NovelToon NovelToon
The Ghost Detective: Sam’S Last Gift

The Ghost Detective: Sam’S Last Gift

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Slice of Life
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Phida Lee

Seorang arwah anak yang terlupakan sejak 1987. Seorang detektif perempuan yang bisa melihatnya di tahun 2020. Bersama, mereka memecahkan kasus-kasus mustahil.

Tetapi setiap kebenaran yang mereka ungkap membawa Lisa dan Rhino semakin dekat pada misteri terbesar, identitas Rhino yang sebenarnya. Sebuah rahasia kelam yang, jika terungkap, bisa membebaskannya atau justru memisahkan mereka untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phida Lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pagi di Seoul disambut dengan riuh rendah sorak-sorai yang memenuhi lobi markas besar kepolisian Kota Seoul. Cahaya matahari pagi yang lembut menyinari melalui kaca jendela tinggi di bagian depan gedung, menerangi wajah-wajah yang penuh dengan kegembiraan dan rasa bangga. Kilatan lampu kamera wartawan menyambar-nyambar dari setiap sudut lobi, mengabadikan setiap gerakan Lisa Ahn yang baru saja kembali dari misi di Johor Bahru dengan keberhasilan yang melampaui ekspektasi siapa pun. Koran-koran lokal telah menempatkannya di halaman depan dengan julukan baru: "Detektif Superstar" dan "Sang Pahlawan Internasional" yang berhasil mengungkap rahasia pembunuhan lintas negara yang telah menjadi misteri selama berbulan-bulan.

Kapten Park mendekat dengan langkah yang penuh semangat, memberikan tepukan bangga di bahu Lisa yang masih mengenakan seragam polisi yang sudah dicuci bersih. Wajahnya terpampang senyum lebar yang sulit disembunyikan. "Lisa, kamu luar biasa! Kinerjamu tidak hanya membawa keadilan bagi korban, tapi juga meningkatkan nama baik kepolisian kita di kancah internasional!"

Rekan-rekan sejawat yang ada di sekeliling mereka memberikan penghormatan tulus dengan mengangkat tangan mereka dalam salut atau hanya dengan tatapan yang penuh dengan kagum. Beberapa dari mereka bahkan membawa bunga mawar merah sebagai bentuk apresiasi, menyusunnya di atas meja resepsionis lobi yang biasanya kosong. Suara tepuk tangan yang meriah menggema di seluruh lobi, bergema di antara dinding-dinding yang tinggi dan langit-langit yang megah.

Namun, di tengah hiruk-pikuk perayaan yang meriah itu, Lisa merasakan sepasang mata yang menusuk dengan kuat ke bagian punggungnya. Sensasi itu membuat kulitnya menjadi berduri dan perasaan tidak nyaman menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia perlahan menoleh ke arah sumber pandangan itu, dan matanya langsung bertemu dengan sosok pria yang berdiri di dekat pilar besar yang menghiasi sudut lobi.

Hendry Hwang—rekan kerja senior yang selama ini dikenal sebagai orang yang sangat profesional dan tidak pernah menyia-nyiakan detail apapun—berdiri dengan tubuh yang tegak lurus, tangannya terlipat rapi di depan dada. Tidak ada satu pun senyuman di wajahnya yang keras dan penuh dengan garis-garis ketegangan. Tatapannya dingin seperti es, penuh dengan waspada yang luar biasa dan seolah-olah sedang menghitung setiap gerakan Lisa dengan presisi yang membuat bulu kuduknya meremang.

𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯? pikir Lisa dengan hati-hati, mencoba tetap menjaga ekspresi wajahnya agar tidak menunjukkan ketidaknyamanan yang dirasakannya. Ia tahu bahwa Hendry tidak pernah melakukan sesuatuu tanpa alasan yang jelas, dan kedatangannya di sini pada saat yang sama dengan kembalinya Lisa bukanlah kebetulan semata.

"Lisa..." Panggil Hendry dengan suara yang berat dan dalam, memotong kegembiraan yang ada di sekeliling mereka. Semua orang yang ada di sekitar mereka secara tidak sadar terdiam, menyadari bahwa suasana yang ceria tiba-tiba berubah menjadi lebih serius dan tegang. "Ikut aku sebentar. Ada beberapa berkas logistik terkait perjalananmu ke Malaysia yang harus kau tandatangani secara pribadi. Ini adalah prosedur resmi yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain."

Lisa tidak punya pilihan selain mengikuti permintaannya. Ia memberikan tatapan singkat kepada Kapten Park yang hanya mengangguk dengan pemahaman, lalu melirik ke arah Sam yang melayang dengan tenang di sampingnya. Sam tampak gelisah dan tidak nyaman, tubuhnya yang biasanya stabil kini terlihat sedikit bergoyang-goyang dan aura yang mengelilinginya tampak bergetar dengan tidak tenang.

