NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekesalan Neta.

Semua bawaan Neta telah tertata rapi dan sudah di masukkan ke dalam koper, Neta yang dari tadi memainkan ponselnya tampak diam tanpa berkata apapun.

Pintu kamar inap Neta terbuka perlahan, James masuk dengan santai sambil membawa beberapa kertas ditangannya berjalan mendekati Neta.

"perlu kursi roda untuk keluar...?"

mendengar pertanyaan James Neta mengangkat kepalanya melihat James yang juga menatapnya, gelengan keras Neta lakukan.

"oke.. Kalau gitu aku bantu kamu jalan ke luar rumah sakit."

Neta segera turun dan berdiri dari ranjangnya, jalannya sudah tidak seperti dulu saat dia masuk kedalam rumah sakit.

Neta terlihat segar setelah di rawat beberapa hari di rumah sakit, James yang melihat Neta segera merangkul pundak Neta.

merasakan tangan kekar James yang ada di pundaknya, Neta menghentikan langkahnya. Dia melirik melihat James yang terdiam dan menatapnya tepat di samping Neta.

"James, aku bisa sendiri. Kamu bantu aku bawa koper itu, oke."

ucapan Neta terdengar memerintah James, jika saja ini di kantor mungkin Neta tidak akan berani melakukannya.

"hmm.. Oke... Oke... Aku akan membawakan kopermu."

kedua tangan James terangkat seperti orang yang sedang di todong pistol oleh aparat keamanan, James memundurkan langkahnya satu langkah. dengan segera James menggambil koper milik Neta, sedangkan Neta berjalan perlahan di depan James.

mobil yang terparkir di halaman rumah sakit membuat James menyuruh Neta menunggu di depan pintu kepulangan, James segera berlari menuju ke mobil yang terparkir yang tak jauh dari tempat Neta berada.

Mobil berwarna putih berhenti tepat di depan Neta, melihat James yang keluar dari dalam mobil membuat Neta segera berdiri dari duduknya.

"biar aku bawa kopernya ke bagasi belakang, kamu bisa masuk sendiri kan .."

Tanpa menjawab pertanyaan James, Neta berjalan menuju ke mobil putih milik James. Pintunya terulur membuka pintu mobil James bagian belakang, belum juga Neta masuk ke dalam mobil suara James menghentikan gerakkan Neta.

"aku bukan supir kamu Neta."

Neta yang tadinya akan duduk di kursi belakang segera beralih membuka pintu bagian depan di samping kemudi.

James yang melihat Neta masuk ke pintu depan hanya tersenyum samar, tanpa banyak basi basi James segera masuk dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"kemarin waktu kamu masuk rumah sakit, aku menginap di apartemen kamu."

ucap James yang membuat Neta mengalihkan pandangan matanya menatap James.

"apartemenku sangat berantakan bukan...?"

Neta tiba tiba teringat sebelum meninggalkan apartemennya kamarnya sangat berantakan, James yang melihat wajah panik Neta merasa gemas dengan sahabat kecilnya yang duduk di samping kursi kemudi.

"jangan kawatir, aku sudah membersihkan semuanya. Cuma..."

James sengaja menghentikan ucapannya, dia merasa ingin sekali menjahili Neta.

"jangan bilang kamu melihat pakaian dalamku...!!?"

James mengulas senyumnya, dia melihat ke arah Neta yang terlihat panik.

"kenapa harus panik seperti itu sih, dulu waktu kecil kita juga mandi bareng bukan."

Neta yang merasa kesal segera mengambil bantal di pangkuannya, segera dia lemparkan ke muka James.

"hei...!! Neta, bahaya tahu. Aku lagi nyetir ini hlo, nanti kalau aku enggak fokus gimana...?"

Neta kembali melihat ke arah jendela, dia kesal mendengar keisengan James yang mengungkit masa kecil mereka.

"hahaha .. Jangan kawatir Neta, aku sudah biasa melihat barang berharga milikmu. Tapi ya... Cuma agak gimana ya...? Dulu kamu enggak pernah pake begituan waktu kecil, tapi sekarang kamu pake barang kayak gitu."

