NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Bertemu orang jahat

BI SRI TOLONG BUATKAN JUS JERUK UNTUK KAMI BERDUA!

teriak Tiara dari ruang tamu. ternyata ia dan sang suami baru saja kembali dari kantor polisi.

"Iya nyonya akan segera saya buatkan."

Kini Rudi terlihat memijat pelipisnya sendiri yang terasa pusing karena belum juga menemukan keponakannya itu.

"Kalo polisi tidak menemukan Bella bagaimana?, aku pusing sekali takut dia membeberkan rahasia kita."

"Mas, sepertinya keponakan mu itu tidak akan berani membeberkan rahasia kita atau pun pergi lagi untuk melapor ke kantor polisi deh." Ucap Tiara dengan wajah serius.

"Tidak mungkin!, dia pasti akan melaporkan kita kembali!" Ucap Rudi agak ketus.

"Gini deh mas coba kamu pikir sendiri saja, kenapa saat di kantor polisi dia harus kabur?, padahal dia bisa saja langsung mengakatakan yang sebenarnya kepada para polisi itu tentang kita, namun nyatanya polisi tidak mencurigai kita sama sekali kan? Karena Bella belum melaporkan kita." Terang Tiara dengan wajah serius.

"Di pikir-pikir ada benarnya juga sih ucap mu itu."

"Kita lihat saja jika dalam 1 Minggu Bella tidak di temukan dan tidak ada laporan kejahatan tentang kita. artinya kita aman mas." Ucap Tiara menatap serius ke arah sang suami.

"Kalo dalam 1 minggu Bella tidak ketemu, kira-kira ia kabur kemana? apa mungkin menemui ibu kandungnya?" Tanya Rudi begitu penasaran.

"Kalo menemui ibu kandungnya sih kayanya gak mungkin mas, karena gadis itu tidak pernah melihat wajah atau foto ibu kandungnya selama ini hanya mengetahui namanya saja. mencari dengan hanya bermodalkan nama saja itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami yang artinya belum tentu ketemu. Kita berdoa saja agar keponakan mu itu mati kelaparan atau menjadi korban kejahatan di luar sana sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk membunuhnya demi uang asuransi itu." Ucap Tiara tega.

"Benar semua ucapan mu itu sayang, semoga saja gadis itu mati di jalanan. jadi kita tidak perlu lagi menampung dan memberinya makan di rumah ini." Timpal Rudi.

*****

Di sebuah pabrik yang sebentar lagi akan memasuki waktu pulang kerja, terlihat Andrew dan Fatir akan keluar dari pabrik karena urusan mereka sudah selesai.

"Sudah selesai belum?, ayo kita segera ke mobil."

"Sudah, ayo segera pergi."

Namun saat mereka akan keluar dari ruangan tersebut, tiba-tiba saja salah satu staf memasuki ruangan mereka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Maaf tuan Andrew dan Fatir, di bagian produksi ada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja dan saat ini sedang di bawa ke rumah sakit." Beritahu staf tersebut.

"Kenapa bisa terjadi kecelakaan kerja?, aku akan urus ini terlebih dahulu sebelum pulang ke jakarta malam ini." Ucap Andrew terlihat panik.

"Baik tuan, saya jadi merepotkan anda." Jawab staf tersebut merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa ini tanggung jawab saya juga, di larikan ke rumah sakit mana karyawan itu?" Tanya Andrew.

"Di rumah sakit hospital city di pusat kota." Jawab staf tersebut.

"Baiklah aku akan segera pergi ke sana sekarang juga."

*******

Kini Andrew dan Fatir sudah berada di dalam mobil dan dan sedang menuju rumah sakit untuk melihat keadaan salah satu karyawan mereka.

"Apakah kita harus memperpanjang masa inap kita di hotel sampai besok pagi?" Tanya Fatir yang melirik Andrew yang tengah duduk di sampingnya.

