NovelToon NovelToon
Malam Hangat Berselimut Cinta

Malam Hangat Berselimut Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Herka Rizwan

Aini mengira kedatangan keluarga Julian hendak melamarnya. namun ternyata, mereka malah melamar Sakira, adik satu ayah yang baru ia ketahui kemudian hari. padahal sebelumnya, Julian berjanji akan menikahinya. ternyata itu hanya tipuan untuk memanfaatkan kebaikan Aini.
Tidak sampai disitu, ayahnya malah memaksa untuk menjodohkan Aini dengan duda yang sering kawin cerai.
karena kecewa, Aini malah pergi bersenang-senang bersama temannya dan menghabiskan malam dengan lelaki asing. bahkan sampai hamil.
Lantas, bagaimana nasib Aini. apakah lelaki itu mau bertanggung jawab atau dia malah menerima pinangan dari pria yang hendak dijodohkan dengannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herka Rizwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Sayang, udah lama gak denger kabarnya Aini. Di mana gerangan dia sekarang ya?" tanya Siska sambil mengoles roti.

"Terakhir dia meminta izin padaku untuk menikah di desa. Setelah itu, entah apa yang terjadi padanya. Aini memang keras kepala seperti ibunya. Malah memilih tinggal di tempat terpencil seperti itu, dari pada harus menjadi istrinya Pak Danang," gerutu Barata menikmati sarapannya.

Di saat keduanya asik mengobrol, Julian dan Sakira juga datang ke meja makan. Siska tersenyum menyaksikan kemesraan putrinya ini.

"Pagi semuanya," sapa Sakira mencium pipi Siska.

"Pagi juga, sayang. Duh, pengantin baru. Wajahnya itu berseri-seri banget sih," tutur Siska memperhatikan Julian dan Sakira secara bergantian.

"Ibu bisa aja. Hm, hari ini Julian mau ajak aku belanja. Katanya dia bakal gajian. Iya kan, Sayang?" senggol Sakira menggoda suaminya.

"Iya, Sayang. Kamu mau belanja apa aja, aku bakal turuti kamu!" sahut Julian cepat.

"Duh, kamu beruntung banget, Sakira. Punya suami ganteng, baik udah gitu tajir lagi. Pekerjaan juga mapan," puji Siska bertubi-tubi.

"Iya dong. Gak kayak Aini. Meski menikah, malah sama orang kampung yang gak jelas. Sebelumnya, pernah dekat dengan pria kaya. Tapi kayaknya dia cuma dipermainkan doang," tawa Sakira keras.

"Ya mana mau orang kaya sama Aini. Dia itu gak berharga. Beda sama kamu, Sayang. Cantik dan bikin aku jatuh cinta setengah mati," kali ini Julian berkomentar.

"Aini cuma bawa kehidupan kita melarat aja. Kalian tidak usah meniru dia. Pokoknya sekarang, lupakan dia. Anggap dia bukan keluarga kita lagi!" cecar Barata terdengar marah.

Ting tong.

Terdengar bunyi bel ditekan dari luar. Pagi hari seperti ini, sudah ada tamu yang bertandang ke kediaman Barata.

"Bik, buka pintunya dong!" teriak Siska kencang.

Seorang wanita setengah baya tergopoh-gopoh berjalan ke arah pintu utama. Lantas membukanya dan memperhatikan seseorang yang berdiri di hadapannya.

"Selamat pagi!"

"Pagi, Nyonya. Ada keperluan apa ya?"

"Apa benar ini kediaman Tuan Barata?"

"Ah benar sekali."

"Apa sekarang Tuan Barata ada di rumah?"

"Ada Nyonya. Silahkan masuk dan duduk dulu."

Wanita dengan dandanan menor itu tersenyum miring. Saat dia masuk, bunyi sepatunya seperti hentakan kaki kuda. Penampilannya yang memukau, seolah bagaikan artis papan atas. Begitu juga dengan jalannya yang dibuat se-anggun mungkin.

"Tuan, Nyonya besar. Ada tamu yang sedang mencari Tuan," lapor asisten rumah tangga itu.

"Siapa, Bik. Wanita atau pria?" tanya Siska cepat.

"Ehm, wanita."

"Sejak kapan Ayah punya teman wanita. Apa jangan-jangan kamu udah selingkuh ya dibelakang aku?" Siska memukul bahu suaminya.

"Jangan menuduh sembarangan, Sayang. Sebaiknya kita temui tamu itu dulu. Baru kamu bisa berkomentar."

Barata segera bangkit diikuti Siska. Begitu juga dengan Julian dan Sakira, yang penasaran siapa sebenarnya wanita yang hendak bertemu dengan Barata.

Saat mereka datang ke ruang tamu, wanita tersebut sedang memperhatikan segala isi yang ada di kediaman Barata. Jarinya juga mengusap meja sofa, seolah sedang memeriksa apakah ada debu di situ.

"Anda siapa ya? Dan ada keperluan apa anda mencari saya?" tanya Barata penasaran.

Melihat ada Tuan rumah yang datang, seketika wanita itu berdiri. Lalu menyambangi pemilik rumah serta berjabat tangan dengan santun.

