Wanita modern yang bertransmigrasi ke dalam sebuah novel kuno. Berjuang dari nol sampai akhirnya menjadi immortal, bagaimana kisahnya? Ikuti terus perjalanannya!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapanbelas
“Aku tidak tahu alasan Tabib Wang membahas hal yang tidak perlu, masalah mendidik anak biarlah menjadi tanggung jawab kami sebagai orangtua. Jika menurut anda cara kami mendidik ini salah, lantas apakah hal yang sudah anda lakukan itu benar?.” Ucap Ziang.
“Saya berani bersumpah jika saya tidak melakukan hal seperti yang di tuduhkan. Saya memang memiliki bakat sihir medis, tapi bukan berarti saya menguasai semua sihir.” Ucap Tabib Ming masih membela diri.
“Terus ucapkan pembenaran anda, karena saya memiliki bukti kuat untuk membuktikan jika putra saya tidak bersalah.” Ucap Ziang.
Deg.
“Baiklah silahkan buktikan, jika anda gagal maka saya akan meminta kompensasi setimpal untuk memgembalikan martabat saya yang sudah tercoreng oleh anak anda.” Ucap Tabib Ming menantang.
“Bagaimana yang mulia Kaisar?.” Ziang menatap Kaisar Ruan.
“Ini pilihan yang baik agar kedua belah pihak sama-sama bertanggung jawab. Tapi apa yang akan kau minta jika bisa membuktikan putra mu tidak bersalah?.” Tanya Kaisar Ruan.
“Saya ingin putra anda berlutut meminta maaf kepada kami dan hukuman setimpal bagi pengguna sihir terlarang sembarangan.” Ucap Ziang tegas.
“Lalu apa yang akan kau inginkan jika terbukti tidak bersalah?.” Tanya Kaisar Ruan pada Tabib Wang.
“Karena nama baik saya tercoreng, maka saya ingin Tuan Wu bertanggung jawab terhadap hidup saya. Yaitu dengan menikahi dan membawa saya sebagai bentuk permintaan maaf yang tulus.” Ujar Tabib Ming.
Mendengar itu Zhao mencibir sinis, perasaan benci semakin besar. Tapi Ziang masih santai, dia bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan permintaan dari Tabib Ming.
“Bagaimana? apa kau setuju dengan kesepakatan ini?.” Kaisar Ruan bertanya pada Ziang.
“Ya, dan jika dia terbukti bersalah maka aku akan memberitahu pada dunia tentang kebusukannya itu.” Ujar Ziang pedas.
Zhao tersenyum senang sedangkan Tabib Ming merasa kesal, dia sangat yakin jika Ziang tidak akan mungkin bisa membuktikan apa-apa. Karena sihir terlarang yang dirinya miliki ini sangat rahasia, hanya dia saja yang bisa melihat dan merasakan sedangkan orang lain akan terlihat normal dan seperti biasa tanpa tau jika dirinya telah melakukan hal tidak senonoh. Ini adalah sihir ilusi tingkat tinggi, yang bahkan bisa merubah ingatan seseorang seperti kemauan nya sendiri.
“Saya berani membantah dan sangat yakin putra saya jujur dan tidak bersalah. Karena Putra saya ini adalah naga, dia naga yang lahir dari telur naga emas. Seperti yang semua orang tahu, naga adalah pemilik sihir kuat kedua setelah kaum peri. Dengan kekuatan naga emas mana mungkin Putra ku bisa terkena ilusi seperti orang biasa? dia bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat banyak orang termasuk sihir menjijikan milik tabib Ming. Sekarang saya sangat di rugikan karena tingkah menjijikan Tabib Ming kepada saya, saya ingin menuntut keadilan seadil-adilnya untuk saya yang di lecehkan dan untuk putra saya yang di tuduh pembohong.” Ucap Ziang tegas, meskipun hanya sebatas merangkul lengan dan menyandarkan kepala itu tetap masuk sebagai pelecehan.
Semua yang mendengar pernyataan Ziang mematung, lalu tabib Ming tertawa tidak percaya. Naga adalah spesies langka yang bahkan spirit (Roh) nya saja sulit di dapatkan, mana mungkin ada naga yang hidup berdampingan dengan manusia?.
“Pfttt ahahahaha, tolong jangan bercanda.” Tabib Ming tertawa merasa lucu.
“Tidak ada yang bercanda, saya sangat beruntung karena lahir kedunia ini untuk menjadi anak mereka. Meskipun aku tidak lahir sebagai keturunan mereka secara langsung, tapi mereka adalah orangtua pertama dan satu-satunya milikku.” Ucap Zhao angkat bicara.
