Berawal dari sebuah desa, Seorang ibu telah membuat perjanjian dengan wanita iblis.
Dia meminta kekayaan untuk dirinya yang sudah lelah dihina oleh semua orang yang memandangnya dengan sebelah mata.
Anaknya yang ternyata memiliki rahasiapun sedang diambang kematian.
Dia adalah Sumitri yang membuat perjanjian dengan wanita iblis harus membayarnya dengan tumbal darah perawan di setiap malam bulan purnama.
Sumitri menyanggupinya dan tumbal demi tumbal telah ia berikan pada wanita iblis itu, Sampai di suatu hari wanita iblis itu meminta pada sumitri untuk menumbalkan anaknya.
Lalu bagaimanakah kelanjutan nasib anaknya?? Dan rahasia apa yang dimiliki oleh anaknya??
Cerita ini hanyalah fiktif belaka.
semoga dapat menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AYU PATAH HATI.
"Brraaakkk," Ayu membuka dan mendorong pintu rumahnya dengan keras sehingga membuat Dinda yang sedang berada di dapur terkejut, Dinda takut kalau yang datang adalah orang jahat lalu
Dinda keluar dari dapur melihat siapa yang datang Dinda merasa lega melihat Ayu yang datang tetapi Dinda heran melihat Ayu yang yang pulang kerumah dalam keadaan sedih dan marah.
Dinda berusaha mengejar Ayu yang berlari masuk kedalam kamarnya. "Brrraaakkk," suara Ayu yang membanting pintu kamarnya.
Dinda membuka pintu kamar Ayu dan ternyata sudah di kunci olehnya. Tok tok tok "Ayu kamu kenapa? Buka pintunya Yu!" teriak Dinda.
"Pergi gue nggak mau diganggu!"
"Ayu, kalau ada apa-apa aku dibawah ya," setelah mengucapkan itu Dinda kembali melanjutkan aktivitasnya di dapur.
Dinda sedang membuat makanan untuk makan malam Abi dan Ayu.
Dinda ingin memberikan waktu untuk Ayu menenangkan dirinya lebih dulu.
_______
Mirna tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah persembunyian Reza.
Rumah itu adalah milik Mirna, rumah peninggalan orang tua Mirna.
Sesampainya di rumah itu Mirna langsung masuk ke dalam dan menemui Reza.
Mirna dalam keadaan kacau dan langsung memeluk Reza.
"Za, kita harus menyudahi ini gue yakin Roby sebenarnya tidak sebodoh yang kita duga,"
"Misi balas dendammu belum berakhir, apakah kau serius akan menyudahi ini semua?"
"Ya aku serius akan menyudahi ini semua dengan kematian Roby, Roby harus menyusul Isabella ke alam baka," ucap Mirna.
"Kejadian itu memang sudah belasan tahun tetapi tidak ada kata maaf dari Roby karena telah menyakiti dan menginjak harga diriku Za. Aku tidak bisa menerima sakit hati itu sampai sekarang. Aku dan keluargaku sudah banyak berkorban untuk keluarganya apa hanya karna mereka memiliki uang maka mereka bisa membeli keluargaku, ibuku sudah memberikan ginjalnya untuk untuk ibu Roby lalu keluarga Roby datang kerumah kami untuk meminta aku menjadi menantu mereka. Kau tahu za? Ibuku meninggal setelah memberikan ginjalnya pada ibu Roby tetapi apa Za mereka tidak memberiku kebahagiaan," ucap Mirna pada Reza dengan terisak.
"Tenanglah, aku akan selalu ada untukmu," ucap Reza dengan mengelus punggung Mirna.
"Terimakasih Za, kau tau apa yang paling menyakitkan bagiku? Roby menikah lagi tepat di hari ibuku meninggal Za aku membutuhkan dia tetapi dia sedang memadu kasih bersama Isabella itu semua tidak adil untukku Za" Mirna menumpahkan semua beban yang selama ini ia tahan seorang diri.
Reza mengerti perasaan Mirna dan Reza memutuskan akan menuntaskan balas dendam Mirna malam ini juga, sebenarnya selama ini Reza ingin menanyakan siapa ayah kandung Alika kalau Roby saja tidak pernah menyentuh Mirna.
Mirna menceritakan semuanya pada Reza.
Flashback on.
Di hari kematian ibu ku, aku datang kekantor Roby ingin memberi tahu kalau ibu sudah tidak ada tetapi aku melihat kalau Roby sedang duduk memangku Isabella di kursi putarnya, keduanya terlihat sangat bahagia, keduanya masih menggunakan baju pernikahan lalu aku sadar kalau akulah yang hadir diantara mereka dan menjadi penghalang mereka untuk hidup bahagia.