"Perkenalkan, nama saya Arum. Saya datang kemari karena ingin menyampaikan sesuatu hal sama anda."

Barata dan Siska saling bertatapan. Begitu juga dengan Julian dan Sakira. Mereka begitu tak paham dengan ucapan Arum.

"Silahkan duduk dulu. Sebelumnya, apakah kita pernah bertemu? Maklum, terkadang ingatan saya sering lupa," ujar Barata terkekeh. Sedangkan Siska menyenggol lengan suaminya. Yang nampak cemburu dan takut kalau suaminya itu tergoda.

Tatapan Arum terlihat tajam. Memperhatikan seluruh anggota keluarga Barata satu persatu. Seolah-olah sedang menyelidiki kehidupan mereka.

"Kita memang belum pernah bertemu sebelumnya. Saya tidak akan banyak basa-basi. Apakah benar, kalau Aini adalah putri kandung anda?"

"Aini?" ulang Barata dengan kening berkerut. "Kenapa anda menyebutkan nama perempuan itu. Kami sudah tak punya hubungan lagi dengannya. Dia sudah membuat malu keluarga ini!" tegasnya dengan rahang mengeras.

"Benarkah? Ternyata si gadis kampung itu memang pembawa sial. Asalkan anda tahu, putri kamu itu sudah lancang merebut jodoh anak saya. Dia berpura-pura hamil, hingga akhirnya dinikahi oleh keponakan suami saya!" seru Arum begitu geram.

"Kami bahkan tidak tahu, Aini menikah dengan siapa. Dia cuma meminta izin saja. Selebihnya, saya tidak tahu lagi apa yang terjadi," ujar Barata lagi.

"Benar, Nyonya. Aini menikah di Desa. Kami kira, dia dipersunting pemuda miskin yang ada di sana," imbuh Sakira mengejek.

"Pemuda miskin katamu?" Arum terlihat tidak terima. "Suami Aini itu sangat kaya. Memiliki beberapa perusahaan besar, serta pusat perbelanjaan yang ada di kota ini. Kamu jangan sok tahu! Bilang Arjun cuma pemuda Desa yang miskin," tukas Arum dengan bibirnya yang mengerucut.

Tentu saja semuanya terbeliak. Tak ada yang percaya, kalau Aini ternyata menikah dengan orang kaya. Bahkan sebelumnya, mereka sudah memutuskan hubungan kekeluargaan. Karena malu punya menantu miskin dan orang kampung.

"Bentar, Bu Arum. Apa hubungannya suami Aini dengan calon suami anak ibu. Artinya, Aini sudah menjadi pelakor gitu?" Siska melongo.

"Iya! Di luar terlihat lugu. Ternyata otaknya itu suhu. Begitu licik sekali, hingga bisa menjebak Arjun. Yang akhirnya terpaksa menikah dengannya."

"Lagi-lagi si Aini itu bikin masalah. Apakah anda tahu, di mana saat ini dia tinggal?" tanya Barata dengan tatapan marah.

"Tentu saja. Tapi, sebaiknya kalian tidak ke sana. Penjagaannya terlalu ketat. Saya punya cara, supaya dia bisa keluar menemui kalian."

"Kalau ketemu, kita harus kasih dia pelajaran. Tanganku sudah gatal, ingin menamparnya habis-habisan!" ujar Siska memainkan telapak tangannya.

Arum begitu puas karena bisa menambah kebencian di keluarga Aini. Setidaknya, dia tidak susah turun tangan langsung, untuk memberikan peringatan pada gadis yang dibencinya itu.

.

.

"Sayang, siang nanti Tante Arum mengundang kamu makan di restoran Berlian. Katanya, mau minta maaf sama kamu," kata Arjun merapikan penampilannya di depan cermin.

Aini mengeryit, rasanya masih tidak percaya dengan pendengarannya. Bukankah, Arum begitu benci padanya. Bahkan begitu tampak, bila mereka bertemu muka.

"Tante Arum mau ajak aku makan siang?"

"Hm. Tapi, itu terserah kamu mau pergi atau tidak. Kalau kamu capek, aku akan bilang buat batalin..."

"Uhm, gak usah. Aku akan pergi kok."

Kalau dia menolak, pasti wanita sombong itu akan menganggapnya tidak tahu diri. Dan akan dipastikan, kalau kebenciannya akan bertambah besar saja.

"Tapi, aku mau kamu datang juga. Soalnya, aku masih takut kalau Tante bakal marahi aku lagi. Kamu kan tahu, kalau Tante sama Mbak Briana tidak pernah menyukai aku," pinta Aini manja.

Arjun tersenyum, mencium kening Aini. "Baiklah, aku akan datang tepat waktu."

Sekarang, Aini tidak was-was lagi. Dengan ada Arjun di sisinya, pasti Arum dan Briana tidak akan berani mengganggunya.

Bersambung...

1
Wayan Sucani
lanjut thor
Aiza Zayn: terima kasih udah mampir 🙏
total 1 replies
♥Kat-Kit♥
Keren banget! Aku nggak sabar nunggu babak berikutnya ⚡️
✨Wyn한✨
Mantap jiwa!
Ánh sáng
Aku suka banget sama karakter-karakternya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!