NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 : KETAKUTAN

Matahari pun mulai menyembunyikan sinarnya. Elvano baru saja turun dari jet pribadi nya. Dia langsung merogoh ponsel di sakunya, lalu menghubungi nomor telepon Isyana.

Drrt drrt drrt.

Wanita cantik itu terlihat sibuk dengan beberapa berkas di atas meja kerjanya. Karena terlalu fokus bekerja, dia tidak memperhatikan ponselnya yang terus bergetar diatas meja

Dira asisten nya mengetuk pintu lalu masuk kedalam ruang kerja Isyana. Dia melirik kalung yang dikenakan Isyana. Wanita itu pun menoleh menatap Dira dan tersenyum.

“Dari tadi ponsel anda bergetar Bu Isyana,” ucap Dira menunjuk ponsel Isyana.

Isyana mengalihkan pandangan nya menatap arah yang di tunjukan oleh Dira. Matanya membulat dia meraih ponselnya, membaca nama Elvano yang tertera di panggilan masuk.

“Ya El? Ada apa?”

“Baiklah, aku tunggu ya,” ucap Isyana sambil mengangguk, lalu menutup telepon.

“Dir, kamu pulang duluan saja ... besok pagi jemput aku dirumah oke,” ucap Isyana pada Dira.

Dira mengangguk. “Baik, Bu.”

Dira pun segera keluar dari ruang kerja Isyana.

Tiga puluh menit kemudian Elvano kembali menelpon Isyana. Dia berkata dia sudah menunggu di lobi. Isyana pun segera turun ke lobi. Pandangan nya mengedar mencari sosok Elvano dari balik ramai nya karyawan yang akan pulang.

Dari arah depan seorang pria dengan wajah tampan berjalan dengan langkah lebar kearahnya. Pria itu tersenyum ramah padanya, membuat jantung Isyana berdegup sangat kencang.

“Sudah lama nunggu? Maaf ya tadi macet,” ucap Elvano.

Isyana menengadah menatap pria di depan nya itu dengan intens. Bibirnya melengkung tanpa aba-aba, matanya berbinar penuh cinta. Dia pun menggeleng sambil tersenyum kepada pria itu.

“Enggak kok, aku juga baru selesai,” jawab Isyana.

“Yaudah, ayo!” ajak Elvano. Isyana mengangguk mengikuti langkah Elvano menuju mobilnya yang terparkir.

Elvano menyusuri jalan yang biasa di lewati Isyana jika ingin pergi ke rumah sang ayah. Akan tetapi di tengah perjalanan Elvan memberhentikan moilnya di pinggir jalan.

Isyana mengerutkan dahinya menatap Elvano penuh tanya.

“Ada apa El?” tanya nya.

“Ini,” kata Elvano seraya memberikan kalung liontin giok Isyana di tangan nya.

Isyana terkejut saat membuka genggaman nya. Melihat kalung peninggalan ibunya yang ditemukan oleh Elvano. Sontak isyana langsung memeluk erat Elvano.

Elvano melepaskan pelukan Isyana. Menatap wanita itu dengan raut wajah murung. “Maafkan aku Sya.”

“Maaf untuk apa El? Aku malah berterima kasih banyak karena sudah menemukan kalung ini,” ucap Isyana bahagia menatap kalung tersebut.

Elvano memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Isyana. Wanita itu pun langsung meraih dagunya. “Ada apa El?”

“Maafkan aku Sya, karena Nabila sudah menyembunyikan kalungmu ... aku merasa sangat bersalah kamu sampai meneteskan air matamu kemarin,” tutur Elvano dengan lirih.

Mata Isyana membulat tangan nya mengepal kuat, Isyana menyembunyikan amarahnya. “Brengsek kamu Nabila!” batin nya.

“El, sudah nggak apa-apa kok ... lagi pula bukan kamu yang salah,” ucapIsyana sembari melemparkan senyuman manisnya.

Elvano diam menatap wajah Isyana dengan berdebar-debar. Ingin rasanya dia mengecup bibir merah wanita di depan nya itu. Akan tetapi tidak dia lakukan karena itu salah, dia tidak mau hubungan nya dengan Isyana menjadi canggung lagi.

