NovelToon NovelToon
Found Love In My Darkness

Found Love In My Darkness

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wachid Tiara

Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?

Yuk ikuti kisahnya...😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

31

Beberapa bulan kemudian.

Seorang wanita hamil dan seorang pria sedang berada disalah satu mini market. Wanita itu sedang mengambil satu box susu hamil untuknya.

"Nona Anna, apa sudah selesai?" Tanya pria yang bersamanya.

"Bentar lagi Andrew..." Jawab Anna yang saat ini sedang hamil 8 bulanan.

Dengan setia Andrew yang merupakan penjaga bagi Anna yang khusus disiapkan oleh Damara untuk melindungi Anna yang sedang berbadan dua.

Anna berjalan kearah kasir diikuti oleh Andrew yang merupakan pria blasteran, dan terlihat begitu tampan.

"Aduh...!" Pekik Anna saat seseorang menyenggolnya.

Andrew segera mendekapnya agar Anna tidak terjatuh atau nyawanya akan menjadi taruhannya.

"Anna..." Panggil orang yang menyenggolnya.

"Ray...oh... maksud saya tuan Ray, lain kali hati-hati kalau jalan, tadi kalau saya jatuh bagaimana? Calon anak saya bisa bahaya kan...?!" Ucap Anna dengan ketus.

Ray melihat pada Anna yang masih dipeluk oleh Andrew dengan perut Anna yang sudah terlihat membuncit.

"Anna...kamu hamil?" Tanya Ray seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Walaupun kemarin-kemarin dia begitu marah dan membenci anna, tapi saat melihat Anna sedang hamil seperti ini, justru Ray ingin berada dekat dengannya.

"Apa tuan Ray rabun? Sepertinya anda perlu ke dokter, bukankah Anda memiliki rumah sakit besar? Kenapa tidak memeriksa mata anda? Saya sudah jelas-jelas pakai daster dan buncit gini masih ditanya 'kamu hamil?' ya jelas lah saya hamil" jawab Anna dengan ketus lagi.

"Ray...kok lama..." Tanya Indah yang baru saja datang ke sana.

"Wah kamu Anna kan? Kamu hamil anak siapa? Kamu beneran ada jadi j*lang?" Cerocos Indah yang mendapatkan tatapan tajam dari Ray.

"Iya, aku hamil, dan ini anak suamiku dong... Iya kan sayang?" Tanya Anna pada Andrew.

Andrew yang mengerti maksud Anna segera menjawabnya.

"Iya dong... Ini anakku, kenapa? Kalian tidak percaya? Tunggu sampai dia lahir, dia pasti akan mirip dengan ku, iya kan sayang...?" Andrew mendaratkan ciumannya di kening Anna dengan sangat mesra.

Ray terlihat sangat kesal pada Anna, dia menunggunya selama ini untuk permintaan maaf dari Anna, tapi Anna justru sudah memiliki keluarga sendiri.

"Anna, Kita bahkan belum bercerai? Kenapa kamu sudah menikah lagi?" tanya Ray pada akhirnya membuka mulutnya.

"Benarkah? Aku tidak tahu..." Jawab Anna seenaknya.

Andrew yang menyadari situasi nya mulai tidak bagus segera membayar belanjaan nya dan semua dibawa oleh Andrew yang terus menggenggam tangannya, membuat Ray semakin marah.

"Sayang ayo pulang, aku tidak mau kamu kelelahan, aku takut terjadi sesuatu pada anak kita" ajak Andrew pada Anna yang masih berdiri berhadapan dengan Ray yang terus menatapnya tanpa berkedip.

'Anna benar-benar kurang ajar, kenapa dia harus kembali, menyusahkan ku saja!!!' batin Indah yang merasa sangat kesal pada kehadiran Anna yang kembali mengancam posisinya.

Ray terus menerus menatap Anna yang sedang tersenyum bahagia dengan Andrew.

"Ray... Ayo kita pulang" ajak Indah pada Ray yang masih berdiri dan terus menatap Anna yang bahkan tidak berbalik sekejap pun untuk melihat pada dirinya.

