NovelToon NovelToon
Si Kembar Milik Tuan Asisten

Si Kembar Milik Tuan Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nouna Sagitarius

Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Sampai sore menjelang Arkan masih setia berada di toko roti tersebut dia sudah menghabiskan beberapa kopi dan minuman dingin entah apa yg terjadi dengan lambung nya nanti. Sampai para karyawan toko tersebut berbisik-bisik tentang dirinya yg sudah lama berada di dalam toko.

" Mbak bisa buatkan kopi lagi." Pintanya.

"Maaf pak, bapak sudah banyak memesan kopi kami takut terjadi sesuatu kepada bapak apalagi bapak sudah terlalu banyak minum kopi dari tadi." Ucap pelayan tersebut dengan ramah.

"Tidak apa-apa saya masih kuat tolong bikinin satu lagi."pintanya lagi.

"Sebaiknya bapak minum jus atau air dingin saja,kami tidak mau ngambil resiko kalau terjadi sesuatu terhadap bapak."kata pelayan itu lagi sambil tersenyum ramah.

"Baiklah,kalau begitu jus alpukat saja."katanya menyerah memang benar yg di katakan pelayan tadi dia juga sebenarnya merasa takut karena sudah 10 cangkir dia memesan kopi belum lagi air mineral dan beberapa gelas jus. Bayangkan saja dari pagi sampai sore dia masih berada di toko,Apakah lambungnya masih bisa di ajak kompromi.

Setelah pesanan nya datang dia tidak langsung meminumnya dia mengedarkan pandangan nya berharap seseorang muncul di hadapan nya,tapi sayang sudah beberapa jam bahkan sudah dua gelas jus dia habiskan orang yg dia harapkan tidak muncul sampai salah satu karyawan menghampirinya mengatakan bahwa toko akan di tutup.

" Kok cepat ini baru jam 7." Ucapnya sambil lihat jam yg ada di tangan nya.

" Iya pak karena ini malam Minggu jadi toko tutup lebih awal."pelayan itu menjelaskan.

"begitu...,padahal biasanya malam Minggu semua toko apalagi cafe sangat rame."

"iya sih..., tapi beda sama toko kami,"ujar karyawan toko.

"Oh begitu ya...,besok tokonya buka jam berapa?."

"Seperti biasa Pak kalau hari Minggu buka jam 10 pagi."

Arkan hanya manggut-manggut setelah itu dia menuju kasir untuk melakukan pembayaran.

Saat berada di dalam mobil Arkan belum menjalankan mobilnya,banyak pertanyaan yang ada di benak nya tentang Khanza, kenapa bisa ada di toko,apakah Khanza kerja di toko roti ini dan kenapa ke dua anak itu leluasa keluar masuk toko roti tanpa pengawalan dan juga di cafe waktu itu.

Setelah cukup lama berdiam diri akhir nya Arkan meninggalkan parkiran,saat sedang melaju tidak sengaja matanya melihat Khanza sama anak-anak nya berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Khanza sendiri. Buru-buru Arkan mengikutinya dari belakang hingga mobil Khanza berhenti di sebuah lapangan.

Arkan segera mengikuti langkah Khanza dari belakang, demi memuluskan rencananya agar tidak ketahuan dia membeli sebuah topi dan masker  untuk menutupi wajah nya.Dan dia juga mengganti pakaian nya karena kebetulan di situ ada yg jual pakaian,karena di lapangan sedang ada pasar malam.

"Mama...,Fadil ingin naik itu."Kata Fadil menunjuk salah satu  wahana permainan.

"Tidak boleh, nanti kamu nangis di sana,cari yg lain."sahut Khanza cepat karena setiap kali Fadil naik komedi putar dia selalu menangis pas di detik permainan itu di putar.

"Janji.., Fadil tidak nangis,Fadil sudah besar."

"Tidak!?."

" Ayok ikut kakak mending kamu naik yg itu saja..."

"Gak mau masa naik odong-odong yg benar saja rugi dong?."

Arkan hanya bisa tersenyum mendengar celotehan ke dua anak kembar itu apalagi melihat wajah Khanza yg kadang malas kadang senang.

" Mah,,,,papa nya teman Farah sudah pulang.."

"kalau mau bergosip lihat tempat Farah.."

" Farah cuma mau kasih tau, bukan bergosip mama.."

"Sudah jangan pada mulai,ributnya nanti di rumah saja."kata Fadil yang menengahi begitulah mereka.

"Kalau begitu ayok kita naik yang itu saja." Akhirnya merekapun menuju tempat pembelian karcis setelah selesai mereka mengantri. Tapi Khanza tidak menyadari seseorang membuka pelan-pelan resleting tasnya dia ingin mengambil dompet nya itu,untung Arkan melihat pergerakan sang pencuri dia langsung memelintir kan tangan sang pencuri, teriakan sang pencuri mengundang perhatian orang-orang yg berada di sana.

" Ampun bang lepaskan tangan saya."kata pencuri tersebut.

"Serahkan dompet yg kamu ambil."

"Iya bang tapi lepas dulu tangan saya...,ucap pencuri yg sudah tidak tahan dengan sakit di tangan nya.

"Ini bang..." Ucap pencuri menyerahkan dompet ke tangan Arkan ,setelah itu Arkan melepaskan tangan pencuri.

Arkan menyerahkan dompet Khanza sambil menundukkan kepalanya dia tidak ingin khanza menyadari keberadaan nya tapi sayang bukan khanza yang mengenal nya tapi si cantik Farah yg jeli mengenalnya.

