NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:114.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUARGA RATIH DATANG

Bruk!

Jaka meletakkan rumput yang dibawanya di samping dapur. Vina yang mendengar langsung keluar.

"Sudah pulang Mas, " sapanya. Jaka menatap Vina dengan tersenyum lembut.

"Hmmm... Adin sama Bian belum pulang? "

"Belum tuh."

"Mungkin sebentar lagi," lanjutnya.

Keduanya berjalan ke dapur dengan beriringan. Setibanya di dapur Vina langsung mengambilkan segelas air buat Jaka.

"Minum dulu," katanya. Jaka menerimanya dengan senang hati dan menghabiskan dalam satu tegukan. Vina menunggu dengan sabar disampingnya.

"Mau lagi."

"Sudah cukup. Aku lihat banyak selimut yang dijemur. Sepertinya selimut itu belum Kita pakai deh."

"Tadi Aku membantu Ratih lahiran," kata Vina dengan lirih. Ia menatap Jaka untuk melihat reaksinya.

"Apa katamu?!" tentu saja Jaka terkejut. Ia hampir saja terjengkang sangking terkejutnya. Ia mundur beberapa langkah kebelakang. Untungnya ia selesai minum. Kalau tidak pasti ia sudah tersedak.

"Tadi Aku bertemu Ratih yang pingsan ditengah jalan. Jadi aku bawa pulang ke rumah. Ternyata bayinya tidak sabar untuk keluar. Saat ibunya pingsan bayi itu malah lahir," jawab Vina dengan kebohongan yang sudah ia susun sebelumnya.

"Sekarang bagaimana keadaanya?" tanya Jaka dengan gugup.

Tiba-tiba ia teringat mendiang istrinya yang meninggal dikala melahirkan si kembar. Peristiwa itu menimbulkan guncangan yang cukup berat bagi kehidupannya. Wajah Jaka nampak pucat pasi.

"Baik-baik saja. Dia sedang menyusui bayinya. Mas kenapa sih, kok tiba-tiba pucat?" tanya Vina bingung. Bagaimana bisa suaminya sampai pucat setelah mendengar ucapanya. Bahkan matanya terlihat berkaca-kaca menahan kesedihan .

"Tidak papa. Untunglah baik-baik saja,' jawab Jaka dengan agak gugup. Vina merasa Jaka sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Mas tidak sedang sedang menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Vina terang-terangan. Ia tidak suka bertele-tele. Dari pada penasaran lebih baik bertanya terus terang.

Namun Jaka takut jika ucapannya malah membuat Vina salah paham jadi ia memilih untuk tidak menjawab dengan jujur. Justru hal itulah yang nantinya malah membuat bumerang bagi hubungan mereka berdua.

"Tidak. Oh iya tadi Kami bertemu sama suaminya loh. Katanya dia mau ke rumah bidan," kata Jaka mencoba untuk mengalihkan perhatian. Benar saja. Vina langsung melupakan masalah tadi.

"Waduh...bisa tolong suruh dia kesini nggak?"

"Baik. Aku panggil sekarang," jawab Jaka dengan tergesa-gesa. Ia bergegas keluar dari ruangan itu.

Vina menatap kepergian Jaka dengan tatapan rumit. Melihatnya seperti itu kecurigaannya kembali hadir. Ia yakin Jaka menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi ia belum bisa menebaknya.

Cukup lama Vina berdiri di sana. Sampai-sampai tidak menyadari kedatangan Kakek Darma. Kalau saja Kakek Darma tidak menyapanya mungkin sampai Jaka pulang nanti ia masih berdiri disana.

"Apa yang sedang Kamu lakukan berdiri disini kayak orang linglung ?" tegur Kakek Darma. Vina tersenyum canggung. Ia melangkahkan kakinya ke dalam.

"Oh....Kakek kok baru pulang?"

"Bareng sama suamimu. Tadi berhenti di depan sebentar. Kok suamimu keluar lagi? "

"Memangnya dia tidak bilang sesuatu sama Kakek? "

"Dia sudah kayak orang kesurupan. Jalannya tergesa-gesa. Di panggil juga nggak nggak dengar kayaknya. Kalian ada masalah? "

"Nggak ada. Mungkin dia buru-buru mau memberitahu Bobi kalau istrinya sudah lahiran. "

"Loh... Kamu kok tahu? Dianya ada dimana sekarang? "

"Dikamar."

"Kok bisa? "

"Ceritanya panjang. Aku mau masak. Kakek lebih baik bersih-bersih dulu deh, takutnya sebentar lagi banyak orang yang datang kesini. Nggak enak nanti kalau nggak ada yang nemenin. "

"Baiklah... jangan lupa minumannya buat agak banyak. Sekalian sediakan cemilannya juga. "

"Ok!!! "

"Oka oke oka oke! "

Vina terkekeh geli mendengar Kakek Darma menggerutu. Ia pun melupakan masalah Jaka. Ia kembali fokus dengan masakannya.

Tak lama kemudian Bobi pun tiba, Namun Jaka tidak kelihatan batang hidungnya.

Bobi datang bersama kedua orang tuanya. Vina mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamu.