"Ray..." Panggil Indah yang mulai kesal dengan sikap Ray.

"Diam!!! Atau pergi!!!" Jawab Ray dengan tatapan yang begitu mengerikan, membuat Indah sama sekali tidak bisa mengatakan apapun lagi.

Hari berikutnya.

"Anna, kamu masuk kedalam dulu ya... Aku angkat telfon sebentar" ucap Andrew pada Anna yang akan melakukan pemeriksaan terhadap kandungannya.

Dia memilih rumah sakit milik keluarga Ray, karena memang rumah sakit itu merupakan rumah sakit terbaik.

"Ayo berbaring nona Anna" pinta dokter wanita yang akan memeriksanya.

Anna menuruti perintah dokter itu, dia berbaring dan membiarkan dokter bernama Miranda memeriksa calon anaknya.

Dokter Miranda mulai dengan mengoleskan gel untuk USG ke perut Anna yang membuncit.

Namun saat Anna sedang melihat ke layar monitor, Ray tiba-tiba muncul di ruangan dokter Miranda.

"Ray...? Kamu disini?" Tanya dokter Miranda pada Ray yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.

Sebenarnya Ray melihat Anna berjalan bersama dengan Andrew saat Ray mengantarkan Luna ke rumah sakit, dan Ray terus mengikuti Anna sampai ada kesempatan Andrew pergi, Ray segera masuk kedalam ruangan itu.

"Iya dokter, saya tadi mengantarkan mommy, tapi tidak sengaja melihat mantan supir saya disini, jadi saya ingin menemuinya, dan ternyata dia sedang hamil, jadi aku penasaran ingin melihat jenis kelamin dari calon anaknya" jelas Ray dengan mengarangnya.

Anna tidak menanggapinya, dia sama sekali tidak keberatan.

'biarkan saja...toh ini anaknya' batin Anna

Dokter Miranda mulai melakukan USG pada perut buncit Anna.

Sementara Ray dengan seksama melihat janin yang ada di perut Anna, yang bahkan sudah bergerak-gerak, entah kenapa air matanya mengalir dengan sendirinya, Ray segera mengusapnya, dia tidak ingin Anna melihatnya.

"Jenis kelamin anak anda perempuan nona Anna, air ketubannya jernih, dan posisi bayinya sesuai dengan usia kehamilannya, semuanya bagus" jelas dokter Miranda.

Tanpa sadar Ray tersenyum mendengarnya, Anna melihat Ray yang tersenyum begitu bahagia, hatinya kembali tercabik-cabik mengingat perlakuan Ray terhadap dirinya beberapa bulan yang lalu.

Pintu ruangan dokter Miranda terbuka dan Andrew masuk ke dalam, dia terkejut melihat Ray ada disana, namun dia bersikap setenang mungkin.

"Emm.... Tuan Ray ada di sini?" Tanya Andrew pada Ray yang melihat dengan tatapan tidak suka pada Andrew.

"Iya sayang, dia kan anaknya pemilik rumah sakit ini, ya udah sih enggak usah di bahas, biarin aja suka-suka dia, lihat sayang, anak kita luar biasa, di sangat cantik bukan?" Jawab Anna yang juga tidak tahu kenapa Ray masih saja ada disana.

"Iya sayang, dia pasti secantik dirimu" jawab Andrew.

"Oh iya sayang, apa pemeriksaannya sudah selesai? Aku harus segera kembali ke kantor ayah Damara, ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan" tambah Andrew.

"Bagaimana dokter Miranda?" tanya Anna pada dokter wanita yang memeriksanya.

"Sebenarnya masih ada beberapa tes lagi, saya perlu mengambil sampel urine dan darahnya nona Anna untuk mengetahui protein dan Hb nona Anna, tapi jika kalian terburu-buru kita bisa melakukannya besok-besok lagi" jelas dokter Miranda.

"Emmm... Andrew, pergilah, aku tidak apa-apa, aku akan melakukan test ini sendiri, tidak masalah, pekerjaan juga penting untuk masa depan kita dan anak kita nantinya" ucap Anna pada Andrew.

'ciiih...!!! Masa depan kita dan anak kita, menjijikkan sekali...' batin Ray yang semakin terlihat kesal.

