Ini adalah Kelanjutan dari Novel Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2.
Berkisah tentang putri pertama Sean dan Viana yaitu Sevina Armadja yang memiliki sifat yang arogan, jago bela diri, namun berhati baik.
Hingga suatu hari, ia dijodohkan dengan seorang pria bernama David Pramudya, seorang yang sangat pintar, namun sangat kaku dan dingin.
Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka?
Season 2
Berkisah tentang Davin Pramudya yang ditinggal nikah oleh cinta pertamanya. Hingga ketika ia menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri, ia pun
menikahi wanita tersebut karena menghindari perjodohan. Namun, pernikahan itu dilaksanakan dengan syarat bercerai setahun setelahnya.
Yuk kita simak kisahnya.
Follow instagram @yenitawati24
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertengkar
Sean dan Viana sedang dalam perjalanan menuju rumah. Suasana tampak hening. Hanya ada Sean dan Viana saja karena Sean tidak mau membawa supir jika ada masalah yang ingin dibahas oleh keluarga besarnya.
"Sean? Apa yang dikatakan Kevin benar? Aku berbeda dari Sevina karena aku tidak berasal dari keluarga terpandang?" tanya Viana pelan.
Sean tersentak mendengar pertanyaan Viana. "Apa itu penting?" tanya Sean tanpa menoleh.
"Aku ingin tau saja," sahut Viana.
"Sevina aku besarkan untuk menjadi kebanggaan keluarga Armadja. Bukan untuk menjadi ibu rumah tangga sepertimu. Kau tidak mengerti," ucap Sean.
"Tidak mengerti bagaimana? Aku jelas mengerti kalau kau sudah mulai memandangku yang tidak sederajat denganmu. Apa kau kira aku tidak bisa melihatnya?"
"Jika kau hanya ingin membahas ini lebih baik diam saja. Ribut dengan Kevin sudah membuat kepalaku pusing, jangan tambah lagi," ucap Sean.
Viana langsung terdiam. Sepertinya dia tidak melihat Sean yang dulu. Sean sekarang sudah berubah. Tidak selembut dan semanis dulu.
Mobil pun sampai di rumah. Viana keluar dari mobil dan berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan Sean. Sean yang melihat kemarahan Viana mengikutinya sampai ke kamar.
"Apa kau sedang marah?" tanya Sean.
"Pertanyaan macam apa itu?" Viana mendengus kesal.
"Sudahlah, kau jangan marah. Aku tidak seperti yang kau pikir," ucap Sean.
"Ya aku tau. Kalau begitu tidurlah sendiri." Viana bergegas menuju kamar kosong didekat kamar mereka.
Sean menghela nafas berat. Namun dia tidak mengejar Viana atau mengatakan apa-apa.
***
Sevina dan David baru saja sampai di rumah. Mereka langsung menuju kamar dan bersiap untuk istirahat. Wajah Sevina tampak murung sepanjang perjalanan sampai sekarang.
"Se." David memegang kedua bahu Sevina dan menatapnya dengan lembut.
Sevina mencoba tersenyum namun dia tetap tidak mampu menyembunyikan kesedihannya.
"Jangan memendam. Hanya akan menyesekkan dada," ucap David.
Sevina langsung menghambur ke pelukan David dan menangis. "Aku tidak mau seperti ini Dav. Aku tidak ingin perpecahan diantara keluarga kita. Dan aku tidak ingin berpisah denganmu,"
"Se, tenanglah. Aku juga tidak mau berpisah denganmu. Kita akan mempertahankan rumah tangga kita dan menyatukan Papa Sean dan Papa Kevin lagi." David mengelus rambut panjang Sevina. Mengecup pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang.
David melepas pelukannya dan menghapus air mata Sevina. "Ayo kita tidur," ajaknya.
Sevina mengangguk dan pergi menuju ranjang. David dengan setia memeluk dan menenangkannya sampai dia benar-benar tertidur.
Tenang saja Se, aku tidak akan membiarkan kita terpisah. Aku akan mempertahankan rumah tangga ini selamanya. Batin David.
***
Pagi pun tiba. Sevina dan David sedang sarapan bersama. Hari ini Sevina akan kuliah dan David akan pergi ke kantor.
"Dav, apa kau yakin Papa Kevin tidak akan kecewa jika kau pergi ke kantor Papa?" tanya Sevina.
"Aku akan mengundurkan diri dari perusahaan Papa Sean hari ini," sahut David.
Sevina terkejut mendengarnya. "Apa? Tapi kenapa?" tanyanya.
