Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYESALAN NYONYA LU
Namun setelah itu Feng Li Nan berhenti melampiaskan kemarahannya pada para pelayanan maupun benda yang ada diruangan itu . secara perlahan kemarahannya meredah. Setelah itu terlihat Dia terduduk di atas ranjangnya. kedua kakinya dia angkat keatas pembaringan. Dua kakinya dia tekuk dan dia peluk dengan erat. Dan tak lama dia terlihat menangis karena kesal dan marah . Dia taruh kepalanya di atas lutut. tangisan kesal terdengar di kamar itu . Dia tak pernah menyangka kalau semua rencana dan usahanya mengusir dan membunuh Guang manyue , mengalami kegagalan. Dia bingung, di mana letak kesalahannya hingga rencana mereka gagal total.
"Kenapa bisa jadi begini.. kenapa usaha dan rencana yang sudah kami buat dengan kegagalan yang tak mungkin terjadi, mengapa bisa gagal seperti ini. apa sebenarnya yang terjadi. setiap langkah yang aku lakukan, semua berantakan. " ucapnya sambil menangis. Dan para pelayannya hanya bisa Diam tak berani membuat keributan atau suara apapun. Mereka segera pergi secara perlahan dari kamar , saat pelayan kepercayaan sang Majikan memberi isyarat keluar dari tempat itu. sesampainya di luar, mereka bernafas lega. Dan yang pertama mereka lakukan adalah, mengobati tubuh mereka yang terluka.
🍁🍁🍁
Sedangkan di tempat Guang Manyue sendiri, gadis itu segera masuk kedalam ruang Dunia kecilnya . Setelah dia meminta Ansi untuk membawakan botol kecil berisi air suci untuk sang Nenek agar di minum sore nanti . Dan juga satu pesan kalau Dia tidak bisa datang sendiri hari ini. Dan juga menyerah kan tugas mengatur para pelayan di rumah kediaman mereka pada Ansi dan kepala pelayan.
Ketika Dia sudah berada di dalam ruang Dunia Kecil , di kecil Liuli memberi salam . setelah berbicara sebentar dengan Liuli dan menerima dan memakan buah merah yang di beri Liuli, Manyue Mulai bermeditasi menyerap energi Qi dari sekitarnya. Terutama energi panas untuk kekuatan elemen api nya. Dia yang memang sudah memiliki dasar ilmu pengobatan. Dan juga seorang Dokter militer di kehidupannya dulu, ingin segera bisa kembali memiliki ilmu pengobatan di jaman Kuno ini. Tak lama terlihat dia sudah mulai tenggelam dalam dunia meditasinya.
Yang tidak di sadari Manyue adakah. Kekuatan mentalnya kini semakin kuat. ruang kesadarannya pun semakin kuat . Mungkin karena di jaman modern dia sudah memiliki mental kuat, maka dengan latihan selama beberapa hari ini, kekuatan mentalnya semakin kuat. Sepertinya kekuatan mentalnya lebih kuat dari pada kekuatan Kultivasinya. Kekuatan Kultivasi Guang Manyue masih berada di tahap dasar level empat, tapi kekuatan Mentalnya sekarang sudah berada di tahap Bumi level Dua. Membuat jarak cukup jauh antara Kultivasi dan Kekuatan Mental.
Sedangkan Ansi yang ada di dunia luar, sedang mengatur para pelayan bersama Kepala pelayanan. Dia menyuruh Juya dan Yi An bergantian menjaga kamar Guang Manyue. Ansi yang sudah tahu jika sang Nona mengunci diri di dalam kamar , sebenarnya sedang berlatih. karena itu dia melarang para pelayan mendekati kamar Guang Manyue.
Melihat Ansi menyuruh Juya dan Yi An bergantian menjaga kamar sang Nona, apalagi mereka tidak melihat Sang Nona tidak keluar dari kamarnya selama seharian , mereka tidak berani bertanya pada Ansi. Takut gadis pelayanan kepercayaan Nona Yue marah dan kesal pada mereka .
