Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 GEDUNG TERBAKAR!!!!
*****
*****
*****
Yang masih suasana malam di sebuah gedung kantor, terlihat Vendra sedang berdiri samping mobil sambil melihat-lihat sekitar. Tidak lama Luna keluar dari dalam gedung kantor melangkah menghampiri.
Luna yang mengenakan pakaian kemeja putih polos panjang pergelangan tangan yang sudah di gulung, kancing di bagian bawah leher nya di biarkan tidak ia kancing sedikit terlihat bagian belahan dada, rambut panjang terurai lembut sangat cantik di wajah nya.
"Pulang?? ". Tanya Vendra
" iya!! tapi... kamu bisa belikan aku makan! di sana iya!! ". Minta Luna sambil tunjuk kan tempat makan..
" ok! tunggu! ". Ucap Vendra melangkah jalan pergi.
Luna yang menunggu samping mobil hanya berdiri melihat sekitar jalan. Tidak lama Vendra berbalik membawakan makanan di tangan nya melangkah jalan kembali ke mobil yang terparkir di sana. Vendra yang berjalan mendekat mobil melihat Luna yang masih berdiri terdiam di mobil itu hanya tersenyum.
Saat melangkah jalan sebuah mobil hitam misterius berhenti dekat mobil Luna, Vendra langsung heran, tidak lama dua pria misterius dengan pakaian hitam wajah mereka di tutupi oleh topeng hitam bergegas turun dan keluar dari dalam mobil.
Luna yang tidak menyadari di belakang nya hanya melihat Vendra.
Satu pria langsung kunci leher dari belakang sambil membius ke mulut Luna. Luna berusaha berontak melawan seseorang dari belakang nya. namun Luna langsung pingsan setelah di bius.
Vendra terkejut melihat Luna di bawa oleh pria misterius itu.
"HEI!!! ". Teriak Vendra bergegas berlari mengejar pria yang membawa Luna.
Mereka masuk kan Luna ke dalam mobil bergegas jalan pergi meninggalkan Vendra.
Vendra mengejar mobil sekuat tenaga dari belakang mereka.
Di dalam mobil misterius terlihat Luna dengan ke adaan pingsan tak sadar kan diri. di samping kiri Luna sudah ada pria misterius yang membawa dan membius nya. Depan kursi joknya, satu temannya menyetir kan mobil dengan tegang.
"Hei!! wanita itu... mengejar mobil kita. apa dia tidak capek apa... berlari...!! ". Ucap nya
Teman di belakang nya menoleh kebelakang dengan terkejut. " Ahh!! masa bodoh... KECEPATAN PENUH... TINGGAL KAN DIA!! ". Perintah nya.
Mobil yang membawa Luna pun melaju cepat meninggalkan Vendra. Vendra berusaha keras sekuat tenaga mengejar mobil yang membawa Luna. namun mobil mereka sudah pergi jauh hingga Vendra pun tak sanggup berlari lagi ia pun berhenti di tengah jalan.
"AA ARRRGGGHHH!!! SIAL!! ". Sentak Vendra kesel gagal menyelamatkan Luna dan mengejar mobil mereka.
Vendra bergegas menelepon Denis___
" Halo... Denis.. aku butuh bantuan mu! SEKARANG!! ". Ucap Vendra tegang
Kemudian Vendra bergegas masuk ke dalam rumah Denis. terlihat Denis sedang main komputer sembari mencari plat mobil yang di maksud kan Vendra.
" Gimana?? kau temukan mobil mereka? ". Tanya Vendra panik
" Sudah!! hanya saja masih maju jalan, belum berhenti! aku tidak tahu mereka membawa Luna kemana". Ujar Denis yang sedang duduk depan komputer nya.
"SIAL!! KENAPA JADI BEGINI!! ". Vendra berkata sambil berfikir bingung sembari emosi tak terkendali
" ini!! liat mobil nya berhenti di sebuah gedung kosong!". Kata Denis melihat layar komputer
Vendra bergegas melihat layar komputer
"Gedung mana? ". Tanya Vendra gelisah
" Kayaknya tidak terlalu jauh dari sini!! ".Jawab Denis
" Ok!! ". Vendra bergegas melangkah jalan pergi untuk kembali ke hotel mempersiapkan sesuatu.
Di dalam hotel Vendra mengganti baju dengan mengenakan jaket hitam kulit ia tidak lupa membawa pistol untuk jaga-jaga nanti. Pistol di letak pingan samping nya sembari melangkah jalan pergi.
