Mantan Tapi Menikah? begitulah yang dirasakan oleh Aditya dan Syahira. Mantan terindah semasa SMA dulu bertemu kembali dalam sebuah perjodohan yang diatur oleh kedua orang tua mereka.
Namun, sialnya Aditya yang menyandang status pria playboy memiliki seorang kekasih saat sebelum dia menerima perjodohan dari orang tuanya. Kekasih yang Aditya pacari baru sebulan itu tak ingin melepaskan Aditya begitu saja.
Bagaimana Aditya menghadapi mantannya itu yang selalu mencoba merusak dan menganggu hubungannya dengan Syahira, setelah keduanya menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTM 31
Aditya tergesa-gesa membuka pintu rumah dengan kunci yang bergetar di tangannya, terlambat pulang beberapa jam dari waktu biasanya. Ketika pintu terbuka, matanya langsung tertuju pada sosok istri tercinta, Syahira, yang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah cemas dan gundah.
"Maaf, Sayang, aku terlambat," kata Aditya lelah sambil menghampiri istrinya.
Syahira menatap Aditya dengan pandangan yang mencampuradukkan antara kecewa dan lega, "Aku ngidam, Adit," ujarnya pelan.
"Tadi aku ke toko, tapi yang aku mau nggak ada. Aku pengen es ketimun susu, sama mie pangsit isi nangka," lanjut Syahira dengan wajah memelas. Aditya menghela napas panjang, menahan rasa lelah yang menderanya.
Namun, melihat wajah istrinya yang tengah hamil itu, dia tak tega untuk menolak permintaan tersebut.
"Baiklah, Sayang. Aku akan mencarinya untukmu," sahut Aditya sambil mengusap perut Syahira yang masih rata itu. Dalam hati Aditya, dia merasa bingung bagaimana bisa istrinya mengidam makanan yang begitu aneh.
Namun, cinta yang mendalam pada Syahira dan calon anak mereka membuat Aditya bersedia melakukan apapun untuk melihat mereka bahagia. Dan malam itu, Aditya menghabiskan sisa tenaganya untuk memenuhi keinginan istrinya yang sedang ngidam.
Syahira duduk di kursi teras sambil melihat jam tangannya berkali-kali. Wajahnya tampak tidak sabar menunggu Aditya pulang dari perjalanannya mencari pesanan istimewa yang ia minta. Es krim ketimun susu dan mie pangsit nangka, kombinasi yang aneh namun begitu ia inginkan. Syahira menggigit bibirnya, mengekspresikan kekhawatirannya karena tidak yakin Aditya dapat menemukan pesanannya.
Saat itu, lampu mobil terlihat di kejauhan. Syahira berdiri dan memperhatikan dengan seksama. Dia menghela napas lega ketika menyadari bahwa itu adalah Aditya yang telah kembali. Wajah Syahira langsung bersinar, dan dia berjalan menyambut suaminya dengan tangan terbuka. Aditya berhenti tepat di depan Syahira, tersenyum lebar sambil mengibaskan kantong plastik yang berisi pesanan istrinya.
"Ini dia, es krim ketimun susu dan mie pangsit nangka, khusus untukmu!" katanya bangga. Syahira menatap Aditya dengan takjub, kagum dengan usaha yang dilakukan suaminya.
Mereka masuk ke dalam rumah sambil tertawa, merasa bahagia karena Aditya berhasil memenuhi permintaan istrinya yang unik. Syahira mengecup pipi Aditya, menunjukkan rasa terima kasihnya. Aditya menceritakan betapa sulitnya mencari pesanan itu, berkeliling dari satu toko ke toko lainnya, hingga akhirnya menemukan tempat yang menjual makanan-makanan itu.
Syahira mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa beruntung memiliki suami yang begitu mengerti dan mau berusaha keras untuk membuatnya bahagia. Mereka duduk di meja makan, menikmati es krim ketimun susu dan mie pangsit nangka bersama-sama, sambil saling bercanda dan tertawa. Malam itu menjadi salah satu momen bahagia yang tak akan pernah mereka lupakan.
"Untung saja ini calon keponakan pertama. Jadi, harus sabar."Alex berkata pada diri sendiri. Karena, Aditya baru saja merepotkan nya untuk mencarikan nangka agar bisa di campurkan dengan mie pangsit yang dia beli di depan restoran yang tak jauh dari kantornya. Ternyata, makanan pesanan Syahira berhasil di temukan dengan bantuan tangan Alex.
"Thank, Alex!"
Pesan singkat yang Aditya kirim kepada Alex sembari pria ini menemani sang istri menikmati makanan tersebut. Alex hanya menjawab dengan sebuah stiker tersenyum dalam hatinya dia begitu lelah malam itu. Setelah bekerja larut malam di kantor Aditya masih memberi tugas yang sulit untuknya. Alex berulang kali menghela napas sebelum tubuhnya di lempar ke atas tempat tidur king size miliknya yang ada di apartemennya.