"Tunggu, inikan paman yg pernah berada di tokoh,,,,." kata Farah yg membuat khanza menatap Arkan

" Maaf saya harus pergi,lain kali hati-hati. ucapnya mengalihkan kan perhatian semua orang.

"Tidak,jangan dulu pergi,benarkan paman yg ada di toko?."tanya nya lagi.

"Bukan,,,, kalau begitu saya permisi." ucapnya menunduk sambil membenarkan letak topinya.

Saat berbalik seseorang menabrak nya dan akhirnya topi yg di pakai Arkan jatuh pas di bawah kaki Khanza sehingga mereka bisa melihat dengan jelas siapa orang yg telah menolong nya.

"Kan benar...?,Paman yg tadi..."ujar Farah senang karena tebakan nya benar bukan karena melihat Arkan.

" Apa yg anda lakukan di sini jangan membuat anak-anak saya takut,tadi di toko sekarang di sini!".tanya Khanza dengan nada santai tapi penuh penekanan di akhir kalimatnya.

" Saya hanya ingin melihat pasar malam di sini, saya juga tidak tau kalau kalian ke sini dan ke betulan saya melihat pencopet tadi."Ucapnya gugup karena tertangkap basah.

" Kalau begitu silahkan anda pergi  melihat-lihat di sana."terang Khanza.

Saat ke dua orang dewasa itu masih beradu mulut,Farah tidak sengaja melihat teman kelas nya.

" Wahh....,Sinta di Gendong siapa itu?,Jangan -jangan itu papa nya Sinta."Katanya antusias membuat ke tiga pasang mata melihat ke arah mata Farah memandang.

"Ke sana ahhh gangguin sinta."ucapnya lagi yg langsung menuju ke arah Sinta.

" Berhenti..!, kalau kamu ke sana kita pulang, kamu masih kecil jangan berkeliaran sendiri kalau kamu di culik bagaimana?" Ucap Khanza yg tidak habis pikir oleh kelakuan random sang putri menurutnya putri nya itu tidak ada takut-takut nya. .

"Kalau di culik tinggal teriak saja mama..." Jawabnya polos.

" Pokoknya tidak, ayo, sudah giliran kita habis ini kita pulang."ucap Khanza yg menarik tangan Farah, tapi bukan Farah namanya kalau menyerah begitu saja dia melihat Arkan yg masih berdiri dan dia memiliki ide. Kapan lagi dia bisa melihat papa nya Sinta kan selama ini Sinta hanya menceritakan bahwa papa nya sangat ganteng maka dari itu dia ingin membuktikan nya. Farah berjalan mendekati Arkan dan menarik ujung baju Arkan dengan memasang wajah gemes nya. Siapa yg tidak gemes coba melihat wajah Farah.

"Paman kata mama anak kecil tidak boleh berjalan sendiri nanti di culik katanya,tapi kalau Farah ngajak paman apakah paman mau..."ucap Farah sambil memohon dengan gemes,Arkan melirik Khanza sebentar dan Fadil yg memasang wajah datar belum juga Arkan menjawab Khanza kembali berucap.

" Farah tidak boleh sembarangan dekat dan minta tolong sama orang asing kamu belum mengenal dia." ujar Khanza yg memperingati anak nya.

Farah terdiam sejenak benar kata mama nya dia tidak kenal sama orang yang di panggil paman itu.

"Tenang mah....,Farah lihat paman ini orang baik kok."

"kalau paman itu baik dia tidak minta ganti rugi."ucap Fadil yang langsung menutup mulut nya.

"ganti rugi apa Fadil?." tanya Khanza.

"tidak apa-apa.....saya janji akan menjaga Farah." potong Arkan yang menengahi pertanyaan Khanza.

"Tidak perlu dan anda pergi dari sinar.!"kata Khanza yang menolak kehadiran Arkan.

"Tapi Khanza...." Arkan berseru.

"Tidak usah panggil nama saya!,kita tidak sedekat itu dan jauhi anak-anak saya!."terang nya lagi yang membuat anak-anak nya menatap mereka.

"Mama sama paman ini saling kenal?." tanya si kembar.

"Tidak.!" jawab khanza.

Tapi anak-anak nya tidak percaya begitu saja ke dua anak itu pun saling menatap seperti memberi kode.

...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...

1
Teh Euis Tea
benar kt Khanza klu ga di nafkahin lahir bathin dan istri tdk ridho maka jatuh talak 1
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Dew666
👑👑👑
Teh Euis Tea
saling kenallah kan mereka suami istri
Teh Euis Tea
jgn salahkan mereka klu bermulut pedas itu turunan dari km Arkan
Teh Euis Tea
ada aj halangan mau ketemu istri yg hilang
Teh Euis Tea
ngelakuin sekali klu tokcer mah langsung jd arkan, apa lg klu ke2nya subur langsung jadi itu
Teh Euis Tea
mungkin itu istrinya arkan
Teh Euis Tea
jgn2 itu anak bosnya klu ga anak arkan
Isabela Devi
asisten masa Uda ketemu anaknya ga bisa mengenalnya
tia
lanjut thor
Supryatin 123
baru mampir thor❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
Dew666
💃💃💃💃
Nouna Sagitarius: Masya Allah tabarakallah...
terimakasih kak bintang nya🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor lanjut
Teh Euis Tea
hadir baca thor, baru bab 1 tp sudah penasaran, bos sm asisten sama2 di tinggal istri kabur😁
Ma Em
Mungkin Dika dulu menyakiti hati istrinya makanya sang Ayah menyembunyikan nya .
Isabela Devi
knp ayah yg sembunyikan istri Dika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!