"Perpanjang saja sampai beberapa jam ke depan, aku ingin segera pulang setelah semua urusan di rumah sakit selesai."

"Baiklah aku mengerti."

Saat ini Fatir terlihat merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel miliknya, ia berniat segera menghubungi pihak hotel untuk memperpanjang waktu keluar mereka dari hotel.

*****

Bella terus berjalan tanpa arah tujuan, kini tatapan matanya tertuju ke arah langit yang tidak ada bintang sama sekali yang artinya malam ini mungkin saja akan turun hujan.

Seketika gadis itu terlihat bingung harus tidur di mana untuk malam ini, namun tiba-tiba tatapan mata Bella tertuju ke arah emper toko yang terlihat sudah tutup, ia berniat untuk tidur di sana sementara malam ini.

"Aku bisa mengunakan koran dan kardus bekas ini untuk tidur." Ucap Bella saat menemukan koran dan kardus di sekitar sana.

Hoam....

terlihat Bella sudah menguap padahal ini belum terlalu malam untuk tidur, mungkin karena tubuhnya sangat lelah sehingga ia menjadi sangat mengantuk saat ini.

Perlahan mata Bella mulai terpejam dan tubuhnya yang semula bersandar di tembok toko mulai merosot ke bawah sangking mengantuknya dan mulai tertidur pulas di lantai toko yang hanya di alasi oleh kardus bekas.

Saat sedang tertidur lelap Bella merasa tubuhnya seperti ada yang menggerayangi dan merasa terusik.

"Lumayan nih ada gadis muda pasti masih tersegel." Ucap pria berkumis menatap penuh minat ke arah Bella sembari membelai pelan kaki gadis itu yang tidak tertutupi oleh koran.

"Iya benar, malam ini kita akan bersenang-senang." Jawab teman pria berkumis itu girang.

Kedua pria itu terus menggerayangi tubuh Bella sehingga gadis itu merasa tidak nyaman dari tidurnya dan mulai terbangun dengan posisi terduduk saat ini.

APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN!

teriak Bella begitu terkejut dan ketakutan saat tubuhnya sedang di gerayangi oleh kedua pria yang sedang berjongkok di hadapannya saat ini.

"Jangan takut cantik malam ini kita akan bersenang-senang hahahaha." Ucap kedua pria tersebut tertawa keras.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

Bella langsung terdiam dengan jantung yang berdetak kencang karena ketakutan setelah mendengar ucapan kedua pria itu yang sepertinya akan berbuat tidak senonoh terhadap dirinya.

*****

TIDAK! PERGI KALIAN BERDUA JANGAN SENTUH AKU!

"Hei cantik jangan buang tenaga mu untuk berteriak, karena percuma tidak akan ada yang akan menolong mu."

"Iya benar itu, jadi simpan saja tenaga mu untuk bersenang-senang malam ini dengan kita berdua. hahahaha......"

TOLONG JANGAN LAKUKAN APAPUN, KASIHANILAH SAYA! HIKS HIKS HIKS.

Bella mulai terisak dan memohon tapi kedua pria itu langsung merebahkan tubuhnya kembali ke lantai yang hanya di alasi oleh kardus.

Bella terlihat terus memberontak namun ia tidak bisa kabur kemana-mana, karena kedua tangan nya sedang di pegangi oleh satu pria dan satu pria nya lagi sedang berusaha membuka celananya saat ini.

TOLONG JANGAN LAKUKAN INI KEPADA SAYA!

Teriak Bella memohon tapi kedua pria itu seakan tuli dan tidak mempedulikan ucapan gadis itu.

Krek!

Pria berkumis itu telah berhasil membuka resleting celana Bella dan akan segera menurunkannya ke bawah.

Bella begitu terkejut karena pria tersebut telah berhasil membuka resleting nya dengan refleks ia menendang tubuh pria itu sampai terjungkal dan jatuh ke belakang.

ARGGGHTTT SIALAN! Teriak pria berkumis itu setelah jatuh terjungkal.