"Apa benar Ratih ada disini?"

"Benar. Dia ada di dalam kamar sekarang. Mau melihat sekarang?"

Ketiganya kompak menganggukkan kepalanya. Vina membawa mereka masuk ke dalam kamarnya. Ratih sedang menimang bayinya.

"Sayang..." kata Bobi begitu melihat istri dan juga anaknya. Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang hendak keluar.

"Mas sudah pulang," kata Ratih dengan tersenyum.

"Lihat....putra kecil kita sudah lahir."

"Kamu baik-baik saja kan?"

"Seperti yang Mas lihat. Untung tadi ketemu sama Vina. Entah bagaimana jadinya sandainya tidak bertemu denganya.

"Terima kasih nak Vina, kalau tidak ada Kamu entah bagaimana kondisi cucuku, " kata Ibu Bobi dengan tulus. Ia menghampiri Vina dan memegang kedua tangannya dengan haru.

"Sama-sama Bu De. Sesama tetangga sudah sepatutnya untuk saling membantu. "

"Apapun itu sekali lagi Terima kasih. "

"..... "

"Sudah ada namanya belum? "

"Panggil saja legi," kata Ayah Bobi yang sedari hanya diam sambil memandang cucu kecilnya.

"Ha? kok gitu? "

"Kan sekarang pasaran legi. "

"Aku nggak setuju. Aku sama mas Bimo sudah sepakat untuk memberi nama Raden," protes Ratih dengan cemberut.

"Kenapa harus Raden? "

"Siapa tahu kan besarnya nanti bisa jadi seorang bangsawan. "

"Oalah nduk... nduk kok tidak Bima saja kan bagus. Sama kayak bapaknya. Biar nanti bisa kuat kayak Raden Bima," kata Ibu Bobi turut memberikan saran.

"Biar adil sih Raden Bima saja ," kata Kakek Darma yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Badanya terlihat segar setelah membersihkan diri.

"Setuju."

"Paman Darma," sapa Ayah Bobi dengan ramah.

"Sudah dari tadi Tar?" tanya Kakek Darma pada Ayah Bobi yang ternyata bernama Tarjo.

"Tidak juga Paman. Kita baru saja datang. Paman baru pulang dari kebon?"

"Sudah dari tadi. Tadi ketemu Bibi dijalan. Ayo kita ngobrol di depan saja," Ajak Kakek Darma pada Pak Tarjo.

"Baik," Pak Tarjo menyetujuinya dengan senang hati. Kedua pun keluar dari kamar. Vina mengikuti mereka dari belakang. Namun ia tidak ikut ke ruang tamu , melainkan pergi ke dapur.

Vina membuatkan minuman untuk para tamu. Selain itu ada juga pisang goreng dan singkong goreng .

"Silahkan dinikmati Paman," kata Vina dengan sopan.

"Hari ini keluarga Paman telah banyak merepotkanmu nduk."

"Paman tidak perlu sungkan. Siapapun pasti melakukan hal yang sama seperti saya jika ada kejadian seperti tadi."

"Kamu terlalu merendah . Sekali lagi paman ucapkan terima kasih," ucap Pak Tarjo dengan tulus. Vina hanya bisa tersenyum canggung.

Ratih dan keluarganya berpamitan setelah hampir satu jam bercengkerama. Ternyata pengobatan yang dilakukan sistem benar-benar ajaib. Ratih bisa berjalan dengan baik. Nyeri yang tadi sempat ia rasakan langsung pulih begitu meminum obatnya. Vian turut senang melihatnya.

1
Yuni Anto
ayo next lagi doank Thor 🥰🥰🥰💪💪💪 terus lah pokoke 😍😍😍/Determined//Angry//Determined//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo jelasin Januu
Osie
/Frown//Frown//Frown/baru mu melotot eh continue..dahlah lembek lagi
Lina Sofi
ok banget ceritanya dan bikin kita terhibur
Lina Sofi
lg seru y terpotong 😄😄 tetap semangat ✊
Yuni Anto
🥰🥰 lanjut lagi donk Thor 💪💪💪😍😍😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Siap2 loh dikerjain mba kun 👻/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm lemah juga sih kau jadi laki 😏
Rangiku Gin
sistem engga mau rugi 😩😩
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅 Kteatif Vina
Ebhot Dinni
bagus
Nanik S
ceritanya sama bagus kek lainn
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor up na lama kaliii /Proud/ dikit pula
Yuni Anto
innalilahi wainailaihi Raji'un KKA author tersayang kamu para fans novel KKA turut berduka ya 💪💪💪 terus bwt kka/Angry//Determined//Angry//Determined//Angry/
Nurul Senggrong: Terima kasih kak🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Janu ini mimpi kah 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Innalillahi Wainnailaihi Roji'unn.. Turut berduka thor.. /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Syama2 /Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeehhh ketemu mereka lgi
Osie
nah ini bapak yg rela ninggalin vina n ibunya demi wanita lainkan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aih Vina masih punya bpk toh
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau belo oven apa udah ada listrik gitu 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Oohhh 🤣 oven kompor toh /Facepalm/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!