*

*

Seminggu sudah berlalu sejak Elvano meminta maaf kepada Isyana. Karena kesalahan Nabila. Isyana sangat sibuk begitu juga dengan Elvano. Keduanya tidak sempat bertemu.

Siang ini Isyana bersama dengan Dira asisten pribadinya. Makan siang di restoran seafood dekat kantor mereka. Tidak sengaja Isyana menabrak seorang anak kecil.

“Bu Isyana, maafkan Nino ... baju Bu Isyana jadi kotor,” ucap anak kecil itu dengan suara yang menggemaskan.

Isyana tersenyum dan berjongkok dihadapan anak tersebut. “Nino? Nggak apa-apa kok, lagipula baju ini juga sudah kotor kok.”

“Isyana?” Elvano terkejut melihat sang anak tengah bersama Isyana.

Isyana berdiri dan tersenyum kepada Elvano. “Ya El. Kamu lagi makan siang dengan Nino? Dimana Nabila?”

Elvano mengedikan bahunya. “Entah! Kalau mau kamu bisa bergabung dengan kami.”

“Benarkah? Nino apa Bu isyana boleh gabung makan siang bersama sama Nino dan ayah?” Isyana mengusap pucuk kepala Nino.

“Tentu saja boleh, Bu Isyana ... ayo kita makan sama-sama,” jawab Nino sangat antusias. Anak itu menarik Isyana kesalah satu ruang privasi.

Saat sedang menikmati makan siang. Ponsel isyana berdering panggilan masuk dari Kaila. Teman Isyana satu-satunya yang punya dealer mobil sport di kota ini. Isyana merasa sedikit heran, karena Kaila sudah lamatidak menelpon nya.

Isyana menatap Elvano. Pria itu mengangguk, “Jawab saja Sya,” katanya.

“Halo, Kaila? Ada apa? Tumben banget nelpon?” ucap Isyana setelah menempelkan layar ponsel ditelingan nya.

“Sya, kamu sama Ikbal baik-baik aja kan?” tanya Kaila dari seberang panggilan.

Isyana terkejut dengan pertanyaan teman nya itu. Dia melirik Elvano yang masih menyantap makanan nya. “I-iya baik-baik aja ... memangnya kenapa, Kai?”

“Kamu yakin?” Kaila semakin menekan.

“Iya!” Isyana menaikan nada bicaranya, “Memangnya ada apa sih?”

“Hmm, aku mendapat laporan dari karyawan Dealer ku, Ikbal baru membeli dua mobil sport,” ucap Kaila.

Isyana terdiam dia melirik Dira yang juga sedang makan. Dira menatap balik Isyana dengan wajah heran. Ada apa dengan bos nya itu.

“Terima kasih ya Kai, untuk infonya,” ucap Isyana cepat-cepat menutup panggilan nya.

Isyana pun langsung mengusap mulutnya dengan tisu lalu berdiri dari tempat duduknya.

“Ada apa Sya? Kamu mau kemana?” tanya Elvano bingung melihat Isyana yang berdiri.

“Maaf El, aku ada urusan mendadak ... aku pergi dulu ya,” jawab Isyana.

Dira sang asisten dengan sigap mengikuti langkah Isyana keluar dari ruang privasi itu. Didalam mobil Isyana nampak sibuk membuka laptopnya. Memeriksa data keuangan GS Company. Isyana geleng-geleng kepala dan terkekeh melihatnya.

“Dir, Mas Ikbal sudah sangat keterlaluan,” ucap Isyana dengan suara bergetar. Menatap Dira dengan mata berkaca dari kaca sepion tengah mobil.

Dira langsung memarkirkan mobil di pinggir jalan. Dia terkejut melihat bosnya itu meneteskan air mata di depan nya. “Ada apa dengan Pak Ikbal Bu?”

Dira meraih laptop dari Isyana. Mata Dira membulat membaca nilai fantastis yang baru saja ditarik Ikbal dari rekening perusahaan. Dira menoleh menatap Isyana yang bersandar pada kaca jendela sambil memijit pelipisnya yang menegang.

“Dir, lakukan satu hal untuk ku,” ucap Isyana menatap serius Dira.

