NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 : Sahabat sejati

Burung besi raksasa membawa Azima terbang menembus awan dan melintasi cakrawala . 8 jam penerbangan dengan campur tangan A tidak membuat Azima bosan. First class, di mana segala fasilitas mewah menemani Azima selama perjalanan panjang Dubai - Indonesia.

A benar benar memanjakan adik kembarnya.

Tiba di bandara, supir pribadi Abi Zayn sudah siap siaga menjemput Azima.

Sepanjang jalan kembali ke Magnolia, ponsel canggih nya itu tak berhenti bersuara. Telpon, pesan dan email. Berganti-ganti memenuhi notifikasi benda persegi panjang itu.

A menanyai sudah tiba atau belum, Annasya juga bertanya hal yang sama, belum lagi panggilan dari rumah sakit. Kesemua itu menjadikan tangan dan mulutnya sibuk membalas satu persatu.

Umi Tata menyambut kedatangan putri cantiknya dengan senyum bahagia. Ia memeluk Azima yang sejak tadi merentangkan tangan.

" Aku sangat merindukan mu, umi ku sayang." Ujar Azima penuh drama.

 Umi Tata terkekeh.

" Apa kamu pikir, umi tidak merindukan mu?"

Azima melerai pelukan nya. " Lelaki tampan yang selalu berada di samping umi kemana?" Azima celingak-celinguk mencari keberadaan laki laki pertama dalam hidup nya.

Lagi lagi umi Tata tertawa. " Abi ke mansion utama. Umi lupa bilang padanya kalau hari ini kamu akan pulang."

" Sebaiknya begitu. Kalau Abi ada, habis sudah pipi ku ini dia cubit." Azima memegang kedua pipi nya. " Aku kan bukan anak kecil lagi, umi. Tapi, kenapa Abi selalu memperlakukan ku seperti anak yang seumuran Zoya? "

" Itu karena Abi sangat menyayangi mu."

" Dengan mas A tidak. " Protes Azima.

" Kalau itu, kamu tanyakan sendiri langsung pada abi."

Azima merengut, kemudian tersenyum cerah begitu umi mengatakan , " Umi sudah masak makanan kesukaan mu."

" Really?" Netra Azima berbinar sempurna. Dua minggu berada di luar negeri , memang lah ia sangat merindukan masakan umi Tata.

Umi mengangguk dan menggamit tangan Azima masuk ke dalam rumah.

" Mungkinkah umi tau kalau aku sudah lelah makan nasi biryani dan nasi Mandhi? Oh..lidah ku sangat tidak sesuai dengan masakan arab itu, umi."

Umi Tata tersenyum. " Tapi itu enak loh, Zi. Umi grandma dan abi grandpa saja suka. "

" Umi grandma jelas sangat menyukai makanan berempah itu, karena umi grandma pernah menempuh pendidikan agama di Mesir, jadi wajar lah kalau umi suka . Nah, kalau Abi grandpa, itu karena ia menyukai umi grandma...ha ha ha ha ha." Ledek Azima.

" Hush.."

Azima menutup mulut sembari terkekeh. " Maafkan aku umi grandma, maafkan aku Abi grandpa." Azima menangkup kedua tangan di depan foto umi Aza dan Abi Adam yang terpajang di pojok ruang makan mereka.

" Ayo kita makan, umi juga sudah lapar."

Keduanya menikmati makan malam dengan sesekali bersenda gurau.

*

*

Dua minggu kemudian.

Azima kembali di sibukkan dengan banyak nya pekerjaan. Pasien rawat jalan maupun rawat inap bertambah banyak setiap harinya. Apakah gaya hidup sudah semakin buruk hingga yang berusia masih muda pun sudah terkena penyakit jantung?

Sungguh miris.

Kesibukan kesibukan yang tak berujung membuat Azima sulit bertemu dengan Annasya . Wanita cantik berkerudung panjang itu juga beberapa hari ini betah berjam jam di dalam kamar operasi. Pasien nya juga semakin banyak. Padahal, dokter bedah saraf senior berlimpah dan berkeliaran di Brawijaya . Kecekatan, ketelitian dan kedisiplinan, itulah yang di pegang teguh Annasya hingga banyak yang mempercayakan anggota keluarga mereka yang sakit untuk di obati oleh nya.

Siang hari ini begitu terik, di dalam tempat tertutup pun pendingin ruangan tidak begitu berfungsi. Satu satunya cara agar terhindar dari kegerahan adalah mencari lahan lahan hutan buatan di sekeliling Brawijaya.

Azima pun sama, sekarang waktu istirahat, pasien masih ada, namun menunggu jadwal berikutnya. Ia menikmati makan siang di bawah pohon mangga yang terletak di belakang bangsal onkologi. Biasanya, ada Annasya yang menemani, tapi tidak siang ini.

" Apa dia sangat sibuk?" Gumam Azima sembari menatap lurus ke depan, tepat di pintu besar bertuliskan kamar operasi.

