NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.

"Iya mah, ini juga sudah mau balik ke rumah." Ujar Bara pada ibunya di seberang telepon. Setelah sambungan telepon terputus, Bara memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya kemudian menyalakan mesin mobilnya. Secara tidak sengaja Bara menangkap keberadaan seorang wanita yang mirip dengan Vania tengah duduk menyendiri di bangku taman. Bara lantas mematikan kembali mesin mobilnya.

"Bukannya itu Vania." Bara menajamkan penglihatannya, memastikan ia tidak salah orang. "Beneran Vania."

Bara hendak beranjak dari mobilnya namun urung saat menyaksikan Vania mengusap jejak air mata di pipinya.

"Apa dia habis bertengkar dengan Sandi, sampai menangis seperti ini?."

Bukannya ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga Sandi, namun menurut Bara sekalipun mereka bertengkar seharusnya Sandi tidak membiarkan istrinya pergi begitu saja hingga menangis dalam kesunyian seperti sekarang ini, terlebih hari sudah petang.

Bara memutuskan untuk menghubungi Sandi. Setelah dua kali berdering akhirnya panggilannya pun tersambung.

"Pertengkaran dalam rumah tangga itu sudah biasa kawan, tapi bukan berarti kau tega membiarkan istrimu menangis seorang diri seperti ini di taman, apalagi hari sudah hampir gelap." Baru saja panggilannya tersambung, Bara sudah menyampaikan informasi yang mampu memancing kerutan halus di dahi Sandi.

"Apa maksudmu, dan siapa yang bertengkar?." Jawaban Sandi menyadarkan Bara bahwa dirinya sudah salah menduga.

"Jika kalian tidak habis bertengkar, lalu mengapa istrimu sampai duduk menyendiri di bangku taman? Dan yang aku lihat dia seperti sedang menangis."

"Menangis?." Cicit Sandi.

"Iya, menangis." Bara mengangguk, padahal kenyataannya Sandi tidak dapat melihatnya.

"Serlock, aku kesana sekarang!." Sandi memutuskan sambungan telepon, bangkit dari tempat duduknya, dan menyambar kunci mobilnya di atas meja kemudian berlalu. Sebenarnya Sandi sedang menanti kedatangan kliennya, namun informasi dari Bara membuat pria itu memerintahkan sekretarisnya di perusahaan untuk membatalkan rencana meeting malam nanti.

*

Sebelum sahabatnya itu tiba di lokasi, Bara memutuskan mengamati Vania dari dalam mobilnya, memastikan tak ada orang jahat yang mendekati istri dari sahabatnya itu. Namun, di saat menyaksikan Vania dalam kondisi seperti saat ini Bara kembali merasa seperti pernah bertemu dengan Vania sebelumnya. Tapi di mana, itu yang coba diingat-ingat oleh Bara.

Bara menggigit ujung jari telunjuknya seraya memaksa otaknya untuk mengingat-ingat di mana ia pernah bertemu dengan Vania sebelumnya.

"Sekarang aku ingat... Di hotel, benar di hotel... Sebelumnya aku pernah bertemu dengan Vania di hotel. Pagi hari setelah perayaan ulang tahunku." Gumam Bara setelah berhasil mengingat sosok Vania. Ya, saat itu Bara tak sengaja berpapasan dengan seorang wanita cantik di lobby hotel, dan saat itu wajah wanita itu nampak sembab seperti habis menangis. Mungkin karena melihat Vania dalam kondisi menangis seperti sekarang ini membuat Bara berhasil mengingat di mana ia pernah bertemu dengan Vania sebelumnya.

Melihat mobil Sandi tiba di lokasi, Bara pun memutuskan untuk menyalakan mobilnya dan berlalu.

Vania yang tengah tertunduk, perlahan mengangkat pandangan saat mendengar suara langkah pantofel pria berjalan ke arahnya.

"Mas Sandi...." Tanpa sadar Vania berlari ke arah Sandi dan memeluk pria itu. Tanpa banyak tanya Sandi membalas pelukan Vania.

"Maaf, mas." Setelah cukup lama menumpahkan air matanya di pelukan Sandi, Vania akhirnya tersadar dengan tindakannya itu. Perlahan ia menarik diri dari pelukan suaminya.

"Kenapa harus minta maaf, bukannya wajar jika seorang istri menenangkan diri dalam pelukan suaminya." Balas Sandi seraya menatap manik mata indah milik istrinya yang kini terlihat sembab.