“Kalau begitu buktikan, tidak mungkin kami percaya kau adalah naga karena Tuan Wu bicara demikian bukan?.” Tabib Ming menantang.
Zhao menunduk, tangannya mengepal erat sampai gemetaran. Dia sebenarnya sedang sangat emosi dan ingin menampar orang, dia berusaha tetap tenang karena sedang berhadapan dengan seorang Kaisar.
Mata kuning Zhao tiba-tiba memancarkan cahaya yang menyilaukan mata. Mata itu menujukan keagungan dengan keberadaan sihir kuat, lalu setelah itu Zhao menatap mata Kaisar Ruan untuk menunjukkan sosoknya dalam wujud naga di alam bawah sadarnya.
Gubraakkk
Kaisar sampai terjatuh dari kursinya karena terkejut. Dia sudah melihat siapa sosok anak muda di depannya ini, benar-benar naga emas yang sangat agung dan penuh kharisma kekuatan.
“Suamiku.” Permaisuri Ruan yang sejak tadi diam, memekik terkejut saat Kaisar terjungkal.
“Ayah? apa yang terjadi?.” Ruan Ze membantu Ayahnya kembali duduk, dia cukup terkejut.
“Ruan Ze, cepat bersujud meminta maaf.” Ucap Kaisar Ruan dengan wajah pucat pasi.
“Apa?.” Kaget Ruan Ze.
“Naga, dia benar-benar naga.” Ucap Kaisar Ruan terlihat takut.
Klanggg
“Apa yang kau lakukan pada Ayahku?!!!.” Bentak Ruan Ze dengan tajam, dia menarik pedangnya mengancam.
“Tu.run.kan.pe.da.ng.mu.” Zhao mengeluarkan suara naga.
Akkkhhhh
Brukkk
Uhukkk…uhukk..
Hoekkkk… ugh
Ruan Ze langsung jatuh terduduk dan muntah darah, suara naga tidak bisa di dengar oleh sembarang orang. Zhao telah menujukan betapa jauh perbedaan level mereka, Zhao memang polos dan terlihat kekanakan tapi jika di bandingkan dengan anak manusia maka dia berada di level yang sangat jauh.
“T-tolong berhenti.” Ucap Kaisar Ruan, meskipun bisa tetap tegar tapi kekuatan Zhao sangat menekan mereka semua.
“Cukup Zhao.” Ziang menepuk pundak Zhao.
Ziang terkejut dengan perkembangan Zhao. Merasa heran siapa yang membimbing Zhao sampi bisa menjadi sekuat ini dalam waktu singkat, tidak mungkin Jessy yang melakukannya karena dia bahkan tidak bisa bela diri.
“Tunggu, artinya Jessy sekarang sendirian di rumah? apa Zhao kabur tanpa pamit untuk menyusul ku? apa surat yang selama ini aku kirimkan tidak pernah sampai pada mereka, karena itu tidak pernah ada satupun balasan yang datang?.” Batin Ziang kepikiran.
“Tabib Ming, aku sudah menganggapmu sebagai keluarga. Sejak kau berhasil menyembuhkan Ruan Ze yang terkena serangan fatal dari spirit beast, kau selalu di percaya sebagai tabib terpercaya keluarga kami. Bahkan saat kau meminta di tugaskan di dekat Ruan Ze saat latihan sebagai bentuk pengamanan pun aku setuju tanpa curiga, tapi ternyata sejak awal kau hanya menjadikan Ruan Ze sebagai alasan. Kau ingin mendekat dan merayu Ziang dengan sihir terlarang milikmu, sungguh mengecewakan.” Ucap Kaisar kecewa.
“Y-yang mulia__
“Tabib Ming, kau sangat cantik sampai membuatku cemburu untuk beberapa waktu. Melihat suami dan anakku sangat percaya dan dekat denganmu membuatku tidak nyaman, tapi aku berusaha berpikir tenang. Tapi dari kejadian hari ini, apa kau juga pernah melakukan hal tidak senonoh dengan suami dan anakku tanpa sepengetahuan mereka? kau adalah wanita paling menjijikan yang pernah aku temui.” Permaisuri Ruan terlihat kecewa.
Deg.
Kaisar dan Ruan Ze tersentak kaget, tiba-tiba mereka meremang karena membayangkan selama ini mereka di sentuh tanpa mereka sadari. Apa benar seperti itu? sungguh sangat menakutkan dan menjijikan.
