Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 24
Hari itu, adalah awal baru bagi kelima generasi muda Chang Yuan untuk membuktikan diri, bahwa mereka mampu bersaing di puncak tertinggi generasi muda Kekaisaran Api Agung.
Yan Jian, Peri Yun Xi, Xiao Yu'er, Nangong Yuxin, dan Chang Ge. Mereka pun keluar dari Dunia Terpisah di dalam Cincin Ruang Ajaib milik Yan Jian, mereka pun berangkat menuju Istana Kekaisaran Api Agung untuk melanjutkan jalannya Kompetisi terbesar di Kekaisaran Api Agung.
Di lapangan tembok batu bata yang luas, di depan Istana Kekaisaran Api Agung, beberapa peserta kompetisi yang lolos ke babak kedua kompetisi, telah berada di tengah lapangan, dan tribun tembok di pinggiran lapangan telah dipenuhi oleh para penonton, bahkan mereka yang tersingkir di babak pertama, memilih untuk tetap menyaksikan jalannya kompetisi paling besar di Kekaisaran Api Agung ini.
Dari gerbang halaman, gerbang tembok bata bata bercampur giok api setinggi lima sampai enam meter. Lima orang generasi muda yang mewakili Provinsi Chang Yuan, telah datang dengan penuh percaya diri.
Di salah satu bagian tribun, orang-orang dari Provinsi Chang Yuan pun telah hadir, termasuk Gubernur Chang Wei, dan beberapa Praktisi yang menempati peringkat sepuluh daftar Surgawi Chang Yuan, yang duduk di bangku khusus para pejabat Provinsi di Kekaisaran Api Agung.
Di bawah sinar matahari yang hampir sejajar dengan kepala, Yan Jian bersama ke empat perwakilan Provinsi Chang Yuan pun bergabung dalam kumpulan peserta Kompetisi lainnya.
Di waktu yang sama, seorang tetua dari Istana Kekaisaran Api Agung, melayang di udara, jubah merahnya berkibar lembut tertiup angin. Dia adalah Huo Li— seorang Praktisi berusia enam puluh tahunan yang berada pada tingkatan ranah Nirvana bintang sembilan.
Tetua Huo Li berbicara, "Semua peserta..." katanya, pandangannya berkeliling, menatap satu-satu para peserta yang berbaris di tengah lapangan luas, "aku adalah Huo Li, dan kali ini... akulah yang akan memimpin jalannya kompetisi tahap kedua." sambungnya, mengumumkan.
Sorak-sorai terdengar menggema di halaman depan Istana kekaisaran. Semua orang sangat bersemangat dan tidak sabar untuk menyaksikan kehebatan pertarungan para generasi muda di era ini.
Saat itu, tetua Huo Li pun mengangkat tangannya tinggi ke langit, seketika pancaran cahaya keemasan membentangkan layar di udara, yang memperlihatkan 95 peserta yang akan bertanding di kompetisi tahap kedua ini.
Di layar itu, Yan Jian bersama Nangong Yuxin berada di grup yang sama, grup pertama. Sedangkan Xiao Yu'er bersama Peri Yun Xi berada di grup kedua, dan Chang Ge berada di grup ketiga. Namun yang membuat Yan Jian lebih bersemangat lagi, ketika dia melihat nama Feng Xian yang berada di dalam grup yang sama dengannya. Dan seperti yang telah dijelaskan oleh Kaisar Huo Tianjun saat itu, di mana tahap kedua ini menggunakan sistem eliminasi, yang menang akan lolos ke tahap selanjutnya, dan yang kalah akan tersingkir.
Pada pertarungan pertama, Yan Jian harus berhadapan dengan An Lang, seorang praktisi Nirvana bintang dua dari Provinsi Api Langit. Sedangkan di grup yang sama, Nangong Yuxin harus menghadapi sosok wanita yang pernah di sebutkan oleh Yao Qingyu kepada Yan Jian, seorang generasi muda terkuat di Provinsi Teratai Api.
Dia adalah Wang Yuxiu— dijuluki sebagai Gadis Mawar Neraka oleh para Praktisi di Provinsi Teratai Api, dia adalah sosok yang membuat hati para dewa muda bergetar dan para sesepuh kuno pun menundukkan kepalanya dalam diam.
Rambut hitam panjangnya berkibar laksana tirai malam, dihiasi mahkota kristal bunga mawar yang memancarkan cahaya merah samar, seolah-olah darah para musuh yang telah jatuh di tangannya telah membentuk perhiasan tersebut. Matanya yang merah delima berkilau tajam, mengandung pesona mematikan sekaligus kelembutan yang menyesatkan, tatapan yang mampu membuat jiwa lawan terbakar sebelum pedangnya bergerak.
Gaun merah darahnya yang terbuka di bagian bahu dan dadanya memperlihatkan kulit seputih giok suci. Pinggang rampingnya diikat sabuk lebar berukir motif mawar berduri, simbol bahwa keindahannya selalu disertai bahaya yang tak terelakkan.
Di dahinya, samar-samar terlihat tanda Api Abadi Peringkat Ketiga, Api Iblis Teratai Merah, salah satu dari tiga api terkuat di antara seluruh Api Abadi yang pernah tercatat dalam sejarah Benua Awan Biru. Api ini bukan sekadar elemen pembakaran; ia mampu membakar roh, karma, bahkan jejak keberadaan seseorang hingga tak tersisa sedikit pun.
Dengan satu langkah ringan di atas permukaan teratai, air pun tak beriak. Aura kultivasinya yang tersembunyi seolah menekan seluruh ruang di sekitarnya, bunga-bunga teratai di dekatnya secara diam-diam menunduk, seakan menyembah tuannya.
Dia adalah Wang Yuxiu. Bukan dewi belas kasih, bukan juga iblis haus darah semata. Tapi Gadis Mawar Neraka yang kejam dan juga dijuluki sebagai Gadis Tanpa Ekspresi.