Sedangkan Guang Manyue sendiri yang sekarang berada di dalam Ruang Dunia kecil, terlihat mulai membuka matanya. Hampir lima hari di dalam dunia kecil, kekuatan mentalnya semakin meningkat. Dan kekuatan kultivasinya pun telah menerobos penghalang. Dan kini dia sudah berada di tingkat awal tahap Bumi. Di dunia kuno yang sekarang Manyue Diami, Dunia kuno ini menganut kultivasi sebagai tonggak kekuatan utama , Kekuatan kultivasi, merupakan bentuk jatidiri para pendekar yang hidup di jaman ini . Yang terkuat adalah yang mejadi panutan dan berkuasa selain seorang Kaisar . Karena itulah kehidupan Guang Manyue yang dulu tidak memiliki akar Kultivasi, menjadi cemoohan masyarakat di Sekitarnya. Kemanapun dia pergi, dia akan menjadi ejekan karena di anggap manusia rak berguna. hampir semua orang mengetahui dan mengenal Ruang Manyue sebagai wanita tak berguna. Apalagi mereka tahu kalau Gadis itu hanyalah wanita Desa yang tak berguna dan bodoh.
Ada beberapa tingkatan di dalam kekuatan Kultivasi di jaman itu . Yaitu tahap awal atau dasar, tahap Bumi, tahap langit , Guru, Maha Guru, Yuzu, Sang utama, dewa dan maha Dewa. serta penguasa. tahap penguasa adalah tahapan paling tinggi dari semua tahapan. di tahapan ini kekuatan manusia itu bisa di katakan setara dengan seorang Dewa. Untuk dewa , Maha Dewa dan juga Penguasa, jarang manusia sampai di tahapan ini. Kebanyakan dari kekuatan manusia hanya sampai pada tahap Guru atau Maha Guru. Karena itu, seseorang yang sudah berasa di tahapan Maha guru merupakan pendekar utama yang tak terkalahkan . Dan kini Manyue yang baru bisa berkultivasi , hanya butuh beberapa hari saja dia sudah berada ditingkat Bumi awal.
" Tuan...Anda benar - benar jenius sejati. Sejak dahulu hingga sekarang ini, baik itu di Dunia hamba, maupun Dunia manusia, hamba baru menemukan seseorang yang dengan sangat muda mengalami peningkatan kekuatan dengan sangat muda. Hanya dalam beberapa hari saja, anda sekarang sudah berada di level awal Bumi. Sedangkan manusia lain, hanya untuk bisa menerobos satu tingkat kekuatan saja, butuh waktu bertahun - tahun..." Ucap Liuli dengan tatapan kagum dan juga bangga.
"Mungkin karena dasar dari tubuhku ini memang cukup kuat. Hingga aku muda naik level. tapi apakah tidak ada efek samping dari kekuatan yang terlalu yang terjadi padaku ini , Xiao Li..? " tanya Guang Manyue pada si peri kecil .
"Tidak akan tuan.. buah dari pohon perak telah menetralkan kekuatan dari luar yang masuk kedalam tubuh anda menjadi kekuatan mutlak milik anda. jadi kenaikan level kekuatan anda, tidak ada masalah atau efeknya.." ucap Liuli ( Xiao Li) Guang Manyue menatap pohon di depannya. pohon perak yang berdaun lebat itu, terlihat kokoh berdiri dengan buah merah yang sangat lebat. Namun Guang Manyue tidak melihat daun dan buah merah pohon perak, tidak ada yang jatuh karena busuk dan mengering.
"Xiao Li.. kenapa daun dan buah pohon perak tidak ada yang jatuh..?" tanya Guang Manyue.
"Tempat ini tidak terpengaruh keadaan tuan. apapun yang ada do ruang Dunia kecil ini. tidak akan pernah busuk atau kering. apapun yang ada di tempat ini. akan tetap segar selamanya.. jika anda memasukkan daging kedalam ruangan ini, daging itu akan tetap utuh dan tak akan busuk.." ucap Xiao Li menjelaskan.
"Kok bisa begitu...?" tanya Guang Manyue.
"Sebab air Suci dan Ruang hampa yang mempengaruhi Ruang Dunia kecil ini tuan..." jawab Xiao Li.
"Begitu Ya..." Guang Manyue kerasa sangat bersyukur bisa memiliki Ruang Dunia kecil ini. selain penuh keajaiban, Juga bisa menjadi tempat penyimpanan yang terbaik buatnya. selain itu, bisa menjadi tempat latian yang paling baik. Tapi tunggu... Guang Manyue tiba-tiba sadar ada sesuatu yang telah dia lupakan.
