NovelToon NovelToon
Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain

Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anime / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Saiful Bachri

Takahiro, seorang pemuda yang gemar bermain gim dan menghabiskan sebagian besar waktunya mengurung diri di kamar, suatu hari tanpa sengaja tersesat ke dalam dunia gim yang sedang ia mainkan.

Di dunia lain yang bernama Terrovia, Takahiro memulai kehidupan barunya sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir.

Berbekal pengetahuan yang ia peroleh dari dunia modern, ia membantu para petani di Desa Veria dan berjuang tanpa kenal lelah untuk memperbaiki kehidupan orang-orang yang tengah dilanda kesulitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiful Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hangatnya Kebersamaan

Uap dari campuran eucalyptus dan mint masih mengambang pekat di udara.

Aromanya yang kelewat tajam menusuk dinding rongga hidung, menciptakan sensasi pedas dan rasa tidak nyaman yang memaksa siapa pun di ruangan itu menahan napas sesekali.

Meski begitu, tak ada satu pun yang beranjak. Keempat gadis dan satu wanita paruh baya itu masih bertahan di posisinya, mempertaruhkan sisa harapan pada racikan herbal buatan Clyrie dan Vyora.

Mereka sadar betul, tanpa takaran medis yang presisi layaknya ramuan seorang tabib profesional, obat itu mungkin tidak akan bekerja maksimal. Tapi hanya ini yang mereka punya.

Semua pasang mata tak lepas memandangi pemuda yang terbujur kaku di atas lincak. Sesekali, mereka harus menggeser tumpuan tubuh, menahan rasa kesemutan dan pegal yang menjalar akibat terlalu lama duduk bersimpuh dengan kaki terlipat.

"Kumohon, sadarlah!" gumam lirih Vyora. Suaranya bergetar menahan cemas. Ia menarik kedua tangannya hingga ke depan dada, merapatkan buku-buku jarinya dalam kuncian yang erat hingga ruasnya memutih.

Sembari memejamkan mata rapat-rapat, ia merapal permohonan khusyuk. "Kami di sini berharap kamu kembali."

Di seberang kanan. Terhimpit oleh bahu Chtholly di sebelah kirinya. Cate duduk membisu. Namun, telinganya tak sengaja menangkap getar permohonan dari bibir Vyora.

Alih-alih melontarkan teguran atau komentar sinis seperti biasanya, Cate memilih merapatkan rahang. Tatapannya melembut. Di dalam diamnya, ia ikut memanjatkan doa yang sama kerasnya untuk pemuda asing itu.

'Cepatlah sadar, Vyora—bukan hanya Vyora, tapi kami di sini sangat membutuhkanmu,' gumam Cate.

Seolah langit langsung mendengar rentetan doa dari ruangan sempit itu, sebuah keajaiban kecil terjadi. Ujung jari telunjuk Takahiro tiba-tiba bergerak gontai, disusul oleh erangan parau dan kering yang lolos dari celah bibirnya.

Sinyal lemah itu sudah lebih dari cukup untuk menyentak mereka semua.

Orang pertama yang memutus keheningan dan bergerak adalah Cate. Ia langsung mencondongkan tubuhnya ke depan.

Saat duduknya sudah merapat di sisi Takahiro, Cate dengan sigap menyusupkan sebelah tangannya ke belakang punggung pemuda itu, membantunya perlahan untuk mengambil posisi duduk.

"Kalau masih sakit, jangan paksakan tubuhmu untuk bangun." Suara Cate terdengar sangat berbeda; pelan, dan diusahakan selembut mungkin agar tak mengejutkan orang yang baru siuman.

Namun, teguran peringatan itu seolah hanya angin lalu bagi Takahiro. Napasnya masih memburu. Sepasang matanya menyapu liar ke sekeliling ruangan, dari sudut kiri hingga kanan.

Kepalanya berdenyut nyeri, sisa dari hantaman telak Owi ditambah luka-luka lama yang belum sepenuhnya kering. Ia melihat semua wajah yang mengelilinginya, termasuk sosok Chtholly yang terasa teramat asing.

"Apa yang terjadi padaku?" tanyanya bergetar. Wajahnya meringis menahan sakit yang berdenyut di sekujur tubuh. "Kenapa kalian menatapku seperti itu?"

Pertanyaan bernada linglung itu menggantung di udara. Clyrie, Vyora, Uchi, dan Chtholly sontak saling bertukar pandang, bingung harus mulai menjelaskan dari mana.

Melihat respons kosong itu, Cate mengambil alih. "Kamu tidak ingat apa-apa? Maksudku, kamu tidak ingat apa yang terjadi?"