Beberapa menit kemudian, pintu itu terbuka, muncullah wanita yang selama ini ia rindukan. Wanita itu nampak meregangkan otot otot dan sesekali menguap.

" ASYA..." Pekik Azima hingga mengagetkan orang orang yang sedang bersantai di halaman terbuka yang di penuhi pohon itu.

Pun Annasya ikut terkejut. Tapi, itu berlaku sebentar saja, karena melihat lambaian tangan Azima , Annasya segera berlari menghampiri.

Mereka berpelukan. Terasa seperti tidak pernah bertemu bertahun tahun, padahal satu minggu yang lalu mereka masih duduk bersama menikmati secangkir teh di sebuah kafe .

" Ada apa dengan kantong mata mu? Ck..kau sudah seperti seekor panda ." Tegur Azima.

" Apa terlalu kentara?" Annasya mendekatkan wajah nya ke wajah Azima.

Azima mengangguk sembari mengusap lembut bagian bawah mata Annasya.

" Kasian sekali kamu.." Azima lagi lagi memeluk Annasya dengan erat.

" Aku baru saja menyelesaikan operasi mayor ku ( Operasi besar dengan tingkat kesulitan ekstrem )." Ia kemudian duduk setelah Azima menarik tangan nya.

" Operasi apa?" Azima kembali bertanya sambil melanjutkan makannya.

" Complex Brain Tumor Resection. Kamu mau tau aku mulai jam berapa?"

( Pengangkatan Tumor Otak Kompleks atau Complex Brain Tumor Resection adalah Operasi tumor yang berukuran besar, terletak di area dalam seperti pangkal tengkorak/skull base, atau melekat pada pembuluh darah vital ).

Azima mengangguk.

" Aku mulai dari jam tiga tadi subuh, Zi."

Azima melihat arloji di tangan kanan. " Wets, sepuluh jam , sister. Pantasan mata mu begitu."

Annasya mencebik bibir memasang wajah memelas. " Aku bahkan melihat kursi panjang itu seperti kasur empuk, Zi. Aku mengantuk sekali." Ia menguap menguatkan persepsi kantuk nya sembari menunjuk ke arah sebuah bangku.

Azima tersenyum geli. " Makan dulu, baru setelah itu kamu bisa tidur sepuas nya."

" Tidak bisa, sore ini aku harus mengajar."

" Ya Allah , ya Rob..uang mu sudah habis sampai kau jadi pemburu harta begitu?"

" Bukan, aku hanya menggantikan dokter Triyana. Tidak enak juga aku menolak, soalnya aku sudah mengiyakan ."

" Sudah lah, makan ini saja." Azima memberikan makan siang nya pada Annasya.

Dengan senang hati Annasya menyerbu sisa makanan Azima. Tidak ada rasa jijik, bahkan dia menggunakan sendok yang sama yang di gunakan Azima.

" Umi Tata yang masak?"

" Iya."

" Oh..ini enak sekali. " Puji Annasya.

Sesuap demi sesuap ia habiskan bekal Azima, tidak mengajak ataupun menyisakan sedikit buat pemilik bento tersebut, semua di lahap habis oleh nya.

" Thank's. Rasanya nyawaku bertambah jadi satu." Annasya mengusap perut nya yang kekenyangan.

Azima tersenyum sembari mengusap tangan Annasya. " Sebaiknya kau segera beristirahat."

Annasya mengangguk. " Kamu benar. Lumayan, masih ada kesempatan tiga jam. Baiklah, aku pamit, ya. Assalamualaikum."

" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

Azima menatap punggung letih Annasya. Tetiba, ia mendesah pelan. " Aku sentiasa berdoa untuk kebahagiaan mu, Sya."

*

*

Azima makan terburu buru. Ini adalah makan malam bersama Abi Zayn dan umi Tata. Pasangan suami istri itu saling tatap dengan cara Azima menikmati makanan.

" Lapar sekali nampak nya." Tegur umi Tata .

" Uhuk.."

 Teguran umi membuat Azima tersedak.

" Makanya, makan yang pelan, ayam goreng juga masih banyak. " Ujar umi Tata sembari menyodorkan segelas minuman pada Azima.

" Aku lapar sekali, umi, Abi."

" Loh, bukan nya tadi kamu bawa bekal."

" Bawa, tapi makannya dikit."

" Kenapa? Masakan umi tidak enak, ya?"

" Bukan, umi. Asya yang menghabiskan semuanya."

" Annasya?" Abi Zayn memperjelas.

Azima mengangguk. Ia kemudian menjelaskan asal muasal Annasya yang menghabiskan makan siang nya.

Abi Zayn tersenyum simpul, sementara umi Tata nampak menghela nafas.

" Dia pasti sangat kelelahan, itu operasi mayor loh. Semoga ia baik baik saja."

" Iya, umi. Aku jadi kasian pada nya."

" Ya sudah, habiskan makanan mu."

...****************...

1
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
Novita Sari
aduh tambah seru lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!