NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar Rahasia Arumi pada ketiga sahabat

Jam istirahat siang akhirnya tiba. Arumi sedang membereskan meja kerjanya ketika ketiga sahabatnya Santi, Reno dan Andi sudah berdiri di depan pintu ruangan. Mereka bertiga datang dengan senyum lebar, seperti biasa.

“Ayo, Rum, kita ke kantin!” ajak Santi dengan suara riang.

Arumi langsung menggeleng pelan. “Enggak lah, San. Aku sudah bawa bekal dari rumah,” tolaknya halus.

“Ya tinggal dibawa saja, Rum. Lagian ngapain kamu diam di sini sendirian? Kayak orang hilang saja,” timpal Reno yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Arumi.

“Iya, Rum. Nih, aku juga bawa bekal dari rumah,” kata Andi sambil mengangkat kotak bekalnya. “Paling tidak kita bisa makan bersama dan ngobrol di sana. Daripada di sini terus.”

“Tapi …” Arumi masih berusaha menolak.

“Tidak ada tapi-tapian!” potong Santi sambil langsung menarik tangan Arumi. “Lagian tadi kamu sendiri bilang mau cerita pada kami.”

“Cerita? Memang apa yang ingin kamu ceritakan, Rum?” tanya Reno penasaran.

“Ssst, nanti saja. Kita ke kantin dulu. Keburu waktu istirahat habis,” kata Santi sambil terus menarik Arumi. Reno dan Andi mengikuti di belakang dengan langkah ringan.

Mereka berempat berjalan menuju kantin kantor yang cukup ramai. Santi menunjuk pojok ruangan yang masih ada kursi kosong. “Kita duduk di sana saja. Biar enak makan sambil mengobrol.”

Setelah duduk, Santi langsung bertanya, “Kalian mau pesan apa? Biar aku yang pesan.”

“Aku nasi goreng seafood dan jus alpukat,” jawab Reno cepat.

“Kalau kamu, Ndi?” tanya Santi.

“Aku es jeruk saja. Aku sudah dibawain bekal sama istri,” jawab Andi sambil tersenyum. Di antara mereka berempat, hanya Reno yang sudah menikah dan kini istrinya sedang hamil muda.

“Kalau kamu, Rum?” tanya Santi selanjutnya.

“Aku es teh manis saja,” jawab Arumi.

“Oke! Kalian tunggu di sini ya. Biar aku yang pesan,” kata Santi lalu beranjak ke ibu kantin.

Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Arumi segera membuka bekalnya yang dibungkus rapi dengan kertas nasi. Di dalamnya ada nasi putih, tumis buncis, dan potongan ayam goreng yang masih hangat.

“Tumben, Rum, bekal kamu ada ayamnya?” tanya Santi heran sambil melihat isi kotak bekal Arumi.

“Hehe, sekali-sekali makan enak lah. Mau? Kalau mau, ini untuk kamu,” tawarkan Arumi sambil tersenyum.

“Nggak lah. Aku juga ada ini,” tolak Santi sambil menunjuk mangkuk mie ayam ceker yang baru datang.

“Aku kira kamu mau,” kata Arumi.

“Nggak, cuma heran saja. Akhir-akhir ini kan kamu nggak diperbolehkan bawa bekal dengan menu seperti itu oleh ibu tirimu. Apakah Mbok Yem yang menyiapkan untukmu?” tanya Santi di sela-sela makan mereka.

“Bukan,” jawab Arumi santai sambil mengunyah. “Aku sekarang sudah tidak tinggal di rumah Ayah lagi.”

Mendengar ucapan Arumi, ketiga temannya langsung menatapnya dengan mata membulat.

“Maksud kamu? Kamu sudah pindah? Ngekos begitu?” tanya Santi cepat.

Arumi mengangguk pelan. “Iya. Sekarang aku ngontrak, bisa dibilang begitu.”

“Wah, baguslah!” seru Reno senang. “Berarti kapan-kapan kita bisa main ke sana tanpa harus melihat muka ibu tirimu yang galak itu.”

