Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 : Lagu Terkutuk
Aku dikejar oleh sang fajar~
Saat mobil mulai matikan lampu depan~
Perjalanan pulang yang sangatlah panjang~
Terlalu panjang untuk cerita hanya bisa berlari~
Cinta burung kehilangan sayap yang tak bisa terbang~
Merasakan angin di jendela samping mobil~
Cinta burung kehilangan sayap yang tak bisa terbang~
Terperangkap di dalam kandang di hati ini~
Akhirnya telah tiba hari~
Di mana langit itu bukanlah milikku lagi~
Tidak ada mobil yang lainnya~
Kesendirian ini terus berlanjut~
Jika melewati tempat beristirahat~
Wajah sampingmu di kenanganku tertutup air mata~
Diriku burung menyedihkan yang lupa caranya terbang~
Hanya bisa merangkak di tempat ini saja~
Diriku burung menyedihkan yang lupa caranya terbang~
Tak akan pernah bisa tiba sampai dadamu~
Di permukaan tanah ini~
Dengan kebebasan yang t'lah direbut sayonara~
Cinta burung kehilangan sayap yang tak bisa terbang~
Merasakan angin di jendela samping mobil~
Cinta burung kehilangan sayap yang tak bisa terbang~
Terperangkap di dalam kandang di hati ini~
Akhirnya telah tiba hari~
Di mana langit itu bukanlah milikku lagi~
"Suaramu Bagus Juga, Tidak heran Adiku Jatuh padamu." Ucap Feni. "Ngomong-ngomong, Aku penasaran dengan Lagu magis Yang kalian sebutkan sebelumnya."
"Aku juga tidak terlalu mengerti, Lagu itu pertama kali muncul di pikiranku Secara Tiba-tiba. Seperti sebuah Enigma Yang sangat sulit Untuk aku pecahkan." Ujar Yessica. "Lagu itu pernah aku nyanyikan pertama kali Di pernikahan Ara dan Mira. Kesadaranku terasa menghilang waktu itu. Dan aku juga baru mengetahui, Kalau lagu itu...mengandung kekutan magis. Setiap Lirik dalam Lagu itu, sangat 'releate' Dengan kisah Cintaku."
"Apa nama Lagunya?" Tanya Feni.
"Aku menyebutnya, Pianis di Tengah Hujan." Mata Feni membulat sempurna. Terkejut dengan penuturan Yessica.
"KAU GILA!!!" Yessica terdiam tak berkata-kata dikala Feni tiba-tiba marah dan membentaknya.
"Kenapa kau sangat marah?" Tanya yessica. Seingatnya dia tidak menyebutkan apapun yang menyinggung Calon kakak Iparnya.
Feni yang tersadar dari keterkejutannya, segera merubah kembali ekspresinya. "Maaf, Aku terlalu terbawa suasana."
"Apa ada yang aneh dengan lagu Yang kusebutkan?" Tanya yessica. Secara normal, Tidak ada yang aneh dengan judul lagu yang Yessica sebutkan. Tapi kenapa Feni begitu marah?
"Bisa mainkan lagu itu.." Ucap Feni.
"Entahlah...Aku selalu tidak enak badan setelah menyanyikannya." Ucap Yessica.
"Hanya 'Ref' Nya saja....." Pinta Feni.
"Baiklah...." Yessica Mulai memainkan nada intro dengan piano-nya.
Sekarang sang pianis hujan Sedang melantunkan asmara Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~
Jemari tetesan Air~
Menekan window di keyboard-nya Concerto yang hanya untukku~
Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofa ~
Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~
Mainkanlah lagu yang lain~
"Mustahil....." Desah Feni. Kepala yessica seakan berdenyut kencang. Kala dia selesai menyanyikan 'ref' lagu tersebut.
"Kau baik-baik saja?" Feni menyangga tubuh Yessica, Yang hampir terjatuh.
"I-iya....."
"Sebenarnya ada apa dengan lagu itu.....Lagu lain Yang pernah kumainkan, Tidak pernah membuatku pusing seperti ini.." Ujar Yessica.