"Hari sudah hampir gelap, sebaiknya kita pulang sekarang!." Ajak Sandi dan Vania pun mengangguk setuju, lagipula sudah seharian ia meninggalkan putrinya.

Terkadang sikap hangat Sandi kepadanya membuat Vania merasa dicintai oleh pria itu, tetapi jika teringat akan alasan mereka menikah, Vania langsung disadarkan oleh kenyataan bahwa Sandi menikahinya bukan karena cinta melainkan perjodohan dari sang mamah.

"Apa ada yang menyakitimu?." Melihat Vania sudah sedikit tenang, Sandi lantas mencoba mengulik penyebab istrinya sampai bersedih seperti ini.

"Aku ini suami kamu, Vania. Jika ada masalah berbagilah denganku, jangan menyimpannya sendirian!."

"Tidak ada kok mas, aku hanya lelah saja makanya sedikit sensitif." Vania tak mungkin menceritakan pada Sandi tentang pertemuannya dengan ibu kandungnya, mengingat kepentingan ibu kandungnya berhubungan dengan materi yang nominalnya tidak sedikit.

Tentu saja Sandi tidak percaya begitu saja dengan jawaban Vania, akan tetapi Sandi tidak memaksa Vania untuk berterus terang dan mengatakan yang sebenarnya. Sandi memilih bersikap seolah percaya dengan perkataan Vania.

"Syukurlah kalau begitu." Balas Sandi seraya menginjak pedal rem karena saat ini lampu lalu lintas berubah merah, pertanda semua pengendara harus menghentikan laju kendaraannya. Setelah lampu lalu lintas berubah hijau Sandi kembali menginjak pedal gas hingga mobilnya perlahan kembali merayap memecah padatnya jalanan kota Surabaya.

Kurang dari setengah jam, mobil Sandi tiba di rumah.

Setibanya di rumah, Vania menemui putrinya terlebih dahulu sebelum berlalu ke kamarnya untuk mandi karena tubuhnya sudah terasa lengket setelah berkegiatan seharian.

Setelah mandi, Vania dan Sandi turun untuk makan malam bersama. Setelahnya, Vania langsung pamit kembali ke kamar dengan alasan lelah ingin beristirahat. Padahal, bukan tubuh Vania saja yang lelah melainkan hatinya yang disebabkan oleh sikap ibu kandungnya sendiri.

Malam ini Vania memilih tidur lebih awal dari malam biasanya. Bagi sebagian orang, tidur adalah jalan pintas untuk melepaskan sejenak beban dihati dan pikiran.

Di saat Vania sudah terlelap dalam tidurnya Sandi justru masih sibuk di ruang kerjanya, memeriksa beberapa dokumen penting yang berurusan dengan perusahaan.

Dret....dret.....dret....

Ponsel Sandi bergetar rupanya panggilan telepon dari sahabatnya, Bara.

"Sorry mengganggu waktu istirahat kamu, kawan. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari sepupu aku yang waktu itu, katanya besok dia dan calon istrinya akan berkunjung ke hotel Admodjo Group guna mengecek situasi dan kondisi ballroom hotel Admodjo Group."

"Baiklah. Besok aku akan meminta beberapa pegawai untuk menemani mereka melihat-lihat kondisi ballroom." Balas Sandi.

"Tunggu, kawan!." Kata Bara agar Sandi tak langsung memutuskan sambungan telepon.

"Ada apa lagi?."

"Kau masih ingat bukan sewaktu aku bilang wajah istrimu seperti tidak asing? saat itu aku bersungguh-sungguh bukannya mengada-ada karena Vania cantik, seperti katamu. Dan sekarang aku ingat, sebelumnya aku memang pernah bertemu dengan istrimu di lobby hotel. Pagi hari setelah perayaan ulang tahunku, lima tahun lalu. Saat berpapasan dengannya waktu itu, aku melihatnya berjalan dengan terburu-buru sambil menangis." Bara hanya ingin sedikit klarifikasi, jangan sampai sahabatnya itu berpikir ia hanya mengada-ada dengan pengakuannya tempo hari.

"Apa yang kau maksud adalah hotel tempat kau mengadakan pesta ulang tahunmu lima tahun lalu?."

"Tepat sekali kawan."

Deg

"Menangis? Kenapa Vania sampai menangis?." Sandi bertanya-tanya dalam hati.

Jangan lupa like, vote, bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 ya sayang-sayangku....! Biar aku semangat buat crazy up.....

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!