"Kekuatan...Benar, kekuatan tubuh ini yang telah dia bangunkan mungkin kini semakin kuat. Manyue yakin kalau kekuatan itulah yang telah membantu dia selama ini.. apakah Dia juga yang membuat ku dengan cepat mendapatkan kekuatan ini.." ucap Guang Manyue. . Memang di Dunia modern, dia sudah di juluki si Prajurit jenius . Karena kemampuannya dalam segala hal muda dia pelajari dengan cepat. Serta memiliki otak yang sangat pintar. Tapi tidak seperti sekarang ini.. saat ini dia sangat muda dan cepat mempelajari semua yang ada di otaknya. seolah semua pelajaran masuk ke otaknya seperti air mengalir dengan deras. Dan mungkin karena itulah, di Dunia kuno ini dia memiliki otak yang cepat menerima semua ilmu dan kekuatan yang dia pelajari.
Mendengar ucapan sang Nona , peri kecil tertawa bahagia. Dia sangat menyukai tuannya yang tidak sombong dan tinggi hati melihat keistimewaan dirinya . walaupun dia belum tahu apa yang di maksud sangat tuan dengan kekuatan yang telah dia bangkitkan .
Lalu Manyue mulai belajar menggunakan kekuatan apinya untuk menciptakan api . dan benar saja, kini dia bisa memunculkan api ditangannya. Dengan wajah gembira,dia mengakhiri latihannya.
" Sekarang aku sudah bisa menciptakan api Xiao Li.. Aku akan mulai belajar meracik dan memurnikan ramuan..." Seru Guang Manyue saat Dia melihat api terbentuk dari kekuatan Elemen apinya.
"Selamat Tuan... Sekarang anda sudah bisa menciptakan api dari kekuatan anda. Apakah anda sekarang akan belajar memurnikan ramuan obat..?" Tanya Liuli.
"Tentu saja Xiao Li.. dan obat yang pertama aku ingin buat adalah, pil penawar racun untuk Nenek Li... " ucap Guang Manyue.
"Bagus Tuan.. dan hamba akan membantu tuanku.. " ucap Liuli gembira. Dan tak lama Guang Manyue dan Liuli mulai meracik obat. mungkin karena baru memurnikan ramuan, beberapa kali Guang Manyue gagal mungkin juga karena pil ramuan yang dia buat langsung pil ramuan tingkat empat. untung saja di jalan modern dia memang ahli membuat pil ramuan. dan juga mendapatkan bimbingan dari Liuli. pada akhirnya saat pemurnian yang ke lima, akhirnya dia bisa menguat pil penawar racun milik sang Nenek. setelah tercipta empat pil yang terbentuk sempurna, Guang Manyue segera mengakhiri memurnikan obat.
"Aku akhiri sampai do sini saja Xiao Li. aku akan keluar untuk melihat kesehatan Nenek.. aku takut racun itu tiba-tiba mengganas...." Ucap Manyue. Nenek Li adalah satu- satunya orang yang menyayangi pemilik tubuh ini di kediaman keluarga Feng. Karena itulah Dia juga harus Menyayangi dan menjaga wanita tua itu. Dia melakukannya mewakili sang pemilik tubuh . Andai saja bukan permintaan Guang Manyue yang asli, lebih baik dia menjauh sejauh- jauhnya dari keluarga tersebut. Sayang sekali sang pemilik tubuh memiliki kasih sayang yang sangat besar pada keluarga kandungnya. Walaupun dia telah teraniaya di keluarga Feng tersebut. Hingga ajal menjemput Dia. Dia tetap ingin melindungi mereka .
" Hamba mengerti tuan.. tapi jangan khawatir, dengan air suci, racun itu tidak akan berulah..." Ucap Liuli.
"Syukurlah.. tapi aku tetap akan melihat kesehatan nenek.. ya sudah aku keluar dulu..." Segera Guang Manyue keluar dari Dunia kecil. Ketika dia telah berada kembali di kamar miliknya di Kediaman Anggrek, ternyata hari sudah menjelang pagi. Cahaya pagi semburat merah di ufuk timur masuk kedalam kamarnya . Kebetulan sekali, kamar milik Guang Manyue berada di sebelah timur, jika membuka jendela, cahaya matahari langsung menyinari Ruang kamarnya. Dan tepat di depan jendela, terlihat taman Anggrek dan Danau buatan terlihat jelas dari kamarnya. Berdiri di depan Jendela sambil menatap taman yang mulai di sinar cahaya matahari, Guang Manyue merasakan kedamaian di hatinya.
