NovelToon NovelToon
Wanita Sang Raja Iblis

Wanita Sang Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee44

Di mata tiga alam, kaum Dewa adalah simbol kesucian dan Iblis adalah perlambang petaka. Namun, kebenaran tertutup oleh kabut keserakahan. Demi mencapai keabadian mutlak, Dewa Tinggi Ling Cang berniat mengorbankan Dewi Shen Liya—pemilik Wadah Ilahi dengan energi suci termurni. Menolak menjadi tumbal, Shen Liya melarikan diri ke dunia fana dalam kondisi terluka parah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee44, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Kepungan Awan Hitam Berbalut Emas

Udara di siang hari Kota Gusu mendadak berubah menjadi sangat menyesakkan. Kehangatan matahari yang biasanya menyinari kedai-kedai teh dan pasar kain tua di distrik utara, tiba-tiba padam, ditelan oleh gulungan awan hitam pekat yang datang bergulung-gulung dari empat penjuru cakrawala. Angin kencang bertiup liar, menerbangkan debu-debu jalanan dan merobek lentera-lentera kertas di sepanjang gang fana.

Namun, ini bukan badai biasa. Di balik pekatnya awan kelabu tersebut, kilatan petir yang menyambar tidak berwarna biru atau putih, melainkan memancarkan pendaran cahaya emas suci yang teramat menyilaukan. Tekanan spiritual tingkat tinggi menekan atmosfer bumi fana, membuat hewan-hewan ternak melenguh panik dan ribuan rakyat jelata fana berlarian masuk ke dalam rumah dengan hati yang dilingkupi ketakutan gaib.

Di dalam rumah halaman sewaan, Shen Liya berdiri kaku di pelataran tengah, tepat di bawah pohon persik kecil. Jemari lentiknya yang memegang mangkuk tanah liat berisi ramuan ekstrak Bunga Sukma Tenang—yang tadi pagi dipetik oleh Gu Yu—seketika membeku.

Rasa hangat di dalam meridian tubuhnya yang beberapa hari ini terasa damai, mendadak bergejolak hebat. Di balik cadar sutra tipisnya, wajah sang Dewi memucat sempurna. Ia menengadah menatap langit atas, di mana gemuruh petir emas itu terdengar bak suara genderang perang Istana Surgawi yang siap meratakan bumi.

"Mereka... mereka sudah menemukanku," bisik Shen Liya, suaranya parau menahan rasa ngeri yang teramat pekat.

Niat membunuh yang memancar dari balik awan emas itu begitu absolut. Itu bukan lagi riak energi serakah dari sekte-sekte manusia fana seperti Sekte Awan Darah yang kemarin mereka lumpuhkan. Ini adalah orkestra kekuatan dari pasukan elit Alam Langit.

Gu Jue melangkah keluar dari dalam kamar utama, memegang sebilah pisau obat kecil dengan ketukan yang sangat tenang di jemarinya. Jubah rami abu-abu kasarnya tampak rapi, menyamarkan jati dirinya dengan sangat sempurna sebagai Ah Jue sang tabib fana. Sepasang mata sehitam tintanya menyipit tajam menatap gumpalan awan hitam berbalut emas di atas rumah halaman mereka.

Di bawah topeng manusianya, Mo Jue sang Raja Iblis sedang menahan amarah yang berada di ambang batas ledakan.

Melalui ikatan spiritual rahasianya dengan Pelindung Kanan Feng Wu yang berjaga di luar perbatasan kota, ia baru saja menerima visualisasi penuh. Dewa Tinggi Ling Cang telah kehilangan kesabarannya. Karena fitnah kejamnya tentang "Benih Kutukan" di bumi fana gagal diselesaikan oleh tiga sekte manusia yang kini kocar-kacir, Ling Cang memutuskan untuk menurunkan ribuan pasukan inti pembantai langit yang dipimpin langsung oleh Panglima Gao.