"Suami macam apa yang meninggalkan istrinya yang sedang memeriksakan kesehatan calon anaknya?!!" Cibir Ray yang tidak ditanggapi sedikitpun oleh Andrew dan Anna.

"Baiklah sayang, aku pergi, nanti aku akan menyuruh supir untuk menjemput mu" jawab Andrew sembari mengecup kening Anna sekilas.

"Tidak perlu, ada banyak taksi online, berhentilah khawatir pada ku, aku akan menjaga diri, fokus saja pada pekerjaan mu sayang..." Ucap Anna pada Andrew.

Andrew tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Anna, kemudian keluar dari ruangan itu meninggalkan Anna dengan Ray dan dokter Miranda.

"Jadi dokter, ayo kita lakukan semuanya sekarang" pinta Anna yang tidak ingin lama-lama bersama Ray yang masih berdiri disampingnya tanpa mau pergi dari sana.

"Tuan Ray? Apa kamu tidak memiliki pekerjaan lain? Selain berdiri disini seperti ini, kita bahkan bukan teman" usir Anna secara halus, karena dia merasa tidak nyaman berada di ruangan yang sama dengan pria yang pernah menyakitinya begitu dalam.

"Aku tidak memiliki pekerjaan, lagi pula ini rumah sakit milik keluarga ku, jadi aku bebas berada di manapun" jawab Ray yang lagi-lagi seenaknya sendiri.

Anna memutar bola matanya malas pada Ray yang kekanakan, Anna mengikuti dokter Miranda ke laboratorium untuk melakukan tes yang diinstruksikan oleh dokter Miranda.

Setelah semuanya selesai Anna berjalan untuk keluar dari rumah sakit itu untuk kembali ke rumah ayahnya.

Anna mengambil ponselnya dari tasnya dan mulai untuk mengorder taksi online, namun baru saja dia masuk ke salah satu aplikasi ojek online, seseorang sudah terlebih dahulu merebut ponselnya.

"Ray....!!!" Teriak Anna pada orang yang seenaknya mengambil ponselnya dari tangannya.

"Biar aku antar, sekalian aku juga lewat rumahnya tuan Damara, jadi kamu bisa bayar biaya taksi online padaku, bagaimana, itung-itung buat ganti uang bensinku" jawab Ray sembari memasukkan ponsel Anna ke kantong jas nya.

Anna tidak ada pilihan lain, karena ponselnya masih berada di tangan Ray, yang entah kenapa sedang ingin menguji kesabarannya.

"Baiklah tuan Ray, ayo cepat antar aku ke rumah ayah ku, aku sedang ingin buru-buru, aku mengantuk" jawab Anna seraya melangkah dan segera masuk kedalam mobil Ray yang dia sudah sangat hafal karena beberapa bulan yang lalu pernah menjadi mobil kesayangannya.

Ray tersenyum dan segera mengikuti Anna masuk ke dalam mobilnya dan segera membawanya melaju marah rumah Damara yang bahkan sama sekali tidak searah dengan arah kantornya.

Di perjalanan mereka berdua sama sekali tidak membuka mulutnya, Anna juga memang sangat mengantuk dan lagi dia terasa sangat lelah, hingga perlahan Anna memejamkan matanya yang semakin terasa berat.

Ray melirik pada Anna yang sudah terlelap, wajah cantik yang selama ini selalu berada di mimpinya kini benar-benar ada di samping dan tengah tertidur pulas.

Ray membawa laju mobilnya dengan sangat lambat, dia hanya merasa jika dia ingin berlama-lama dengan Anna saat ini.

Ray menepikan mobilnya, dan melepaskan seatbelt nya, dia bergerak mendekati Anna, Ray membelai lembut pipi Anna yang mulai terlihat lebih berisi, Ray tersenyum dan mulai mendekatkan wajahnya untuk mendaratkan bibirnya di bibir Anna yang tengah berada di dalam dunia mimpinya.

Cukup lama Ray mencium bibir Anna, sampai terdengar bunyi klakson mobil yang sangat keras, hingga Ray harus melepaskan ciumannya dan kembali ke posisinya, karena Anna mulai bergerak dan mulai membuka matanya perlahan.