"Hati-hati. Pria ini baunya seperti kecurigaan yang membusuk. Ada sesuatu yang tidak benar dengan dia. Aku bisa merasakan energi yang negatif mengelilinginya seperti awan hitam yang siap meledak kapan saja." Bisik Sam.

Lisa mengangguk perlahan sebagai bentuk pengakuan atas peringatan Sam. Ia kemudian mengikuti langkah lebar Hendry yang sdah mulai berjalan menuju arah lift yang terletak di bagian belakang lobi. Lift itu terbuka dengan suara yang lembut setelah Hendry menekan tombol dengan cepat, dan keduanya memasuki ruang lift yang kecil dan sesak. Hendry menekan tombol untuk lantai bawah tanah tanpa berkata sepatah kata pun, membuat suasana di dalam lift menjadi semakin tegang dan tidak nyaman.

Lift kemudian turun dengan lambat namun pasti, membawa mereka jauh ke bawah hingga mencapai basemen parkiran bawah tanah yang sangat sepi. Tidak ada seorang pun yang ada di sana selain mereka berdua, dan suara langkah sepatu mereka yang menghantam permukaan lantai beton bergema dengan jelas di antara dinding-dinding beton yang lembap dan dingin. Udara di sini terasa sangat berat dan pengap, dengan aroma tanah basah dan sedikit bau mesin yang kurang sedap. Cahaya yang ada hanya berasal dari lampu neon yang terpasang di langit-langit dan berkedip-kedip dengan cahaya yang kusam dan tidak stabil, membuat bayangan mereka bergoyang-goyang dengan tidak menentu di dinding sekitar.

Hendry berjalan dengan cepat menuju area yang paling terpencil di belakang sebuah pilar besar yang menghiasi bagian tengah parkiran. Ia berhenti tepat di bawah lampu neon yang paling redup, lalu berbalik dengan cepat menghadap Lisa. Gerakannya sangat cepat sehingga membuat Lisa sedikit terkejut dan terpaksa mundur sejenak. Sebelum Lisa sempat membuka mulut untuk bertanya apa yang sebenarnya dia inginkan, Hendry sudah merogoh bagian dalam saku jaketnya yang tebal dan mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk persegi dengan layar digital yang berpendar dengan warna hijau terang.

𝘛𝘪𝘪𝘪𝘪𝘵... 𝘛𝘪𝘪𝘪𝘪𝘵... 𝘛𝘪𝘪𝘪𝘪𝘵...

Alat itu segera menjerit dengan suara yang nyaring dan menusuk telinga begitu Hendry mengeluarkannya dari saku. Jarum indikator di layar digitalnya mulai melonjak dengan liar ke zona merah yang menunjukkan tingkat frekuensi yang sangat tinggi, terutama ketika Hendry secara sengaja mengarahkannya ke ruang kosong tepat di sebelah kiri Lisa—tempat Sam berdiri dengan tubuh yang kini mulai menjadi lebih jelas karena ketegangan yang dirasakannya.

"Senior, apa-apaan ini?" Suara Lisa mulai bergetar meskipun ia mencoba dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan topeng ketenangan dan profesionalismenya. Ia tahu bahwa situasi ini sudah masuk ke dalam zona yang sangat berbahaya, dan setiap kebohongan yang keluar dari mulutnya bisa saja membuat keadaan menjadi semakin parah.

Hendry menghela nafas yang dalam, matanya kini berkilat dengan campuran emosi antara amarah yang mendalam dan ketakutan yang berhasil diredam dengan baik.

"Alat detektor EMF. Elektromagnetik Field Detector—untuk mendeteksi frekuensi elektromagnetik tingkat tinggi yang biasanya tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Aku menghabiskan waktu dua hari penuh untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku di kedai soju beberapa waktu lalu dan juga di ruang kerja kita yang biasanya tenang. Aku bukan orang bodoh yang bisa dengan mudah diperdayakan. Dan alat ini tidak pernah berbohong tentang apa yang bisa dia deteksi."

Tanpa memberikan kesempatan bagi Lisa untuk menjawab, Hendry melangkah maju dengan cepat, memaksa Lisa untuk mundur hingga punggungnya menabrak permukaan pilar beton yang dingin dan kasar. Ia mengacungkan detektor EMF itu dengan kuat tepat ke arah Sam, yang kini membeku di tempatnya dengan mata yang membelalak karena tidak menyangka bahwa keberadaannya bisa terdeteksi oleh alat semacam ini. Alat itu segera mengeluarkan suara denging yang semakin keras dan memekakkan telinga, jarum indikatornya terus-menerus berada di zona merah yang paling ekstrem.