"Jika kehidupanku di Dunia kuno ini selalu seperti ini, indah, Damai dan tentram seperti ini, betapa beruntungnya aku..." Ucap Guang Manyue perlahan. Mendengar pergerakan di dalam kamar sang Nona, Ansi yang berada di depan Pintu segera mengetuk pintu .
" Nona.. Apakah anda sudah bangun..? " Tanya pelayanan muda tersebut hati- hati .
" Masuklah An.. " Jawab Manyue dari dalam. Segera pintu terbuka. Terlihat pelayan muda berwajah cantik tersebut terlihat berjalan masuk ke dalam kamar.
" Nona.. Apakah anda ingin mandi sekarang .? " Tanya Ansi. Jika di rumah lama, biasanya Guang Manyue akan pergi latihan dulu di halaman belakang rumah kecil mereka.
"Benar An.. Sediakan air agak banyak dan juga lebih panas dari biasanya ,aku ingin berendam. Sambil berlatih... " Kata Manyue memerintah.
" Baik Nona.. " Jawab gadis yang sudah tahu maksud sang Nona. Dia segera pergi keluar dari kamar Guang Manyue. Tak butuh waktu lama, gadis itu kembali bersama para pelayanan yang lain sambil membawa air. Beberapa saat kemudian, Ansi memberitahu kalau air mandi telah siap. Segera Manyue berjalan kearah kamar mandi. Tak berapa lama terlihat Manyue telah berendam di dalam air panas yang dia minta . Hampir satu jam kemudian, barulah Guang Manyue keluar dari kamar mandi. Setelah berdandan dan memakai baju yang di belikan oleh sang Ibu saat dia pindah ke kediaman tersebut dan tak lupa memakai cadar, Guang Manyue mengajak Ansi pergi ketempat sang Nenek. Sesampainya di tempat Nyonya Tua Li, dia melihat sang ibu dan Feng Li Nan berada di sana juga .
Melihat kedatangan Guang Manyue, tatapan kebencian dan kemarahan terlihat di mata Feng Li Nan. Namun hanya sekejap saja, tatapan matanya telah berubah lembut dan polos . Guang Manyue yang sempat melihat itu, hanya bisa mengangkat bibirnya sedikit.
" Selamat pagi Nek, selamat pagi Ibu... " Ucap Manyue memberi salam. Mendengar panggilan ibu dari mulut Guang Manyue, terlihat wajah Nyonya Lu kaget dan tak lama berubah gembira. bibirnya tersenyum gembira. Akhirnya terdengar juga panggilan ibu dari anak gadisnya .
" Kau suda datang Yue'er.. Kemari lah "Ucap Nenek Li sambil melambaikan tangannya meminta Guang Manyue mendekat .
"Trimakasih Nek... " Segera Manyue mendekat dan duduk di kursi yang di tunjuk sang Nenek.
"Sayang...apakah tidurmu nyenyak dan nyaman di rumah barumu ...?" Tanya Nyonya Lu dengan tatapan sayang.
"Sangat nyaman ibu.. Trimakasih telah memberikan tempat itu pada Yueyue..." Jawab Guang Manyue.
"Tempat itu memang milikmu nak.. kau tidak udah berterimakasih pada Ibu ..." ucap Nyonya Lu sambil menatap Guang Manyue dengan penuh kasih sayang. Melihat semua itu, terlihat kebencian dan kemarahan semakin terlihat jelas di mata Feng Li Nan. Dengan susah payah dia menahan keinginannya untuk menghajar Guang Manyue .
(Sudah bertahun-tahun aku berada di sini, tapi wanita tua itu tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya seperti Itu padaku. Apa istimewanya gadis sialan itu dari pada aku . Kenapa wanita tua itu sangat berbeda sekali sikapnya padaku . Dasar wanita tua sialan,..Awas saja kau...Dan kau wanita jelek dari Desa, nikmati kebahagiaanmu yang masih bisa kau nikmati . Karena sebentar lagi kau tidak akan bisa menikmatinya lagi . Sebentar lagi kau akan menemui raja Yama di neraka ) ucap Feng Li Nan dalam hati. Terlihat senyuman sinis dan tatapan kebencian dimatanya.
