NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Di tengah ketegangan itu, Nisya masuk membawa nampan berisi 3 kopi. Ia merasa atmosfir di ruangan itu sangat berat.

 "Permisi, kak... eh, Pak Ardi, ini kopinya. Dan ini ada sampel bahan kain yang dikirim tim produksi tadi pagi."

Nisya meletakkan kopi di depan Ardiansyah. Ia sempat melirik ke arah Ratu dan memberikan senyum tulus yang sangat lembut. Ratu hanya mengangguk kecil, hatinya terasa seperti dicubit melihat betapa sabarnya Nisya melayani Ardiansyah yang bahkan tidak menoleh padanya.

 "Taruh saja, Nisya. Dan jangan ganggu saya sampai rapat ini selesai." ucap Ardiansyah datar, tanpa menoleh

Nisya mengangguk patuh, suaranya tetap lembut meski diabaikan "Baik, Pak. Saya permisi."

Setelah Nisya keluar, Ratu kembali bersuara, kali ini dengan nada yang sedikit lebih tajam.

"Anda memiliki staf yang sangat berdedikasi. Sayang sekali jika perhatian Anda terlalu fokus pada hal-hal yang tidak terlihat sampai mengabaikan apa yang ada di depan mata." sindir Ratu dengan nada halus.

Ardiansyah tertegun. Ia merasa asisten di depannya ini sedang menyindir urusan pribadinya.

"Saya membayar staf saya untuk bekerja, bukan untuk dinilai oleh pihak luar. Mari kembali ke bisnis. Saya setuju dengan kontrak ini, bukan karena saya percaya pada Vanessa, tapi karena saya tahu profit yang akan saya dapatkan dari kerja sama ini." Sahut Ardiansyah dingin.

Meskipun kesal dengan sikap Ardiansyah, Ratu tetap harus memastikan penyamarannya tetap sempurna, ia membuka berkas-berkas penting untuk di tandatangani oleh Ardiansyah.

" Silahkan anda tandatangani tuan, lebih cepat lebih baik" ucap Ratu dengan datar, tatapan nya tajam, membuat Ardiansyah merasa terintimidasi oleh tatapan asisten Vanessa.

Ardiansyah akhirnya menandatangani dokumen tersebut dengan kasar. "Kerja sama ini berjalan mulai hari ini. Tapi ingat satu hal, saya akan tetap mencari tahu siapa sebenarnya bos Anda."

Ratu mengambil dokumen itu dengan gerakan tenang. "Silakan mencoba, Tuan Ardiansyah. Tapi terkadang, mencari sesuatu yang tidak ingin ditemukan hanya akan membawa Anda pada kekecewaan."

Sebelum Ardiansyah sempat menjawab, Ratu dengan cepat mengucapkan salam sebelum keluar dari ruangan.

Ratu melangkah keluar dari ruangan itu dengan kemenangan kecil di tangannya...

setelah kepergian Ratu, Ardiansyah memijat pelipis yang terasa pusing, " bos nya dengan asistennya sama-sama misterius, baru kali ini , aku merasa seperti berhadapan dengan diriku sendiri " gumamnya pelan, lalu Ardiansyah menyesap kopi buatan tunangannya...

____

Di mansion keluarga Suhadi, Kegelisahan Monica sebagai seorang ibu memuncak saat mendengar laporan dari mata-matanya di kantor. Hubungan Ardiansyah dan Nisya tidak menunjukkan kemajuan berarti, mereka lebih terlihat seperti atasan dan sekretaris daripada sepasang calon pengantin.

Monica memutuskan untuk mengambil kendali. Di ruang makan mewah keluarga Suhadi, ia menunggu putranya pulang dengan rencana yang sudah matang.

"assalamualaikum " ucap seseorang dari luar yang ternyata adalah Ardiansyah....

Saat Ardiansyah melangkah masuk ke rumah dengan wajah lelah dan dasi yang sudah dilonggarkan, Monica langsung menyambutnya.

 "Waalaikumsalam....Ardi, simpan dulu tas kerjamu. Mama mau bicara sebentar."

Ardiansyah menghela napas, duduk di sofa dengan lesu "Kalau soal persiapan gedung, Ardi sudah setuju dengan pilihan Mama dan Najwa. Ardi ikut saja, Ma."

"Ini bukan soal gedung, Ardi. Ini soal kamu dan Nisya. Mama dengar di kantor pun kamu hampir tidak pernah mengajaknya makan siang bersama? Padahal dia tunanganmu, calon istrimu."

"Ma, di kantor dia adalah staf. Ardi harus profesional. Lagipula, Nisya juga tidak keberatan, dia mengerti kesibukan Ardi." sahut Ardiansyah dengan sopan.

Monica mendekat dan menggenggam tangan putranya "Dia mengerti karena dia terlalu tulus, bukan karena dia tidak merasa sakit. Ardi, pernikahan itu bukan sekadar kontrak kerja sama perusahaan. Kamu butuh membangun kedekatan. Malam ini, Mama sudah siapkan reservasi di restoran fine dining favoritmu. Mama mau kamu ajak Nisya makan malam. Hanya kalian berdua, tanpa bicara soal laporan bulanan." tutur Monica tidak bisa tolak.