Tadi pagi. Dua kata itu memaksa gigi-gigi roda di otak Takahiro berputar paksa. Ingatannya masih berupa kepingan buram.

Yang ia ingat hanyalah sensasi aneh saat dirinya terjebak di alam bawah sadar, melihat siluet ketiga gadis dan satu wanita paruh baya ini mengerumuninya dari kejauhan.

Melihat raut wajah Takahiro yang makin berkerut kebingungan, Clyrie sebagai yang tertua di rumah itu memutuskan turun tangan.

Ia bangkit dari posisinya, meraih secangkir tanah liat berisi teh hangat yang sudah ia campur sedikit ramuan pelega tenggorokan.

"Kamu dihajar habis-habisan oleh Owi-san saat hendak pergi ke ladang," jelas Clyrie santai namun penuh kehati-hatian.

Setelah menyodorkan cangkir hangat yang mengepul tipis itu ke hadapan Takahiro, Clyrie melangkah mundur dan kembali duduk tenang di samping putrinya.

"Owi-san?!" ulang Takahiro bimbang. Nama itu memicu sedikit kilasan memori, memaksanya menggali lebih dalam ingatan tentang kejadian sebelum kesadarannya direnggut paksa.

"Ya, dia preman yang paling disegani di desa ini," timpal Cate dengan raut wajah muram. "Semua warga tunduk dan takut kepadanya. Itulah sebabnya mereka tidak berani peduli padamu, karena orang yang sedang kamu hadapi adalah dia."

Penjelasan gamblang tentang Owi langsung membuyarkan sisa-sisa kebingungan di kepala Takahiro.

Bersamaan dengan lenyapnya lamunan itu, kepingan ingatannya yang lain menyentak balik. Rencana rahasia yang telah ia susun matang-matang semalam.

"Cate-san—"

Seolah sudah bisa mengantisipasi isi kepala pemuda itu yang terlalu nekat, Cate langsung memotong kalimat Takahiro tanpa ampun.

"Untuk sementara, kita tunda dulu rencanamu sampai tubuhmu benar-benar pulih."

"Cate benar," sambung Vyora cepat. Gadis berambut abu-abu itu bangkit dan ikut menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Cate. "Demi mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita tunda rencanamu untuk sementara."

Takahiro tertegun. Rentetan omelan protektif dan kepedulian yang dilontarkan tanpa saringan itu justru menghantam telak perasaannya.

Untuk kedua kalinya setelah momen ajaibnya bersama Dewi Cahaya, dinding pertahanan emosinya runtuh. Matanya memanas.

Cate yang jarak duduknya hanya sejengkal, langsung menyadari perubahan di wajah pemuda itu. Matanya yang mulai berkaca-kaca terlihat jelas.

Refleks, Cate mengerutkan kening dan menarik lehernya ke belakang, memasang gestur seolah jijik melihat tingkah cengeng tiba-tiba itu.

"Kenapa kamu nangis?" tanya Cate dengan nada cetus, merusak suasana haru dalam sedetik.

"Tidak," jawab terbata Takahiro. Panik karena ketahuan, ia buru-buru menggosok kasar kedua matanya menggunakan punggung lengan. "Aku sama sekali tidak menangis! Mataku tadi kelilipan debu, makanya aku jadi kelihatan kayak lagi nangis."

Alasan klasik murahan itu tentu saja tak mempan. Vyora yang tahu persis Takahiro sedang berbohong menutupi gengsinya, perlahan menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. Sebuah senyum menyeringai jahil tercetak jelas di wajah gadis itu.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Takahiro lagi. Nadanya sedikit bergetar, pertahanan suaranya goyah karena campuran rasa sakit, malu, dan haru yang meledak bersamaan di dadanya.

Namun Vyora tak sudi menjawab. Ia malah makin mempertahankan tatapan mengejeknya, membiarkan Takahiro salah tingkah sendiri.

Perlahan, atmosfer yang tadinya kaku dan suram tergantikan oleh kehangatan yang menguar alami di dalam rumah sederhana itu.

Melihat interaksi tersebut, Clyrie, Chtholly, dan Uchi yang sejak tadi hanya menonton tak kuasa menahan senyum. Mereka tertawa kecil, menikmati suguhan hiburan konyol yang terjadi di depan mata.

Dan begitulah, dalam sekejap, Cate dan Vyora menemukan mainan baru. Mereka terus menyudutkan Takahiro dengan rentetan ejekan beruntun, tak memberikan celah bagi pemuda itu untuk mengelak dari perasaannya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!