“Boleh, tapi kalau mau main, ngomong dulu ya. Soalnya tempat kontrakanku agak ketat,” jelas Arumi.

“Siap!” jawab Reno singkat.

Makan mereka berlanjut dalam suasana yang cukup nyaman. Namun, Santi tampak masih penasaran. Setelah beberapa suap, ia akhirnya bertanya, “Oh ya, Rum, aku masih penasaran dengan apa yang dikatakan Nenek lampir tadi pagi di depan kantor.”

Mendengar nama Rina/Nenek lampir , Arumi langsung menghentikan suapannya. Reno dan Andi saling pandang, lalu menatap Arumi dan Santi bergantian. Mereka berdua memang tidak tahu tentang pertengkaran Arumi dengan Rina tadi pagi.

“Memang apa yang dibicarakan nenek lampir itu sama kamu?” tanya Rendi penasaran.

“Itu lho, tadi Rina bilang katanya Arumi sudah menikah dan sekarang jadi pengantin baru!” jelas Santi kepada Reno dan Andi

“Hah? Apa? Menikah? Pengantin baru?” seru Reno dan Andi hampir bersamaan. Mereka berdua sampai hampir tersedak karena terkejut.

“Iya! Tadi Rina mengatakan kalau Arumi sudah menikah dan jadi pengantin baru. Memang maksudnya apa sih?” tanya Santi mulai menginterogasi Arumi.

Arumi menghela napas panjang. Ia sudah tidak bisa mengelak lagi. Di depan ketiga sahabatnya yang selalu mendukungnya, akhirnya ia memutuskan untuk berterus terang.

“Iya… memang sekarang aku sudah menikah,” jawab Arumi lirih.

“Hah? Apa?!” ketiga sahabatnya berteriak refleks. Suara mereka cukup keras sehingga beberapa orang di kantin menoleh ke arah meja mereka.

“Husss! Bisa nggak sih kalian tidak teriak begitu? Malu tahu! Lihat, semua orang melihat ke sini,” omel Arumi sambil menunduk malu.

“Hehe, sorry! Refleks!” jawab ketiganya hampir bersamaan.

“Kami nggak percaya kalau kamu sudah menikah. Coba ceritakan, memang kapan kamu menikah?” tanya Andi penasaran.

“Aku menikah sudah satu Minggu yang lalu,” jawab Arumi masih dengan suara lirih.

“Hah? Apa? Satu minggu?!”ketiga temannya berteriak kaget. Arumi langsung menatap tajam mereka bertiga.

“Maaf! Kami kelepasan,” kata mereka sambil tertawa kecil.

“Sudah aku bilang, jangan keras-keras. Malu!” tegur Arumi lagi.

“Maaf, maaf. Coba ceritakan pada kami sebenarnya apa yang terjadi kemarin malam,” pinta Andi dengan nada lebih pelan.

Arumi menghela napas sekali lagi, lalu mulai bercerita. “Satu Minggu yang lalu, sepulang kerja, aku dipaksa Ayah untuk menikah.”

Ketiga temannya tampak terkejut, tetapi mereka diam dan menunggu kelanjutan cerita.

“Memang kamu dipaksa menikah dengan siapa, Rum?” tanya Reno

“Aku dipaksa menikah dengan Juragan Dirga,” jawab Arumi.

“Hah? Juragan Dirga, rentenir itu?” seru ketiganya hampir bersamaan. Nama Juragan Baron memang sudah sangat dikenal di lingkungan mereka sebagai rentenir kaya yang memiliki beberapa istri.

“Iya,” jawab Arumi singkat.

“Hah? Jadi kamu menikah dengan Juragan Dirga yang rentenir,Tua,Botak dan punya istri banyak itu?” tanya Santi tak percaya.

Arumi menggelengkan kepala. “Bukan. Yang menikah denganku bukan dengannya.”

“Katanya tadi kamu dipaksa menikah dengan Dia oleh Ayahmu?” tanya Reno bingung.