Sontak saja hal itu membuat teman pria berkumis yang sedang memegangi kedua tangan Bella refleks menghampiri temannya yang terjatuh.

Bella tidak membuang kesempatan emas ini ia segera terbangun dan akan kabur, namun sayang teman pria berkumis itu segera mengetahui pergerakannya dan mulai berjalan kembali menghampirnya.

kini gadis itu begitu panik dan mulai mencari sesuatu yang bisa ia gunakan sebagai alat pelindung diri, matanya langsung tertuju ke arah botol kaca kosong yang ada di dekat pot depan toko. dengan cepat Bella mengambilnya dan langsung saja mengarahkan ke kepala teman pria berkumis itu yang mulai berjalan menghampiri nya.

BRAK!

botol kaca itu pecah di atas kepala pria tersebut terlihat darah mulai mengalir. seketika tubuh Bella bergetar hebat karena masih belum menyangka dia bisa melakukan hal itu.

ARGGHHHTT SIALAN KEPALA KU BERDARAH!

SIALAN AKU AKAN MENANGKAP MU!

Bella yang tahu pria berkumis itu akan menangkapnya ia segera berlari secepat mungkin tanpa arah, yang penting ia melarikan diri dari pria jahat itu.

HEI JANGAN KABUR KAMU! teriak pria berkumis itu terus mengejar.

Bella terus berlari tanpa melihat sekitar tiba-tiba saja dia di kagetkan dengan lampu kendaraan yang menuju ke arahnya.

BUGH!

tubuh Bella sedikit terpental ke aspal karena telah di hantam sepeda motor.

pria yang sempat mengejar Bella tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan kabur setelah melihat gadis itu telah tertabrak.

"Arggghht sakit!" Lirih Bella pelan memegangi sikunya yang berdarah.

HEI JANGAN BERLARI DI TENGAH JALAN, KALO MAU MATI TERJUN SAJA DARI ATAS JEMBATAN JANGAN NYUSAHIN ORANG LAIN! LAGI PULA TIDAK AKAN ADA YANG MENCARI DIRI MU, KARENA SEPERTINYA KAMU HANYA SEORANG GEMBEL! JADI MATI SEPERTINYA JALAN KELUAR TERBAIK!" Teriak pria paruh baya itu marah tanpa turun dari atas motor miliknya.

DEG! ucapan pria paruh baya itu begitu menyayat hati Bella saat ini.

"Maaf pak, saya gak tahu kalo di depan ada motor yang melaju cepat."

"Sudah cepat minggir saya mau lewat." Ucap pria paruh baya itu tanpa rasa bersalah sama sekali atau pun meminta maaf kepada Bella karena telah menabrak gadis itu.

"Hiks hiks hiks... Sepertinya memang aku tidak pantas untuk di lahirkan di dunia ini. saat ini aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi." Lirih Bella pelan sambil terisak dan berusaha berdiri.

Tes! Tes! Tes!

tiba-tiba saja mulai turun hujan, Bella terlihat menatap ke arah langit dan menadahkan sebelah tangan nya merasakan air hujan yang menetes. langit malam ini seakan sangat tahu jika saat ini hati Bella begitu sedih dan hancur, sehingga langit pun ikut  menangis bersama dirinya melalui air hujan.

Bella mulai menyadari jika hidup di luar sendirian itu tidak mudah dan berat. padahal ini baru langkah awal tapi ia sudah mendapat banyak cobaan dan perlakuan yang kurang baik dari beberapa orang yang ia temui.

apalagi banyak orang yang memandang rendah dirinya karena penampilannya yang kumal dan mengira ia adalah seorang  gembel yang tinggal di jalanan, di tambah ia sempat akan mendapatkan pelecahan dari kedua orang pria tidak di kenal. hal itu membuat mental Bella bertambah down dan hancur, padahal ia berharap bisa hidup bahagia dan bertemu orang-orang baik setelah dia kabur dari rumah om dan tantenya.

