NovelToon NovelToon
Bisakah Aku Mendapat Cinta Mu

Bisakah Aku Mendapat Cinta Mu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Hidup satu atap dengan pria yang berstatus sebagai suami namun sikapnya dingin dan mungkin tidak menganggap kita ada itu rasanya sakit.
Humaira seorang gadis yang setuju di jodohkan dengan pria pilihan orang tuanya. Humaira setuju di jodohkan agar semua orang yakin dan percaya lagi pada dirinya dengan apa yang telah dia lakukan pada istri sang om.
Namun nasib berkata lain, pria yang dia nikahi adalah pria yang sangat membencinya karena tau kelakuan Humaira.
Namun Humaira berusaha untuk menjadi istri baik hingga dirinya jatuh cinta pada sang pria namun sikapnya masih sama seperti pertama mereka menikah.
Apa Humaira sanggup bertahan atau memilih mundur?.
Yu baca ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu dengan orang yang mirip Renaldi.

Aku duduk termenung menatap langit malam tanpa bintang, aku masih memikirkan ucapan Naira sore tadi.

"Lo masih berharap Renaldi masih hidup kan? " tanya Naira saat itu.

"Kenapa lo nya gitu? " bingung ku.

"Tadi siang lihat orang yang mirip Renaldi" jawab Naira membuat aku kaget.

"Yang benar aja lo, lagian gak mungkin orang udah mati hidup lagi" ucap ku sambil tersenyum.

Lamunanku buyar karena Arka anak ku bangun minta minum susu.

"Ma, Arka mau susu" rengekannya membuat aku langsung menghampirinya.

"Bentar ya mama bikinin dulu" balas ku dan aku pun langsung membuatkan susu buat Arka. Arka pun tidur kembali dan aku pun ikut tidur di samping nya.

Paginya kamu sarapan bersama dan saat makan tiba-tiba papa berkata,

"Nanti malam kamu datang ke ke pesta keluarga Santosa? " tanya papa.

"Iya pa, aku datang" jawab ku sedikit malas karena aku paling malas jika harus menghadiri pesta seperti itu.

"Itu momen bagus buat kamu mencari relasi lagi sayang" ucap papa lagi.

"Apa lagi papa dengar grup WJ juga akan hadir" lanjut papa membuat aku semakin malas karena aku gak habis pikir dengan pimpinan grup WJ ke acara seperti saja dia datang tapi kemarin dia malah gak datang.

"Papa harap kerjasama perusahaan kita dengan grup WJ itu sukses bukannya malah stack di situ saja"

"Ya gimana mau berhasil toh pimpinannya juga gak mau datang" ucapku kesal.

Aku pun langsung pamit karena gak mau berdebat dengan papa maslah ini. Tibanya di kantor aku malah bertemu sang om Faiz yang tak lain akan mengomeli ku.

"Ngapain om pagi-pagi udah di kantor ku? " tanya ku sambil duduk di hadapan sang om.

"Kenapa ini belum di tanda tangani? " tanya om Faiz.

"Ya gimana mau di tanda tangani orang nya aja gak datang" jawab ku.

"Om gak mau tau besok harus sudah selesai giman pun caranya" ucapnya lalu pergi.

Aku pun hanya bisa membuang nafas kasar toh pagi-pagi sudah di buat kesal aja. Aku pun langsung memanggil asisten ku untuk menyiapkan berkas yang harus di tanda tangani oleh pihak Grup WJ.

Setelah makan siang aku keluar untuk ke salon dan butik mencari baju yang cocok buat malam ini. Walau aku pakai hijab tapi tetap aku harus tampil cantik agar jadi pusat perhatian semua orang. Setelah jam tujuh aku berangkat ke acara itu dan saat aku masuk aku melihat banyak orang dari berbagai perusahaan yang ingin mencari relasi dan bekerja sama dengan dalam bisnis.

Aku masuk melangkah lebih dalam namun aku malah bertemu seorang cewek yang tak lain istri dari pimpinan grup Mars yang salah paham karena dia pikir suaminya punya hubungan dengan ku.

"Apa kabar?, sudah lama kita gak jumpa" ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Aku pun membalasnya dan tersenyum manis dengan terpaksa.

"Bu, Humaira tambah cantik saja, Kira-kira siapa target selanjutnya? " ucapnya ngatain ku.

Oke aku ikuti permainan nya.

"Target ku sekarang, pria tampan yang belum punya istri pimpinan perusahan grup WJ" bisik ku membuat dia terkejut.

