Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Siang ini Fabian sudah memiliki janji dengan teman-temannya, namun Fabian kali ini Fabian mengajak Nadila kekasihnya untuk bertemu dengan teman-temannya.
Sudah hampir setengah jam Fabian menunggu Nadila bersiap, sedangkan Nadila ia sendiri bingung mengenai pakaian yang akan ia gunakan.
" Dil kamu mau pakai apapun tetap cantik sayang "
" Tetap aja aku ga mau bikin kamu malu Bian " teriak Nadila dari dalam kamar
Dan akhirnya setelah menunggu cukup lama, Nadila pun keluar dari kamarnya.
" Udah siap ? "
" Udah Bian "
Segera Fabian menggenggam tangan Nadila, mengajak Nadila untuk pergi.
Dengan mobil milik Fabian, keduanya pun pergi ketempat tujuan mereka.
Diperjalanan Nadila memutar lagu untuk menemani perjalanan mereka, Nadila nampak bahagia begitu sebuah radio memutar lagu kesukaannya.
Samar-samar Fabian mendengar jelas Nadila bernyanyi, dan tak Fabian sangka jika Nadila memiliki suara yang cukup bagus.
" Jika Cinta harus memilih..
Jika jalanku penuh lirih..
Aku mencintaimu, lebih dari apa yang kau tau..
Jika memang, tak akan mungkin..
Jiwaku menentang takdir
Aku tak salah, teguhkan niatku tuk setia menunggu.. "
Sebuah bait lagu yang Nadila nyanyian, Fabian pun hanya tersenyum mendengar Nadila yang bernyanyi.
" Bian.. "
" Ya sayang, kenapa ? "
" Emang ga apa apa kalau aku ikut kamu ? "
" Ya engga apa apa dong, emang kenapa ga boleh ? Siapa yang larang pacar Bian buat ikut ? justru aku senang kalau kamu ikut aku Nadila " ucap Bian sambil mengusap lembut kepala Nadila
Nadila tersenyum, ia pun memberikan kecupan singkat dipipi Fabian.
...
Begitu Fabian dan Nadila sampai, keduanya pun langsung masuk kedalam basecamp milik Fabian.
Saat Nadila masuk, Nadila mengingat dua orang yang berbicara dengan dirinya saat malam pertandingan.
Namun Nadila tak akan kembali membahasnya, Nadila memilih untuk diam dan mengikuti Fabian.
" Guys kenalin ini Nadila, dia pacar gue " ucap Fabian memperkenalkan
" Akhirnya bos kita melepas status jomblonya " ucap salah satunya
Nadila menyapa mereka tak lupa ia juga memberikan senyumannya.
" Cantik amat bos "
" Iyah, susah nih dapetinnya" ucap Fabian sambil melirik Nadila
Semua teman-teman Fabian pun memperkenalkan dirinya, tak hanya laki laki disana pun ada beberapa perempuan yang bergabung bersama.
" Nah mumpung kumpul, gue punya berita nih " ucap Asep salah satu teman Fabian
" Apaan ? Penting kaga ? " jawab lainnya
" Wih penting banget ini, jadi Minggu depan gue mau nikah. Ya emang sih ga ada pesta, tapi adalah makan makan. Nanti lo semua harus Dateng ye "
Berita itu disambut gembira oleh lainnya, begitu juga dengan Fabian.
" Asekk kawin dong lu Sep " ucap Fabian
" Wah iya dong bos, kawin kita "
Nada bicara Asep membuat Nadila tertawa, begitu juga dengan yang lainnya asik menggoda Asep.
" Dil, aku ada urusan sebentar sama anak anak. Kamu tunggu di ruangan aku, ga apa apa kan ? "
" Engga apa apa Bian "
" Yaudah ayo ikut aku "
Fabian mengajak Nadila pergi ke suatu ruangan, ruangan itu nampak bersih dan wangi dengan ciri khasnya Fabian.
" Kamu ada urusan apa Bian ? "
" Latihan, sama motor "
" Ohh yaudah "
Sebelum meninggalkan Nadila, Fabian mencium bibir Nadila.
" Nanti ada yang liat Bian "
" Ga apa apa, kamu kan pacarku "
" Ish rese, udah sana sana "
" Iyah, sebentar ya "
Fabian pun keluar dari ruangan meninggalkan Nadila, Nadila yang sendirian pun akhirnya memilih untuk memainkan ponselnya.
Ditengah sendirian menunggu Fabian, terdengar suara ketukan pintu dari depan.
" Ya, siapa ? " ucap Nadila
Tak lama pintu pun terbuka, seorang laki-laki bertubuh tinggi masuk.
Laki laki itu duduk tak jauh dari Nadila, sedangkan Nadila ia pun merasa bingung dengan kehadiran laki-laki itu.
" Hai Nad "
" Ha..hai "
" Hmm gue udah tebak pasti lo lupa sama gue, gue Teguh Nad. "
" Teguh ? Teguh Wirawan ? "
" Iyah betul "
" Astaga, ko lo beda banget. Seingat gue dulu lo itu pakai kacamata, udah gitu penampilan lo juga beda banget "
" Hahaha iya, ternyata lo pacar Fabian ya "
" Iyah belum lama banget sih "
Nadila tak menyangka bertemu dengan teman saat sekolah SMA dulu, karena penampilannya yang berubah membuat Nadila tak mengenali dirinya.