Namun yang tidak dia sadari adalah, sejak awal Guang Manyue masuk,Nyonya besar Lu sesekali menatap kearah Feng Li Nan . Dan Wanita paruh baya itu melihat jelas semua sikap Feng Li Nan pada Guang Manyue . Melihat semua itu, perasaan marah, kesal, kecewa dan juga sedih berada di hatinya.
( Ternyata sikap Nan'er yang sebenarnya seperti itu. Ternyata dia pandai sekali membodohi kami selama ini . Apa kesalahanku hingga bisa salah mendidik anak ini . sampai dia bisa memiliki sifat jahat seperti itu.. " Penyesalan dan rasa kecewa membuat Nyonya Lu mengepalkan tangannya menahan air mata yang ingin jatuh. Perlahan wajahnya menatap Guang Manyue yang masih berbicara dengan sang Nenek.
(Maafkan ibu Nak..Maafkan ibu yang bodoh ini.. Andai saja Kami tidak mendengar suaramu, pasti sampai saat ini pun kami tidak akan tahu kebenarannya.. Andaikan waktu bisa di putaran, Ibu berjanji akan membuatmu bahagia..) Ucap Nyonya Lu dalam hati.
" Nek..Boleh Manyue memegang tangan Nenek.. " Ucap Guang Manyue lembut. Nyonya Tua Li tahu apa yang akan di lakukan Guang Manyue. Segera dia mengulurkan tangan nya.
"Boleh saja sayang.. " Ucap Sang Nenek .
Segera Manyue memegang tangan Nyonya Li. Dan dengan tenang dia melihat denyut Nadi Sang Nenek. Namun dia melakukannya seolah sedang memijat tangan Sang Nenek. Setelah memeriksa beberapa saat , Manyue terlihat bernafas lega. Denyut nadi Sang Nenek sekarang terlihat mula teratur walaupun masih terasa agak lemah. Tidak seperti kemarin lemah dan agak kacau. Untung saja fisik Nenek sangat kuat. Kalau tidak, tubuh tua ini sudah lama jatuh.
" Ada apa Yue'er.. ?" Tanya Nyonya tua Lu dengan wajah sedikit cemas. suaranya terdengar agak pelan.
" Tidak ada apa - apa nek.. Hanya ada sedikit gangguan pada kesehatan Nenek . Tapi jangan khawatir, Manyue mudah menghilangkannya. Ucapnya dengan tenang. Mereka berbicara perlahan. Hingga Feng Li Nan tidak bisa mendengar dengan jelas. walaupun dia curiga, tapi dia tidak bisa mendengar apapun yang di katakan sang Nenek.
"Apakah Nenek percaya pada Manyue..?" Tanya Guang Manyue lembut.
"Tentu saja sayang.. " Jawab sang Nenek.
"Kalau begitu setiap pil atau ramuan yang dari Manyue, Nenek harus, meminumnya . Dan satu lagi, jika ada seseorang yang memberi apapun itu pada Nenek, tolong jangan langsung di makan. Bibi Wang harus memeriksa makanan atau minuman apapun itu di depan Nenek. Nanti Manyue akan memberikan jarum yang bisa melihat apakah makanan atau minuman itu sehat untuk Nenek " Ucap Guang Manyue.
'Baik , Nek akan mendengar pengaturan darimu ..." " Ucap Nenek Li patuh. Dia menatap gadis yang duduk di dekatnya dengan perasaan haru. Dengan lembut dia mengusap kepalanya.
"Yue'er...apakah kau suka berbelanja.. ? Aku merasakan selama kau berada di kediaman ini, aku tidak pernah mendengar kau keluar untuk belanja..?" Tanya Nenek Li.