“Iya, memang dipaksa dengan Dia Tapi aku tidak menikah dengannya. Aku menikah dengan orang lain,” jelas Arumi.

Ketiga temannya semakin bingung. “Memang dengan siapa kamu menikah, Rum?” tanya Santi.

“Iya, ceritain dong. Aku sendiri saat ini jomblo, dan kamu kan nggak punya teman dekat lelaki kecuali kami berdua,” kata Andi

“Betul apa yang dikatakan Andi Kamu kan nggak punya pacar. Jadi kamu menikah dengan siapa?” desak Santi.

Mereka bertiga menatap Arumi dengan penuh pertanyaan di mata masing-masing.

Arumi menunduk sebentar, lalu menjawab dengan suara pelan tapi jelas, “Kemarin yang menikahiku adalah Mas Elang.”

Mendengar jawaban itu, ketiga sahabatnya saling pandang dengan ekspresi campur aduk antara kaget, bingung, dan tidak percaya. Mereka bertiga seolah bertanya-tanya satu sama lain melalui pandangan mata.

“Mas Elang? Siapa Mas Elang itu, Rum?” tanya Santi akhirnya, mewakili rasa penasaran mereka bertiga.

Arumi tersenyum tipis. “Mas Elang … orang yang selama ini kalian anggap sebagai kakakku di kos. Ya, dia yang menikah denganku kemarin malam. Kami sudah sepakat untuk menyembunyikan pernikahan ini dulu dari orang banyak, termasuk tetangga dan rekan kerja. Itu sebabnya aku masih berangkat dan pulang sendiri-sendiri.”

Suasana meja makan menjadi hening sejenak. Ketiga sahabat Arumi masih mencerna informasi besar yang baru mereka dengar. Dari wajah mereka, Arumi bisa melihat campuran antara kekhawatiran, keheranan, dan sedikit rasa bahagia untuk sahabatnya.

“Wah … ini benar-benar di luar dugaan,” gumam Reno pelan.

Arumi mengangguk pelan. “Iya, banyak yang terjadi kemarin. Tapi aku janji, nanti aku ceritakan semuanya dengan detail. Sekarang … tolong rahasiakan dulu ya. Aku belum siap kalau orang-orang di kantor tahu.”

Ketiga sahabatnya mengangguk hampir bersamaan. Meski masih penuh tanya, mereka menghargai kepercayaan Arumi yang akhirnya mau bercerita.

Istirahat siang itu berlalu dengan obrolan yang lebih tenang. Arumi merasa lega karena rahasianya kini diketahui oleh orang-orang yang paling ia percaya. Meski perjalanan pernikahannya dengan Elang baru dimulai, setidaknya ia tidak lagi sendirian menghadapi segala tekanan dari keluarga tirinya.

1
MayAyunda
iya kak 😁
Nanik Arifin
surat perjanjian yg ditanda tangani ayah Arumi lsg masuk dokumen pengacara Dirgantara grup, klo wan prestasi siap" masuk bui
MayAyunda
he he
aku
pakai pengacara, surat putusan, apalah pokoknya biar gk malakin lg tuh kamvret 😌
Caramel23
semangat kak😍
Nanik Arifin
heleh, gayamu Bim... walau sekarang tinggal di rumah petak, Arumi kan anak pengusaha. mknya dia itu jas mahal buatan Italia, beda dgmu yg cuma kebetulan dipungut pengusaha besar 🤪🤪
MayAyunda: ha ha kakak bisa aja 😁😁
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
elang sangat misterius jangan-jangan anak horang kaya yg nyamar...
🌹🌹WINA🌷🌷: 😃😃😃😃😃
total 2 replies
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
🌹🌹WINA🌷🌷: wkwkwk🤣🤣🤣 sory salah sebut ternyata elang🤭
total 5 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
🌹🌹WINA🌷🌷
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
🌹🌹WINA🌷🌷
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
🌹🌹WINA🌷🌷
bagus itu baru pria gentmen elang...
🌹🌹WINA🌷🌷
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!