" Lo makin cantik Nad "
" Makasih loh Guh, tapi serius lo beneran beda banget sumpah "
" Yaa kalau gue tetep kayak dulu nanti ga ada yang naksir sama gue Nad "
" Berarti sekarang berapa nih cewek lo guh ? "
" Ga ada sih hehe "
" Ah gimana sih, pasti ada lah satu dua mah "
" Ga ada Nadila sumpah, belum ketemu sama yang cocok Nad. Lo sekarang tinggal dimana Nad ? Setelah lulus sekolah, lo bener bener ngilang gitu "
" Gue satu apartemen sama Fabian, tetanggan malah "
" Ohh ya ya "
" Gue inget banget Nad, dulu tiga tahun cuma lo yang mau temenan sama gue. Selebihnya ya cuma mau deketin gue karena tugas aja "
" Tapi kan sekarang temen lo banyak tuh, lagian juga gue dulu juga ga punya banyak temen cuma Deket sama lo doang Guh "
" Ya sekarang temen gue banyak, dan gue bersyukur juga karena mereka itu pada baik baik Nad "
" Gue juga bersyukur Guh "
" Ehh gue boleh minta nomor lo ga sih Nad ? "
" Boleh boleh Teguh "
" Fabian ga marah kan nih nanti ? "
" Engga, udah jinak dia "
Teguh memberikan ponselnya, Nadila pun memasukkan nomor miliknya kedalam ponsel Teguh.
Keduanya asik berbincang dengan santai, bahkan beberapa kali Nadila tertawa lepas karena Teguh.
Fabian yang sudah selesai pun langsung menghampiri Nadila, begitu masuk ia melihat Nadila dan Teguh yang sedang asik tertawa
" Teguh, lo ngapain disini ? " tanya Fabian dengan wajah datar
" Bian, Teguh ini dulu temen aku waktu sekolah. Ga nyangka aja bisa ketemu disini " jelas Nadila
" Iyah Bi, gue dulu sama Nadila temenan. Aman gue ga macem macem ko, yaudah Nad gue tinggal ya udah ada Fabian "
" Iyah, makasih udah nemenin "
Teguh keluar dari ruangan itu, hingga kini hanya Nadila dan Fabian yang berduaan.
" Kamu udah selesai Bian ? "
" Udah, maaf ya lama "
" Engga apa apa Bian "
" Hmm "
Fabian merebahkan tubuhnya diatas sofa, ia merebahkan kepalanya diatas paha milik Nadila.
" Kenapa Bian " ucap Nadila sambil mengusap lembut kepala Fabian
" Engga apa apa "
Karena usapan lembut dikepala Fabian, membuat Fabian nyaman dan perlahan memejamkan matanya.
" Kamu ngantuk Bian ? "
" Engga, cuma enak aja di usap kayak gini "
Nadila terus mengusap dengan lembut, namun tiba-tiba saja Fabian pun bangun.
" Bentar Dil " ucap Fabian yang langsung bangun dan mengunci pintu
" Kenapa di kunci ? "
" Biar ga ada yang ganggu "
Fabian kembali merebahkan tubuhnya seperti awal, Nadila pun kembali mengusap lembut kepala Fabian.
" Nadila.. "
" Ya Bian, kenapa ? "
" Nikah yuk "
Fabian pun bangun, ia memegangi tangan Nadila sambil menatap lekat Nadila.
" Berapa lama yang harus aku tunggu Dil ? Aku siap nunggu sampai kamu siap. Aku ga masalah ko Dil "
" Kamu ga bosen nunggu aku Bian ? "
" Engga, aku sayang sama kamu Nadila "
Ditengah obrolan mereka, terdengar suara ketukan pintu dan panggilan nama Fabian dari depan.
" Ganggu aja " ucap Fabian kesal
Fabian pun langsung membuka pintunya dan keluar dari ruangan.
Nadila menghela nafasnya kasar, entah kenapa saat Fabian membahas soal pernikahan Nadila merasa jika ia sendiri belum siap.
Tapi Nadila sendiri juga takut jika Fabian meninggalkan dirinya, terlebih Nadila benar benar sudah jatuh cinta kepada Fabian.
Fabian kembali masuk menemui Nadila dan duduk disamping Nadila.
" Ada apa Bian ? "
" Ga ada apa apa, cuma ada yang nanya soal motor aja "
" Ohh, Oya motor kamu gimana ? "
" Aman ko udah aman "
" Hmm baguslah "
" Jadi gimana Dil ? "
" Gimana apanya Bian ? "
" Engga apa apa, lupain aja. Yaudah pulang yuk, aku juga udah ga ada urusan apa apa lagi "
Saat Fabian hendak bangun, Nadila buru buru menarik tangan Fabian.
" Bian tunggu "
" Apa sayang ? "
Nadila mencium singkat bibir Fabian, kemudian ia menatap lekat wajah Fabian.
" Kamu yakin kalau kamu bisa nunggu aku siap Bian ? "
" Yakin, atau kamu yang ga yakin sama aku Dil ? "
" Bukan gitu Bian, aku cuma takut disaat aku udah naruh harapan ke kamu ternyata kamu malah ninggalin aku "
" Aku ga akan ninggalin kamu Nadila, kecuali kamu yang minta aku buat pergi. "
Fabian mengusap lembut bibir Nadila.
" Kalau terbukti aku gagal, dan aku nyakitin kamu. Aku siap Dil, aku siap buat kehilangan kamu. "
lanjut ya thor👍😄