Di tempat lain, Luna sudah di sekap di dalam gedung kosong yang hanya menyisakan barang-barang rongsok dengan keadaan berdebu. tampaknya Luna masih ke adaan pingsan duduk di kursi dengan kedua tangan kebelakang di ikat kuat.
Pria misterius membawa sebuah bensin seperti nya berniat untuk membakar gedung berserta Luna. Bensin pun di Guyurkan seluruh gedung mengelilingi Luna yang tersekap, setelah bensin habis di tong nya, dia mengeluarkan korek api menyalakan korek lalu lempar ke bawah lantai yang sudah pakai bensin. dan durrrr... gedung pun langsung terbakar mengelilingi Luna, kini Luna terjebak di dalam api itu.
Brum.....
Brummmm.
Vendra yang membawa motor (Moge) hitam nya ngebut cepat ke gedung itu, takut terjadi sesuatu terhadap Luna. Tidak lama Vendra sampai di sebuah gedung, melepaskan helm hitam tampaknya Vendra terkejut melihat gedung di bakar begitu saja. ia lanjut turun dari atas motor bergegas jalan cepat ke gedung itu.
"Hallo, bos semuanya beres! ". Kata pria misterius di dalam mobil langsung ia matikan ponsel nya, mobil mereka pun jalan pergi meninggalkan gedung yang sudah terbakar.
Vendra yang melihat sebuah mobil langsung bergegas mengeluarkan pistol mengarahkan pada mobil mereka.
Dor...
Dor...
Seketika mobil yang mereka tumbangi tergelincir terlihat ban mobil nya pecah di tembak oleh Vendra.
CKEIIT
Bruk...
Mobil pun terguling tergelincir hingga rusak di tengah jalan itu. Setelah mobil mereka di tembak, Vendra bergegas masuk ke dalam gedung dirinya memiliki firasat kalau Luna ada di dalam gedung yang terbakar.
"Uhuk... Uhuk... TOLONG!! ". Luna tersadar dengan keadaan lemas melihat sekeliling nya ada api dan asap mengepul di sekeliling nya membuat dirinya kesulitan bernafas.
Luna berusaha melepaskan diri dari ikatan di belakang nya. ia panik, takut, terus berusaha sekuat tenaga agar bisa lepas dari ikatan tali.
"TOLONG!! HA.. HA.!! UHUK... UHUK!! TOLONG!! ". Luna terus berteriak keras meminta tolong sembari berusaha melepaskan diri.
Vendra di dalam gedung melangkah lari mencari keberadaan Luna sambil tangan kanan menutup hidung dan mulut.
" KAK LUNA!! ". Terak Vendra memanggil namanya. Api semakin besar di sekeliling gedung. " LUNA!!! ". Teriaknya lagi melangkah cepat di lorong gedung, Ia mencari menyusuri lorong..
" TOLONG!! ".
Vendra terhenti melangkah kaki mendengar suara Luna yang meminta tolong di suatu tempat, ia mencari sumber suara itu.
" KAK LUNA!! ". Vendra mencoba panggil lagi
" TOLONG!! ".
Vendra bergegas melangkah mengikuti sumber suara, terlihat api nya semakin besar dan semakin bahaya di sekeliling lorong gedung.
Vendra masuk ke dalam dan_____
" KAK LUNA!! ". Ucap Vendra terkejut melihat Luna keadaan terikat
" HA... VENDRA!! TOLONG.. AKU CEPAT!! ". Minta Luna panik
" iya!! tenang iya!! sebentar!! ". Jawabnya melangkah menghampiri Luna.
Vendra bergegas melepaskan ikatan tali, melepaskan kedua kaki yang terikat. Luna bangkit melihat sekeliling, sepertinya mereka berdua sudah terjebak di kelilingi api di mana-mana. mereka bingung harus lari kemana dan keluar ke mana.
"GIMANA INI?? ". Luna berkata sambil melihat sekeliling dengan panik.
Vendra melihat sebuah jendela kaca, ia tarik tangan Luna ke arah jendela kaca.
" kita keluar lewat jendela!! ". Ucap Vendra, ambil sebuah kursi yang tadi di duduki oleh Luna, dan__
Brak...
Kaca jendela pun pecah hancur di pukul sama kursi oleh Vendra. Akhirnya berhasil pecah kan kaca. Vendra meletakkan kursi
" Kak Luna, ayo!! cepat keluar dari sini, ayo naik!! ". Minta Vendra.