"Itu tidak perlu Nek.. Ibu telah banyak membelikan Guang Manyue Gaun- gaun bagus . juga beberapa Perhiasan mahal . Jadi Manyue Fikir tidak perlu lagi Manyue berbelanja sendiri..." jawab Guang Manyue. Kali ini mereka mengucapkan kata-kata tidak perlu pelan lagi hingga siapapun bisa mendengar pembicaraan mereka. Dan Saat Nyonya Lu mendengar ucapan Guang Manyue, Dia merasakan hatinya haru juga sedih. Gadis baik- baik seperti putrinya ini , bagaimana bisa Dia begitu tega mengabaikannya. Mengingat semua yang Dia lakukan, Rasa sesak melanda dadanya. Dia berusaha menahan air matanya yang akan jatuh . Apalagi setelah kenyataan yang dia dengar kemarin dari Bibi Yi yang berkata. Kalau semua barang dan Uang jatah bulanan Manyue yang dia kirim , Ternyata telah di ambil oleh Feng Li Nan. Uang yang di berikan pada Guang Manyue hanya beberapa keping saja. Feng Li Nak juga berkomplot dengan kepala pelayan, memberikan makanan buruk pada gadis itu. Selama dua tahun ini, Guang Manyue benar-benar menderita di depan matanya. Dan mereka menambah dengan beberapa siksaan pada gadis itu. Saat mendengar kenyataan itu, Nyonya Lu sampai menangis karena tak tahan membayangkan penderitaan Putri kandungnya. Di luar di siksa, di dalam rumah sendiri masih saja tersiksa.
"Yue'er...sesekali pergilah keluar, ajak pelayanmu berbelanja. Bawa beberapa pengawal untuk menjagamu, nanti ibu akan memberikan uang jajan lebih padamu " Kata Sang ibu lembut . Mendengar ucapan nyonya Lu, Guang Manyue berkata dalam hati.
(Ada apa dengan ibuku ini , Apakah tadi dia salah makan obat, atau dia mulai sadar akan sifat putri kesayangannya yang tak sebaik di depannya . Dan aku yakin, sebentar lagi gadis itu akan marah aku melihat sejak tadi dia susah payah menahan kemarahan . Ha ha ha.. Aku akan menambah kemarahannya. Aku ingin lihat, apa yang akan dia lakukan sekarang. ) ucap Guang Manyue gembira.
"Ibu.. Uang pemberian ibu kemarin Manyue fikir itu sudah terlalu banyak. Tidak usaha lagi ibu menambah uang jajan pada Manyue... Nanti bisa- bisa Manyue menjadi gadis manja dan pemboros jika terlalu banyak ibu memberi yang " Ucap Guang Manyue lembut. Benar saja apa yang di katakan hati Guang Manyue. Setelah mendengar sang Ibu memberi uang pada Guang Manyue, terlihat kemarahan di wajah Feng Li Nan. Dia tak tahan dan langsung berdiri.
"Ibu.. Apakah kemarin ibu memberi uang untuk adik..? Lalu kenapa aku tidak.. Apakah ibu sudah tidak menginginkan aku lagi.. Mengapa ibu membedakan kami.. Mengapa ibu pilih kasih...!" teriak gadis itu dengan marah. Terlihat wajah nyonya Lu memucat karena kaget, apa yang di ucapkan Guang Manyue lagi- lagi benar dan segera wajah Pucat itu berubah memerah karena marah. Dia menatap Feng Li Nan yang berdiri di depannya dengan tatapan marah.
"Kau menanyakan masalah ini...? Kau mengatakan ibu pilih kasih dan bersikap membedakan..? Apakah kau tak salah ucap..? dan mana sopan santunnya pada orang Tua..." Ucap Nyonya Lu dingin dan tajam . Melihat kemarahan di wajah Nyonya Lu, terlihat Feng Li Nan kaget. Dia tertegun beberapa detik. tak lama dia berkata.
"Bu.. Bukan begitu Bu.. Aku merasa ibu membedakan kami. Pertama soal rumah. Aku sudah lama menyukai rumah kediaman Anggrek dan aku sudah meminta berkali- kali pada ibu Tapi ibu tidak memberikannya padaku . Ibu bilang kalau rumah itu untuk kakak ipar pertama, tapi kenapa sekarang ibu memberikan rumah itu pada Guang Manyue. Kedua, dua hari lalu ibu sudah memberikan banyak barang mewah . perhiasan baju juga perabotan mewah untuk dia . Dan yang aku dengar sekarang, ibu juga memberi banyak uang untuk dia . Dan sekarang aku , ibu ingin memberi adik uang lagi , lalu kenapa ibu tidak memberikannya padaku juga.. Bukankah ini perbedaan yang sangat mencolok Bu.. " Ucap Feng Li Nan dengan tatapan marah.