James tertawa dan sangat puas melihat Neta yang terlihat kesal.

"James....!!!!"

Seru Neta dengan nada meninggi.

Mobil James akhirnya masuk kedalam basemen apartemen Neta, James yang tak ingin Neta berjalan jauh memilih memarkirkan mobilnya tak jauh dari lift.

James dengan segera turun dan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Neta segera keluar.

"silahkan tuan putri."

ucap James layaknya seperti pelayan Neta.

"jangan lupa koper milikku bawa turun."

Perintah Neta terdengar seperti majikan yang memerintah pelayannya.

Lift yang akan membawa mereka ke unit apartemen Neta bergerak perlahan ke atas, James yang ada di samping Neta mencuri pandang ke arah wanita cantik yang memunggunginya.

Helaan nafas James terdengar berat, James merasa jika Neta sedikit terlihat kesal dengan James saat ini.

Pintu unit apartemen Neta terbuka setelah Neta menekan pasword di smart door apartemennya, James yang setia berjalan di belakang Neta dengan membawa koper milik Neta hanya diam tanpa berkata apapun.

Langkah kaki Neta tampak ringan saat dia masuk ke dalam kamarnya, pandangan mata Neta tampak terkejut melihat betapa rapi dan wanginya kamar miliknya.

"James..."

panggil Neta setelah melihat betapa rapi dan bersihnya kamar yang dia tinggalkan beberapa hari yang lalu.

James yang merasa namanya di panggil segera menghampiri Neta.

"ada apa Neta, apa ada yang terjadi...?"

Neta menoleh ke arah James, dia menajamkan kedua matanya melihat James yang terlihat panik.

"kamu yang membersihkan semuanya, benarkah...?"

Neta selama tidak percaya jika James yang terlah membersihkan kamar pribadinya.

"iyalah... Siapa lagi..."

Neta menggelengkan kepalanya cepat, seolah dia tidak percaya dengan ucapan James.

"kamu bisa lihat cctv di dalam apartemen kamu, aku yang sudah membersihkan kekacauan di kamar kamu."

James menyeringai melihat wajah Neta yang terlihat cengo.

"tapi Niko juga tidur di sini tadi malam, bisa jadi dia yang membersihkan semuanya."

Ucap Neta masih tidak percaya.

"hmm terserah apa katamu, kamu bisa percaya setelah melihat rekaman cctv."

James pergi meninggalkan kamar Neta, seolah dia tidak ingin ambil pusing dengan ucapan Neta.

Neta berjalan masuk ke dalam kamar mandi, tapi sebelum masuk pandangan mata Neta teralihkan ke keranjang tempat baju kotor di samping pintu kamar mandi.

"kosong... Apa mungkin dia juga mencuci semua baju kotorku."

Lirih Neta semakin merasa takut dengan ulah James.

"James... Kamu ya..."

Neta membalikkan badannya dan akan keluar menemui James, setelah di keluar dari kamarnya langkahnya terhenti melihat James sedang berbicara dengan nada mesra dengan ponselnya.

"iya sayang, nanti sekitar jam dua aku ke rumah kamu. Kamu tunggu ya, aku sedang ada urusan sebentar."

Senyum mengembang di wajah tampan James, Neta yang melihatnya segera membalikkan badan dan masuk kembali ke dalam kamar.

"ternyata dia sedang asik berbicara dengan kekasihnya, lebih baik aku ganti baju dulu sebelum menemui James."

Neta kembali berjalan masuk ke dalam kamar mandi, rasanya tubuhnya semakin lelah setelah drama yang dia lakukan tadi.

james memasukkan ponsel ke dalam saku celananya setelah mengakhiri panggilannya dengan Clara, merasakan perutnya sudah kukai berbunyi, James segera berjalan menuju ke arah dapur.

dia akan memasak dengan bahan seadanya, melihat isi kulkas Neta yang tampak penuh dengan segera James menggambil ayam dan beberapa sayuran.

tanpa menunggu lama, James segera mengeksekusi ayam dan sayuran yang dia ambil tadi.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!