Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Dan disinilah gea berada,didalam kelas tempat suaminya mengajar. Bara tak mengizinkan gea untuk pergi sendirian ke kantin dan ia pun meminta salah satu muridnya untuk membelikan makanan yang gea mau.
Gea memakan nasi gorengnya,ia menyadari jika beberapa tatapan mata tertuju kepadanya. Gea juga sesekali memperhatikan bara yang sedang mengajar.
"Baik untuk penjelasan yang saya jelaskan barusan apa ada diantara kalian yang belum paham?"tanya bara
"Sudah paham semua pak"jawab salah satu mahasiswa mewakilkan temannya
"Baik jika sudah paham kalian buka halaman 125 dan kerjakan soalnya kumpulkan saat jam saya berakhir"ucap bara lalu berjalan ke arah istrinya
Bara terkekeh melihat wajah lucu istrinya,mulut yang penuh dengan nasi dan menatapnya dengan tatapan cintanya.
"Mau lagi hmm?"tanya bara mengusap keringat didahi gea
"Engga mas ini aja udah kekenyangan aku"jawab gea
"Makan yang banyak ya biar kamu dan calon anak kita sehat"ucap bara
Sekarang murid-murid kelas itu sudah tahu jika gea saat ini tengah hamil,mereka rasanya masih tak percaya jika gea bisa menikah bersama asdos tampan dikampusnya.
Ting!
Ponsel bara berdenting pertanda ada pesan masuk,ia membuka ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan oleh sekar.
'bara ada winda dirumah kamu jangan pulang dulu'
Itulah isi pesan yang dikirimkan oleh sekar,bara hanya membalas seadanya saja dan tak lagi menggubrisnya.
"Siapa mas?"tanya gea
"Mama dia bilang kamu jangan pulang dulu karna mama masih diluar"jawab bara sedikit berbohong
Gea menganggukkan kepalanya,setelah itu ia pun melanjutkan makan nasi gorengnya.
\~
Kini dirumah bara sekar sedang kedatangan tamu,niatnya yang ingin pergi malah tertunda.
"Tante gimana kabarnya?"tanya winda
"Alhamdulilah baik"jawab sekar
"Udah lama banget ya kita gak ketemu tan,aku kangen banget sama tante"ucap winda tersenyum
"Kamu yang kemana aja lama ngilang"sahut sekar
"Biasa tan aku lagi ngejar karir aku,biar gak dipandang rendah sama orang"ucap winda
"Tapi kamu yang memandang rendah orang-orang"sahut sekar membuat winda terdiam
"Ehem bara udah lama menikahnya tan?"tanya winda mengalihkan pembicaraan
"Ya sudah bahkan sebentar lagi mereka akan punya anak"jawab sekar
"Memangnya istrinya bara itu orang kaya ya tan? Tapi aku lihat penampilannya biasa aja si,kok bisa ya bara kepincut sama dia"ucap winda
"Kaya atau pun tidak tante rasa gak ada urusan nya sama kamu"sahut sekar malas
"Lagian juga jika dia orang kaya haruskah memakai pakaian yang mahal? Harus keluar rumah dengan anting,gelang dan kalung emas yang memenuhi tubuh? Begitu?"tanya sekar
"ya engga si tan aku kan cuman nanya aja"jawab winda
"Tapi pertanyaan kamu itu seolah-olah merendahkan menantu saya,setidaknya gea tidak seperti kamu yang meninggalkan bara hanya karena bara tak punya apa-apa. Katanya dulu cinta cih"ucap sekar
Winda mengepalkan tangannya merasa marah,namun ia harus tetap menjaga image nya.
