Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Hoshi
"Oke, Pak Quinn ... cukup soal punakawan. Jadi kita semua tahu kalau pria yang datang ke Harmoni Life itu adalah benar dokter Westin meskipun dia memakai topi dan maskernya," ucap AKP Dean Thomas. "Anda yakin seratus persen?"
"Seratus persen pak Dean," jawab dokter Rahmat.
"Langkah kaki itu seperti khas seseorang. Aku bisa hapal siapa yang berjalan di rumah dari langkah kakinya. Entah itu Rina atau V atau Kai," celetuk Hoshi.
"Benar itu Opa," timpal Iptu Rayyan. "Suara langkah ibuku yang comel itu mirip dengan langkah kaki Ratimaya kalau di rumah. Cuma bedanya, langkah ibuku lebih tegas dibandingkan Rati."
"Benar kan. Sekarang kita lihat. Si Westin bukan Eastin itu kemana," ucap Hoshi.
Mereka semua melihat kalau dokter Westin ke Medical Examiner. Semua orang terkejut kecuali Hoshi dan Kaivan.
"Ke ME?" seru semua orang.
"Benar. Dia ke ME!" jawab Hoshi. "Aku yakin bahwa disana dia bertemu dengan partnernya."
Semua orang mengumpat karena tidak bisa melihat siapa yang ditemui. Mereka sungguh penasaran.
"Kalian meremehkan kekuatan klan Pratomo?" ejek Hoshi. "Kita hack lah ME nya!"
Spontan tim divisi kasus dingin tepok jidat berjamaah. "Damn! Salah kita main judgement!" kekeh Kompol Jarot.
"Daaaannn ...." Kaivan memperlihatkan siapa yang ditemui oleh dokter Westin.
"Whaaaattttt?" seru semua orang. "Dokter Arlo Gunawan?"
"Tapi dia dokter forensik kita lho Pak Quinn!" seru Iptu Nana tidak percaya. "Dia salah satu dokter forensik terbaik di Polda!"
"Terbaik bukan berarti nggak busuk dalamnya," ucap Hoshi. "Jadi mereka berdua kerjasama. Apa kalian tahu, saat autopsi lima pasien dokter Westin, semua CCTV mati?"
"Pak Quinn menyelidiki sampai sana?" seru Kompol Jarot. "Luar biawak!"
"Heh? Biawak?" tanya Hoshi.
"Beyond biasa pak," kekeh Kompol Jarot.
"Oh. Begitu." Hoshi pun manggut-manggut.
"Jadi kita sudah tahu siapa saja. Tapi itu yang kita tahu. Paling utama adalah sindikat dan pemimpinnya. Dibawa kemana semua organ itu. Dalam negeri atau luar negeri. Sindikatnya yang harus dibasmi!" ucap AKP Dean Thomas.
"Ding Dong, jika kamu bisa mengungkap kasus ini dan ternyata bekingnya adalah sesama isilop, apa kamu sudah siap?" tanya Hoshi.
"Pak Quinn, saya sudah berjanji pada Tuhan dan anda serta diri saya sendiri. Saya menjadi polisi itu untuk memberikan keadilan pada korban dan keluarganya serta menghukum pelakunya. Saya tahu instansi saya banyak disorot karena kelakuan para isilop nakal itu. Tapi saya tidak akan seperti itu. Sejak saya disumpah jabatan, saya sudah bertekad tetap menjadi polisi yang sesungguhnya. Tidak ada main-main atau nakal memanfaatkan jabatan," jawab AKP Dean Thomas.
"Bagus. Meskipun kamu aku panggil Ding Dong, tetap harus Istiqomah!" ucap Hoshi jumawa.
AKP Dean Thomas tersenyum maklum.
"Eh, Dendeng! Kamu bilang apa ke dokter Westin?" tanya Hoshi tiba-tiba.
"Aku bilang aku ada Opa di Harmoni Life," jawab Raiden.
"Kira-kira kalau Opa menyamar disana gimana ya?" gumam Hoshi.
Kaivan dan Raiden auto mendelik. "Whaaatttt?"
***
Harmoni Life
"Jadi ada yang meninggal disini, Ndah?" tanya Rina yang datang bersama dengan menantunya, Katya D'Angelo. Mereka menjenguk teman pengajian Rina yang memilih tinggal di panti jompo daripada ribut sama menantunya.
"Iya Rin. Ya ampun! Padahal mas Yono itu nggak ada sakit lho. Bisa dibilang dia paling sehat di sini. Tapi yang namanya umur tidak ada yang tahu," jawab Amanda yang biasa dipanggil 'Ndah' oleh Rina.
"Bisa jadi kan dia menyimpan sakit jantung kan Tante?" tanya Katya.
"Bisa jadi. Wong jantung itu silent killer kan?" timpal Amanda.
"Apa kamu tidak melihat ada kejanggalan, Ndah?" tanya Rina.