"Kau Dalam masalah, Yessica....." Ujar Feni Tiba-tiba.
"Apa maksudnya? Kenapa aku dalam masalah....." Ucap Yessica Tidak mengerti.
"Pianis Di tengah Hujan, Adalah lagu Kutukan Yang di Ciptakan Oleh Ratu Pandora."
"Ratu Pandora? Lagu Kutukan? Apa maksudnya. Aku ingat, aku sendiri yang menciptakan Lagu itu..." Ucap Yessica.
"Ratu Pandora...Adalah Musuh Bebuyutan Bangsa Iblis. Dia di segel Oleh mendiang Ibuku dengan mengorbankan nyawanya."
"Lalu apa Hubungannya dengan Lagu Itu..."
"Sebelum Ratu Pandora di segel Oleh ibuku, Dia menciptakan Kutukan Abadi Dengan permainan Melody. Hanya orang yang terpilih oleh lagu Kutukan itu Yang Bisa memainkannya. Tapi Dia akan menjadi Ancaman dan Musuh Bagi Umat Iblis, Maupun Umat manusia. Pernah Ada seseorang dari Bangsa Iblis yang terpilih oleh lagu itu, Dia membantai pasukan Iblis Yang ayahku kirim hanya dengan permainan Pianisnya. Ayahku meminta Bantuan Empat penguasa tanah Utama Untuk mengalahkannya. Tapi banyak pengorbanan yang terjadi bagi bangsa iblis. Sejak saat itu, Ayahku mengklaim... Siapapun yang Bisa menyanyikan Lagu itu, Akan menjadi musuh utama Bangsa Iblis."
Yessica tersentak. Bagaimana mungkin semuanya menjadi rumit seperti ini. Bencana Apocalypse belum berakhir, Sekarang Ada masalah Baru yang datang. Kepala yessica seakan mau pecah.
"Bagaimana mungkin....Jadi aku dan Vino..."
"Jangan khawatir, Kau memiliki Tubuh suci Bulan Yang bisa melawan kutukan itu. Tapi sekarang kau terlalu lemah, kau harus bertambah kuat se-segera Mungkin. Aku akan berkompromi dengan Ayahku Soal ini. Vino juga pasti akan berada di pihakmu." Ucap Feni.
"Kenapa semuanya menjadi sangat rumit...." Desah Yessica.
"Aku tidak berharap ini akan terjadi. Tapi setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya. Untuk sekarang, Jangan pernah memainkan lagu itu, jika tidak terpaksa." Ucap Feni.
"Lalu bagaimana mengatasi bencana ini? Hanya lagu itu yang Bisa menghancurkannya..."
"Ada Aku, Kita lakukan bersama...Adik ipar." Ucap Feni tersenyum. Dan tidak lama Gadis yang lebih tua itu, memeluk yessica erat.
"Terimakasih...Kakak Ipar."
Feni terkekeh, "aku belum terbiasa mendengar sebutan itu darimu."
"Kau sendiri yang memintanya." Kedua perempuan itu saling tertawa.
Beberapa menit kemudian, Feni menoleh pada jendela. Badai sudah Reda.
"Saatnya Kita bekerja..." Ucap Feni. Yessica mengangguk dan mengikuti Feni keluar Kamar.
***
"Kalian sudah Datang?" Tanya Vino.
"Bagaimana Situasinya?" Ucap Feni.
"Badai sudah reda, Tapi seluruh Ibukota sudah Terbungkus dalam Kristal. Kami sudah Mencoba menghancurkannya dengan sihir tertinggi. Tapi kristal itu bahkan Tidak tergores sama sekali." Ucap Gracio. Yessica dan Feni saling menoleh dan mengangguk.
"Bawa sebuah Pianis kesini..." pinta Yessica. Sesuai perintah, Pianis Hitam sudah di letakan di hadapan Feni dan Yessica. Dari Puncak istana, keduanya Bisa melihat keadaan kota Felip yang memprihatinkan. "Gabungkan Kekuatan bulan milikmu dan Kekuatan Bintang Miliku. Kedua energi tubuh suci akan tersinkronisasi. Dan selebihnya...Ikuti perintahku.." Ucap Feni.