Kota Gusu saat ini telah dikepung secara total dari jalur udara oleh barisan dewa zirah emas. Mereka membentangkan Formasi Pengunci Sukma raksasa yang tidak hanya mengincar Shen Liya, melainkan siap memusnahkan seluruh kota fana ini beserta ribuan manusia di dalamnya demi memastikan tidak ada sebutir pun bukti keserakahan Ling Cang yang tersisa di bumi bawah.

"Ah Jue... bawa Yu'er lari dari sini sekarang juga!"

Shen Liya tiba-tiba berbalik cepat, mencengkeram erat lengan jubah rami Gu Jue dengan kedua tangannya yang sedingin es. Air mata keputusasaan mengalir bebas di pipinya.

"Panglima Gao... dia memimpin pasukan langit di atas sana. Mereka mengunci seluruh kota ini karena aku! Jika kau dan Yu'er tetap berada di dekatku, mereka akan menghancurkan jiwa kalian menjadi abu fana! Aku memohon padamu, Ah Jue... bawa anak kita pergi lewat gerbang bawah tanah kota!"

Gu Jue tidak bergerak satu jengkal pun di bawah cengkeraman tangan istrinya. Ia menurunkan pandangan, menatap lekat-lekat pada mata indah Shen Liya yang dilingkupi ketakutan akan kematian dirinya dan anaknya. Rasa sayang yang teramat pekat bercampur dengan kegelapan murka bergolak dahsyat di dalam dada sang Raja Iblis.

"Aku sudah mengatakannya padamu di pondok gunung kemarin, Liya," ujar Gu Jue, suaranya terdengar sangat rendah, dalam, dan mengalun dengan vibrasi kokoh yang seketika meredam sebagian besar getaran kepanikan di dada istrinya.

"Di rumah ini, selama aku masih berdiri di pelataran pohon persik ini, tidak akan ada satu pun dewa dari langit yang bisa menyentuh sehelai rambutmu... atau rambut anakku."

Pintu dapur rumah halaman bergeser terbuka dengan cepat, dan Lan Xi—yang masih menyamar menggunakan pakaian pelayan katun hijau lumut—melangkah keluar dengan wajah kaku yang dipenuhi wibawa jenderal militer yang tidak bisa lagi disembunyikan. Tusuk konde kayu murahan di rambutnya telah ia cabut, membuat rambut hitam panjangnya terurai bebas berkibar ditiup angin badai.

Sepasang mata Lan Xi berkilat warna ungu dingin yang sangat pekat saat ia melangkah berdiri di posisi lambung kiri rajanya.

"Ah Xi, bawa Nyonya masuk ke dalam kamar utama dan kunci pintunya dari dalam," perintah Gu Jue datar, namun nada suaranya memandatkan sebuah otoritas absolut yang membuat Lan Xi refleks menegakkan punggungnya dengan khidmat.

"Hamba menerima perintah, Tuan," jawab Lan Xi dengan suara bariton tegas khas komandan perang, hampir saja ia melepaskan pelindung energinya jika ia tidak buru-buru menahan diri di depan Shen Liya yang saat ini tengah tertegun melihat perubahan drastis pada tabiat pelayan manusianya.

Gu Yu kecil melangkah keluar dari koridor tengah dengan buntalan pedang kayu yang sudah terikat kokoh di punggung jubah raminya. Sepasang mata sehitam tintanya tidak menatap ke arah ibunya, melainkan menengadah menatap lurus ke arah gumpalan awan emas di atas langit dengan kilatan kebencian dan kebuasan cilik yang teramat pekat. Indra iblis murni di tubuh pangeran cilik itu telah terbangun seutuhnya akibat tekanan hawa pembunuh dari musuh-musuh langit di atas sana.

Bocah tujuh tahun itu melangkah berdiri tepat di samping kanan kaki tegap Gu Jue, tangan kecilnya mencengkeram hulu pedang kayu dengan kuda-kuda siaga yang sempurna.

"Pria dingin... serangga zirah emas di atas sana sangat bising. Apakah aku boleh mematahkan kaki mereka fajar ini?"

