepaskan ciuman langsung mencium bagian dada Luna yang terlihat terbelah dengan mengenakan pakaian kemeja putih.

   Satu tangan kiri Luna menyentuh kepala Rajab yang sedang menikmati di dadanya. Luna merasa kan ada yang menonjol di bagian bawah sensitif nya benda yang keras itu semakin naik

   Tampaknya Rajab tidak tahan bau aroma tubuh Luna, nafsu nya mulai naik, Rajab tidak peduli lagi dengan masalah perasaan nya yang di pikiran nya saat ini adalah nafsu nya bisa tersalurkan.

"Ag.... aagh...! ". nafas Rajab mulai berat ia tidak bisa menahan diri, rasanya ingin di keluarkan.

   pikiran Rajab tercampur aduk, mencoba menolak tapi tubuh nya tidak ingin, kedua tangan Rajab terus merayap di tubuh punggung Luna merab setiap inci dengan hasrat.

   Rajab pun berhenti melakukan aksi nya kepalanya menempel di bagian buah dua gunung dada Luna yang menonjol dengan memeluk erat sambil penjamkan matanya. Luna menghela nafas terdiam sambil meraba rambut kepala Rajab dengan lembut.

*****

*****

*****

    Vendra sampai di rumah Luna turun dari atas jok motor, melepaskan helm di kepalanya. Saat meletakkan helm di atas jok motor, Vendra melihat Rajab keluar dari dalam rumah, ia terkejut langsung sembunyi di balik tembok samping rumah. Terlihat Rajab melangkah jalan yang ternyata di temanin oleh Luna.

"Maaf! aku tidak bermaksud melakukan itu. lain kali aku akan menjaga. apa kamu marah? ". Tanya Rajab sambil melangkah menghampiri mobilnya bersama Luna.

" Tidak! bagaimana pun kita berdua akan menikah! aku juga tidak tahu kenapa, tidak bisa melawan atau menolak, salah aku juga sebenarnya ". Jawab Luna lantang

   Vendra yang lagi bersembunyi di balik tembok samping rumah pun ekpresi heran yang di maksud membicaraan mereka itu entah apa.??

" Jadi! kamu tidak marah? ". Tanya Rajab berhenti melangkah begitu juga Luna ikut berhenti

" Tidak ". Jawab Luna melihat wajah Rajab.

   Kini mereka berdua saling menatap mata satu sama lain.

   Wajah Rajab mendekat dan___

Cup

   Rajab mencium bibir Luna. mereka berdua pun bercumbu berciuman di lihat oleh vendra yang lagi bersembunyi di balik tembok.

"Waduh!! ". Ekpresi kaget Vendra begitu jelas saat melihat Rajab dan Luna sedang bercumbu. Vendra tidak menyangka bahwa hubungan mereka sudah sejauh itu.

" Apa yang terjadi, di dalam rumah tadi? ". Vendra bertanya-tanya bingung, ia merasa selama tidak di rumah Luna mereka melakukan sesuatu di luar pikiran nya.

   Terlihat mereka berdua masih bercumbu yang cukup lama. mereka berdua cukup menikmati berciuman satu sama lain.

  Rajab menghentikan ciuman nya tangan kanan nya sudah berada di wajah pipi Luna. kening Kepala mereka menempel, terlihat wajah mereka berdua memerah malu di sertai nafas berat

"Aaagh! Luna... hemmm! ". Rajab sulit untuk mengatakan sesuatu. " Ak... aku. Ingin mencoba. boleh? ". Tanya Rajab gugup

   Luna tersenyum manis lalu____." aku tidak menolak. Kalau kamu ingin, aku merelakan itu. tapi... saat kita sudah menikah". Jawab Luna lalu dorong berlahan dan____"setelah itu kamu boleh menyentuh ku sepuas yang kamu mau!! ". Ucap nya lagi dengan ekpresi wajah nakal. Luna berbalik melangkah kembali masuk ke dalam rumah.

   Rajab yang melihat itu pun terdiam kaku, ternyata Luna bukan wanita yang gampang di main kan. Rajab pun melangkah sambil tersenyum sinis

" Wahhh... tidak salah dengar aku!! ". Vendra berkata diri nya sendiri, sambil mengorek telinga takut nya salah mendengar. Setelah Rajab pergi dengan mobil nya Vendra melangkah keluar dari sembunyian sambil menggeleng-geleng kepala terheran-heran yang tidak di sangka.

*****

*****

*****

    Rajab sampai rumah, melangkah jalan di ruang tamu.

"Rajab!! ". Sahut wilda tiba-tiba muncul melangkah mendekat

" iya! ". Jawab Rajab singkat berhenti melangkah

" Bagaimana keadaan Luna? ". Tanya wilda

" Baik-baik saja, Ehh... aku ke kamar, iya!! ". Izin Rajab untuk ke kamar pada ibu nya

" iya! ". jawabnya

   Rajab melangkah naik ke atas tangan

   Di dalam kamar, Rajab mulai uring-uringan tidak jelas, dirinya tidak bisa tenang, ini pertama kalinya dalam hidup Rajab merasakan nafsu yang cukup tinggi. selama mantannya dulu yaitu sofia tidak pernah merasakan seperti ini. ini jauh lebih nafsu di bagian bawah Rajab, benda yang ia punya masih berdiri tegak ingin rasanya di keluar kan. Rajab duduk di atas ranjang kasur dengan gelisah, ia pun naik ke atas ranjang mencoba untuk tidur, rasanya males untuk mandi.

    Tengah malam terlihat Rajab geraksak-gerusuk tidak jelas, di atas ranjang kasur yang terbaring telentang. mungkin karena belum di keluar in perasaan nya gelisah tidak tenang. ia bingung harus bagaimana, pikiran Rajab terus terbayang - bayang wajah nya Luna. Rasanya ingin memiliki Luna seutuhnya.

"Astaga... aku ini kenapa?? Luna? Secepatnya aku akan nikahin Luna". Rajab berkata pada diri nya sendiri.

****

   Pagi nya Luna yang sedang di ruang rias wajah sendirian yang lagi memoles alis matanya sendiri sambil berdiri, saat Luna asik memoles____

Klak

   Suara pintu kunci terdengar oleh Luna. Luna berbalik menoleh entah siapa yang masuk ke ruang nya.

   Muncul seseorang yang ternyata Rajab datang menemui Luna dengan tatapan tajam

"Rajab!? ". Sahut Luna terheran-heran bingung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!