"Lisa, jujur sama aku! Siapa yang ada di sebelahmu sekarang? Siapa yang membanting lampu neon di kedai soju itu hingga pecah berkeping-keping? Siapa yang menggerakkan gelas soju milikku di atas meja hingga jatuh dan pecah? Dan yang paling penting—siapa yang memberimu informasi tentang posisi tepat dari bagian lantai kayu yang menyembunyikan bukti di rumah tua itu di Johor Bahru?!"

Lisa merasa jantungnya seolah berhenti berdetak sejenak mendengar serangkaian pertanyaan yang diajukan Hendry dengan sangat cepat dan penuh dengan emosi. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih karena ketakutan dan kebingungan yang melanda dirinya secara tiba-tiba. Ia melirik cepat ke arah Sam, yang kini tampak benar-benar transparan seolah ingin menghilang karena rasa takut yang dirasakannya.

Sam menatapnya dengan mata yang penuh dengan permohonan, menggelengkan kepalanya secara perlahan seolah memohon agar Lisa tidak mengatakan apa pun tentang keberadaannya. Namun, tatapan Hendry yang menguliti jiwa dan penuh dengan keyakinan bahwa dia sudah mengetahui segalanya membuat Lisa menyadari bahwa alasan lama tentang 'insting polisi' tidak akan lagi cukup untuk menyelamatkannya dari situasi yang semakin memanas ini.

"Aku tahu dia ada di sana..." Suara Hendry kini merendah drastis, terdengar bergetar karena emosi yang sangat kuat yang sedang dia coba tahan dengan susah payah. Ia tidak lagi mengacungkan detektornya dengan agresif, namun masih memegangnya erat di tangan kanannya dengan layar yang masih menunjukkan indikator merah yang menyala terang.

"Aku merasakannya setiap kali dia ada di dekatku. Dinginnya yang menusuk tulang, aura yang tidak biasa yang membuat kulitku merinding, dan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak kasatmata yang sedang mengawasiku. Sesuatu yang sudah mati tapi tetap ada di dunia ini dan bersamamu setiap saat. Siapa dia? Siapa yang sebenarnya ada di sebelahmu itu?!"

Kesunyian yang sangat mencekam jatuh di antara mereka berdua setelah itu, hanya diiringi oleh suara dening yang masih terus keluar dari alat detektor EMF yang dipegang Hendry dan suara gemericik air dari saluran pembuangan yang ada di kejauhan.

Setiap detik yang berlalu terasa seperti berjam-jam bagi Lisa, yang kini berdiri di persimpangan jalan yang sangat sulit. Di satu sisi, dia harus melindungi rahasia keberadaan Sam dan menjaga keamanan teman setimnya yang sudah banyak membantu dirinya dalam kasus-kasus yang sulit. Di sisi lain, dia tahu bahwa kebohongan akan hanya membuat situasi menjadi lebih buruk dan bisa saja membuat Hendry mengambil tindakan yang lebih ekstrem yang tidak bisa diduga dampaknya.

Lisa menutup mata sebentar, mencoba mengumpulkan kekuatan dan keberanian yang ada di dalam dirinya. Ketika dia membukanya kembali, matanya sudah menunjukkan keteguhan yang kuat dan tekad untuk mengatakan kebenaran—setidaknya sebagian dari kebenaran yang bisa dia ungkapkan tanpa membahayakan Sam secara langsung. Ia tahu bahwa ini adalah langkah yang sangat berisiko, namun dia tidak punya pilihan lain selain mengambilnya.

.

.

.

.

.

.

.

ㅡ Bersambung ㅡ

1
PengGeng EN SifHa
HENDRY OPO DIBALIK KEMATIAN IKU YA ??
PengGeng EN SifHa
partner terbaik meskipun di anggap gila..
dan bagaimanapun kita memang berdampingan dengan mereka☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
PengGeng EN SifHa
secercah harapan yg terpatahkan
si kecil nikkey
seruuu suatu saat pasti banyak yg mampir baca thor
PengGeng EN SifHa
Cerita yang sangat amat menyentuh hati...
apakah si SAM korban pembunuhan ?
Phida Lee
Terima kasih kritik dan sarannya kak, baik. 🙏
Zainuri Zaira
sdh bab 7 tp aq blom paham gimna ceritax. terlalu byk kalimat yg ngk di pahami.singkat aj biar kita cpat paham
si kecil nikkey
seruuu bngeettt👍
si kecil nikkey
halo Thor cerita yg seru tapi tolong jangan terlalu bala dg kata2 yg gakmoerlu d bahas, singkat aja yaa spya gak cape bacanya
Phida Lee: Terima kasih kritik dan sarannya kak, baik. 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!