Ray dengan cepat kembali memakai seatbelt nya dan kembali menjalankan mobilnya, perlahan hingga Anna benar-benar membuka matanya.

"Uhmmm... Baru sampai disini? Kenapa kamu begitu pelan membawa mobilnya?" Tanya Anna yang baru saja membuka matanya.

"Aku membawa wanita hamil, otomatis aku harus membawanya dengan pelan, aku tidak mau ada wanita hamil yang tiba-tiba melahirkan di mobilku, akan sangat buruk nasib ku" jawab Ray.

Anna mendengus kesal pada Ray yang menjadi sangat menyebalkan. Anna melihat tukang siomay keliling yang sedang berhenti di pinggir jalan karena ada pembeli, Anna sangat ingin memakannya saat ini

"Ray, bisakah kamu berhenti disana ada tukang siomay, aku mau Ray..." Pinta Anna dengan terus menarik-narik lengan jas yang Ray pakai.

"Itu tidak sehat Anna, makanan dipinggir jalan tidak baik untuk perkembangan janin mu" tolak Ray.

"Hei...!!! Jangan mengatur ku, berhenti disana atau aku akan loncat keluar sekarang!!" Teriak Anna pada Ray.

Anna hanya merasa sangat ingin memakannya, dia tidak peduli entah itu bergizi atau tidak, dia hanya ingin memakannya saat ini.

"Baiklah, jangan lakukan apapun yang berbahaya, duduk saja, aku akan berhenti disana" jawab Ray yang pada akhirnya menuruti keinginan Anna.

Ray menepikan mobilnya di tepi jalan dekat dengan gerobak siomay yang sedang antri pembeli. Anna keluar dari mobil diikuti oleh Ray, Anna langsung mendekati tukang siomay itu dan segera memesanya.

"Bang...paket lengkap ya...super pedas" pesan Anna pada tukang siomay itu.

Ray tidak mau jika Anna memesan makanan yang pedas, dengan makan dipinggir jalan seperti itu saja Ray sudah khawatir, malah sekarang Anna memesan yang super pedas.

"Bang, jangan yang pedes, yang biasa aja bang, takut nya nanti sakit perut" ucap Ray pada tukang siomay itu.

"Ray...?!!!" Sungut Anna yang tidak suka jika Ray ikut campur dalam urusannya.

"Tidak Anna... Ini demi kebaikan mudah calon anakmu" jawab Ray yang tetap tidak mengizinkan Anna memakan makanan pedas.

"Dengerin omongan suaminya neng, dia bener kalau lagi hamil jangan kebanyakan makan makanan yang pedas, takutnya sakit perut kan kasian sama bayinya neng...."

"Iya mbak, bener omongan suaminya mbak, mbak beruntung banget punya suami yang perhatian begitu"

"Kalian memang pasangan yang serasi, cantik ketemu ganteng, pasti nanti anaknya kalau perempuan sangat cantik, dan jika laki-laki sangat tampan"

Bla-bla-bla.... Omongan para pembeli lain yang ada disana membuat Anna pusing, pasalnya mereka mengira jika Ray adalah suaminya, walaupun memang benar mereka masih suami istri, terlebih lagi anak yang dikandungnya adalah anaknya Ray, tapi tetap saja Anna masih tidak terima, karena lagi-lagi ucapan kasar Ray pada dirinya kembali terdengar suara jelas dan berulang-ulang di telinganya.

Berbeda dengan Ray, yang sekarang ini Ray terlihat begitu bahagia mendengar omongan dari para pembeli yang mayoritas ibu-ibu itu

Anna bergerak menjauh dari kerumunan para pembeli dan berjalan menuju kembali ke mobilnya.

Ray yang melihatnya segera menyusulnya dan menghentikannya.

"Anna... kenapa? Bukankah tadi kamu bilang kamu ingin makan siomay?" Tanya Ray pada Anna.

"Tidak, aku ingin pulang saja, aku tidak mau lagi" jawab Anna yang sudah berdiri di samping mobil Ray

"Apa karena ucapan mereka?" Tanya Ray memastikan pikirannya.