“Saya__
“Tabib Ming, kau membuatku sangat malu. Aku bahkan sampai berani membentak dan tidak percaya pada Guru pribadiku sendiri untuk membelamu, tapi ternyata kau salah? selama ini kau tidak lebih dari wanita mesum yang pura-pura polos untuk bisa hidup nyaman di rumah orang lain.” Ruan Ze menatap dengan jijik.
“Yang mulia putra mahkota, tolong percaya pada saya. Saya benar-benar tulus ingin menyembuhkan anda, saya tidak seperti yang mereka tuduhkan.” Tabib Ming sudah pucat dan panik.
“Percuma saja, pembelaan mu tidak berguna. Bukti sudah ada di depan mata, apa kau ingin mengatakan jika kekuatan sihir mu lebih kuat dari naga? lelucon yang tidak berdasar.” Ucap Kaisar sudah muak.
“Aku tidak akan repot-repot menangkap atau menjebloskan mu ke penjara, sejak awal kau hanyalah pendatang tanpa identitas. Aku memberikan keringanan sebagai bentuk terimakasih karena sudah menyembuhkan banyak orang terlepas dari sifat burukmu itu, pergi dari wilayah Ruan dengan tenang. Jangan pernah berfikir untuk kembali datang karena wilayah Ruan tidak akan pernah menerima mu sampai kapan pun.” Ucap Kaisar tegas.
“Yang mulia__
“PENGEWAL SERET DIA KELUAR!!!.” Teriak Kaisar.
Pengawal datang dan menyeret Tabib Ming keluar, Tabib Ming berteriak meminta belas kasihan tapi nasi sudah menjadi bubur. Ziang juga tidak diam saja, dia sudah membayar pelayan agar mau menyebarkan semua tentang tabib Ming ke luar istana. Gosip itu meledak dengan cepat, membuat Tabib Ming menjadi target kebencian banyak orang. Tabib Ming yang terkenal cantik, baik hati, sopan dan santun kini berubah menjadi Tabib mesum, tabib murahan dan lain sebagainya.
Karena label mesum yang di terima, sepanjang perjalanan kemanapun dia pergi dia akan mendapatkan pelecehan dari banyak orang. Baik pelecehan verbal atau pelecehan fisik semuanya dia dapatkan, perjalanan nya untuk keluar dari wilayah Ruan jadi terhambat karena banyak pria mesum yang sudah menghadangnya di jalan.
Tabib Ming merasa dendam dan marah pada Ziang, dia bersumpah akan membalas berkali lipat atas apa yang dia terima hari ini. Setelah mengetahui nama asli dari Ziang yang ternyata Pangeran dari wilayah Mo yang diasingkan, Tabib Ming akan pergi ke wilayah Mo untuk menyebarkan gosip buruk tentang Ziang.
“Tunggu saja Mo Ziang, aku pastikan kau berlutut memohon padaku.” Batin Tabib Ming penuh dendam.
Sedangkan di sisi Ziang saat ini masih dalam suasana tegang, karena Ruan Ze sedang berlutut meminta maaf atas semua kesalahan yang dia perbuat. Ziang menatap datar, meskipun dia sadar dan meminta maaf tapi tetap saja semua ini jadi runyam karena pembelaan Ruan Ze di awal. Zhao juga tidak suka pada Ruan Ze karena terlalu sombong.
“Aku memaafkan tapi tidak melupakan, aku akan mengingat kejadian hari ini dengan sangat baik. Saya mengundurkan diri sebagai Guru pribadi putra mahkota.” Ucap Ziang.
Deg.
“GURU!!! MAAFKAN AKU GURU, AKU AKAN BERLUTUT SAMPAI KAU MENGAMPUNI KESALAHANKU. AKU BENAR-BENAR MENYESAL, TOLONG BERIKAN SATU KESEMPATAN TERAKHIR.” Ucap Ruan Ze memohon.
“Ziang, aku akan menaikan gaji pokok 10 kali lipat. Aku juga akan melindungimu, tolong berikan kesempatan pada kami untuk menebus kesalahan.” Kaisar Ruan ikut membujuk.
Benar, mereka semua tau Ziang membutuhkan uang dan perlindungan dari wilayah Mo. Kaisar Ruan berharap ini berhasil menahan pria hebat seperti Ziang, jika Ziang dan putra nya ini berada di pihak mereka pasti akan sangat bagus.
