NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Transmigrasi Ke Tubuh Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Transmigrasi / Fantasi Wanita
Popularitas:53.2k
Nilai: 5
Nama Author: cute women

Dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam misi rahasia, Xiao Su tewas dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab.

“Kenapa…?”

“Karena kau menghalangi jalanku.”

Ia mengira kematian adalah akhir.
Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan yang dihina semua orang — Xiao Mei.

Wajah buruk rupa. Tubuh lemah. Keluarga penuh kepalsuan.
Saudari tiri yang menginginkan kematiannya. Tunangan yang memandangnya dengan jijik. Dunia kuno yang kejam dan penuh intrik.
Tapi mereka tidak tahu…

Jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi Xiao Mei yang lemah.

Ia adalah Xiao Su. Seorang wanita modern yang tak akan membiarkan dirinya diinjak dua kali.

Kali ini, ia tidak hanya akan bertahan hidup — Ia akan mengubah takdir. Menghancurkan mereka yang meremehkannya.
Dan membuktikan bahwa bahkan wanita yang disebut “buruk rupa” pun bisa menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya.
Karena untuk kedua kalinya… Ia tidak akan mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cute women, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pesta pendirian kekaisaran

Pesta itu berlangsung meriah.

Lampu-lampu menyala, musik terdengar, semua tampak baik-baik saja.

Tapi di balik keramaian,

ada sesuatu yang berjalan ke arah yang berbeda.

Tak ada yang langsung terasa.

Tak ada yang benar-benar mencurigakan.

Sampai akhirnya,

pesta itu tak lagi sekadar pesta.

Lanjut .....

HAPPY READING>.<........

Keesokan harinya, fajar terbit menyinari ibu kota Kekaisaran. udara pagi terasa menyegarkan, suara angin yang menderu menghiasi suasana pagi yang membawa kesejukan, menyapu jalan-jalan baru yang mulai dipenuhi aktivitas.

Rakyat telah bangun sejak dini hari. Pasar-pasar ramai oleh suara langkah kaki dan sapaan antusias. Mereka sibuk menyiapkan pesta pendirian Kekaisaran yang akan berlangsung malam nanti. Jalanan ibu kota dihiasi beragam ornamen warna-warni, sementara lampion-lampion digantung satu per satu, menunggu malam untuk menyala

Aroma teh dan kue-kue manis memenuhi udara, jalanan pasar dan menyatu dengan angin sejuk serta suara genderang pun terdengar di Kekaisaran.

Hari ini seluruh kekaisaran bergerak untuk satu tujuan.

menyambut acara pesta pendirian Kekaisaran nanti malam.

Sementara itu. dikediaman Marquis Xiao, juga tak kalah sibuknya.

Di Paviliun Mawar, Xiao Mei menikmati waktu santainya setelah kembali dari perjalanan ke Kota Timur—sebuah perjalanan yang dipenuhi intrik, sabotase, dan rahasia yang belum sepenuhnya mengendap dalam pikirannya.

Xiao Mei kini sedang mempersiapkan dirinya untuk acara pesta pendirian Kekaisaran Wang nanti malam.

Di dalam kamarnya Xiao Mei duduk di kursi santai menyesap teh hangat pelan pelan, matanya menyusuri paviliun mawar, di pikirannya masih teringat jelas tentang kejadian demi kejadian di kota timur.

Saat ia meletakkan cangkir teh di atas meja, pintu kamar diketuk pelan.

seorang pelayan datang dan masuk dengan langkah hati hati kemudian berhenti di hadapan Xiao Mei

"yang Mulia , busana pesta telah disiapkan dan undangan dari istana juga telah tiba" lapor pelayan tersebut

Xiao Mei mengangkat pandangan nya kemudian mengangguk

"letakkan saja disitu,"

Pelayan itu mengangguk tapi ragu sejenak seolah ingin mengatakan sesuatu tapi memilih diam

Xiao Mei memperhatikannya. “Ada apa?”

Pelayan itu menunduk lebih dalam. “tuan Marquis telah menunggu Anda untuk menuju halaman depan, Yang Mulia. Banyak tamu yang datang lebih awal dari biasanya.”

Xiao Mei terdiam. Senyum tipis muncul di wajahnya, samar dan sulit dibaca.

“Pesta besar memang selalu menarik banyak perhatian,” jawabnya tenang.