"Bara hebat ya bisa sukses seperti sekarang,aku dulu ingat banget kalo rumah yang kalian tempati itu tidak sebesar sekarang"ucap winda menatap keadaan rumah bara
"Semua orang berhak untuk memperbaiki dirinya,merubah hidupnya dengan kerja kerasnya. Membungkam hinaan yang pernah dilontarkan oleh orang-orang yang tidak mempunyai hati. Dan saat ini kami menikmati ini semua dengan rasa bahagia atas pencapaian bara selama ini"sahut sekar
"Ya kemajuan yang sangat bagus"ucap winda tertawa kecil
"Maaf ya kamu masih lama disini? tante mau pergi soalnya udah ada janji"ucap sekar mengusir winda secara halus
"Oh aku juga mau pergi kok tan ada urusan juga"sahut winda
"Aku pamit ya tante,semoga kita bisa bertemu lagi nantinya"ucap winda memeluk sekar
Sekar hanya menganggukkan kepalanya,ia menatap kepergian winda dengan wajah tak sukanya.
"Untung bukan dia yang menjadi menantuku,bisa naik darah setiap hari aku harus menghadapi tingkahnya"ucap sekar
Ia pun mengambil tas dan akan pergi ketujuannya hari ini. Sekar sudah mengirimkan pesan kepada bara jika ingin pulang,pulang saja karena winda sudah pulang.
\~
Sudah terlewat 3 jam bara berada dikampus,dan kini ia dan gea sedang berjalan dikoridor kampus menuju parkiran. Bara akan datang ke perusahaan sebentar untuk menandatangi berkas-berkas,ia tak akan pulang malam karena mengingat jika ia saat ini sedang membawa gea.
"Mas nanti sebelum ke kantor kita cari es dawet dulu ya,aku lagi pengen makan es dawet ni"ucap gea
"Iya sayang nanti kita cari ya,terus kamu mau apa lagi?"tanya bara
"Aku pengen cimol mas boleh engga?"tanya gea menatap bara
"Bolehh nanti kita cari juga ya"jawab bara
Gea tersenyum dan menganggukkan kepalanya,hanya dengan keinginan nya terpenuhi saja sudah membuat gea tersenyum senang.
"Pak bara"panggil seseorang
Bara dan gea menoleh ke arah sumber suara,bara menatap mahasiswi dihadapannya saat ini.
"Ada apa?'tanya bara
"Saya boleh minta waktu bapak sore ini? Ada materi pelajaran yang belum saya pahami"jawab ayunda
"Bukankah tadi saya sudah tanyakan ada yang paham atau tidak? Lalu kenapa kamu tidak bertanya jika kamu tidak paham?"tanya bara
"em anu itu saya tadi lagi gak fokus pak"jawab ayunda
"Itu urusan kamu,bukankah saya selalu bilang jika saya yang mengajar semua nya harus fokus."ucap bara lalu merangkul gea
"Sepertinya dia suka sama kamu mas"ucap gea
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"tanya bara
"Tatapan mata nya terlihat sekali jika ia tertarik sama kamu,ih resiko punya suami ganteng dan hot kayak kamu"jawab gea mengerucutkan bibirnya
"Jangan pikirkan apapun sayang,kamu hanya perlu tahu jika mas itu hanya mencintai kamu dan juga calon anak kita"ucap bara
Gea tersipu malu,ia menutup wajahnya. Bara terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
"Kamu tunggu disini sebentar mas mau ambil mobil dulu"ucap bara
Gea menganggukkan kepalanya,ia hanya berdiam diri menunggu suaminya datang. Gea memainkan jari-jarinya tangannya,ia menatap bara yang terlihat berbicara dengan seseorang.
"Bicara sama siapa si?'tanay gea tak suka
Ia melangkah ke arah bara dengan wajah kesalnya,namun dari arah belakang ada motor yang melaju tinggi dan hampir menabrak gea.
"Geaaa awasss"teriak caca
Caca langsung menarik tangan gea hingga kedua orang itu terjatuh,bara yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari ke arah gea.
"Ge lo gapapa kan? Ada yang sakit gak?"tanya caca
"gue gapapa kok makasih ya ca"jawab gea
Gea mengelus perutnya semoga saja anak yang ada dalam kandungannya ini tidak kenapa-napa.