 "Ma, malam ini Ardi ada janji meninjau sistem keamanan baru dengan tim IT..." ucapan Ardi terpotong...

"Batalkan. Atau Mama yang akan menelepon tim IT-mu dan bilang CEO mereka sedang sakit. Pilih mana? Ardi, tolonglah... lakukan ini demi Mama. Tatap mata Nisya sekali saja bukan sebagai bos, tapi sebagai pria yang akan melindunginya."

Ardiansyah akhirnya tidak bisa menolak. "Baiklah, nanti malam, Ardi akan menjemputnya ".

 ___

Malam harinya ia sudah duduk di sebuah meja sudut yang remang dan romantis. Di depannya, Nisya tampak sangat cantik namun terlihat gugup. Ia mengenakan jilbab berwarna krem yang senada dengan gamis satinnya.

Suara Nisya bergetar kecil "kak... terima kasih sudah meluangkan waktu. Tadi Mama Monica bilang Kakak ingin mengajak saya, tapi saya tahu Kakak pasti sangat sibuk, maka dari itu, saya bilang pada mama Monica biar biar Nisya sendiri yang datang ke mansion."

Ardiansyah menyesap air putihnya, matanya sesekali melirik jam tangan "Mama yang terlalu semangat. Tapi ya, kita memang butuh makan."

"Iya, Kak. Kak Ardi terlihat lelah sekali hari ini. Apa rapat dengan tim Afnan Style tadi sangat menguras tenaga?"

Mendengar nama Afnan Style, gerakan tangan Ardiansyah yang sedang memegang pisau steak terhenti. Bayangan asisten misterius yang berani menatap matanya di ruang rapat tadi kembali muncul.

 "Hanya masalah teknis. Kamu sendiri... bagaimana pekerjaanmu? Apa ada kesulitan di administrasi?" tanya Ardiansyah yang kini sedikit melembut.

Nisya tersenyum kecil, sedikit kecewa karena pembicaraan kembali ke arah pekerjaan. Meski ucapan Ardi tidak sedingin saat di kantor"Semua lancar, kak. Saya senang bisa membantu kakak, meski hanya dari balik meja "

Nisya mencoba mencairkan suasana. Ia mengeluarkan ponsel miliknya, namun bukan untuk menunjukkan laporan, melainkan sebuah foto.

 "Tadi sore saya sempat melihat-lihat referensi dekorasi kamar pengantin kita, kak. Saya suka yang konsepnya putih bersih dan agamis, seperti ini..."

Ardiansyah hanya melirik sekilas tanpa minat. Pikirannya benar-benar terbagi. Ia merasa bersalah karena bersikap dingin pada Nisya yang begitu tulus, namun hatinya terasa beku, setahun menjalin hubungan,namun ia tidak merasakan perasaan apapun pada Nisya, seolah hatinya tertutup oleh tembok besar yang ia sendiri tidak tahu.... Ia menatap Nisya seperti yang di katakan oleh ibunya, Nisya cantik, senyumnya teduh, namun terlihat biasa saja di matanya. Namun ia tetap akan menjalani hubungan ini, ia sudah pasrah pada takdirnya, banyak juga yang berumah tangga namun baik-baik saja karena perjodohan, contohnya seperti gurunya Rukayyah,dan ia mencoba untuk mengikuti jejak Rukayyah.

"Bagus. Kamu atur saja dengan Mama. Saya percaya selera kalian." ucap Ardiansyah lembut meski terdengar kaku.

Nisya menunduk, ia menautkan jari-jarinya di bawah meja . Namun, dinginnya AC restoran itu masih terasa lebih hangat daripada sikap tunangannya .

Makan malam itu berakhir dengan keheningan. Saat Ardiansyah mengantar Nisya pulang ke rumahnya, ia melihat notifikasi masuk di tabletnya dari Vanessa.

"Kerja sama resmi dimulai. Sampai bertemu di tinjauan lapangan besok pagi, Pak CEO."

Ardiansyah meremas kemudi mobilnya. Ada rasa penasaran yang membuncah setiap kali nama itu muncul, rasa penasaran yang jauh lebih besar daripada rasa ingin tahunya tentang dekorasi kamar pengantin yang ditunjukkan Nisya tadi. Namun dirinya gengsi untuk meminta bantuan kepada yang lainnya... Di tambah lagi, tadi siang asisten Vanessa juga sudah mulai mengusik ketenangan nya, dengan ucapan-ucapan pedas yang dilontarkan asisten Vanessa yang misterius.

_____

Bintang di langit masih kosong, mungkin kalau bintang sudah bertebaran, itu akan menambah semangat.... Up lebih dari 2 bab 😁😁😁😁

Terimakasih atas dukungannya🙏🏻...

Sehat selalu semua

🥰🥰🥰

1
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
Sukarti Wijaya
nambah thor up nya buat malming😍
Aisyah Virendra
Akhirnya Ardiansyah berkunjung juga ke Mansion Pratama demi menemui Ratu sang pujaan hati 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!