Aku tidak pulang kerumah melainkan pergi ke club, Aku yang waktu itu tidak memiliki teman untuk membagi keluh kesahku akhirnya memutuskan untuk menumpahkan rasa kesalku dengan meminum minuman haram itu.
Disanalah aku bertemu dengan seorang lelaki yang mendekatiku dan lelaki itu adalah ayah biologis Alika. Lelaki itu bernama Bram.
Aku menjalin kasih dengan Bram dan aku tidak menyangka kalau ternyata Bram adalah mafia.
Bahkan ide balas dendampun awalnya dari Bram.
Bram yang menabrak Isabella hingga tewas dan Bram juga yang mencari kambing hitam, Bram mengambil lelaki yang membutuhkan uang untuk keluarganya tetapi disaat dia tahu dia harus menyerahkan diri pada polisi dia menyerah pada Bram lalu Bram mengancam akan menyakiti keluarga lelaki itu apa bila dirinya membatalkan perjanjian itu.
Setelah kematian Isabella dan aku merasa puas telah melihat penderitaan Roby, aku sudah memutuskan akan meninggalkan Roby dan hidup bahagia bersama Bram, namun anakku bersama Bram meninggal saat ku lahirkan lalu aku menukar anaknya dengan anak orang lain.
Aku takut kalau Bram akan meninggalkan aku apabila Bram mengetahui anaknya telah meninggal.
Namun, lelaki itu harus meninggal ditangan musuhnya, setelah kematian Bram dan anakku aku merasa kalau hidup ini tidak adil untukku.
Flashback off.
"balas dendamku belum selesai apabila anak Isabella masih hidup, tetapi tidak apa kalau aku hanya harus mendapatkan nyawa Roby saja," ucap Mirna.
Setelah mendengar cerita Mirna, Reza semakin merasa kasihan begitu berat hidup Mirna dimasa lalu dan harus hidup bertahun-tahun bersama dengan orang yang sangat dibencinya.
"Malam ini bersiaplah, kau ambil semua hartanya untuk kita memulai hidup bersama diluar negri," ucap Reza.
Reza merencanakan sesuatu untuk Roby.
__________
Abi pulang kerumah dan melihat makan malam sudah siap, Abi tidak lupa mencium pucuk kepala Dinda saat Dinda membukakan pintu untuknya.
Dinda meminta Abi mandi terlebih dulu setelah itu makan bersama.
Dinda mengetuk pintu kamar Ayu dan Ayu membukanya, Dinda melihat mata sembab Ayu dan Dinda bertanya, "Ayu, kamu kenapa?"
"Gue nggak papa, lo tumben masih disini," ucap Ayu yang kembali mendarat di ranjang empuknya.
Dinda mendudukkan bokongnya di ranjang Ayu, "Kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama aku," ucap Dinda.
Ayu ingin menceritakannya tetapi Ayu juga merasa malu, "Mungkin nanti kalau gue udah baikan gue baru bisa cerita,"
"Baiklah, kalau begitu ayo kita makan malam bersama aku udah masak untuk kamu sama mas Abi juga," ucap Dinda dengan menyeret lengan Ayu.
Ayu dan dinda sudah menunggu Abi di meja makan Dinda tidak tahu harus berbuat apa disaat sahabatnya sedih dan tidak mau bercerita, tetapi Dinda tidak mau menyerah Dinda menghibur Ayu dengan caranya.
Ayu biasanya akan selalu senang apabila diajak mengobrol tentang Leo.
Kemudian Dinda menyanyakan kabar Ayu pada Leo, Ayu juga sempat bercerita pada Dinda kalau Leo menghubungi Ayu.
"Gimana, kamu jadi ketemuan sama Leo?" tanya Dinda.
Mendengar nama Leo semakin membuat Ayu terisak, Dinda semakin bingung melihat Ayu yang memeluknya dan kembali menangis, "Din, lo tau kan dari dulu gue suka sama Leo, tapi Leo suka sama cewek lain, lo tau nggak Din siapa cewek itu, dia Dita Din, gue merasa terkhianati tau nggak," ucap Ayu.
Dinda mengusap lembut punggung Ayu yang bergetar karena menangis Dinda mencoba menenangkannya, "Dita tau kalau Leo suka sama dia?" tanya Dinda.
Ayu mengangguk, Ayu mengatakan Leo meminta bantuan pada Ayu karena Dita selalu menolak Leo karena Dita tahu kalau Ayu menyukai Leo sejak lama.
Bersambung..
Terimakasih kak sudah membaca^^
Yuk jangan lupa buat like love dan ratenya ya kak. Terimakasih bagi yang sudah mendukung^^
tumbal lagi dan lagi... iblis2