NovelToon NovelToon
BUTTERFLY

BUTTERFLY

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu malam gila di Los Angeles mengubah takdir dua jiwa yang terluka. Terpukul oleh pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Jameson Baxter Ashford—dosen muda jenius sekaligus pahlawan kota yang disegani—meluapkan amarahnya pada Hazel Rosemary Brooks, wanita asing bertato kupu-kupu yang berani meremehkan kesombongannya.

Namun saat fajar menyingsing, Hazel menghilang tanpa jejak—hanya meninggalkan segepok uang tunai dan sepucuk surat "ganti rugi" yang menghantam telak harga diri Jameson.

Diperlakukan bagai pria bayaran, amarah sang pewaris klan Ashford meledak. Dengan kekuasaan dan obsesi yang membara, Jameson bersumpah memburu wanita misterius itu ke seluruh sudut kota.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Hazel menyadari bahwa melarikan diri dari Jameson adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
•
•
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Sore harinya, sinar matahari barat yang hangat menyapu sudut-sudut kafetaria kampus.

Suasana kafetaria cukup lengang, hanya dipenuhi beberapa kelompok mahasiswa yang menikmati kudapan sore sebelum kembali ke kediaman masing-masing.

Hazel dan Seraphina duduk berhadapan di salah satu meja sudut dekat jendela, menikmati makan sore mereka dengan tenang.

Seraphina sedang sibuk mengoleskan mentega ke atas potong roti panggang nya, sementara Hazel menyesap teh hangatnya dengan keanggunan alami yang tak pernah pudar.

Namun, ketenangan sore itu seketika terpecah oleh sebuah getaran nyaring di atas meja.

Ting!

Sebuah notifikasi pesan masuk menerangi layar ponsel pintar milik Hazel.

Hazel melirik tipis layar tersebut.

Sebuah nomor tak dikenal mengirimkan pesan singkat dengan nada yang amat sangat dingin dan tidak menerima bantahan:

Unknown Number: Datang ke ruanganku sekarang, atau aku yang akan menyeretmu keluar dari kafetaria itu!

Hazel memutar bola matanya malas.

Tanpa perlu berpikir dua kali, ia tahu betul siapa pemilik nomor tersebut.

Siapa lagi pria di kampus ini yang memiliki tingkat kesombongan dan kebiasaan memaksa setinggi itu selain sang Profesor Jameson Baxter Ashford?

Hazel mengabaikan pesan tersebut, meletakkan kembali ponselnya dengan posisi tertelungkup di atas meja, lalu kembali meraih cangkir tehnya.

Namun, baru dua detik berselang, layar ponselnya kembali menyala terang disertai getaran panjang.

Ting!

Sebuah foto terkirim ke dalam obrolan tersebut.

Pandangan Hazel jatuh pada gambar yang baru saja terunduh.

Detik itu juga, gerakan jemari Hazel di tangkai cangkir membeku seketika.

Seluruh darah di dalam tubuhnya seolah berhenti mengalir.

Gambar di layar ponselnya menampilkan sebuah lukisan besar nan megah yang sangat ia kenal—lukisan bernilai tinggi yang ia selesaikan dua bulan lalu.

Deg.

Beraninya kau ikut campur, sialan! batin Hazel menjerit pekat, sorot matanya yang semula jernih kini berubah pekat oleh kilatan amarah yang mematikan.

"Sera, aku harus ke ruang administrasi fakultas sebentar," ujar Hazel dengan nada suara yang dipaksa tetap tenang, meskipun jemarinya meremas kuat tepi meja.

"Ada dokumen asisten yang lupa ku tandatangani."

Seraphina mendongak, sedikit terkejut melihat perubahan raut wajah Hazel yang mendadak menegang.

"Oh, baiklah. Perlu kutunggu di sini?"

"Tidak usah, kau bisa pulang duluan jika sudah selesai," sahut Hazel cepat.

Ia berdiri, menyandang tas kulitnya, lalu melangkah keluar dari kafetaria dengan derap langkah yang jauh lebih cepat dari biasanya.

...****************...

Brak!!

Pintu kayu tebal ruang kerja pribadi Profesor Ashford terdorong kasar hingga membentur dinding dengan suara memekikkan.