"Tentu, apa lagi?! Bukankah kamu begitu membenci ku Ray? Kenapa sekarang malah kamu seolah sedang ingin mendekati ku? Aku wanita murahan Ray, yang hanya menginginkan harta mu, jadi sekarang antar aku pulang ke rumah ayahku dan sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi" jelas Anna yang kembali merasakan sakit hati karena ucapan Ray beberapa bulan yang lalu.

"...." Ray tidak mengatakan apa-apa lagi.

Memang benar jika dirinya sendiri yang kemarin sangat membencinya tapi sekarang justru dia yang ingin mendekatinya.

'bukankah seharusnya aku membencinya?' batin Ray.

"Baiklah aku antar kamu pulang" jawab Ray yang sebenarnya merasa tidak rela saat Anna berusaha menjauh darinya.

'aku benci dengan diriku sendiri yang tidak bisa bergerak sesuai dengan keinginan ku' batin Ray.

Anna berjalan untuk masuk kedalam mobil tapi kakinya terasa kaku dan dia harus tergelincir, untung saja Ray menangkap tubuhnya, dan segera memeluknya dengan erat, karena dia juga sangat ketakutan jika terjadi sesuatu yang buruk pada Anna dan janinnya.

Anna memejamkan matanya menikmati pelukan hangat dari pria yang dulu pernah dicintainya, hingga dia harus kecewa pada sikapnya yang terlalu mudah dipermainkan oleh orang lain.

Anna mendorong tubuh Ray dan segera membuka pintu mobil kemudian duduk dan segera menutup pintu kembali, Ray menghela nafasnya dan segera berjalan kearah pintu mobilnya dan segera masuk kedalam untuk membawa mobilnya melaju ke arah rumah Anna.

Dari kejauhan, sebuah mobil sport yang sedari tadi mengikuti mobil Ray mengamati mereka berdua, indah yang berada di dalam mobil itu, menututi mobil Ray yang saat keluar dari rumah sakit.

Indah sudah menunggu di kantor Ray sejak pagi, tapi Ray belum juga muncul dan seseorang bilang jika Ray ada dirumah sakit milik keluarganya, dan saat Indah kesana, indah justru melihat pemandangan yang sama sekali tidak ingin dia lihat.

Dia terus membuntuti mobil Ray dan sampai sekarang ini, dia merasa begitu marah melihat Ray memeluk Anna tadi.

"Wanita sialan....!!! Aku akan menghancurkannya hingga jadi abu, pertama-tama aku akan memberikan dia peringatan terlebih dulu" ucap Indah dengan senyuman menyeringai dan mengerikan.

Mobil Ray berhenti tepat didepan rumah Damara, dan Anna bergegas turun dari mobil tanpa mengatakan apapun lagi pada Ray.

"Aku akan men transfer biaya bensinnya nanti" ucap Anna dan segera masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Ray mengatakan apa-apa.

Ray hanya bisa menghela nafasnya kembali, yang semakin terasa berat, dia kembali membawa mobilnya melaju ke arah kantornya.

Setelah sampai di kantor Ray memulai semua pekerjaannya dan menyelesaikannya hingga sore hari,dia tidak melihat keberadaan Indah yang justru membuatnya tenang.

Ray tersentak saat mendengar dering handphone yang asing baginya, dia meraba saku jasnya dan melihat handphone Anna masih berada di kantongnya.

"Ya ampun, ini kan handphone Anna, aku lupa untuk mengembalikan nya, dan ini... Siapa yang menelfonya?" Tanya Ray.

Dia melihat ID pemanggilnya "Indah" ucap Ray.

"Untuk apa Indah menghubungi Anna?" Tanya Ray pada dirinya sendiri, dan karena perasaan penasaran dia menerima panggilan itu.