"Aku mengerti...."
Sekarang sang pianis hujan~
Sedang melantunkan asmara~
Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~
Jemari tetesan air~
Menekan window di keyboard-nya~
Concerto yang hanya untukku~
Dengan kata-kata lembut, Diputuska Sayonara~
Terlalu tiba-tiba~
Di pinggiran sofa, aku Hanya duduk dan terdiam, Menggigit kuku jemariku~
Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu Tatapanmu s'perti melihat anak kecil Terulang kembali takdir masa depanku Yang selalu membuatku takut~
Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofan~
Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~
Saat kau memunggungiku Dan mulai bersikap dingin Itu tanda menyerah~
Dirimu yang t'lah dewasa Selalu dengan senyuman Hanya meyakinkanku saja~
Walaupun kau bilang bahwa dirimu lah yang salah Cinta seharusnya antara kita berdua Harus bagaimana di saat s'perti ini? Pada pengalaman yang pertama~
Sekarang sang pianis hujan Sedang melantunkan asmara Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~
Jemari tetesan Air~
Menekan window di keyboard-nya Concerto yang hanya untukku~
Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofa ~
Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~
Mainkanlah lagu yang lain~
Alunan suara Yessica mengalun Dengan Bantuan energi Dari Feni. Siluet berwarna Putih transparan mengalun dari Puncak Istana Melingkupi seluruh ibu kota Felip. Dari Puncak Langit, Muncul Siluet panjang berwarna Silver melingkar di atas kepala Yessica. Siluet silver Yang tiba-tiba muncul seiring Yessica bernyanyi, Berhasil merontokan Kristal dan menghancurkan setengah Kristal yang Menyelimuti Ibu kota Felip sampai Tuntas. Warga Kota Yang menjadi kristal, Juga tidak Luput selamat.
Setelah Yessica selesai bernyanyi, Feni terengah-engah kehabisan tenaga. "Kakak Kau baik-baik saja."
"Aku baik-baik saja. Cepat Buat Yessica tidak sadarkan diri." Ucapan Feni membuat Vino Bingung.
"Apa maksud kakak." Tanya Vino heran.
"Jangan banyak tanya. Nona Aya...Gunakan Kekuatanmu Untuk menahan Yessica dan Vino Gunakan Teknik Sleeping Divine pada Yessica."
"Putri Feni apa maksud anda..kenapa Kami harus menyerang Putri Yessica..."
"JANGAN BANYAK TANYA!!!CEPAT LAKUKAN!!!" Sentak Feni. Yessica sedari tadi tidak bergerak ataupun berbicara. Pandangannya menggelap.
"Ka-ka Chika..." Christy berniat menghampiri Yessica. Tapi di tahan oleh Feni.
"Jangan mendekati-nya, Dia bukan kakakmu..." Setelah Feni mengatakan itu, Yessica menyeringai.
"Kau sangat menyebalkan.. Feni si Tubuh suci Bintang...."
"Kau....." Feni menggeram.
"CEPAT LAKUKAN!!!!" Sentak Feni sekali lagi. Aya menggunakan kekuatan-nya Untuk menahan Yessica Yang berontak Dari Belenggunya. "VINO SEKARANG!!!" Seru Feni.
"Maaf Yessica...." Vino menekan tengkuk Yessica dan Tidak lama, Muncul simbol Hitam Di punggungnya. Simbol itu menyebar ke seluruh Tubuh Yessica dan Kembali membentuk simbol kecil Di pundaknya.
"Untung masih sempat..." Ucap Feni.
Yessica tidak sadarkan diri setelah itu. Vino membawa Yessica ke kamarnya. Dia berniat meminta Penjelasan dari Feni setelah ini.
semangat yaa
feedback di karya aku juga ya😆
bagus ceritanya.
buat author↓↓
ganbatte kudasaii