NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar desa Panxy.

*Alam siluman*

"Haaaa....," Arin membuka mulutnya.

"Ada apa kak?" tanya Fan dan Fen.

"Kenapa dunia ini benar-benar kejam? lebih kejam daripada di duniaku." ucap Arin yang nampak mengusap wajahnya dengan begitu kesal.

"Sudahlah Kak, ngapain sih kakak mengingat masalah itu, kan kakak sudah kami selamatkan." kata si kembar.

"Iya diselamatkan, coba kalian waktu itu tidak datang tepat waktu.. pasti aku sudah jadi mayat, dan.. paling parahnya mungkin aku sudah jadi arwah gentayangan ke sana kemari tidak punya raga." kata Arin sembari meremas bakpao yang ada di tangannya.

"Lihatlah, kakak cantik kelihatannya marah, pasti dia sangat kesal karena tidak mendapatkan perlindungan. waktu itu kita tidak datang pasti kakak sudah menjadi daging potongan kecil-kecil." si kembar malah berkata seperti itu.

Tentu saja Arin bukannya tenang dia malah membayangkan jika benar itu terjadi, pasti dia benar-benar akan menjadi potongan daging kecil-kecil dan di santap anjing liar. "Oh my god.. betapa mengerikannya ini, hidup di dunia yang begitu keras malah transmigrasi ke dunia ini. Udah wajahnya aneh-aneh dunianya zaman purba lagi, malah sekarang...," perkataan Arin terhenti. dia menghela nafasnya cukup berat kemudian memakan bakpao yang sudah dia remas dengan sekuat tenaga.

Nyonya beruang datang dengan membawa semangkok sup untuk Arin, wanita itu mencoba untuk menenangkan Arin dan mengajaknya pergi ke pasar bangsa siluman. "Arin, apa kamu mau ikut ibu ke pasar alam ini?" tanya nyonya beruang.

Seketika Arin mendongakkan kepalanya menatap nyonya beruang. "Memang di alam siluman ini juga ada pasar?" tanya Arin penasaran, mulutnya yang masih dipenuhi dengan bakpao itu masih sempat-sempatnya bertanya sebelum menelannya.

Nyonya beruang menceritakan mengenai alam siluman yang sama seperti alam manusia, di alam siluman juga ada desa kota dan lain sebagainya.

"Dulu di alam siluman ada kerajaan siluman yang dipimpin oleh kaisar bangsa siluman, tapi karena perpecahan 4 alam membuat kerajaan siluman mengalami kehancuran. Demi menjaga tidak punahnya para siluman, Kaisar bangsa siluman akhirnya menyegel kerajaan dan menyelamatkan sebagian siluman yang lain." jawab nyonya beruang.

Arin yang selalu penasaran dia kemudian melanjutkan bertanya mengenai seperti apa kerajaan siluman dahulu.

"Ya sudah, daripada kamu penasaran aku akan mengajakmu berjalan-jalan di sekitar alam siluman, daripada kamu bertanya dan penasaran lebih baik aku mengajakmu, bagaimana?" tanya nyonya beruang.

Arin menganggukkan kepalanya.

*Pasar desa siluman*

*desa Panxy*

"Waaaaaahhh..," ucap kagum Arin saat berada di desa Panxy, desa yang ada di alam siluman.

"Desa ini benar-benar sangat indah." ucap Arin yang terpesona oleh keindahan desa itu.

"Nyonya beruang, di sini juga ada yang jual makanan ya?" tanya Arin yang bisa mencium bau masakan yang ada di pasar desa Panxy.

"Ya tentu saja, kamu kira manusia saja yang bisa makan dan minum? kami bangsa siluman juga makan dan minum seperti mereka." jawab nyonya beruang.

Nyonya beruang, nyonya katak dan si kembar pergi ke pasar untuk berbelanja di pasar desa. Mereka bebas memakai wujud siluman mereka ataupun wujud manusia di alam siluman.

"Ctass..,"

Terdengar suara cambuk menggelar.

"Akan aku bunuh kamu!" suara teriakan terdengar begitu keras.

Arin yang penasaran dia kemudian menoleh ke asal suara, di pasar desa Panxy.. Arin melihat dua siluman ular sedang bertengkar entah memperebutkan apa. Dua ular yang semula berwujud manusia kemudian menjadi setengah ular, mereka nampak sedang berkelahi.