"Kau menanyakan itu pada ibu..? Sekarang aku ingin bertanya. Berapa tahun kau tinggal di dekat ibu ..?, berapa banyak uang yang ibu berikan selama ini padamu...? Lalu bandingkan kehidupan Guang Manyue selama ini denganmu. Apa sama...? Kau bertahun-tahun hidup bergelimang harta di dekat ibu, tapi kau masih iri pada Manyue karena mendapatkan sedikit perhatian dari ibu .. apakah itu masih pantas kau lakukan..? Dan satu lagi, kemana jatah barang dan uang milik Guang Yu yang telah kau ambil selama dua tahun ini..? Apakah semua itu masih belum cukup kau Terima..? " Ucap Nyonya Lu Marah. Seketika wajah Feng Li Nan pucat pasih.
( Dia tahu soal barang dan uang milik gadis siakan itu yang aku ambil..? Sial, dari mana dia tahu semua ini. siapa yang telah membocorkannya. kenapa semua terjadi secepat ini . Tidak, aku tidak akan mengakuinya. Bukankah uang itu seharusnya memang menjadi milikku. dan tidak salah kan kalau aku mengambilnya ) ucapnya ketakutan dan juga tak tahu diri dalam hatinya .
"A.. Apa maksud ibu.. Aku tidak mengerti maksud ibu....." Ucapnya dengan wajah cemas.
"Tidak mengerti. ? Kau tidak mengerti apa yang ibu ucapkan...? Feng Li Nan... ibu sudah tahu apa yang telah kau lakukan pada barang dan uang bulanan Yue'er selama ini . uang yang seharusnya kilik adikmu, telah kau curi. kau beri adikmu sedikit uang miliknya sendiri . Jadi jangan mengatakan kata- kata tak berguna seperti itu lagi. kau bersekongkol dengan kepala pelayanan untuk memberi makanan susah pada Yus'er...Ibu tidak pernah mengajarimu menjadi wanita kejam seperti itu. Baiklah kali ini kau Ibu maafkan, Ibu harap kau tidak mengulanginya lagi ..Aku kecewa padamu Nan'er "ucap nyonya Lu marah. Sekilas Guang Manyue melihat kebencian di mata Wanita paruh baya itu yang sedang menatap Feng Li Nan. Mendengar ucapan Nyonya Lu yang terlihat sangat marah, membuat Feng Li Nan kaget. Dan dia sadar kalau apa yang dia lakukan kali ini salah. Dan demi tujuannya, Dia buru-buru meminta maaf.
" Bu.. Maafkan Li Nan.. Li Nan salah. Seharusnya Li Nan tidak merasa iri pada adik Manyue. Maafkan Li Nan Bu... " Ucap Gadis itu dengan wajah sedih. Tetapi di dalam hatinya sumpah serapa dia ucapkan.
( Ha ha ha.. Akting yang bagus Li Nan. Kau meminta maaf dengan wajah sedih, tapi sebenarnya kau mengutuk dan memarahi ibu dalam hati. Benar- benar si jago akting..) ucap Guang Manyue dalam hati. Mendengar kembali suara Putrinya, Nyonya Lu Berkata.
"Lain kali kalau ingin berbicara pikirkan dulu ucapan yang ingin kau katakan. Jangan karena emosi, kau bersikap kurang ajar seperti tadi. " Ucap nyonya Lu dingin. Andai tidak mengingat ucapan Putra pertamanya untuk tidak mengambil tindakan yang bisa membuat mereka curiga, , agar bisa mengetahui Orang Tua kandung gadis itu . Sekaligus pelaku Penukaran bayi hampir enam belas tahun lalu. Rasanya Nyonya Lu ingin merobek wajah munafik gadis itu. setelah diam beberapa saat, Feng Li Nan kembali berbicara tanpa malu.
"Bu.. Bagaimana kalau aku yang mengajak Adik jalan- jalan dan pergi membeli barang kesukaan Adik... " Ucap Feng Li Nan yang sudah merubah wajah marahnya kembali ke mode polos dan lugu
maaf udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya. Maaf hari ini agak malam. listrik mati ponsel kehabisan daya. 🙏🙏
Bersambung.