Namun setelah pelayan itu pergi, Xiao Mei bangkit dan melangkah ke dekat jendela.

 Lampion-lampion mulai digantung satu per satu, warnanya cerah, cahayanya hangat.

Indah.

Terlalu indah.

Di balik gemerlap persiapan itu, hatinya menangkap satu hal dengan jelas—

malam ini akan ramai… dan tidak semua yang hadir datang untuk merayakan.

Ia menarik napas pelan.

“Semoga aku salah,” gumamnya lirih.

Di kejauhan, genderang istana kembali ditabuh.

Pesta pendirian Kekaisaran Wang semakin dekat.

Dan bersama dengannya, sesuatu yang telah lama menunggu akhirnya ikut bergerak.

Xiao Mei pun beranjak menuju bilik mandi. Air hangat telah disiapkan oleh Fu Xian,

menunggu dirinya untuk bersiap menyambut malam yang belum ia ketahui akhirnya.

setelah selesai mandi Xiao Mei melangkah keluar kamar, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada sebuah baki kecil di meja samping lorong.

Di atasnya tergeletak beberapa undangan pesta yang belum sempat dibawa ke aula depan.

Ia berhenti.

Salah satu undangan terbuka, segelnya sedikit miring, seolah dibuka dengan tergesa. Xiao Mei meliriknya sekilas—lalu membeku.

Nama yang tertera di sana seharusnya tidak termasuk dalam daftar tamu malam ini.

Bukan karena statusnya terlalu rendah.

Melainkan karena nama itu telah dicoret dari catatan istana tiga tahun lalu.

“Ini… aneh,” gumamnya pelan.

Belum sempat ia memanggil pelayan, langkah kaki tergesa terdengar dari ujung lorong. Seorang utusan istana muncul dengan wajah pucat, napasnya belum teratur.

“Yang Mulia,” katanya lirih namun tergesa,

“daftar tamu tambahan baru saja disahkan.”

Xiao Mei menatapnya tajam. “Tambahan?”

Utusan itu menelan ludah.

“Ya. Tapi… beberapa tamu sudah tiba sebelum daftar itu diumumkan.”

Hening.

Xiao Mei perlahan mengepalkan jemarinya.

Jika tamu-tamu itu sudah hadir…

maka apa pun yang direncanakan, kini tak bisa lagi dihentikan.

Di kejauhan, genderang istana ditabuh kembali.

Lebih berat.

Lebih cepat.

Pesta pendirian Kekaisaran Wang resmi

dimulai.

Lampion menyala,

musik mengalun,

dan senyum terpasang di setiap wajah.

Tak ada yang salah.

Atau setidaknya,

begitulah yang ingin mereka percayai.

Karena di balik pesta pendirian Kekaisaran Wang,

ada nama yang seharusnya tak diundang,

dan langkah yang datang tanpa izin.

Malam itu,

pesta bukan lagi tentang perayaan—

melainkan tentang siapa yang pertama kali bergerak.

"Siapa tamu yang seharusnya tidak diundang?"

BERSAMBUNG........

______________________________________

Teman teman maaf ya hariini up nya 1 bab aja dan sedikit karna jujur aja author nya lagi sakit🤧 doain cepet sembur biar bisa up 2 bab lagi bahkan up tripple yaaa

1
Nurlaila Hidayah
ya terlalu byak berfikir, kta'a agen tpi kok ga ada tndakan apa2 mlah cma byk berdikir
Anjani Manurung
mampir
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apaa yaa ceritana kaya bertumpuk-tumpuk, ga runtut, padahal bacana pelan 🤧
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmmm
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
ini ceritana jaman kerajaan cina apa barat sih 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Rencana jahatmu ga akan berhasil
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mantuul 😊
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mayan lah
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm 🤔 apa ga dikasih bekel gitu itu setelah transmigrasi
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lanjuutt
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Okeh nyimak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Cakeepp
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mampir
Retno Palupi
kata kata nya d ulang apa babnya diulang? jd tambah pusing
evi carolin
terlalu banyak bermonolog dalam hati n pikiran ,ga ada strategi sama sekali
Retno Palupi
permainan blm selesai kok terus, kata katanya banyak yg diulang
Retno Palupi
ini bab nya d ulang g sih
Retno Palupi
MC nya terlalu banyak mikir tp g ada solusi
Meeraa Biyyu
MC mleyot
Andira
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!