Amanda menatap Rina. "Apa menurutmu mas Yono matinya tidak wajar?"
"Aku tidak tahu Ndah. Memangnya kamu berpikiran seperti itu?" tanya Rina.
"Aku sih curiga saja. Bukan apa-apa. Tidak ada angin tidak ada hujan ... Kok mas Yono meninggal. Kalau aku, wajar Rin. Wong aku punya jantung sama asma. Jadi kalau misalnya aku tidak ada, bukan hal yang mengejutkan," jawab Amanda.
"Hush! Jangan bilang begitu! Insyaallah Haqul yakin kamu panjang umur biar bisa saingan sama Dick van Dyke yang seabad lebih. Kan dia main di film favorit kamu, Mary Poppins versi Julie Andrews," senyum Rina.
"Ish, masih ingat saja film favorit aku," kekeh Amanda.
"Tante, serius mau menghabiskan waktu di sini?" tanya Katya.
"Daripada ribut sama menantu? Rina itu beruntung lho, punya menantu baik semua. Kamu dan Romeo itu menantu kesayangan Hoshi dan Rina," ucap Amanda. "Menantuku, si Nyai Dasimah itu ... Huh! Memang nggak tahu diuntung! Diangkat derajatnya sama anakku, malah mentung. Bisa-bisanya minta warisan sebelum aku mati! Hei! Siapa kamu? Aku itu masih hidup ya!"
Rina dan Katya tersenyum. "Sabar Ndah, ingat jantung dan tensi."
"Tapi bener kok Rin, aku heran sama anakku! Bukan nasehati istrinya, malah dukung! Whooo, ya jelas aku tidak mau. Mending aku pergi saja. Semua asetku sudah aku hibahkan buat mesjid. Aku kan punya tabungan yang banyak karena memang, aku suka investasi jadi ... Ya aku pakai sendiri lah! Salahnya anakku sudah aku ajari investasi malah diporoti sama Nyai Dasimah itu! Gak punya apa-apa dia! Aku tidak mau membantu lagi karena, dia anak laki-laki! Seharusnya anak laki-laki mengurus ibunya dan istrinya! Karena ibunya terlalu mandiri, dia kewalahan urus istrinya yang boros itu! Wong punya anak satu, kok sudah habis-habisan!" omel Amanda.
Rina dan Katya tahu bagaimana jeleknya hubungan Amanda dengan putra dan istrinya. Mereka memang dikenal pasangan yang selalu hidup mewah apalagi putranya mewarisi pabrik dari ayahnya. Karena gaya hidup keduanya, akhirnya pabrik plastik milik keluarga pun dijual dan dibeli oleh Rina dan Hoshi.
Awalnya karena Rina ingin membantu Amanda yang kebingungan takut perusahaan almarhum suaminya hilang jadi dia minta tolong. Hoshi sendiri tidak masalah mengeluarkan uang segitu karena alasannya cukup membagongkan.
"Aku belum pernah punya pabrik plastik!" ucap Hoshi saat itu.
Pabrik plastik yang hampir bangkrut itu pun kembali menjadi naik dan hidup kembali di tangan dingin Hoshi dan Valentino. Rina juga tidak serakah. Amanda dan putranya diberikan saham masing-masing lima persen untuk hidup mereka. Tapi tetap saja ... putra dan istrinya selalu merasa kurang.
Amanda sendiri memilih tinggal di panti jompo karena lebih tenang, bertemu dengan teman sebaya. Cucunya sendiri jarang menemuinya karena terdoktrin oleh ibunya kalau neneknya jahat dan pelit.
"Aku memilih waras, Rin," ucap Amanda saat itu.
Jadilah Amanda tinggal di panti jompo ekslusif itu. Apalagi dia punya uang sendiri jadi bisa membayar setiap bulan.
"Ndah, aku minta tolong. Berhati-hatilah. Kunci pintu kamar kamu. Di dobel kalau perlu dengan diganjal kursi ya?" pinta Rina.
"Oke Rin. Meskipun aku tidak tahu kenapa, tapi kamu tidak pernah menyesatkan aku," jawab Amanda dengan tegas.
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
sking serakahnya dmi uang,dia smp ceroboh krna ga cek organ yg dia jual shat atw ga....dfnisi dia yg jd prntra pnularan pnykit mmatikn ky gt....
mga aja dia jg mrsakn akibtnya nnti,mnimal dia ktularan lh sm pnykt tu....
keceplung juga akhirnya
kuapokmu kapannnnn
kok kober ya pak Rayyan... pasti dy lupa kalo masih terhubung sm mas L dan mas Kai
terimakasih kerja kerasnya mbak Hani
terima kasih mbak Hana sudah membuatku ikut deg2an
nyuri organ mnusia,abs tu d jual...trs nanya hrganya brpa....brsa lg nanya orng yg jualan syur tau ga sih,yg ini brp??????😡😡😡....
mngkn dia msti mrsakn dlu khilangn slh stu organ'nya,bru mkir.....