Sheana Zaen Xavier merupakan putri dari Levi dan Lucia. Memang seharusnya dia memiliki kembaran, tapi di nyatakan meninggal sesaat begitu di lahirkan. Kini siapa sangka putri yang dianggap telah meninggal dunia sejak lahir ternyata masih hidup.
Dimana Shea secara tidak sengaja saling bertukar posisi atau identitas dengan gadis bernama Lucy yang begitu mirip dengannya ketika Shea tengah liburan dengan kedua orang tuanya. Dimana Shea akhirnya menjadi Lucy, sedangkan Lucy menjadi Shea. Dari pertukaran itu, satu persatu rahasia mulai terkuak.
Akankah Shea dan kembarannya bisa mengungkapkan segala rahasia yang tersimpan selama 13 tahun lamanya?
Tentang Zhea yang di nyatakan meninggal dunia sejak lahir, tapi nyatanya masih hidup dengan identitas sebagai Lucy?
Dan tentang kecelakaan tragis yang membuat Kakek Roman meningggal dunia, serta membuat Noland dan Julia mengalami koma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batas Waktu Satu Minggu
“Tunggu, Paman Jay!” Regis menyela perkataan Jaydon.
“Sepertinya apa yang Shea katakan ada benarnya juga. Sebaiknya kita tetap merahasiakan semua ini dari semua orang.” Lanjutnya yang tak kalah seriusnya dengan Jaydon.
“Apa maksudmu, Regis? Kau ingin kita semua dalam bahaya dengan membiarkan mereka begitu saja, Hah?” sentak Jaydon yang belum memahami maksud perkataan Regis.
“Paman kita semua malah akan semakin dalam bahaya, jika kita bertindak sembarangan. Aku rasa apa yang Regis dan Shea katakan memang ada benarnya juga,” sela Ryuga yang setuju dengan pendapat sang adik bungsu dan keponakan kesayangannya.
“Benar, Paman! Seperti yang Shea katakan kita tidak tahu apapun tentang mereka. Dan jika kita memberitahukan tentang masalah ini, terutama tentang fakta Zhea masih hidup selama ini. Maka Paman pasti sudah bisa membayangkan betapa menggilanya Papah dan Kak Levi.” Rayga yang pada akhirnya menjelaskan alasan mereka tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada yang lainnya lebih dahulu.
“Ya, kita tidak bisa menyerang mereka sembarangan tanpa mengetahui siapa lawan sesungguhnya yang harus kita singkirkan. Jadi, sebelum mengatakan semua kebenaran ini kepada Papah dan Kak Levi serta yang lainnya, sebaiknya kita mencari tahu lebih dahulu tentang siapa mereka,” ujar Regis.
Jaydon tampak berpikir keras, sebab apa yang Regis dan yang lainnya katakan memang ada benarnya. Terutama pada bagian Rayden dan Levi yang sudah pasti akan menggila seperti iblis kesetanan, begitu tahu bahwa selama ini Zhea ternyata diculik oleh musuh mereka yang entah datang dari mana lagi kali ini.
“Benar juga yang mereka katakan! Rayden dan Levi akan menjadi iblis kesetanan saat mengetahui tentang ini. Mereka pasti akan langsung memerintahkan seluruh anggota klan untuk membabat habis semua yang dalang dibalik semua ini. Namun, jika sembarangan bertindak malah akan membuat musuh semakin mudah mempermainkan kita.” Jaydon menimbang di dalam hatinya.
“Paman Jaydon, percayalah bahwa kami bisa menemukan informasi tentang mereka. Setelah itu, Paman boleh memberitahu tentang semua ini pada Papah, Kak Levi dan yang lainnya,” bujuk Regis.
“Baiklah, tapi aku hanya memberikan batas waktu satu minggu untuk kalian menemukan informasi tentang mereka. Jika dalam waktu itu kalian masih tidak berhasil menemukan apapun, maka aku tidak akan segan untuk langsung melaporkan hal ini kepada mereka,” ujar Jaydon yang pada akhirnya terhasut oleh bujukan Shea dan Triple R.
“Tenang saja, Kakek Jay! Kami pasti akan segera menemukan siapa identitas mereka sebenarnya karena ada Zhea yang akan membantu kita!” seru Shea dengan penh percaya diri, hingga membuat Jaydon dan Triple R menatapnya dengan tatapan yang menuntut penjelasan.
“Asal Kakek dan Uncle tahu saja, sebenarnya Zhea memiliki kemampuan meretas yang sangat luar biasa. Maka karena ini selama ini mereka memanfaatkan kemampuan Zhea untuk meretas semua data penting dalam perusahaan maupun klan seperti yang Shea ceritakan sebelumnya,” jelas Shea yang memang tipe anak yang begitu peka.