Ternyata hal itu hanya sekedar angan-angan dan mimpinya saja. kini ia telah putus asa dan memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

*******

"Mobil di bawah sudah siap belum, sepertinya hujan malam ini cukup deras?" Tanya Andrew kepada Fatir.

"Sebentar aku telepon pak Joko dulu." Jawab Fatir mulai mengeluarkan ponselnya dan menelepon pak Joko supir pribadi keluarga Andrew.

"Baik pak, kami akan segera turun ke bawah."

"Mobil sudah siap di depan lobi." Beritahu Fatir kepada Andrew.

"Baiklah ayo segera keluar, tolong sekalian bawa koper milik ku juga." Ucap Andrew memerintah Fatir.

"Baik tuan raja!" Cibir Fatir dengan raut wajah kesal.

*****

Bella terlihat terus berjalan sambil termenung dengan tubuh yang terus di guyur air hujan, tiba-tiba saja ucapan pria baru baya yang sempat menabraknya beberapa waktu lalu terniang-niang di pikiranya saat ini. seperti suara alarm yang terus berputar namun tidak bisa untuk Bella hentikan dan kendalikan saat ini.

HEI JANGAN BERLARI DI TENGAH JALAN, KALO MAU MATI TERJUN SAJA DARI ATAS JEMBATAN JANGAN NYUSAHIN ORANG LAIN! LAGI PULA TIDAK AKAN YANG MENCARI DIRI MU, KARNA SEPERTINYA KAMU HANYA SEORANG GEMBEL! JADI MATI SEPERTINYA JALAN KELUAR TERBAIK!

ucapan pria paru baya itu terus terniang-niang di pikiran dan telinga Bella saat ini.

TOLONG HENTIKAN AKU TIDAK INGIN MENDENGARNYA LAGI, HIKS HIKS HIKS!"

teriak Bella sembari menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya, karena suara pria baru baya itu terus terniang-niang.

Kini tatapan mata Bella tertuju ke arah pembatas besi jembatan, tatapan matanya terlihat sengat kosong dan pasrah saat ini.

"Sepertinya bunuh diri tidak terlalu buruk juga, dengan mati aku bisa bertemu dengan ayah dan semua rasa sakit yang saat ini aku rasakan akan segera hilang." Lirih Bella pelan.

Perlahan gadis itu mulai berjalan ke arah pembatas besi jembatan tersebut, ia berniat akan melompat dari atas jembatan untuk mengakhiri hidupnya di usia 13 tahun.

Sementara di dalam mobil tidak ada pembicaraan di antara Andrew dan Fatir, mereka terlihat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing yaitu bermain ponsel. sedangkan pak Joko sedang berkonsentrasi mengemudi karena jalanan kurang terang, mobil mereka sebentar lagi akan melewati jembatan yang cukup panjang.

"Astaga sepertinya ada seorang gadis muda yang akan bunuh diri!" Kaget pak Joko setelah melihat dari kejauhan sosok wanita seperti ingin melompat.

Sontak saja ucapan pak joko barusan membuat Andrew dan Fatir langsung menghentikan aktifitas mereka bermain ponsel dan langsung menatap ke arah depan.

"Di mana pak?" Tanya Andrew dan Fatir secara bersamaan.

"Itu di depan pinggir jembatan, sebentar lagi kita akan melewatinya." tunjuk pak Joko ke arah depan.

Andrew dan Fathir langsung menatap ke arah depan, benar saja mereka melihat seorang gadis muda seperti ingin melompat dari atas jembatan.

"Kita harus menghentikan aksi gadis itu." Ucap Fatir begitu panik.

"Jangan ikut campur itu pilihannya sendiri kita tidak perlu menghentikan nya ." Jawab Andrew dengan raut wajah dingin.

"SHIT! Lo gak punya hati!"

"Terserah apa kata Lo!"

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!