"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.
Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】
Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.
Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Malam itu, setelah pertemuan diplomatik yang sarat akan tekanan politik di Paviliun Bunga Teratai berakhir, Lin Chen melangkah kembali ke kediaman sementaranya dengan ritme kaki yang sangat tenang. Begitu pintu kayu kamar ditutup rapat dan dikunci dari dalam, ia menyilangkan kedua tangannya di balik punggung, berdiri membisu di tengah keheningan. Pikirannya tidak bisa berhenti merenungkan setiap jengkal kejadian pagi tadi, terutama sosok Putri Xiao Qinglan. Daya ingat dan ketajaman persepsi spiritual wanita berpenutup mata itu terlalu berbahaya. Lin Chen tahu pasti, jika ia melakukan satu kesalahan taktis sekecil apa pun di masa mendatang, topeng identitas pangeran buangan yang ia bangun selama ini bisa terkoyak kapan saja.
Setelah memverifikasi bahwa klon bayangan yang berjaga di atas ranjang masih berfungsi dengan sangat stabil dan memancarkan ritme napas fana yang sempurna, Lin Chen mengaktifkan segel tangan tersembunyi.
Swoosh!
Dalam balutan ilusi bayangan murni, wujud fisiknya bertransformasi kembali menjadi sosok pria paruh baya berpenampilan immortal—postur tubuhnya menjulang tegap, wajahnya dihiasi janggut tipis yang berwibawa, serta dibalut jubah abu-abu panjang yang longgar. Dengan mengandalkan keahlian pergerakan Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Chen menyelinap keluar melalui celah jendela belakang, melebur sempurna dengan kegelapan malam, lalu melesat melewati selah-selah titik buta formasi pelindung istana menuju ke arah kawasan pinggiran utara ibu kota.
Tujuannya malam ini adalah sebuah kediaman megah yang terisolasi di pinggir kota. Berdasarkan pelacakan jejak Qi tipis yang ia temukan dari para mata-mata bertopeng besi semalam, tempat tersembunyi yang dikelilingi oleh pepohonan rindang dan tebing batu ini diprediksi kuat merupakan sarang utama operasi intelijen Kekaisaran Timur di wilayah Shenghuang.
Lin Chen mendarat di atas dahan pohon tua yang lebat tanpa menimbulkan getaran udara terkecil pun. Melalui Mata Dewa Kekacauan, ia dapat melihat bahwa seluruh bangunan rumah mewah di depannya telah dilindungi oleh lapisan formasi isolasi suara (Isolating Array) tingkat tinggi. Namun, bagi seseorang yang menguasai Qi Primordial, celah sekecil apa pun dalam formasi kuno tersebut adalah pintu masuk yang terbuka lebar. Ia menyusupkan setitik kesadaran spiritualnya menembus sela-sela formasi untuk mendengarkan percakapan rahasia dari dalam ruangan utama.
Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh lentera merah temaram, empat orang tetua berpakaian serba hitam sedang duduk melingkar. Namun, hal yang paling mengejutkan adalah kehadiran sesosok pria berbalut jubah sutra mewah yang duduk di kursi utama—seorang pangeran agung dari garis darah Kekaisaran Shenghuang sendiri!
Suara pangeran itu terdengar sangat jelas, dipenuhi oleh nada dingin yang pekat akan konspirasi:
“...proses penggulingan tahta dan perombakan struktur dewan kekaisaran ini harus dieksekusi secara rahasia dari dalam. Faksi kami telah mengamankan dukungan dari sepertiga komandan pasukan pengawal istana dalam. Perjodohan dengan Putri Xiao Qinglan ini adalah kunci emasnya. Begitu gadis buta itu resmi menginjakkan kaki di kediaman pangeran, kita akan menggunakan konflik diplomasi buatan untuk memicu perang di perbatasan, memisahkan konsentrasi kekuatan Ayah Kaisar, lalu...”
Suara pembicaraan itu mendadak terpotong oleh riak fluktuasi formasi yang bergetar. Meskipun Lin Chen tidak bisa mendengar seluruh kalimat akhirnya akibat benteng penyekat Qi yang mendadak menebal, informasi potongan tersebut sudah lebih dari cukup untuk membuat sudut matanya menyipit tajam. Ada sebuah konspirasi pengkhianatan berskala masif yang sedang beroperasi di jantung kekaisaran—skema perebutan tahta yang tidak hanya melibatkan Kekaisaran Timur, tetapi juga dikendalikan oleh pangeran kandung Shenghuang sendiri yang menjadikan pernikahan ini sebagai pion tuduhan!