“Aish, pantas saja beberapa tahun ini aku dan Kak Luca sering kerepotan karena sering terjadi kebocoran data. Beruntung kami berdua bisa menanganinya dengan cepat, meski harus tidak tidur selama beberapa hari demi menciptakan keamanan data yang sulit ditembus bahkan oleh seratus hacker sekaligus,” curhat Regis yang akhirnya sekarang tahu bahwa selama ini dia dan Luca melawan keponakan sendiri dalam dunia IT.
“Noah dan sebagian anak-anak yang Uncle Rayga bawa kemari juga memiliki kemampuan hebat dalam meretas. Merekalah yang telah membantu Zhea selama ini.” Shea kembali memberitahu tentang kehebatan para anggota geng dadakannya itu.
“Benarkah? Kalau begitu aku akan melatih mereka mulai sekarang. Akan aku angkat mereka semua menjadi muridku dan menciptakan kerajaan IT terkuat yang ada di dunia ini,”ujar Regis penuh semangat.
“Aish, berhentilah bicara omong kosong! Sebaiknya kita mulai menyusun rencana untuk mencari tahu tentang identitas musuh kita dan rencana kita ke depannya seperti apa,” sela Jaydon yang bosan mendengar celotehan Regis.
“Ingatlah bahwa batas waktu kalian hanya ada satu minggu.” Jaydon mengingatkan.
“Kita gunakan kemampuan anak-anak itu dan Zhea untuk membantu meretas data dari klan bernama Black Moon itu. Apalagi kalau aku yang memimpin rencana peretasan ini, pasti hasilnya tidak akan mengecewakan,” ujar Regis penuh percaya diri.
“Masalah Zhea saat ini pasti juga dalam incaran mereka. Apalagi Shea sudah mengungkapkan identitas aslinya pada mereka. Jadi, kita harus menempatkan seseorang yang terpercaya untuk melindungi Zhea di sana.” Rayga mulai buka suara menyampaikan apa yang sejak tadi cukup mengganggu hati dan pikirannya.
“Ada satu orang yang bisa kita percaya untuk melindungi Zhea di sana,” ucap Shea yang kembali mendapat tatapan menuntut penjelasan dari ketiga pamannya dan juga Jaydon.
“Siapa orang yang sangat kau rekomendasikan itu?” tanya Regis yang tak bisa membendung rasa penasarannya.
“Siapa lagi kalau bukan salah satu guru terbaikku, Uncle Jack!” Shea menjawab dengan penuh keyakinan.
...****************...
Sementara Jack yang tengah Shea bicarakan kini sudah berada di sebuah ruang rawat VVIP seraya menatap seorang gadis remaja yang balik menatapnya.
Ya, selama ini Jack tengah melakukan perjalanan keluar negeri sehingga tidak mengetahui bahwa Shea mengalami kecelakaan, lebih tepatnya Zhea yang sedang bertukar peran menjadi Shea. Apalagi Levi dan yang lainnya tidak memberitahu Jack tentang hal itu.
Dan begitu mengetahuinya, Jack langsung menuju ke rumah sakit dimana Zhea atau yang saat itu Jack kira adalah Shea tengah menjalani perawatan. Namun, begitu Jack saling bertatapan dengan gadis itu raut wajahnya seketika berubah marah tapi masih bisa Jack tahan dengan baik. Mengingat masih ada Rayden, Zhia dan Levi yang berada di dalam ruangan itu.
“Jack, kapan kau kembali ke sini?” tanya Levi ketika menyadari kedatangan Jack di sana.
“Saya baru saja tiba dan mendengar bahwa Nona Shea mengalami kecelakaan saat liburan. Lalu masih mendapat perawatan, sehingga aku langsung datang ke sini,” jawab Jack yang masih tidak mengalihkan tatapannya dari Zhea.
“Dad, siapa dia?” tanya Zhea yang merasa tidak nyaman dengan cara menatap Jack padanya.
“Dia Uncle Jack, Sayang! Uncle yang suka sekali bermain denganmu selama ini.” Levi sedikit menjelaskan tentang Jack, hanya sedikit karena sudah pasti Shea tidak akan mengingatnya. Lebih tepatnya Zhea yang belum pernah mengenalnya.
“Ooh, hallo Uncle Jack,” sapa Zhea yang tersenyum manis pada Jack, tapi Jack masih menatapnya dingin.
“Kebetulan kau datang ke sini, Jack! Aku titip jaga Shea sebentar ya, karena aku mau mengantar Mamah dan Papah pulang untuk mengambil pakaian ganti,” pinta levi yang tidak menganggap ekspresi datar dan dingin Jack hanya kerena terkejut melihat kondisi Shea.
^^^Bersambung, ....^^^