"Seperti katamu. Papa akan marah jika aku masih bekerja di perusahaan Papa Sean. Jadi lebih baik aku tidak memilih daripada salah satu dari mereka terluka," jelas David.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya Sevina.
Aku akan membangun perusahaan baru dengan uangku sendiri. Aku menabung sejak kecil dan setiap pemberian aku tabung. Tabunganku cukup untuk membangun perusahaan kecil. Aku akan memulai semuanya dari nol," jawab David.
"Lalu apa yang akan kau katakan pada media? Mereka akan tau perselisihan keluarga kita," ucap Sevina.
"Aku akan bilang kalau aku ingin memulai semua dari nol. Ya seperti kata Papa Kevin, aku ingin menepis tudingan orang-orang tentang memanfaatkan uang keluargamu," ucap David.
"Apa kau yakin?" tanya Sevina.
"Aku yakin sayang," sahut David.
"Pakailah tabunganku juga," usul Sevina.
"Tidak, aku ingin menggunakan uangku saja. Simpan saja untuk kebutuhanmu," ucap David.
Sevina tersenyum dan mengangguk.
Selesai sarapan, David mengantar Sevina ke kampus lalu pergi ke kantor Sean.
Dikantor,
"Pa, ini surat pengunduran diriku," ucap David.
"Apa? Pengunduran diri?" Sean tampak terkejut dengan itu.
"Aku akan memulai semua dari nol Pa," ucap David.
"Tapi kenapa kau lakukan ini?" tanya Sean.
"Aku tidak ingin menyakiti Papa Kevin dan juga Papa. Jadi aku memutuskan untuk tidak memilih salah satu dari kalian. Dan untuk menepis tudingan orang-orang tentangku, maka aku akan memulai dari nol. Aku akan berdiri diatas kakiku sendiri. Tanpa bantuan dari siapapun," jelas David.
Sean memegangi kepalanya. Rasanya menantunya ini memang keras kepala. "Tapi apa kata orang nanti?" tanya Sean.
"Tidak ada yang akan mencaci orang yang ingin merintis dari nol. Terlebih lagi bagian dari keluarga Armadja. Aku memang ingin bekerja dengan tangaku sendiri Pa."
"Apa? Apa kau yakin?" Suara seseorang mengagetkan mereka.
"Sepertinya kau harus belajar tata krama sebelum masuk ke kantor orang," ucap Sean dengan sinis.
"Aku tidak butuh izinmu. Aku ingin menemui anakku," sahut Kevin.
"Pa, sudahlah. Jangan bertengkar," ucap David mengingatkan.
"Kenapa kau lakukan semua ini? Papa baru saja ingin mengajakmu bekerja di perusahaan Papa." Melirik Sean dengan sinis.
"Tidak Pa. Aku tidak akan memilih kalian. Aku tau hal tadi malam akan terus berlanjut makanya aku melakukan ini. Rumah tanggaku lebih penting daripada ego kalian." David menatap Sean dan Kevin secara bergantian.
"Ya sudah Papa mendukungmu. Buktikan pada semua orang bahwa kau bisa bangkit tanpa bantuan dari siapapun. Termasuk keluarga terpandang dan kaya raya!" seru Kevin.
"Terima kasih Pa. Kalau begitu aku permisi dulu. Aku harap kalian tidak masuk berita viral pagi ini karena berkelahi di kantor. Ingat Pa, reputasi keluarga kita bisa hancur karenanya. Aku permisi." David pergi keluar dan meninggalkan Kevin dan Sean yang saling bertatap sinis.
"Tuan Sean Armadja yang terhormat, saya permisi dulu," ucap Kevin yang langsung berlalu pergi meninggalkan Sean.
Sean hanya bisa menggeleng. Dia memijit pelipis matanya. Dia tidak menyangka David akan pergi dan membuatnya melakukan pekerjaan berat lagi.
***
Maaf author nggak bisa bikin Q & A seperti biasa dikarenakan komentar - komentar para peramal yang seakan-akan tau apa yang akan terjadi. Dan pohon yang di maksud adalah yang berada di LUAR PAGAR rumah. Bukan di dalam rumah. Author nggak sebodoh itu masukin musuh ke dalam rumah.
Jadi Q & A nya cuma ada di novel Istri Pengganti Tuan Muda Kejam aja ya 😊
Jika nggak keberatan, jangan rusak mood author ya. Karena aku type yang suka moody. Mood gampang berubah. Ideku itu muncul dari mood yang bagus, bukan mood yang lagi buruk ☺️
Oh ya, votenya juga bikin good mood loh.