Hazel berdiri di ambang pintu dengan napas yang memburu.

Topeng ketenangan dan keanggunan yang selama ini ia kenakan runtuh sepenuhnya. Dadanya naik-turun menahan gairah membunuh yang mendadak meledak di dalam kepalanya.

"Kau...!!!"

Geram Hazel dengan suara rendah yang penuh ancaman, matanya mengunci sosok pria yang duduk tenang di balik meja kerja mewahnya.

Jameson Baxter Ashford tidak terkejut sedikit pun.

Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit mahal, lalu melemparkan ponselnya dengan santai ke atas meja kaca.

Sebuah smirk dingin terukir di wajah tampannya yang bagai pahatan Yunani.

"Aku tidak percaya bahwa aku pernah membeli salah satu lukisanmu juga," ucap JB lirih dengan nada suara yang dalam dan santai.

"Dan aku benar-benar tidak menyangka... lukisan mahakaryamu memiliki bahan baku yang sangat nyata, persis seperti skandal besar yang mengguncang New York."

JB memiringkan kepalanya, menatap Hazel dari atas ke bawah dengan pandangan penuh kemenangan.

"Aku rasa... akan sangat seru jika lukisan berdarah yang kau simpan di LA ini juga kubongkar dan kuserahkan ke laboratorium kepolisian sore ini."

"Tutup mulutmu, sialan!" tembak Hazel dengan rahang mengetat keras.

JB tertawa rendah, sebuah terkekeh geli yang terkesan sangat menikmati kemarahan Hazel.

"Woah... aku tidak menyangka seorang mahasiswi anggun berdarah bangsawan Inggris bisa mengumpat kasar seperti itu."

Hazel memejamkan matanya sejenak, menarik napas dalam-dalam untuk menguasai kembali akal sehat dan emosinya yang sempat tidak terkontrol. Ia melangkah maju dua langkah, merapatkan jarak ke meja kerja JB.

"Apa maumu?" tanya Hazel yang kini mulai kembali tenang, meskipun sorot matanya tetap tajam bagai sembilu.

Di dalam hatinya, Hazel harus mengakui kesalahan fatalnya.

Karena baru saja menginjakkan kaki di Los Angeles seminggu Terakhir, ia tidak sempat menyelidiki secara mendalam siapa sebenarnya sosok keluarga Ashford di kota ini.

Nama Ashford memang tidak asing di telinganya, namun Hazel sama sekali tidak menyangka bahwa jaringan intelijen dan kekuasaan pria di hadapannya ini sanggup membongkar rekam jejak kejahatannya di New York dalam hitungan jam.

Ya, Hazel adalah pelakunya.

Hazel Rosemary Brooks adalah sosok di balik pembunuhan-pembunuhan mengenaskan yang menguras habis darah korban-korbannya.

Namun, Hazel tidak membunuh secara acak.

Sasaran utamanya adalah pria-pria lemah—pria-pria yang selalu meratapi nasib sambil mengucapkan kalimat menjijikkan: 'Aku tidak bisa hidup tanpanya.'

Hazel merasa sangat terganggu dan jijik dengan kalimat itu.

Bagi Hazel, logika dunia ini sangat sederhana: Jika cintamu ditolak atau jika seseorang menyakitimu, kenapa kau tidak menyakiti mereka balik?

Kenapa harus terlihat hancur, menangis meraung-raung, dan membuat orang yang menolakmu merasa menang di atas penderitaanmu?

Dan mungkin, setelah kematian mengenaskan para pria lemah itu, para wanita yang menolak mereka baru akan merasa menyesal telah membuang cinta pria-pria tersebut.

Jika cinta dan perasaan memang tidak bisa dipaksakan, lalu kenapa tidak ada kata mencoba?!

Dan jikapun pada akhirnya tetap ditolak, jangan pernah terlihat lemah, apalagi mengaku tidak bisa hidup tanpanya!

Kalimat lemah itulah yang bagi Hazel adalah sebuah dosa besar—kalimat yang menandai vonis mati dan membawa mereka pada ujung belati berdarah milik Hazel.

JB menyunggingkan senyum manis yang sangat memikat, namun di balik manisnya senyuman itu tersimpan kegelapan murni.