"Kenapa anda terkejut, salah ya? " tanya ku.

"Kamu memang gak tau malu ya, dasar janda gatel" dia menghinaku.

Aku pun hendak pergi namun aku berhenti di samping nya lalu berbisik "aku punya bukti perselingkuhan mu".

Namun dia malah mendorong ku membuat aku hendak jatuh namun seseorang menolong ku dan saat aku melihat wajah nya aku di buat kaget dengan wajah itu.

" Renaldi"gumam ku.

Aku pun berdiri walau sebenarnya kaki ini gemetar.

"Anda gak apa-apa kan? " tanya nya dan aku pun hanya mengangguk.

Namun asisten ku berkata "dia pimpinan grup WJ" membuat aku semakin terkejut.

"Saya Rival, pimpinan grup WJ" ucapnya sambil mengulurkan tangannya dan aku pun terpaksa menjabatnya.

"Saya, Humaira pimpinan perusahaan Indra grup" ucapku.

"Oh jadi anda yang orang bilang pimpinan tercantik dan termuda"ucapnya entah pujian atau sindiran.

" Kebetulan saya ketemu anda, saya ingin merayakan prihal kerja sama ya g sudah di sepakati namun anda tidak datang tempo hari"ucap ku dengan jantung berdegup kencang karena aku merasa jika pria di depan ini Renaldi orang yang sampai saat ini masih tersimpan di hati ku karena dia ayah dari anak ku.

"Boleh, mari kita ke sana dan bawa semua berkasnya" ucap pria itu dan aku pun langsung menyuruh asisten ku untuk pergi mengambil berkas yang sudah di siapkan.

Namun entah perasaan ku atau apa aku merasa ada seseorang yang mengawasi ku namun entah siapa dan apa tujuannya.

Kami pun mulai menandatangani berkas dan setelah itu dia pamit pergi dan aku langsung terjatuh karena aku benar-benar tak menyangka ada orang yang semirip itu.

"Ibu gak apa-apa? " tanya asisten ku membantu ku bangun.

"Aku gak apa-apa, kita pulang sekarang" ajak ku dan kami pun langsung pulang.

Tibanya di rumah aku langsung masuk kamar dan aku melihat Arka dia sudah tertidur pulas. Aku mendekatinya dan ku tatap wajahnya yang mirip dengan Renaldi sang ayah.

"Andai kamu masih ada bang, kamu pasti senang dengan hadirnya anak mu ini" ucap ku dengan meneteskan air mata.

"Aku kangen kamu bang, aku yakin kamu masih hidup dan kalian menyembunyikan sesuatu dari ku" gumam ku.

Aku tertidur di samping Arka dengan posisi duduk di bawah. Aku terbangun saat seseorang membangunkan ku.

"Mama kenapa tidur disini? " tanya Arka menatap ku.

"Oh, mama ketiduran sayang karena semalam mama kecapean" jawab ku dan Arka langsung memeluk ku.

Tak lama pintu di ketuk dan saat di buka ternyata itu mama.

"Kamu baru bagun sayang? " tanya mama.

Namun Arka berlari ke arah mama "nenek" teriaknya.

"Belum ma, semalam aku langsung tidur" jawab ku.

"Kamu habis nangis? " tanya mama melihat wajah ku.

"Engga ma, aku mandi dulu titip Arka ya ma" ucap ku lalu masuk ke kamar mandi.

Selesai mandi aku turun dan kulihat papa duduk di ruang keluarga sambil membaca koran. Saat aku hendak ke dapur paa memanggilku.

"Maira sini" panggil papa dan aku pun menghampirinya dan duduk di samping papa.

"Mau sampai kapan kamu seperti ini? " tanya papa.

"Maksud papa? " tanya ku tidak mengerti.

"Kamu gak akan cari pendamping lagi? " tanya papa membuat aku kaget.

"Pa, aku gak kepikiran seperti itu karena saat ini aku lebih fokus ke Arka saja dan perusahaan" jawab ku.

"Bukan karena kamu masih berharap Renaldi kembali? " tanya papa.

"Sebelum aku melihat kuburan dan bertemu dengan keluarga Renaldi lagi aku masih yakin jika dia masih hidup" ucapku lalu bangkit.

1
Astrireynadiaz
masih banyak kurang nya... maaf.
Nita Kurniawati
banyak typo nama2 nya thor, jadi bingung bacanya..tolobg diperbaiki ya
Astrireynadiaz: makasih kak sudah mengingatkan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!