"Apa yang terjadi?" tanya Arin yang langsung bersembunyi di belakang tubuh nyonya beruang.

"Entahlah... kelihatannya mereka sedang memperebutkan sesuatu." jawab nyonya katak.

''Beraninya kamu membawa istriku!" seru ular hitam.

ular putih malah menertawakan ular hitam jantan yang sudah menyerangnya. "Salahkan saja karena istrimu mau denganku." jawab ular jantan putih.

Ular betina yang melihat perkelahian itu malah dia duduk sembari mengibaskan ekornya.

"Ternyata tidak manusia tidak siluman mereka sama saja, siluman aja bisa berselingkuh apalagi manusia." ucap Arin sembari memperhatikan dua siluman ular yang sedang berkelahi. mereka menggunakan kekuatan mereka bahkan menggunakan racun yang mereka miliki.

"Hati-hati Arin, kamu itu manusia jangan sampai terkena racun mereka, jika tidak wajahmu bisa hancur." kata nyonya katak.

tentu saja Arin tidak mau wajahnya hancur. "Udah muka pas-pasan kayak gini masak mau hancur gara-gara liur ulat sih..," ucap Arin yang kemudian menggunakan tudung yang diberikan oleh nyonya beruang. "Oh ya nyonya katak, yang mereka perebutkan itu wanita yang mana sih?" tanya Arin.

Nyonya katak menunjuk kepada seorang wanita yang duduk sembari mengakibatkan ekornya. "Itu yang pakai baju hijau, kalau tidak salah dia itu istrinya ular hitam." jawab nyonya katak.

Arin memperhatikan wajah ular hitam berpakaian hijau tersebut, kedua mata Arin nampak fokus memperhatikan seperti apa sih sosok ular betina yang diperebutkan oleh dua ular jantan itu. setelah melihat bagaimana sosok dari si ular betina tiba-tiba saja kedua alis Arin langsung berdekatan.

"Ih.. Wajah seperti itu jadi rebutan? Kok bisa sih? udah wajahnya tidak cantik, make up nya menor lagi, dia kok seperti badut yang ada di pasar malam." Arin malah menggerutu dengan suara yang bisa dikatakan sedikit keras.

"Mulai deh mulutnya yang tidak bisa diam ini." ucap nyonya katak.

"Ya iyalah nyonya katak, lihat aja.. Dia wajahnya itu tidak cantik tapi sombongnya minta ampun. Dia kira wajahnya cantik?" kesal Arin.

"Tapi dia cantik kok." ucap nyonya katak.

"Ya kamu lebih cantik lah daripada dia, lihat aja matanya udah besar hidungnya kecil. bibirnya itu.. lihat aja bibirnya kok kayak teko gitu ya." ucap Arin yang membuat nyonya katak malah tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha..." nyonya katak tertawa. "Bibirnya seperti apa, Arin?" tanya nyonya katak.

"Seperti teko?" jawab Arin tanpa rasa bersalah sama sekali.

Beberapa orang siluman yang ada di dekat Arin mereka malah tertawa terbahak-bahak. "Berani banget ini makhluk mengatakan istri ular hitam bibirnya seperti teko." bisik beberapa siluman yang melihat perkelahian ular hitam dan ular putih.

Ular betina yang bisa mendengar perkataan Arin dia langsung menoleh, kedua matanya menatap tajam pada Arin yang mengatakan kalau bibirnya seperti teko. "Berani banget kamu mengatakan bibirku seperti teko!" teriak ular betina yang langsung menerjang ke arah Arin. wanita itu langsung menyerang Arin namun Untung saja nyonya beruang langsung menangkis serangan Si ular betina.

"Dasar makhluk tidak tahu diri, beraninya Kamu menghinaku!" teriak ular betina.

Arin malah tersenyum menatap Si ular betina. "Siapa yang menghinamu, lagian bibirmu itu memang seperti teko kok, lihat aja lancip banget." jawab Arin yang membuat ular betina semakin murka.

*bersambung*

1
Zheyra
lanjut terus kak
Zheyra
Ternyata udah beristri🤭
Zheyra
lanjut kak
Zheyra
lanjut
atiyah
hallo thor ketemu lagi.semangat terus 💪
shafrilla: terima kasih kak.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!