NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Malam itu, dinginnya udara Puncak membuat mereka semakin merapatkan diri di balik selimut tebal. Runa menyandarkan kepalanya di dada bidang Azel, mendengarkan detak jantung pria itu yang tenang. Azel memeluknya erat, mencium puncak kepala Runa berkali-kali, namun ia menahan dirinya. Meski gejolak di hatinya begitu besar, Azel menjaga jarak aman agar tidak menuntut lebih. Ia tak ingin Runa merasa tertekan atau berpikir bahwa pernikahan kontrak ini hanyalah modus untuk memuaskan hasratnya.

"Runa..." bisik Azel di tengah keheningan kamar yang hanya diterangi lampu tidur temaram.

"Ya?"

"Aku ingin kita mengakhiri kontrak konyol itu," ucap Azel pelan namun tegas. Ia menarik napas panjang, mencoba merangkai kata yang tepat. "Aku ingin pernikahan yang sesungguhnya. Aku ingin mengadakan resepsi, mengumumkan pada dunia kalau kamu adalah istriku, dan memulai semuanya dari awal tanpa ada embel-embel perjanjian di atas kertas."

Runa tertegun. Jantungnya berdegup kencang, namun bukan karena bahagia yang meluap, melainkan rasa takut yang tiba-tiba menyerang. Ia melepaskan pelukannya sedikit, menatap mata Azel yang penuh harap.

"Zel... boleh aku minta waktu?" suara Runa bergetar. "Aku... aku masih ragu. Banyak hal yang belum selesai di kepalaku."

Azel terdiam sejenak, ada kilat kecewa yang melintas di matanya, namun ia segera menyembunyikannya dengan senyum tipis yang dipaksakan. Ia mengelus pipi Runa dengan ibu jarinya. "Aku nggak akan memaksamu. Ambillah waktu sebanyak yang kamu butuh. Aku sudah menunggu lima tahun, menunggu beberapa bulan lagi bukan masalah besar."

Azel kembali menarik Runa ke pelukannya, membiarkan wanita itu terlelap. Namun, Runa tetap terjaga. Matanya menatap kosong ke arah jendela yang berembun.

Di balik diamnya, Runa didera rasa kesepian yang amat dalam. Ia merindukan Ibunya. Jika Ibunya masih ada, mungkin ia bisa bertanya, 'Bu, apakah aku pantas dicintai?' Pikiran Runa melayang pada kenyataan pahit yang pernah ia temukan dulu—kenyataan yang ia simpan sendiri seperti duri dalam daging. Ia tahu bahwa sesungguhnya, cinta sejati ayahnya bukanlah ibunya, melainkan ibu tirinya yang sekarang. Ibunya hanyalah pelarian, dan pernikahan mereka terjadi karena sebuah keharusan, bukan cinta yang tulus.

Runa merasa dirinya adalah produk dari sebuah pernikahan yang "salah". Ia merasa kehadirannya di dunia ini sebenarnya tidak diinginkan.

'Kalau Ayah saja tidak benar-benar mencintai Ibu, bagaimana aku bisa percaya kalau Azel benar-benar menginginkanku? Bagaimana kalau nanti Azel sadar kalau aku hanyalah wanita berantakan yang hanya merepotkannya?' batin Runa getir.

Ia merasa tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini untuk bersandar atau meminta nasihat. Di samping pria sehebat Azel, Runa merasa semakin kecil dan tidak berharga. Rasa tidak diinginkan itu kembali menghantui, membuatnya diam-diam meneteskan air mata di pelukan Azel, mencoba menyembunyikan isakannya di balik suara desir angin Puncak yang dingin.

Azel merasakan bahu Runa sedikit berguncang. Meskipun Runa berusaha menyembunyikan isakannya dengan menekan wajahnya lebih dalam ke dada Azel, pria itu bukanlah orang yang mudah dikelabui. Terutama jika menyangkut wanita yang detak jantungnya sudah ia hafal luar kepala.

Azel tidak bertanya. Ia hanya mempererat pelukannya, membiarkan jemarinya mengusap tengkuk Runa dengan gerakan lambat yang menenangkan.

"Runa," panggil Azel lembut, suaranya berat karena kantuk namun penuh kasih. "Apa pun yang sedang kamu pikirkan, apa pun yang membuatmu merasa tidak berharga... tolong berhenti. Kamu bukan beban. Kamu bukan 'salah satu kesalahan' di hidup ini."

Runa tersentak. Bagaimana Azel bisa tahu isi kepalanya yang paling gelap?

"Aku bukan anak kecil, Runa. Aku tahu tatapan matamu saat kamu merasa sendirian," lanjut Azel. Ia sedikit merenggangkan pelukan agar bisa menatap mata Runa yang sembab. "Aku tahu tentang Ayahmu. Aku tahu tentang Ibu tirimu. Dan aku tahu kamu merasa seperti orang asing di keluargamu sendiri."

Runa terbelalak. "Zel... kamu..."

"Aku bilang kan, aku ingin tahu segalanya tentangmu. Bukan untuk menghakimimu, tapi untuk memastikan kamu tidak merasa sendirian lagi," Azel mengecup kening Runa lama. "Dengar, Runa Elainzica. Mungkin di masa lalu kamu merasa seperti kehadiran yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan. Tapi bagiku, kamu adalah satu-satunya rencana yang ingin aku jalankan seumur hidupku."

Runa terisak lebih keras kali ini. Pertahanan yang ia bangun runtuh seketika mendengar pengakuan Azel.

"Jangan bandingkan aku dengan Ayahmu. Jangan bandingkan cinta kita dengan masa lalu orang tuamu," Azel menghapus air mata di pipi Runa dengan ibu jarinya. "Aku memilihmu karena aku memang hanya menginginkanmu. Bukan karena pelarian, bukan karena terpaksa. Kalau aku tidak menginginkanmu, aku tidak akan membuang lima tahun hidupku hanya untuk mencari cara menyeretmu kembali ke sampingku."

Runa memeluk leher Azel erat, menumpahkan segala rasa sesak dan ketidakamanannya. Untuk pertama kalinya, rasa "tidak diinginkan" itu sedikit memudar, digantikan oleh kehangatan dari pria yang rela menjadi tempatnya pulang.

"Zel... kasih aku waktu buat sembuhin rasa takut ini ya?" bisik Runa di sela isakannya.

"Aku punya seluruh waktu di dunia ini untukmu, Runa," jawab Azel. Ia kemudian menarik selimut lebih tinggi, membungkus mereka berdua dalam kehangatan yang intim. "Sekarang tidur. Besok pagi, aku ingin melihat matamu sudah tidak bengkak lagi. Kalau tidak, aku akan anggap itu sebagai kode kalau kamu ingin aku tetap di sini dan tidak ke kantor selamanya."

Runa tertawa kecil di balik tangisnya, merasa sedikit lebih ringan. Azel benar-benar tahu cara menariknya kembali dari lubang kegelapan. Malam itu, di tengah kesunyian Puncak, Runa akhirnya tertidur dengan perasaan bahwa ia mungkin—hanya mungkin—benar-benar diinginkan oleh seseorang.

Dan Azel, ia tetap terjaga beberapa saat, menatap wajah tidur Runa dengan tatapan penuh tekad. Ia bersumpah dalam hati, bahwa ia akan menjadi bukti hidup bagi Runa bahwa cinta yang tulus itu ada, dan Runa adalah pusat dari segalanya.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!