semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 30
End of flashback
Kembali kemasa sekarang,
Hari Ini untuk pertama kalinya Agata tidur dengan nyenyak,mungkin kah ini akibat kesenangan memakan makanan favoritnya pikir nya.setelah selesai bersiap-siap ia bergabung untuk sarapan pagi bersama.
Saat sarapan ia memperhatikan suasana yang canggung antara Devan dengan kedua orang tuanya.walaupun merasa penasaran Agata berpikir tidak baik bagi nya untuk terlalu mencampuri urusan keluarga Devan.
Walaupun begitu Devan dan orang tua Devan masih bersikap seperti biasanya kepadanya bahkan lebih perhatian dari sebelumnya.ibunya Devan bahkan sampai menyiapkan bekal untuk makan siang nya.
"Ibu mu terlalu baik padaku.membuat ku merasa tidak enak"ujar Agata disamping Devan yang sedang menyetir menuju tempat kerjanya.
"Bukankah memang seharusnya begitu, Love kamu tidak perlu merasa tertekan.kamu berhak menerima semua cinta yang diberikan oleh orang tuaku, bagaimana pun kamu akan menjadi bagian dari keluarga ini nantinya"
'seandainya saja memang seperti itu'ujar Agata dalam hati,
Sekarang tampak nya Agata menyadari bahwa selama ini ia terlalu terlena dengan kasih sayang yang Devan berikan kepadanya,ia terlena menjalani kehidupan sebagai Agata sampai ia melupakan tujuan utamanya,balas dendam.
Ini waktu yang tepat untuk membalas ketidakadilan yang ia terima di masa lalu dan untuk awal yang bagus, bagaimana jika memulainya dengan menghancurkan perusahaan Cakra?.
"Love?sayang?"
"Eh iya"
"Kamu melamun sayang,apa yang kamu pikirkan?"
Agata menatap Devan yang sedang melirik padanya,"itu aku hanya memikirkan masalah kantor tadi,maaf mengacuhkan mu"
Devan memegang dan menggenggam sebelah tangan Agata membuat Agata terkejut dengan sikapnya,karena tidak seperti biasanya.walaupun Devan selalu mengumbar kata sayangnya kepada Agata namun ia tampak nya sedikit menjaga jarak mengenai sentuhan fisik,hal yang ia lakukan hanyalah sebatas memeluk pinggang, menyentuh kepala dan mencium kening itu pun tidak lah sering,dan ini pertama kalinya bagi Agata untuk berpegangan tangan dengannya.
"Jangan terlalu terbebani,aku tidak suka kamu terlalu memikirkan pekerjaan.jika kamu mau berhenti itu tidak masalah,aku memiliki uang yang cukup untuk membiayai kehidupan mu"
Agata merasa tidak nyaman dengan elusan jari Devan ke tangannya,ingin sekali ia menyentak keras melepaskan genggaman itu namun ia sekarang masih dalam misi menyamar sebagai tunangan Devan.
"Tidak perlu,kerjaannya masih bisa aku tangani dan aku merasa akan membosankan jika aku tidak bekerja nantinya"
"Kamu bisa datang kekantor ku, menemani ku seharian"Devan melirik kaca untuk melihat ekspresi wajah Agata,ia tentu saja melihat ketidaknyamanan ada wajah gadis itu namun ia tidak akan melepaskan tangannya.tidak untuk kali ini,dan tidak untuk selamanya.
"Itu hanya menemani,tidak sebaik bekerja.jangan bahas itu lagi"
"Baiklah,apa lagi yang bisa aku lakukan jika itu adalah kehendak mu.semua kehendak mu adalah perintah bagiku tuan putri"Devan membawa tangan Agata kedepan mulutnya dan mencium tangan itu.
Wajah Agata memerah,sial sekali laki-laki ini terlalu menggoda nya,"apa....apa yang kamu lakukan?"pekik Agata
Devan tersenyum miring,"tunangan ku sayang,sebaiknya kamu mempersiapkan hati mu.karena mulai hari ini aku akan mengejar mu dan membujuk mu agar mau aku nikahi nantinya"
Dada Agata berdebar-debar,untung saja mereka sudah sampai di depan perusahaannya,dengan cepat ia melepas kan sabuk pengaman nya dan melarikan diri.bisa ia dengar suara tawa lepas dari dalam mobil itu.
"Sayang,kamu semakin menggemaskan.ah bagaimana mungkin aku bisa menahan nya lagi...aku akan menjadikan mu milikku secepatnya "kekeh Devan,ia mengangkat tangan yang tadi menggenggam tangan Agata,bisa ia cium aroma harum Agata yang tertinggal,ia menghirup rakus aroma itu,matanya menggelap tanpa ia sadari.
Sedangkan di sisi lain,Agata memasuki ruang kerjanya secara terburu-buru,ia duduk di kursinya memegang dadanya yang masih berdebar kencang.