Pertanyaan tajam Hazel tentang 'Apa maumu?' terdengar di telinga JB bagai sebuah tawaran daging segar yang siap disantap.

Bukannya memberikan jawaban verbal, JB perlahan berdiri dari kursinya. Postur tubuhnya yang tegap dan dominan melangkah mengitari meja kerja, berjalan mendekati Hazel.

Hazel tidak bergerak mundur satu inci pun. Ia menatap JB dengan pandangan menantang, bersiap jika pria itu mencoba melakukan aksi fisik.

Namun, dalam pergerakan yang sangat cepat dan tak terduga, jemari berotot JB menyergap pinggang halus Hazel, menarik tubuh ramping itu rapat ke dadanya.

Sebelum Hazel sempat melayangkan pukulan atau membela diri, bibir JB sudah menempel erat, melumat bibir halus Hazel dengan ciuman yang sangat panas, penuh dominasi, dan menuntut.

Hazel membelalakkan matanya, berusaha mendorong dada tegap JB, namun tenaga pria itu jauh di atasnya.

Ciuman JB begitu dalam dan pekat—sebuah ciuman yang membakar seluruh sisa pertahanan Hazel dan mengingatkannya pada kegilaan malam mereka di hotel beberapa hari lalu.

Di dalam hidup seorang Jameson Baxter Ashford, Hazel adalah wanita pertama dan satu-satunya yang pernah ia bawa ke ranjangnya, wanita pertama yang sanggup meruntuhkan tembok kendali dirinya.

Dan bagi JB, pertanyaan Hazel baru saja membuka pintu tawaran yang sudah lama ingin ia klaim sepenuhnya.

Setelah beberapa saat yang terasa memabukkan dan penuh ketegangan gairah, JB perlahan melepaskan ciuman panas itu. Ibu jarinya mengusap lembut bibir Hazel yang kini sedikit bengkak dan memerah.

Napas Hazel tersengal-sengal, matanya menatap tajam JB dengan amarah yang meletup-letup.

JB menundukkan kepalanya, berbisik tepat di depan bibir Hazel dengan suara serak yang sangat berat dan penuh intimidasi mematikan:

"Malam ini... datanglah ke penthouse-ku. Mari kita habiskan tiga malam bersama... dan aku akan melepaskanmu serta menutup rapat-rapat kasus lukisan berdarahmu."

...****************...

Happy reading 🦋

1
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗🤗
Yusry Ajay
lagi up nya Thor 🤗🤗💪
safaana
pengen tampar tu muka Cristine,,udah selingkuh tak tau malu lagi,slalu ada ular berbisa
Rosdianah 🌷: kwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
hazel keren 😁😁😁
Rosdianah 🌷: iya dong 🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... cantik dan ganteng 😁😁🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjuut
Lilla Ummaya: Yaaa skrng thore
total 2 replies
safaana
nikahi saja jame,dan suruh mommy bilang pada hazel yang baik2
Lilla Ummaya
Lanjuut
safaana
deddy lean dulu kan nikah dulu
Rosdianah 🌷: author lupa 🙏🏻🤣
total 1 replies
safaana
berasa aku yang berada di sana tegang bnget
Rosdianah 🌷: hhah🤣
total 1 replies
Debu Nakal
langsung nikahkan aja mom glow 🤣
Rosdianah 🌷: iya benar2 bahaya dia orang ini🤣
total 1 replies
safaana
hahaha ceroboh sekali si jame,jdi tontonan gratis
Rosdianah 🌷: agak lain 😭🤣
total 1 replies
Nita Nita
malah tebar pesona🤣😄🤭
Rosdianah 🌷: Sipaling sempurna 😭
total 1 replies
safaana
maka kejarlah sejauh mungkin jame
safaana
jangan menjebaknya hazel ntar kau sendiri yang masuk jebakan sendiri
Rosdianah 🌷: nah benar 🤭
total 1 replies
Nita Nita
aduh aduh aduh 😄😄🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Lilla Ummaya
Seru seru lg terus thor,,malming baca karyamu..kerenn
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
siap dikejar tayang ma reader ngak thor
up up up 🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjuut thoor yg bnyak donk
Lilla Ummaya: Ini dlu thoor
total 2 replies
Yusry Ajay
ternyata hazel pembunuh Thor 😶😶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!