Tiba-tiba, salah satu tetua Nascent Soul puncak yang duduk di sudut ruangan berdiri secara mendadak. Sepasang matanya yang merah menyala menatap lurus ke arah jendela luar.
“Siapa di sana?! Ada tikus menyusup ke dalam batas formasi!” bentaknya dengan suara menggelegar.
BOOM!
Ledakan energi spiritual hitam pekat seketika menghancurkan dinding kayu rumah tersebut. Dinding retak hancur, dan dalam hitungan detik, tiga orang tetua Nascent Soul melesat keluar laksana kilat, mengepung posisi dahan pohon tempat Lin Chen bersembunyi dengan senjata pusaka yang telah terhunus.
Pertarungan jarak dekat yang menegangkan meledak tanpa jeda!
Mencabut pedang dalam posisi penyamaran akan memicu kecurigaan baru. Tanpa membuang waktu, Lin Chen langsung mengoperasikan Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris.
Swoosh! Swoosh!
Dua siluet klon bayangan berwujud pria immortal memadat secara instan di udara, melepaskan hantaman telapak tangan berbasis Qi Primordial untuk menangkis tebasan pedang ketiga tetua tersebut. Getaran energi masif mengguncang area sekitar, meremukkan pepohonan dalam radius belasan meter. Di tengah kekacauan benturan ilusi dan ledakan aura spiritual yang memikat perhatian musuh, tubuh asli Lin Chen bergerak membelokkan cahaya, melesat mundur ke dalam kegelapan malam dengan kecepatan yang tak terkejar.
Hanya dalam kurun waktu belasan detik, dua klon bayangannya sengaja dileburkan kembali menjadi kabut hitam, meninggalkan ketiga tetua musuh yang berdiri terpaku di tengah puing-puing bangunan dengan wajah pucat dan kebingungan total karena kehilangan jejak secara absolut.
Lin Chen berhasil meloloskan diri tanpa meninggalkan jejak Qi asli maupun pola identitas sekecil apa pun. Namun, sepanjang perjalanannya melintasi atap-atap bangunan ibu kota untuk kembali ke istana, hatinya terasa semakin dingin bagai es.
‘Pengkhianatan internal dari dalam garis darah kekaisaran...’ batin Lin Chen sembari mendarat senyap di halaman kediaman sementaranya. ‘Saudara-saudaraku yang terhormat ternyata tidak sabar untuk merebut tahta emas itu, hingga rela menjual kedaulatan tanah air kepada Kekaisaran Timur dan menggunakanku serta Putri Xiao Qinglan sebagai kambing hitam pembantaian.’
Ia melangkah masuk ke dalam kamar, menyerap kembali klon bayangan di atas ranjang, lalu duduk bersila di atas lantai kayu yang sunyi. Penyamaran pria immortal-nya perlahan luntur, mengembalikan wujud aslinya sebagai pangeran muda berpakaian abu-abu yang bersahaja.
Seulas senyuman tipis yang sangat dingin, tajam, dan sarat akan aura dominasi absolut perlahan terukir di sudut bibirnya.
“Sangat bagus,” gumam Lin Chen pelan, membiarkan kilatan cahaya biru dari sistem kilat menyala di balik sepasang matanya. “Karena kalian semua berniat menggunakan pernikahan ini sebagai panggung pembantaian, maka aku dengan senang hati akan mengubah tempat ini menjadi kuburan bagi seluruh rencana kalian.”
Malam di pusat kekuasaan Kekaisaran Shenghuang itu berlalu dalam keheningan yang mencekam, menandai awal dari perang catur terselubung yang jauh lebih berbahaya.
Di sisi lain, Xiao Qinglan. Berjalan di temani pelayannya dia bertanya apakah calon suaminya cukup tampan.
Pelayannya menjawab tuan putri, " Calon suami anda cukup tampan dan terlihat gagah dia sangat cocok, tapi sayang dia manusia biasa.
"Begitu kah" Xiao Qinglan terus berjalan.