Gu Jue menurunkan pandangannya, menepuk pucuk kepala putranya dengan elusan kokoh yang cermat. "Kau jaga ibumu di ambang pintu, Yu'er. Sisa serangga zirah emas di atas sana... adalah urusanku."

Dari balik lipatan jubah rami abu-abu Gu Yu kecil, Xiao Bai melompat turun ke atas ubin batu pelataran halaman. Harimau putih kecil itu tidak lagi bertingkah manja seperti anak kucing rumahan. Insting binatang suci purbanya beresonansi kuat dengan kemarahan pekat yang memancar dari tubuh Mo Jue dan Gu Yu.

Bulu-bulu putih di tubuh kecil Xiao Bai berdiri tegak, memancarkan pendaran cahaya hawa es dingin murni yang tipis di sekeliling cakarnya. Ia merunduk siaga tepat di depan kaki kecil Gu Yu, menyeringai memperlihatkan taring kecilnya ke arah langit kelabu dengan geraman bariton rendah yang teramat menekan, siap menjadi benteng pertahanan pertama demi melaksanakan sumpah sakralnya untuk melindungi sang pangeran cilik.

BOOM!

Sebuah kilatan petir emas raksasa menghantam tepat di atas atap genting gerbang depan rumah halaman sewaan mereka, menghancurkan dinding batu abu-abu pelataran depan hingga runtuh menjadi puing-puing berdebu. Dari balik kepulan debu emas yang membumbung tinggi, sesosok pria raksasa dengan jubah zirah emas yang berkilau megah melangkah masuk dengan pedang panjang surgawi yang terhunus di tangannya.

Dia adalah Panglima Gao, dikawal oleh puluhan prajurit langit tingkat tinggi yang mengunci seluruh pelataran halaman dengan formasi melingkar.

"Dewi Shen Liya! Dan... Benih Kutukan!" bentak Panglima Gao, suaranya yang bariton menggelegar dahsyat memecah keheningan rumah halaman. Tatapan matanya yang sedingin es menyapu sosok Shen Liya sebelum akhirnya bertumpu pada Gu Jue yang berdiri tenang di tengah pelataran.

"Manusia mortal serakah dari sekte bawah ternyata gagal membantaimu. Menyerahlah sekarang! Hari ini, atas titah gaib Dewa Tinggi Ling Cang, seluruh tempat ini akan dihapus dari bumi fana!"

Mendengar nama fitnah "Benih Kutukan" ditujukan lurus kepada Gu Yu kecil, seluruh kehangatan manusia di tubuh Gu Jue runtuh tak bersisa dalam sekejap mata. Sandiwara sebagai tabib rami abu-abu yang lemah telah mencapai batas akhir kelayakan dimensinya.

Hawa dingin mematikan yang teramat pekat seketika meledak keluar dari tubuh tegap Gu Jue, membuat seluruh suhu di distrik utara Kota Gusu turun drastis hingga batas membeku, membekukan setiap tetesan gerimis tipis yang jatuh dari langit menjadi kristal es hitam di udara.

Sepasang mata hitam pekat milik Gu Jue perlahan berubah menjadi warna ungu menyala yang teramat mengerikan di tengah kegelapan awan badai fana, memancarkan seluruh kebuasan mutlak Mo Jue—sang Raja Iblis penguasa tertinggi Alam Kegelapan yang sesungguhnya.

Ia melangkah maju satu tindakan perlahan di depan puing-puing gerbang halaman yang hancur, menatap lurus ke arah Panglima Gao dengan seulas senyuman pembunuh yang teramat kejam terukir di bibir tegapnya.

"Ling Cang... berani sekali anjing suruhannya menapakkan kaki di rumahku dan menyebut putraku sebagai benih kutukan," desis Mo Jue, suaranya yang rendah dan pekat bergaung dahsyat menyatu dengan gemuruh badai guntur di langit atas, memecah sekat kebohongan delapan tahun ini seutuhnya di depan mata Shen Liya yang seketika terpaku kaku dilingkupi rasa syok yang teramat luar biasa besar di ambang pintu kamar.

1
Aisyah Suyuti
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!