"Anna...!!! Kamu benar-benar tidak tahu malu, aku sudah membuat mu hancur sehancur-hancurnya, tapi kamu masih bisa kembali mendekati Ray!!! Aku akan kembali menghancurkan mu Anna, seperti dulu saat aku mengarang semua cerita untuk memisahkan mu dengan Ray, apa kamu lupa? Bagaimana aku menyuruh Arga, kakak sepupuku yang sangat tergila-gila padamu untuk membantu semua rencana ku? Sampai-sampai kamu diusir dari apartemen Ray? kali ini bukan hanya itu, aku bisa pastikan jika kamu masih mendekati Ray, aku akan membunuhmu dan calon anakmu!!!" Ancam Indah saat panggilannya terhubung.

Indah tidak tahu jika handphone Anna sudah berganti pemilik saat ini, Ray yang mendengarkan semuaapa yang dikatakan oleh Indah memejamkan matanya untuk menahan semua emosi yang ada didalam dirinya.

Selama beberapa bulan dia hidup dengan kekacauan yang dia sebabkan karena dirinya sendiri yang tidak mempercayai istrinya sendiri, dan lebih percaya pada selembar foto yang bahkan merupakan ulah dari seseorang yang ingin menghancurkan ikatannya dengan Anna.

"Anna...!!! Apa kamu takut? Jika kamu takut maka pergilah sejauh mungkin, agar kamu tidak perlu lagi bertemu dengan Ray!!!!" Teriak Indah yang masih tersambung dengan telefon genggam Anna.

"Dia tidak akan takut Indah, karena aku sendiri yang akan melindunginya" jawab Ray.

"Ini....i-ini ka-kamu Ray?" Tanya indah yang terdengar gemetaran.

"Iya ini aku, dan aku sudah mendengar semuanya Indah, dan mulai detik ini, jangan pernah lagi datang untuk menemui ku, pergilah sejauh mungkin, agar aku tidak bisa melihat mu, atau aku sendiri yang akan membunuhmu!!" Jawab Ray dengan suara yang dingin dan bahkan terdengar begitu menyeramkan.

"Ray...aku..."

Ray memutuskan sambungan telepon dari Indah di handphone Anna dan segera berlari pergi dari kantornya untuk ke rumah Damara yang sudah pasti tidak akan diterima kehadirannya sama sekali.

Tapi Ray tidak mau menyerah, dia tahu, dan dia sudah menyadari semua kesalahannya, dia mengingat semuanya, saat dirinya memaki, menghina dan merendahkan harga diri Anna, dia tahu jika Anna tidak akan memaafkannya begitu saja.

1
Rini Yulinda
emang boleh...... anak SMA sepolos itu
Suliyati
mas Ray mau bikin anak apa mau bikin bakwanma mendoan🤣🤣🤣🤣
han min jee xio
dah lah maap ngomong kasar
MATAMU🤣
han min jee xio
Hurry go anna 🤣🤣
Narsi Tone Ringan
aduhh sakit perutku ketawa terus😂😂😂😂😂😂
Tuti Setiawati
br mulai bc.. bagus thor ... smangat
Zakiya Rahmania
nyesek bnget thor klau inget Bella nglindungin Ray wktu kcelakaan, smpe Bellanya meninggal,,,
Henny Enny
tapi ricky juga salah,dia uda mnikah,tapi masi juga pakek foto liam n indah d wallpapper nya,,binik mna yg gk berang....ck..ck..ck
Henny Enny
untung cuma film...aq udah greget diluan....
Priatin Ningsih
Halalin dulu Dio
°kia°>_<
kalo ngomong seenak jidat
Rey...rey
💖ArRayRash🌟
sumpah ketawa jungkir balik aku 🤣🤣🤣
💖ArRayRash🌟
🥺🥺🥺
Anna Aqila 🏚️ 🌺
semua yg berhubungan dengan keluarga besar Darma,tidak aku lewat kan,
Anna Aqila 🏚️ 🌺
terharu
Anna Aqila 🏚️ 🌺
hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Anna Aqila 🏚️ 🌺
Bara ternyata jahil juga 😄
Anna Aqila 🏚️ 🌺
dewa dari segala dewa muncul 🤣🤣🤣
Anna Aqila 🏚️ 🌺
aku juga ikutan lega Bara
Anna Aqila 🏚️ 🌺
rasakan itu Arya 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!