“Aku tau apa rencana mu yang mulia Kaisar, tapi aku tidak akan pernah mau menuruti perintah oranglain. Aku menghargai kebaikan hatimu yang masih mau menerimaku setelah banyak nya hal yang terjadi, tapi bukan berarti aku akan langsung berubah pikiran setelah kau menawarkan uang. Aku bisa melindungi diriku sendiri, bahkan jika kau menolak untuk menolong pun tidak masalah.” Ziang tidak sopan lagi, karena watak aslinya memang seperti ini.
“Aku mengerti, aku tidak akan menahanmu lagi tapi tolong tetap jaga hubungan baik diantara kita. Aku akan selalu menerima permintaan bantuan darimu, aku benar-benar minta maaf atas semua yang telah terjadi.” Ucap Kaisar Ruan tidak menahan.
“Ayah!!!.” Ruan Ze tidak terima.
“Jadikan ini pembelajaran untukmu, jadi lah netral jika memang terjadi sesuatu. Seharusnya kau menjadi penengah untuk mengetahui hal yang sebenarnya, bukan malah membela satu pihak secara terang-terangan.” Kaisar menatap tajam Ruan Ze.
“Maaf.” Ruan Ze hanya bisa menyesali perbuatannya, dia menunduk lesu.
“Aku akan memberikan pesangon dan beberapa bingkisan sebelum kau pergi, terimakasih banyak karena sudah membantu Ruan Ze berkembang dengan cepat. Dia bisa pulih setelah terkena ledakan spirit, padahal seharusnya dia mungkin harus cacat permanen dan tidak bisa menggunakan kultivasi sama sekali. Aku sangat berterimakasih padamu Ziang, maaf karena belum bisa memberikan pelayanan dengan baik selama kau berada disini.” Ucap Kaisar Ruan.
“Terimakasih atas kebaikan hati yang mulia.” Ziang tidak menolak.
Ziang dan Zhao kembali ke dalam kamar untuk istirahat sebelum kembali besok. Ziang ingin bertanya banyak hal tentang Jessy, dia juga sangat khawatir memikirkan Jessy tinggal sendirian dirumah.
“Ibu tau aku pergi karena aku sudah meminta izin. Ibu juga tidak sendirian di rumah, makanya aku pergi.” Ucap Zhao jujur.
“Bersama siapa?.” Ziang was-was.
“Ocong dan beberapa pekerja, Ibu sekarang punya pabrik besar dan banyak pekerja. Di rumah juga ada pelayan yang menemani Ibu, ada Ocong juga.” Ucap Zhao.
“Siapa Ocong?.” Ziang heran karena nama nya aneh.
“Paman cacing, dia sangat dekat menempel pada Ibu setiap hari.” Jujur Zhao.
Deg.
“Apa? seorang pria menempel pada Ibumu dan kau diam saja?.” Ziang mengepalkan tangan dan rahangnya terkatup rapat.
“Karena Ibu juga menyukai Paman cacing.” Jujur Zhao.
“Menyukai? apa dia kekasih Ibumu?.” Ziang benar-benar terbakar api cemburu, selama ini dia menunggu balasan surat tapi ternyata istrinya sudah hidup bahagia dengan pria lain.
“Bukan, dia pesuruh. Dia juga mengajariku cara memperkuat tekanan mana, yah dia berguna.” Jujur Zhao.
“Siapa pria itu? dan dimana Ibumu bertemu dengannya? bagaimana bisa kalian membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah.” Ziang ingin pulang sekarang dan mencekik pria bernama Ocong ini.
“Bertemu di bukit, dia ular putih kecil seperti cacing. Ibu bilang sudah berkontrak dengannya, intinya setelah ada Ocong rumah jadi semakin besar dan Ibu jadi bisa bersantai.” Ucap Zhao jujur.
“Kontrak? dia Spirit Beast?. Lalu bagaimana keadaan Ibumu, kenapa selama ini kalian tidak pernah membalas surat? apa kau tau betapa khawatir aku memikirkan kalian disini.” Ziang sedikit lebih lega karena Ocong bukan orang mesum.
“Ibu jadi pemalas dan terus memerintah Ocong melakukan banyak hal yang disebut bisnis. Ibu terlihat pucat seperti orang sakit dan terus lemas, kemarin Ibu pingsan___
“LALU KENAPA KAU MALAH PERGI?!!! AYO KITA KEMBALI SEKARANG JUGA.” Ziang sudah tidak bisa tenang sama sekali.
“Eh Ibu sudah sadar setelah di periksa tabib, tabib bilang ibu sedang hamil.” Jujur Zhao.
Deg.
JEDAARRRRR
KRAKKK
“H-hamil?.” Jantung Ziang berhenti dan hatinya remuk, karena dia berpikir Jessy hamil anak Ocong.