“Baik bu akan saya lakukan!”

Mobil sport putih yang masih mengkilap terparkir di halaman butik Nabila. Mobil itu pemberian dari Ikbal. Nabila menatap mobilnya itu dari dinding kaca ruang kerjanya yang berada di lantai tiga. Sambil senyum-senyum sendiri.

Beberapa detik kemudian.

BRAK!!!

Terdengar suara hempasan kuat dari arah parkiran. Nabila melotot dia tersentak kaget sampai-sampai ponselnya terhempas kelantai.

“Mobil ku!!” Dia berteriak sambil berlari menuruni tangga darurat di butiknya. Semua karyawan paniuk dan langsung berlari keluar gedung.

Sebuah truk box barang tanpa plat dengan kencang menabrak mobil Nabila.Hingga terguling dan terbalik. Lalu truk tersebut kabur begitu saja. Nabila terduduk lemas menatap mobilnya yang hancur mengeluarkan asap.

Nabila langsung berlari ke arah jalan raya. Masuk kedalam salah satu taksi, kemudian menghubungi Ikbal di dalam taksi itu.

“Kamu dimana sekarang?” tanya nya dengan suara bergetar dan nafas yang tergesa-gesa.

“Aku di kantor, kamu kenapa kaya orang ketakutan gitu?” Ikbal terdengar cemas mendengar suara Nabila yang tidak biasa.

Wanita itu memegangi kakinya yang bergetar. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. “Temui aku di apartemen sekarang juga! Kalau kamu masih mau lihat aku hidup!”

“Oke oke, kamu yang tenang ya, sekarang aku ke apartemen, kita ketemu disana,” jawab Ikbal.

Saat bertemu di apartemen milik isyana yang biasa mereka jadikan seperti milik sendiri. Nabila langsung memeluk Ikbal sambil menangis. Badan nya bergetar ketakutan.

“Hei, ada apa Vi? Kenapa kamu kaya gini?” Ikbal mengusap punggung Nabila.

“Aku yakin ini semua perbuatan Isyana! Si brengsek itu pasti mau balas dendam padaku,” ucap Nabila meranyau tidak jelas.

“Perbuatan apa sih? Balas dendam apa ,maksudmu Via?” Ikbal meraih wajah nabila dan menatapnya. Wanita itu tidak bisa memfokuskan pandangan nya pada Ikbal.

“Ada truk yang menabrak mobil baruku sampai hancur! Aku yakin itu perbuatan Isyana, Ikbal.” Nabila sangat yakin yang melakukan hal tersebut adalah Isyana.

“Apa? Mobil yang baru aku belikan hancur?” Ikbal nampak terkejut.

Nabila mengangguk. “Iya, dan Isyana yang melakukannya!”

“Isyana? Kamu yakin? Tidak mungkin Isyana melakukan hal sekejam itu,” ucap Ikbal meragukan perkataan Nabila.

“Kenapa sih kamu nggak percaya! Aku yakin sebentar lagi dia pasti menyuruh seseorang untuk membunuh ku! Aku nggak akan tinggal diam, aku harus membunuhnya duluan sebelum dia membunuhku!” Nabila hilang kendali.

“Hey hey hey sadar sayang ... jangan seperti ini! Tenang ya, kamu jangan khawatir itu nggak akan terjadi, aku yakin Isyana tidak mungkin melakukan hal itu,” ucap Ikbal sembari memeluk erat Nabila.

“Lepaskan aku! Kamu nggak percaya sama aku? Ini buktinya, pasti dia yang melakukan nya aku yakin itu,” sahut Nabila sambil melotot.

Nabila memperlihatkan rekaman cctv di di depan butiknya. Terlihat keadaan sangat ramai saat para karyawan berkumpul di depan butik Nabila. Samar-samar terlihat seorang wanita berbaju putih menatap kearah mobil Nabila, lalu pergi saat Nabila masuk kedalam taksi.

“Isyana? Nggak mungkin, aku yakin Isyana tidak melakukan nya,” ucap Ikbal.

“Terserah kamu saja mau percaya apa enggak!” Nabila mendorong Ikbal lalu pergi meninggalkan pria itu sendirian.

.

.

.

To be continued...

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!